Terverifikasi Dewan Pers
 
Rabu, 15 Mei 2019 | 14:31:10
Nasional

BPN Tetap Yakin Prabowo Menang 62%

Sebarkan:
Detik.com
Foto: Mustofa Nahrawardaya.
JAKARTA - Perubahan perolehan suara klaim kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari 62% menjadi 54,24% jadi sorotan. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengklaim hasil akhir real count pihaknya tidak akan jauh berbeda dari pernyataan awal eks Danjen Kopassus itu di kisaran 62%.

"Ini kan baru 50 berapa persen. Itu baru separuh, artinya yang dilaporkan 62 saat itu snapshot ya tanggal 17 April. Sekarang itu baru 54,91% dari 810.329 TPS atau 444.976 TPS, yang kemarin kita laporkan ya," ujar Anggota Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/5/2019).

Klaim awal kemenangan pada 17 April lalu, Prabowo mengatakan menang 62% dari petahana Jokowi. Ia menyebut hasil akhirnya tidak akan berubah banyak menurut ahli-ahli statistik di pihaknya. Menurut Mustofa, hasil 62% yang dinyatakan Prabowo itu diterima dari SMS para saksi.

"Yang dimaksud 62% itu dari SMS hari pertama," tuturnya.

Kemudian kubu Prabowo-Sandi baru saja merilis hasil hitung suara internalnya. Pasangan nomor urut 02 itu mengklaim menang 54,24%. Data tersebut baru dari 444.976 TPS (54,91%).

"Kan kalau kita hitungnya real pakai C1 kan, yang masuk itu yang dihitung. Sedangkan di KPU itu yang saya laporkan ke Bawaslu tanggal 3 Mei, angka yang masuk melalui Situng yang kita lihat itu, diatur sedemikian rupa sehingga untuk angka Prabowo itu jadi lambat, kalau Pak Jokowi dihitung cepat," kata Mustofa.

Ia menegaskan Prabowo-Sandi pada akhirnya akan menang di angka yang tidak jauh dari klaim awal, yakni 62%. Mustofa lalu membandingkan penghitungan internal Prabowo-Sandi dengan Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU.

"Tidak akan jauh akhirnya nanti. Maka ini di statistik kita masukan suara tidak pilih-pilih. Mana yang menang dulu, mana yang kalah dulu. Tidak kayak di Situng. Langsung mana yang masuk, kita masukkan ke sistem tabulasi nasional kita. Tidak perlu yang menang Prabowo dulu mana supaya memberi harapan, nggak gitu. Nanti itu 62%. Sekarang 50 berapa persen, nanti mendekati itu juga," tegas relawan IT Prabowo-Sandi tersebut.

Mustofa lalu mengkritik hitung cepat atau quick count (QC) yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Ia mempersoalkan QC yang menempatkan Prabowo-Sandi di posisi kedua.

"Kita terbiasa lihat QC lembaga survei. Patokan angka yang tidak pernah berubah antara 44 persen sampai 50 berapa persen itu. Kalau kita terbiasa melihat itu lalu kita melihat real count tentu akan kaget," ucap Mustofa.

Dia pun menuding hasil dari hitung cepat yang mayoritas memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin tidak masuk akal. Mustofa mempersoalkan metode hitung cepat karena bukan berdasarkan 100 persen data TPS.

"Karena tidak mungkin pemasukan suara yang tidak 100 persen kemudian mematok angka hasil. Quick count mau tanggal 17 April sampai 22 Mei sekalipun, angkanya akan begitu-begitu saja. Padahal secara logika akal sehat, tidak mungkin angka itu terpatok pada angka 44-56 persen katakan lah, tidak pernah berubah," bebernya.

Mustofa sekali lagi menegaskan, pernyataan Prabowo soal 62% kemenangan baru berdasarkan SMS dari para saksi di 300 ribu TPS. Namun ia menegaskan hasil real count nantinya Prabowo-Sandi akan tetap menang di kisaran angka itu.

"Kalau pertama kali Pak Prabowo mengumumkan 62% itu kan berdasarkan suara yang masuk saat itu. Bukan sekarang. Saat itu, hari pertama kan tanggal 17 April. Itu kan ada quick count," sebut Mustofa.

Seperti diketahui, Prabowo pada awal mengklaim menang 62% dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Itu disampaikan Ketum Gerindra tersebut saat berpidato di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Saat itu Prabowo mengklaim menang dan melanjutkannya dengan sujud syukur.

"Saya mau kasih update bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62%. Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 300 ribu TPS. Sudah diyakinkan ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak," ujar Prabowo.

Terbaru, BPN Prabowo-Sandiaga mengungkap data perolehan suara mereka berdasarkan penghitungan C1. Hasilnya, Prabowo-Sandiaga mengungguli Jokowi-Ma'ruf.

Perolehan suara versi hitung C1 BPN itu diungkapkan Prof Dr Laode Masihu Kamaluddin dalam simposium Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5). Data tersebut merupakan hasil penghitungan C1 dari 444.976 TPS (54,91%) per 14 Mei pukul 12.28 WIB.

Total TPS di Pemilu 2019 sebanyak 810.329 TPS. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf meraup 44,14%, sedangkan Prabowo-Sandi 54,24%. Sementara itu, dalam diagram tersebut terdapat data suara tidak sah sebesar 1,62%. Perolehan suara itu berdasarkan hitung data C1 BPN dan bersifat sementara karena data masuknya baru 54,91%.

Sementara itu berdasarkan Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU per pukul 13.32 WIB, Rabu (15/5), Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga. Data yang masuk sudah 82,83% atau 673.740 dari 813.350 TPS. Berikut rinciannya:

01. Jokowi-Ma'ruf Amin 56,22% (71.335.915 suara)
02. Prabowo-Sandiaga Uno 43,78% (55.546.846 suara)


Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:43:59

Babinsa Koramil 02/TP Bersama Warga Melaksanakan Karya Bhakti Semenisasi Jalan

TANAH PUTIH- Babinsa Koramil/02 Tanah Putih (TP), Kabupaten Rohil Riau, melaksanakan Gotong Royong Karya Bhakti semenisasi Jalan Teguh, RT 001/RW 001 Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten R
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:36:33

BPN Sebut Massa Demo Ricuh Bukan Pendukung Prabowo-Sandiaga

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut massa aksi demo ricuh 22 Mei bukanlah dari pendukungnya. BPN menilai massa merupakan masyarakat umum."Saya kira itu masyara
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:33:17

Pasca Demo Mahasiswa, Aktifitas di Kantor DPRD Provinsi Riau Berjalan Normal

PEKANBARU- Pasca aksi demonstrasi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terdiri beberapa perguruan tinggi di Pekanbaru, selasa sore (21/5). Hari ini, aktifitas di kantor DP
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:26:13

Ucapkan Selamat ke Jokowi, Trump Sebut Indonesia Contoh Demokrasi

Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia atas suksesnya pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) tahun 2019. Dal
 
Berita Lainnya
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:36:33

BPN Sebut Massa Demo Ricuh Bukan Pendukung Prabowo-Sandiaga

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut massa aksi demo ricuh 22 Mei bukanlah dari pendukungnya. BPN menilai massa merupakan masyarakat umum."Saya kira itu masyara
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 15:22:30

Kapolri Terima Laporan 6 Tewas di Aksi 22 Mei, Ingatkan Kasus Senjata Ilegal

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan laporan mengenai enam orang tewas dalam rusuh dini hari 22 Mei. Namun Tito meminta masyarakat jangan langsung menarik kesimpulan mereka merupaka
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:36:21

KPI Minta Pemberitaan Lembaga Penyiaran Redakan Suasana

JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta seluruh lembaga penyiaran untuk tidak menyiarkan tayangan bermuatan kekerasaan dalam liputan unjuk rasa terkait penetapan hasil pemilu 2019. Selain itu j
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:14:47

MUI: Muslim Wajib Pelihara Kesucian Ramadhan, Anarkistis Haram

JAKARTA - Komisi Fatwa MUI mengingatkan semua pihak untuk menahan diri serta waspada dari ulah provokator yang memicu tindak kekerasan dan perilaku anarkistis serta mencederai kesucian bulan ram
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:04:59

Negara Tak Boleh Kalah! Pemerintah Kantongi Dalang Aksi Rusuh 22 Mei

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto menyebut pemerintah telah melakukan investigasi terkait sejumlah aksi. Pemerintah telah mengantongi dalang terkait kekacauan 22 Mei 2019."Dari apa yang telah k
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 13:59:21

Wiranto: Penyerang Asrama Polisi Petamburan Adalah Preman Bayaran

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto menjelaskan kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei dini hari tadi. Wiranto menegaskan pelaku kerusuhan adalah preman bayaran."Yang membuat kekacauan adalah preman-prem
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 13:50:52

TKN Jokowi Imbau Masyarakat Waspada Ada Free Rider di Aksi 22 Mei

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyoroti ricuhnya buntut demo di Bawaslu. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai adanya penunggang gelap dari Aksi 22 Mei yang disebut untuk mengawa
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 13:46:33

BPN Minta Massa Aksi 22 Mei Tahan Diri Tak Lakukan Kekerasan

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengimbau massa aksi 22 Mei agar menahan diri. Massa aksi diminta tak melakukan kekerasan dan provokasi. "Massa yang demo juga harus t
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 13:35:38

Setelah AHY, Zulkifli Hasan Temui Jokowi di Istana Bogor

BOGOR - Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor.Pantauan detikcom, Zulkifli memasuki ruang kerja
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 11:48:26

Demo Bawaslu Rusuh, Andi Arief: Jokowi dan Prabowo Bertemulah!

JAKARTA - Kerusuhan di Jakarta memakan korban jiwa. Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menyalahkan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto."Pak Prabowo dan Pak Jokowi Yth, sampai berapa korban
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 11:42:12

AHY: SBY Telepon Jokowi Beri Ucapan Selamat

JAKARTA - Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengimbau kepada pihak-pihak yang belum menerima hasil Pemilu 2019 untuk menyalurkan lewat jalur hukum. Ia berharap
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 10:44:54

Sambut Saran JK, TKN Ungkit Batalnya Pertemuan Luhut-Prabowo

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengimbau capres Prabowo Subianto menemui Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemenang Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) sepakat dengan saran JK."Perny
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 10:35:02

Gubernur Sumbar Beri Selamat ke Presiden Terpilih

PADANG - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengucapkan selamat kepada seluruh kontestan yang terpilih pada Pemilu 2019. Dia juga mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai p
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 10:08:55

PD Tak Mau Ikut Aksi 22 Mei, BPN: Kami Tidak Pernah Paksa

JAKARTA - Partai Demokrat menyatakan tidak akan ikut dalam aksi 22 Mei. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan mereka memang tak pernah memaksa partai-partai ko
 
Rabu, 22 Mei 2019 | 09:55:12

JK Sarankan yang Kalah Temui Pemenang, Ini Respons BPN Prabowo

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengimbau capres Prabowo Subianto agar mengucapkan selamat atas kemenangan Joko Widodo (Jokowi). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menyerahkan
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top