Produk
 
Selasa, 15 Mei 2018 | 10:26:38
nusantara

Nasib Jenazah Pelaku Bom Gereja di Surabaya yang Ditolak Warga

Sebarkan:
Detik.com
Kapolrestabes Surabaya memperlihatkan foto keluarga Dita Oepriarto.
Surabaya - Banyak fakta tak terduga yang ditemukan tentang latar belakang para pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, keluarga Dita Oepriarto (47).

Dita dikenal sebagai sosok yang santun dan ramah, bahkan pernah menjabat sebagai ketua RT selama 10 tahun. Begitu pula dengan sang istri, Puji Kuswati (43) yang pernah menjadi ketua PKK di RT yang sama.

Salah satu tetangga Dita tak mengira pria yang berprofesi sebagai distributor obat herbal ini adalah pelaku bom bunuh diri. "Terakhir saya ketemu kemarin, pulang dari musala. Dan beliau selalu menyapa, setelah itu tak berbicara banyak. Tapi selalu menyapa," katanya.

Cara berpakaian keluarga yang tinggal di Wonorejo Asri, Rungkut ini juga biasa saja. "Kalau istrinya jarang keluar, tapi tak mencurigakan. Nggak pakai cadar juga, yang sering keluar adalah dua anaknya yang perempuan, main sepeda keliling komplek," lanjut Unjung.

Sedangkan kedua anak laki-laki Dita selalu berboncengan menuju ke musala. Kelimanya dikenal rajin salat berjamaah di musala setempat.

Baik keluarga Dita maupun Puji pun syok dengan aksi yang mereka lakukan. "Kami sekeluarga syok, ibu dan bapak saya juga syok. Kami tak menyangka dia (Dita) melakukan itu," kata Dentri, adik Dita saat ditemui detikcom di rumahnya.

Sayangnya, Dentri enggan bercerita banyak terkait kepribadian kakaknya. Dia berdalih sudah lama tak bertemu dengan kakak kandungnya itu.

Hanya, dia mengaku kesal atas ulah Dita yang dengan tega mengajak keempat anaknya melakukan aksi bom bunuh diri. Ditambah lagi, kini ketenangan keluarganya terganggu setelah menjadi sorotan banyak pihak terkait aksi Dita.

"Otak dia ditaruh mana, kok tega ngajak anak melakukan itu," tuturnya.

Bahkan keluarga Puji tak bisa ditemui. Yang ada hanya perwakilan keluarga yang memberikan keterangan didampingi Kepala Desa Tembokrejo.

Mendengar kabar Puji Kuswati, sebagai pelaku terorisme bom bunuh diri, pihak keluarga langsung syok. "Semua masih syok, mereka baru tahu dari siaran berita tadi malam," ungkap Rusiono, perwakilan keluarga.

Keluarga tidak pernah menduga nasib Puji Kuswati, beserta anak-anaknya, berakhir tragis.

Keluarga makin prihatin karena mobil Toyota Avanza yang digunakan Dita untuk melakukan serangan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuna, dibeli di Banyuwangi.

"Ini mungkin mobil yang ketiga yang diberikan ke Puji. Dua mobil sebelumnya dijual. Tidak jelas karena apa dijual," kata Rusiono.

Kemudian, keluarga di Banyuwangi kembali membelikan mobil, tanpa diberikan BPKB. Mobil ini yang diduga digunakan untuk meledakkan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS).

"Keluarga kecewa, karena dua kali dibelikan mobil, lalu dijual dengan alasan yang kurang jelas. Akhirnya, dibelikan lagi, tapi tidak diberi BPKB. Mobil itu yang diduga dipakai pelaku," tambahnya.

Meski sejak kecil diasuh saudara orangtuanya di Magetan, kata Rusiono, keluarga di Banyuwangi selalu peduli dengan keluarga Puji Kuswati. Bahkan, pelaku sempat dibelikan rumah seharga Rp 600 juta di Surabaya. "Semua untuk kepentingan keluarga Puji. Sempat juga memberi kabar jika akan menjual rumahnya, katanya tidak jelas," tambahnya.

Setelah jenazah Dita dan keluarganya dievakuasi, rencananya mereka akan dimakamkan di TPU Tembok Gede, Jalan Tembok, Gang Kuburan, Tembok Dukuh. Pemakaman ini letaknya tak jauh dari rumah orang tua Dita.

Namun sebagian warga menolak jika jenazah Dita dimakamkan di wilayah mereka. "Saya hanya dengar bisik-bisik, ada warga yang tak mau Pak Dita dimakamkan di sini," ungkap Ketua RT 8 RW 1 Abdul Hamid.

Warga RW 1 Kelurahan Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya pun menggelar rapat untuk membahas rencana pemakaman Dita.

Warga di lingkungan rumah orang tua Puji di Banyuwangi juga menolak menerima jenazah wanita ini. Mereka beralasan Puji bukan warga desa setempat.

"Puji bukan warga Banyuwangi. Ya, seharusnya ikut dengan suaminya di Surabaya untuk dimakamkan," jelas Rusiono

Tak hanya itu, keluarga Puji sendiri pun tak berharap jenazah pelaku dan kedua anaknya itu dimakamkan di Banyuwangi. Meskipun punya hubungan darah, kata Rusiyoni, pelaku tidak lagi dianggap sebagai anggota keluarga. Sebab, puji sudah lama berpisah lantaran diasuh oleh saudaranya. Ditambah lagi keluarga sebelumnya tidak merestui hubungan dengan sang suami, Dita Oeprianto.

"Alasan lain, keluarga sebelumnya tak menerima perbedaan prinsip dan pandangan mengenai aliran yang dianut," ungkapnya.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 27 Mei 2018 | 11:05:27

Afrizal DS: Di tengah Krisis, Firdaus Wali Kota yang Berhasil Genjot APBD Pekanbaru Rp3 Triliun

PEKANBARU-Selama berdirinya Kota Pekanbaru, DR Firdaus dianggap sebagai pemimpin yang paling suskes dalam membangun.Hal tersebut ditandai dengan terbukanya lapangan pekerjaan, kemajuan kota yang demikian pesat
Minggu, 27 Mei 2018 | 10:58:58

DR.Chaidir: Survei Internal Eksternal Firdaus-Rusli Teratas

PEKANBARU-Dukungan masyarakat yang terus menguat di seantero Riau dan juga hasil survei bulan Mei ini yang menempatkan pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Firdaus-Rusli di tempat teratas dengan raihan suara di
Minggu, 27 Mei 2018 | 10:49:20

Hujan Deras Tak Surutkan Ratusan Warga Payung Sekaki Hadiri Kampanye Dialogis Firdaus Rusli

PEKANBARU- Ratusan warga Kecamatan Payung Sekaki kota Pekanbaru tetap antusias hadiri kampanye dialogis Cagub Riau DR H Firdaus MT walaupun dalam kondisi diguyur hujan, Sabtu (26/5/2018).Di tengah guyuran hujan
Minggu, 27 Mei 2018 | 00:01:44

Pemkab Siak Terima Hibah 1 Milyar Lebih dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI

SIAK - Plt. Bupati Siak, Alfedri gelar penandatanganan Naskah dan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara (BMN), dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumaha
 
Berita Lainnya
Sabtu, 26 Mei 2018 | 15:55:09

Takjil #2019GantiPresiden, KPU: Asal Tidak Langgar Hukum Biasa Saja

Jakarta - Takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. KPU menilai tagar #2019GantiPresiden itu adalah kampanye politik, bukan ka
 
Sabtu, 26 Mei 2018 | 15:14:10

Warga Menyemut Lihat Pencarian Sopir Pikap Tercebur di Kalimalang

Jakarta - Warga menyemut di Jl. KH Noer Ali, Kalimalang, Bekasi. Mereka melihat upaya pencarian sopir pikap yang tercebur ke Kalimalang. Pencarian dilanjutkan tim Basarnas dan BPBD pada sekitar pukul 13.35
 
Sabtu, 26 Mei 2018 | 15:09:29

Sedang Cari Ikan di Sungai, Petani Tewas Dimakan Buaya

SERUYAN - Taslim (68) warga Desa Panca Jaya, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tewas dimangsa buaya saat sedang mencari ikan di sungai. Kapolsek Seruyan Tengah Ipda Romadhon
 
Sabtu, 26 Mei 2018 | 14:58:25

Tipu Warga, Prajurit TNI Gadungan Ditangkap

WAISAI - Ngaku sebagai anggota TNI, seorang pemuda di Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, Jumat (25/5/2018), diciduk anggota TNI sungguhan dari Den Intel Korem 171/PVT, Pos Waisai. Penangkapan anggota
 
Sabtu, 26 Mei 2018 | 14:55:46

Duel Maut Tokek Vs Ular di Bali, Pemenangnya Bikin Geleng-Geleng Kepala

BALI - Duel maut terjadi antara Tokek dan Ular berbisa, pemenang bikin netizen geleng-geleng kepala. Hal itu tergambar dalam cuplikan video berjudul "Balas Dendam Maut Seekor Tokek" yang mendadak viral usai
 
Sabtu, 26 Mei 2018 | 10:31:54

Mengapa Australia Bangun Pagar Antikucing Terpanjang di Dunia?

Victoria -Kucing liar merupakan ancaman besar bagi hewan-hewan asli di Australia, namun sebuah wilayah di Australia ingin menghentikan ulah mereka ini dengan secara fisik menghadang mereka.Pagar antikucing
 
Jumat, 25 Mei 2018 | 14:16:59

Pesawat Kargo Jayawijaya Dirgantara Tergelincir di Bandara Wamena

WAMENA - Pesawat Kargo jenis Boeing 737, milik perusahaan penerbangan Jayawijaya Dirgantara, PK - JRM, dilaporkan tergelincir keluar landasan pacu Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Jumat (25/5/
 
Jumat, 25 Mei 2018 | 13:53:55

Kawanan Gajah Mengamuk di Aceh Timur, Rumah dan Tanaman Warga Rusak

ACEH TIMUR - Sedikitnya 25 ekor kawanan gajah liar (Elephas maximus sumatranus) masuk ke pemukiman penduduk dan merusak rumah warga di Gampong (Desa) Semanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Ace
 
Jumat, 25 Mei 2018 | 13:33:51

Petani Diterkam Harimau saat Sedang Meladang

KERINCI Rusmawati (58) petani asal Pungut Mudik, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Jambi terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit, karena diterkam Harimau Sumatera saat sedang meladang. Informasi
 
Jumat, 25 Mei 2018 | 09:24:09

Aummm!!!! Kala 7 Harimau Ngamuk dan Serang Warga Jambi

Jambi - Warga Desa Pungut, Kerinci, Jambi digegerkan dengan kehadiran 7 harimau yang turun gunung. Seven tiger itu mengamuk menyerang warga setempat."Ya ini mungkin karena adanya pembukaan lahan, atau per
 
Kamis, 24 Mei 2018 | 16:43:42

Danrem 031/WB Resmi Tutup Latihan Gladi Posko I Kodim Dumai

DUMAI - Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Sony Aprianto menutup secara resmi Latihan Gladi Posko l Kodim 0320 / Dumai, Kamis (24/5). Ratusan personel gabungan dari unsur TNI di Dumai, Polres Dumai, BPBD Du
 
Kamis, 24 Mei 2018 | 14:01:52

Aktivitas Merapi Meningkat, Monyet Ekor Panjang Mulai Turun Gunung

Sleman - Aktivitas Gunung Merapi dari hari ke hari terus meningkat. Hal ini memicu pergerakan satwa di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) turun dari habitatnya. "Mungkin sudah mulai tidak nyaman,
 
Kamis, 24 Mei 2018 | 11:50:38

Pasca Serangan Pria Berpedang, Aktivitas Polsek Maro Sebo Kembali Normal

JAMBI Dua hari pasca seranga pria berpedang, aktivitas di Polsek Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi sudah kembali berjalan normal. "Saat ini kondisi di Mapolsek Marosebo sudah kembali normal," ujar
 
Kamis, 24 Mei 2018 | 11:28:37

Sebelum Disumpah Pocong, Tinasum dan Sulima Buat Surat Pernyataan

SURABAYA - Peristiwa sumpah pocong yang terjadi di Musolla, Desa Posangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jatim menghebohkan warga setempat. Warga berbondong-bondong datang ke musholla un
 
Rabu, 23 Mei 2018 | 11:44:56

Motif Pelaku Serang Polsek Muaro Sebo Masih Buram

JAMBI Motif pelaku menyerang Polsek Muaro Sebo, Jambi belum menemui titik terang. Pelaku masih bungkam. Kapolda Jambi Brigjen Pol Muchlis mengatakan, sampai saat ini AS masih dalam pemeriksaan petugas. "Ki
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top