Produk
 
Rabu, 13 September 2017 | 08:51:57
Nasional

Keluarga Debora Ungkap Sejumlah Kebohongan dalam Keterangan Resmi Mitra Keluarga

Sebarkan:
okezone.com

JAKARTA - Keluarga Tiara Debora Simanjorang mengungkap sejumlah kebohongan dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Brigaldo Sinaga, perwakilan dari keluarga Debora mengatakan, terdapat beberapa poin yang mereka sebut sebagai kebohongan dalam rilis Mitra Keluarga.

Menurut Brigaldo, kebohongan itu meliputi pernyataan Mitra Keluarga yang menyebut Debora mengalami kondisi gizi buruk dan penyakit jantung bawaan atau patent ductus arteriosus (PDA).

"Awalnya sih kita ingin menjadikan ini bukan untuk cari sensasi atau apa ya. Tapi respons rumah sakit kami kira tidak memiliki itikad baik, dimana poin dua dan tiga menggiring opini publik untuk menyalahkan pihak keluarga," kata Brigaldo di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Brigaldo menjelaskan, pihaknya memiliki sejumlah bukti berupa rekam medis yang dapat menunjukkan tidak ada indikasi gizi buruk apalagi PDA pada diri Debora.

"Sebenarnya Ananda itu anak yang sehat. Ada rekam medik di RSU Cengkareng, diperiksa dokter spesialis, dokter Iskandar. Tidak ada rekomendasi dokter yang bilang ini gizi buruk. Normal. Tidak mengalami masalah," tutur Brigaldo.

"Pada rekam medik tanggal 5 agusus juga sudah oke. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis. Jadi tidak ada masalah PDA," sambungnya.

Selain terkait kondisi kesehatan Debora, Brigaldo juga mengatakan pernyataan Mitra Keluarga yang menyebut orang tua Debora menolak pembiayaan sebagai sebuah kebohongan.

Menurut Brigaldo, betul memang orang tua Debora mengajukan penangguhan biaya, namun, penangguhan itu terkait dengan uang muka perawatan di Pedriatic Intensive Care Unit (PICU), bukan penangguhan terhadap keseluruhan biaya perawatan.

Namun, permohonan penangguhan itu justru ditolak oleh Mitra Keluarga. Mitra Keluarga justru mengatakan, orang tua Debora setidaknya harus membayar sebesar Rp 11 juta rupiah sebagai uang muka perawatan.

"Dikatakan menolak biaya itu tidak benar. Malah keluarga cepat-cepat pulang mengambil ATM pagi-pagi buta. Cuma mereka memohon-mohon (penangguhan) memang, karena uang yang ada di ATM cuma Rp 5 juta. Itu dikatakan tidak cukup. Itu diwajibkan membayar Rp 11 juta baru dipindah ke PICU," tutur Brigaldo.

(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 19 Mei 2018 | 14:22:00

Wapres JK Ikut Aksi Bela Palestina di Turki

Turki - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengikuti aksi damai untuk Palestina jelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Turki, Jumat, 18 Mei 2018. JK hadir atas unda
Sabtu, 19 Mei 2018 | 13:41:55

Tewas Ditembak di Texas, Remaja Pakistan Ini Harusnya Pulang Juni

Texas - Sabika Sheikh termasuk di antara 10 korban tewas dalam teror penembakan di sebuah sekolah di Santa Fe, Texas, Amerika Serikat. Remaja putri asal Pakistan itu tengah mengikuti program pertukaran pe
Sabtu, 19 Mei 2018 | 13:38:07

Pansus Pastikan RUU Terorisme Rampung Pekan Depan

JAKARTA - Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Terorisme Supiadin Aries Saputra memastikan bahwa pekan depan payung hukum mengenai aksi terorisme itu akan segera ra
Sabtu, 19 Mei 2018 | 09:44:25

11 Orang Tewas dalam Ledakan Gudang Senjata di Suriah

DAMASKUS - Sebuah gudang senjata di Suriah Tengah meledak dan menewaskan 11 orang serta melukai puluhan lainnya. Kabar ini tersebar saat meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Observatorium Suri
 
Berita Lainnya
Minggu, 20 Mei 2018 | 10:19:41

Ustaz Abdul Somad Menduga Ini Alasan Kemenag Tak Masukkan Namanya Dalam 200 Mubaligh Rujukan

JAKARTA-Ustaz Abdul Somad tak masuk ke dalam 200 mubaligh yang direkomendasikan oleh Kementrian Agama. Lewat akun Instagramnya, Ustaz Abdul Somad memberi tanggapannya soal hal tersebut. Diketahui bers
 
Sabtu, 19 Mei 2018 | 14:22:00

Wapres JK Ikut Aksi Bela Palestina di Turki

Turki - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengikuti aksi damai untuk Palestina jelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Turki, Jumat, 18 Mei 2018. JK hadir atas unda
 
Sabtu, 19 Mei 2018 | 13:38:07

Pansus Pastikan RUU Terorisme Rampung Pekan Depan

JAKARTA - Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Terorisme Supiadin Aries Saputra memastikan bahwa pekan depan payung hukum mengenai aksi terorisme itu akan segera ra
 
Sabtu, 19 Mei 2018 | 09:27:11

Menanti Sikap Polri Soal Alquran Jangan Jadi Bukti Terorisme

Jakarta - Di tengah upaya penindakan terhadap teroris pasca bom gereja di Surabaya dan Sidoarjo, Polri mendapatkan petisi untuk tidak menjadikan Alquran sebagai alat bukti terorisme. Sikap polisi di
 
Jumat, 18 Mei 2018 | 14:44:26

28 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

JAKARTA-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps kenaikan pangkat 28 Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari 19 Pati TNI AD, 2 Pati TNI AL dan 7 Pati TNI AU, bertempat di ru
 
Jumat, 18 Mei 2018 | 14:39:40

Cegah Aksi Teror, Mendagri Libatkan Satpol PP

JAKARTA-Untuk mencegah aksi terorisme yang dalam sepekan terakhir banyak terjadi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di daerah-daerah agar i
 
Jumat, 18 Mei 2018 | 14:37:21

Tingkatkan Pengawasan, Pemerintah Bentuk Satgas Pengawasan TKA

JAKARTA-Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA) melalui Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri melalui Surat Keputusan Menaker N
 
Jumat, 18 Mei 2018 | 10:06:04

Jelang Sidang Tuntutan Aman Abdurrahman, PN Jaksel Dijaga Ketat

Jakarta - Terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman hari ini akan menjalani sidang tuntutan di PN Jakarta Selatan. Pengamanan di lokasi pun diperke
 
Jumat, 18 Mei 2018 | 09:54:21

Jokowi Pecat Admin Twitter, Gerindra: Urus Akun Saja Sulit

Jakarta - Admin akun Twitter Presiden Joko Widodo (@jokowi) dibebastugaskan setelah menulis cuitan tentang JKT48 yang membuat heboh. Partai Gerindra menyebut hal ini sekaligus menunjukkan ketidakmampuan J
 
Jumat, 18 Mei 2018 | 08:58:42

4 Peristiwa Penangkapan Teroris Kemarin, Nomor 3 Terkait Pelaku Bom Thamrin

JAKARTA Pasca rentetan teror yang menyerang mulai dari Mako Brimob, pengeboman 3 gereja di Surabaya, dan penyerangan Mapolrestabes Surabaya, Densus 88 Antiteror berhasil melakukan penangkapan terduga te
 
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:31:32

Perawat Cantik Ria Siregar Diciduk Polisi Gara-gara Postingan di Facebook soal Tragedi Bom Surabaya

PEKANBARU-Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang menangkap seorang perawat bernama Ria Siregar (RS) di kawasan Batamkota, Kepulauan Riau.Ia ditangkap karena diduga menista agama melalui akun facebooknya.Penangka
 
Rabu, 16 Mei 2018 | 15:45:48

Rini Soemarno Belum Tahu Kabar Donatur Teroris Asal Riau dari Pegawai BUMN

Menteri BUMN Rini So‎emarno mengaku belum mengetahui soal kabar donatur dua terduga teroris asal Riau, merupakan pegawai dari perusahaan BUMN. "Wah saya belum tahu itu, terus terang saya be
 
Rabu, 16 Mei 2018 | 15:31:08

Jokowi ke Para Menteri: Sampaikan ke Dunia, Indonesia Aman

Jakarta - Presiden Jokowi turut menyinggung dampak serangan teror yang terjadi akhir-akhir ini. Jokowi meminta menteri dan kepala lembaga menyampaikan bahwa Indonesia tetap aman."Terakhir kepada seluruh m
 
Rabu, 16 Mei 2018 | 13:38:24

Polda Riau Diserang, Gerindra Soroti Ketidaksiapan Aparat

Jakarta - Wakil Ketua MPR yang juga Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, menyoroti insiden penyerangan yang kembali terjadi, kali ini di Mapolda Riau. Muzani menyebut rentetan kejadian teror tersebut mencerminkan k
 
Rabu, 16 Mei 2018 | 13:23:55

5 Fakta Penyerangan Mapolda Riau, Nomor 4 Tunjukkan Nekatnya Teroris

JAKARTA - Mapolda Riau diserang oleh sekelompok orang tak dikenal yang merupakan terduga teroris. Bukan dengan bom seperti teroris di Surabaya, aksi teror di Mapolda Riau dilakukan dengan cara menabrakan
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top