Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:35:27
Nasional

JK Usul Serangan Balik ke KKB, Tim Kemanusiaan Nduga: Justru Bikin Rumit

Sebarkan:
Detik.com
Koordinator Tim Kemanusiaan Nduga, Theo Hesegem
JAKARTA - Tim Kemanusiaan Nduga menilai usul Wapres Jusuf Kalla (JK) agar aparat keamanan melakukan serangan balik terhadap KKB usai penembakan Briptu Hedar dinilai bisa menambah rumit keadaan. Dialog dinilai bisa menjadi salah satu upaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi di papua.

"Kalau ada korban saya pikir semua pihak harus duduk dan diskusi kenapa masalah itu terjadi. Saya pikir apa yang terjadi di Nduga dan Ilaga baru-baru kemarin, kalau melakukan penyerangan itu bukan penyelesaian masalah. Itu justru masalah akan tambah rumit, tambah susah dan dunia akan membaca persoalan ini adalah persoalan yang sangat urgent," kata Koordinator Tim Kemanusiaan Nduga, Theo Hesegem kepada wartawan, di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Jalan Probolinggo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Dia menilai masalah yang terjadi di Papua harus diselesaikan secara serius. Serangan balik terhadap KKB, kata Theo, bisa menjadi sebuah kekeliruan.

"Apa yang disampaikan Pak Jusuf Kalla terkait serangan balik ini sebenarnya suatu kekeliruan yang dibicarakan Pak Jusuf Kalla. Saya pikir masalah ini harus diselesaikan secara serius," katanya.

Theo menyebut JK sebagai Wapres merupakan sosok yang bisa melakukan dialog agar masalah tersebut bisa selesai. Dia khawatir serangan balik justru bisa menimbulkan banyak korban termasuk masyarakat.

"Oleh sebab itu, Pak Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden yang bisa lakukan dialog, itu perlu duduk bersama dan lakukan dialog. Sehingga tidak terjadi korban yang luar biasa. Artinya kalau kita duduk bersama itu kita bisa dialog untuk penyelesaian masalah. Bukan justru malah memerintahkan serangan balik. Kalau serangan balik itu justru banyak korban," ucapnya.

"Karena ini perintah seorang nomor dua di Indonesia, dan itu bisa terjadi. Kalau itu terjadi, maka negara ini bisa menjadi sorotan habis-habisan karena itu perintah, sekalipun Presiden tidak sampaikan. Akan lebih banyak korban, masyarakat sipil maupun TNI/Polri," tuturnya.

Sebelumnya, JK menyebut serangan KKB ke TNI sebagai gerakan separatis jika tuntutannya ialah referendum. Karena itu, penyelesaiannya harus dengan jalan damai. Jika tidak ada keinginan damai, TNI bisa balik membalas serangan.

"Ya itu separatis namanya kalau begitu, tentu kita akan berpegang pada TNI, ya. Semua itu pemerintah pusat tidak bisa menerima seperti itu (referendum). Tentu yang terbaik ialah suatu penyelesaian yang damai. Tapi kalau tidak mau damai, hanya menyerang tentara, tentara harus membalas," kata JK di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (23/7).


(Detik.com)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 17 September 2019 | 20:20:14

Nama Kajari dan Pidsus Kejaksaan Bengkalis Dicatut

BENGKALIS - Nama Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Riau serta beberapa kepala seksi dilembaga tersebut dicatut oleh oknum tidak bertanggungjawab.Ini diduga dengan kegiatan Kejaksaan Negeri Bengkalis yang sedan
Selasa, 17 September 2019 | 19:22:06

Ini Kronologis Ambruknya Dermaga Tanjung Buton Siak

SIAK - Tepatnya pada, Selasa  17 September 2019, pukul 13.30 wib, jembatan dermaga di pelabuhan Tanjung Buton, Siak, ambruk. Seorang petugas Honore di Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) ikut te
Selasa, 17 September 2019 | 18:58:11

Lantamal IV Gelar Karya Bakti TNI TW lll Ta 2019

TANJUNGPINANG - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang menggelar kegiatan Karya Bakti (Karbak) TNI TA 2019 yang berlangsung di Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong  Kabupaten Bintan,
Selasa, 17 September 2019 | 17:54:40

TNI dan BPBD Berhasil Menangkap yang Diduga Pelaku Karhutla, Dandim 0302/Inhu Janji Berikan Hadiah

INHU - Sejak sebulan terakhir Komandan kodim (Dandim) 0302/Inhu, Letkol Arh Hendra Roza S.I.P, memerintahkan seluruh personil TNI di wilayah Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) dan Kuansing untuk memadamkan titik a
 
Berita Lainnya
Selasa, 17 September 2019 | 16:31:27

Sumsel Diselimuti Kabut Asap, Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur

Palembang - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa terkait kebakaran hutan dan lahan. Aksi digelar saat Palembang diselimuti kabut asap.Aksi digelar di h
 
Selasa, 17 September 2019 | 14:36:13

7 Penerbangan dari Juanda ke Kalimantan Dibatalkan Akibat Kabut Asap

Sidoarjo - Penerbangan dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, ke sejumlah wilayah di Kalimantan masih terdampak kabut asap. Tujuh penerbangan dari Juanda dibatalkan.Tak hanya itu, dua penerbanga
 
Senin, 16 September 2019 | 16:18:06

Tok! DPR Sahkan Usia Minimum Perkawinan Jadi 19 Tahun

Jakarta - Revisi UU Nomor 1/1974 tentang Perkawinan disahkan DPR lewat rapat paripurna. Melalui pengesahan RUU Perkawinan itu, batas usia minimal perkawinan kini menjadi 19 tahun.Pengesahan RUU P
 
Senin, 16 September 2019 | 14:06:39

DPR akan Sahkan Revisi UU Perkawinan, Usia Minimum Nikah 19 Tahun

Jakarta - DPR akan mengesahkan revisi UU Perkawinan No 1/1974 dalam rapat paripurna siang ini. RUU Perkawinan telah menyepakati usia minimum nikah bagi laki-laki dan perempuan jadi 19 tahun."RUU
 
Senin, 16 September 2019 | 13:49:33

Jokowi: 141 Juta Penduduk Indonesia Bakal Naik Kelas di 2020

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan orang kaya di Indonesia akan semakin banyak di tahun 2020.Kata dia, sebanyak 141 juta penduduk Indonesia akan naik kelas disebabkan revolusi konsumen,
 
Senin, 16 September 2019 | 08:30:06

Suara Mahasiswa hingga Guru Besar Tolak Revisi UU KPK

Jakarta - Revisi UU KPK menuai polemik dan kontroversi. Sejumlah akademisi dari mahasiswa hingga guru besar menolak rencana revisi itu karena bisa mengebiri kewenangan KPK sebagai lembaga pemberantas korup
 
Sabtu, 14 September 2019 | 10:05:58

Terkait Karhutla, Tim Polsek Pinggir Tetap Siaga dan Lakukan Moving-Up

Pinggir - Jajaran Polsek Pinggir terus siaga dan berupaya melakukan penanganan terkait persoalan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Hukumnya.Demikian yang ditegaskan oleh Kapolsek Pinggir Kompol
 
Jumat, 13 September 2019 | 16:56:08

Pencari Suaka Banyak yang Balik Lagi ke Kalideres, Kenapa?

Jakarta - Pemerintah Provinsi (DKI) Jakarta sudah membatasi bantuan dan pernah meminta pencari suaka untuk meninggalkan eks lahan Kodim Jakarta Barat, Kalideres. Tetapi, masih ada pengungsi datan
 
Jumat, 13 September 2019 | 15:09:23

Demo Ricuh di KPK, Massa Bakar Karangan Bunga dan Copot Kain Hitam

Jakarta - Sekelompok massa menyambangi KPK. Mereka mengucapkan selamat atas terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK yang baru."Selamat untuk Irjen Firli dan capim KPK yang baru yang sudah terpilih,
 
Jumat, 13 September 2019 | 09:52:12

Batas Usia Perkawinan di Indonesia Disetujui Jadi 19 Tahun

JAKARTA  DPR RI telah menyetujui ditetapkannya batas minimal usia perkawinan bagi perempuan dan laki-laki menjadi 19 tahun, untuk mencegah fenomena perkawinan anak. Pembatasan itu selanjutnya akan di
 
Jumat, 13 September 2019 | 09:22:58

Peristiwa 13 September: Serangan Bom Mengerikan di Bursa Efek Jakarta

JAKARTA - Berbagai peristiwa dan penting dan bersejarah terjadi pada 13 September. Di Indonesia, kejadian pilu yang terjadi pada tanggal ini 19 tahun lalu adalah serangan bom mengerikan di Bursa Efek Jakar
 
Kamis, 12 September 2019 | 16:26:31

Bekas Rumah BJ Habibie di Parepare akan Dijadikan Museum

Bekas rumah Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) di daerah kelahirannya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, akan dijadikan sebagai museum. Museum tersebut untuk men
 
Kamis, 12 September 2019 | 13:32:41

Kibarkan Bendera Setengah Tiang, KPK Kenang Jasa Habibie Berantas Korupsi

Jakarta - KPK Ikut berduka atas meninggalnya Presiden ketiga RI BJ Habibie. KPK menganggap Habibie berperan penting dalam terbentuknya KPK lewat pengesahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999."Kontribusi alm
 
Kamis, 12 September 2019 | 13:12:52

[POPULER MONEY] Orang-orang Garuda Disingkirkan dari Sriwijaya Air | Gurita Bisnis Grup Djarum

 - Ramai-ramai soal pemecatan direksi Sriwijaya Air memunculkan pertanyaan bahwa apakah benar maskapai swasta tersebut sedang "membersihkan" orang-orang Garuda Indonesia yang selama ini banyak menolong ket
 
Kamis, 12 September 2019 | 12:55:56

Viral Anak Sekolah Naik Kuda Jadi Inspirasi

JAKARTA - Dua pelajar terekam kamera video menaiki seekor kuda, entah menuju sekolah atau pulang sekolah. Namun, peristiwa itu menjadi viral setelah videonya diunggah ke media sosial.Dalam video viral ters
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top