Terverifikasi Dewan Pers
 
Rabu, 15 Mei 2019 | 13:56:19
Nasional

Klaim Prabowo Menang Turun dari 62% ke 54%, BPN Ungkap Data Awal dari SMS

Sebarkan:
Detik.com
Foto: Prabowo Subianto saat klaim menang 62%.
JAKARTA - Terjadi perubahan atas klaim suara capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari 62% menjadi 54,24%. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga memberi penjelasan.

Untuk mendapatkan penjelasan soal perubahan angka klaim kemenangan ini bisa dikatakan tak semudah biasanya. Sejumlah elite BPN Prabowo-Sandiaga menolak memberikan keterangan. Salah satunya Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, yang menolak bicara. Sudirman menyatakan lebih baik meminta penjelasan ke Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjutak. Alasannya, tugas Sudirman di BPN Prabowo-Sandiaga sudah selesai.

Namun Dahnil tak bisa dihubungi hingga pukul 13.30 WIB. Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Daulay, juga menolak bicara. Saleh mengaku tidak mengikuti perkembangan perhitungan suara pasangan nomor urut 02 itu. Ia meminta untuk menghubungi Mustofa Nahrawardaya yang bertugas dalam proses penghitungan suara internal.

"Kalau pertama kali Pak Prabowo mengumumkan 62% itu kan berdasarkan suara yang masuk saat itu. Bukan sekarang. Saat itu, hari pertama kan tanggal 17 April," ujar Anggota Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/5/2019).

Saat klaim kemenangan 62% di Rumah Kertanegara di hari pencoblosan 17 April lalu, Prabowo menyatakan data diperoleh dari 300 ribu TPS. Mustofa memberi penjelasan, data diterima lewat SMS dari para saksi.

"Betul betul. Karena pada tanggal itu yang kita input itu bukan C1 fotokopi ya, tapi dari SMS saksi. Kita kan mau cepat, jadi kita menunggu SMS dari seluruh Indonesia, dari 810 ribu sekian TPS itu melalui SMS. Hari itu tanggal 17 April," sebutnya.

Mustofa pun mengklaim, pihaknya kemudian mendapat halangan menerima SMS atau WhatsApp dari para saksi. Ia menuding ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengganggu jalannya pengumpuan data pihak Prabowo-Sandi.

"Tapi ketika QC berlangsung SMS kita semua di-block lah oleh oknum, kita nggak tahu. Sudah saya laporkan. Ada 34 nomor yang kita pakai untuk mengirim SMS, dan 10 nomor khusus, semuanya dimatikan oleh pihak tertentu. SMS dikirim kemudian tandem dengan WA gambar C1 dari saksi, nggak bisa masuk semuanya. Yang dimaksud 62% itu dari SMS hari pertama," paparnya.

"Benar (dari 300 ribu TPS), tapi itu melalui SMS. Gambar-gambar C1 itu kan difoto dikirimkan melalui WA tapi kan semua nomor di-block saat itu. Kita sudah laporkan semua nomor yang kita beli di-block oleh pihak-pihak tertentu, bahkan nomor yang dipegang oleh para pemegang IP, para pengelola IT semua di-auto called oleh Amerika. Di Google ada itu," imbuh Mustofa.

Relawan IT Prabowo-Sandi mengatakan hasil terbaru yang dirilis saat ini baru sekitar 50%. Mustofa mengamini pernyataan Prabowo yang menyebut angka kemenangan 62% sudah diyakinkan tidak akan jauh berbeda atau berubah banyak dari angka akhir.

"Kalau itu kan nanti nilai akhir kan. Ini kan baru 50 berapa persen. Itu baru separuh, artinya yang dilaporkan 62 saat itu snapshot ya tanggal 17 April. Sekarang itu baru 54,91% dari 810.329 TPS atau 444.976 TPS, yang kemarin kita laporkan ya," tuturnya.

Seperti diketahui, Prabowo pada awal mengklaim menang 62% dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Itu disampaikan Prabowo saat berpidato di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Saat itu Prabowo mengklaim menang dan melanjutkannya dengan sujud syukur.

"Saya mau kasih update bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62%. Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 300 ribu TPS. Sudah diyakinkan ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak," ujar Prabowo.

Terbaru, BPN Prabowo-Sandiaga mengungkap data perolehan suara mereka berdasarkan penghitungan C1. Hasilnya, Prabowo-Sandiaga mengungguli Jokowi-Ma'ruf.

Perolehan suara versi hitung C1 BPN itu diungkapkan Prof Dr Laode Masihu Kamaluddin dalam simposium Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5). Data tersebut merupakan hasil penghitungan C1 dari 444.976 TPS (54,91%) per 14 Mei pukul 12.28 WIB. Total TPS di Pemilu 2019 sebanyak 810.329 TPS.

"Maka sistem informasi Direktorat Satgas BPN Prabowo-Sandi dengan ini mengemukakan hasil-hasil perolehan kita. Walaupun sudah dicurangi sebagai berikut," kata Laode.

Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf meraup 44,14%, sedangkan Prabowo-Sandi 54,24%. Sementara itu, dalam diagram tersebut terdapat data suara tidak sah sebesar 1,62%.

Perolehan suara itu berdasarkan hitung data C1 BPN dan bersifat sementara karena data masuknya baru 54,91%. Berikut ini hasil penghitungan dalam satuan suara:

01. Jokowi-Ma'ruf 39.599.832 suara
02. Prabowo-Sandi 48.657.483 suara.

Sementara itu berdasarkan Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU per pukul 13.32 WIB, Rabu (15/5), Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga. Data yang masuk sudah 82,83% atau 673.740 dari 813.350 TPS. Berikut rinciannya:

01. Jokowi-Ma'ruf Amin 56,22% (71.335.915 suara)
02. Prabowo-Sandiaga Uno 43,78% (55.546.846 suara)



Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 20 Juli 2019 | 16:17:44

Lolos, Kevin Marcus Jumpa Hendra Ahsan di Final Indonesia Open

JAKARTA - All Indonesian Final terwujud di nomor ganda putra Indonesia Open 2019, usai kemenangan sang juara bertahan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.Pada laga semifinal Kevin/Marcus berhadapan
Sabtu, 20 Juli 2019 | 16:11:41

PWI Riau Gelar Orientasi dan Ujian Masuk Calon Anggota Tahun 2019

PEKANBARU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menggelar Orientasi dan Ujian Masuk calon anggota baru tahun 2019, Sabtu (20/07/2019).Pada kegiatan yang di ikuti 110 peserta yang terdiri dari warta
Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:56:44

Manfaat Jitu Minyak Almond untuk Kulit

JAKARTA  Almond dikenal dengan banyak manfaat baiknya, baik untuk kesehatan, maupun kecantikan. Menurut para dokter, almond dapat menyehatkan jantung, sarat dengan lemak tak jenuh tunggal, dan antiok
Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:47:07

3 Langkah Mendapatkan Kulit Wajah Cerah Merona

JAKARTA - Meliliki wajah cerah merona bak perempuan Korea menjadi tren kecantikan saat ini. Kulit merona membuat penampilan terlihat lebih segar dan natural. Untuk mendapatkan tampilan ini, kamu tida
 
Berita Lainnya
Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:20:23

MPR: Banyak Negara Memuji UUD 1945 Sebagai Konstitusi Modern

MANADO - Sebanyak 100 anggota Menwa dari sejumlah kampus mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR metode Bela Negara kepada 100 Menwa, Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu (20/7/2019). Selesai mengik
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 14:33:00

TMMD ke-105 Kodim 0313/Kpr, Koramil 11/Tambusai Goro Biorama Tuanku Tambusai

ROKAN HULU - Koramil 11/Tambusai beserta masyarakat Kelurahan Tambusai Tengah laksanakan kegiatan gotong-royong (Goro) pemeliharaan Biorama Tuanku Tambusai yang berada di Kelurahan Tambusai Tengah Kecamatan Tam
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 14:13:46

Amien Rais: Sungguh Aib Bila Parpol 02 Menyeberang karena Kursi Ecek-ecek

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, kembali berbicara soal konsistensi di jalur oposisi. Amien menyebut aib bila parpol pendukung Prabowo Subianto di Pilpres berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 13:54:41

Di Sidang IMO ke-122, Masa Keanggotaan Diusulkan Jadi 4 Tahun

JAKARTA - Sidang Dewan Internasional Maritime Organization (IMO) atau Organisasi Maritim Internasional ke 122 telah berakhir kemarin. Sejumlah keputusan telah disepakati dalam sidang tersebut di
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 13:50:50

Amien Rais Komentari Kasus Novel Baswedan: Nggak Akan Tuntas Juga

JAKARTA - Amien Rais menyinggung penanganan kasus teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Amien menyebut banyaknya desakan untuk penuntasan kasus yang sudah 2 tahun lebih belum terungkap."Minggu ini
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 13:41:56

Presiden Jokowi Diminta Tunda Pelantikan Komisioner KPI

JAKARTA - Pemerhati penyiaran meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda pelantikan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Alasannya diduga ada indikasi penyimpangan pada proses seleksi."Me
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 11:58:29

Bamsoet Ajak Purnawirawan TNI dan Polri Gabung ke Golkar

JAKARTA - Ketua DPR yang juga calon Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak purnawirawan TNI dan Polri untuk bergabung dengan Partai Golkar. Dia mengatakan Golkar meru
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 11:51:23

Sabet Hakim Saat Sidang, Pengacara TW Kini Meringkuk di Tahanan

JAKARTA - Pengacara Tomy Winata (TW), Desrizal, ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan dan melawan pejabat yang sedang bertugas karena memukul hakim di PN Jakarta Pusat. Dia kini tel
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 11:46:51

PA 212 Tuding Wiranto Ada Kebencian dengan Habib Rizieq

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto bicara soal pelanggaran batas waktu tinggal (overstay) yang dilakukan Habib Rizieq Syihab di Arab Saudi sehingga menyebabkan Imam Besar FPI itu tak bisa pulang.
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 10:20:18

Sukseskan TMMD ke 105, Koramil 10/Kds Lakukan Panen Jagung di Koptan Kasang Mungkal

BONAI DARUSSALAM - Koramil 10/ Kds Kodim 0313/ KPR, dukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 dengan melakukan panen raya jagung di Kelompok Tani (Koptan) Suka Maju, Desa Kasang Mungkal, Kecamat
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 10:05:01

TMMD Ke 105 Kodim 0313/KPR, Babinsa Koramil 11 Tambusai Patroli Karlahut

ROKAN HULU Masih dalam rangkaian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 Kodim 0313/KPR, Babinsa Koramil 11 Tambusai melaksanakan Patroli karlahut.Kegitan tersebut guna mengantisipasi terjadinya kebakaran
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 09:54:32

FPI Respons Wiranto: Habib Rizieq Tak Ada Masalah Hukum di Saudi

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut Habib Rizieq Syihab bermasalah pulang ke RI karena melebihi batas waktu tinggal alias overstay di Arab Saudi. F
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 09:27:08

Pengacara Minta Wiranto Tak Mencampuri Proses Hukum Kivlan Zen

JAKARTA - Kuasa hukum Kivlan Zen Pitra Romadoni meminta Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto tidak mencampuri proses hukum kliennya. Menurut Pitra, Wiranto lebi
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 16:28:56

Kunjungi RI Pekan Depan, Putra Mahkota UEA akan Bertemu Jokowi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan sejumlah menteri untuk membahas rencana kedatangan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Syekh Mohamed aka
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 16:21:16

Bambu Getah Getih Dikritik, Anies: Kalau Pilih Besi Impor dari Tiongkok

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab kritikan mengenai pembiayaan Bambu Getah Getih. Anies menjelaskan anggaran instalasi tersebut mengalir ke rakyat kecil seperti petani bambu."An
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top