Terverifikasi Dewan Pers
 
Rabu, 15 Mei 2019 | 09:21:24
Nasional

Disindir TKN soal Mundur dari PNS Usai Pemilu, Said Didu: Saya Bukan Timses

Sebarkan:
Detik.com
Said Didu
JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyindir Said Didu yang mundur dari PNS setelah pemilu. Said Didu menyatakan dia mundur dari PNS seusai pemilu karena tak masuk timses paslon mana pun.

"Saya bukan tim sukses dan bukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi," kata Said Didu saat dihubungi detikcom, Selasa (14/5/2019) malam.

Dia kemudian berbicara soal pengunduran diri Dahnil Anzar Simanjuntak dari PNS saat bergabung ke BPN Prabowo-Sandiaga. Dia menilai pengunduran diri itu wajar karena Dahnil menjabat Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi.

Said kemudian mengaku sudah sering mengkritik kebijakan pemerintah. Bahkan, kata Said, kritik terhadap pemerintah sudah dilakukannya sejak era Soeharto sebagai presiden.

"Saya mengkritik kebijakan pemerintah sejak dulu walau sedang menjabat. Sejak zaman Pak Harto sebagai diskursus pengambilan keputusan publik. Bahkan saat menjabat pun saat pemerintahan SBY saya lakukan," ujar Said.

Dia menyatakan telah bekerja lebih dari 32 tahun sebagai PNS dan berhak meminta pensiun. Diajuga mengatakan alasan pensiun dari PNS adalah merasa kebebasan berpendapat dibatasi.

"Saya mundur karena kebebasan berpendapat makin dibatasi," ucapnya.

Said juga mengaku merasa diperlakukan tidak adil. Dia kemudian menyebut pernah dipecat dari jabatan Komisaris PTBA (PT Bukit Asam) karena dianggap tak sejalan dengan Menteri BUMN.

"Terjadi ketidakadilan dalam penegakan hukum di PNS dan BUMN. Banyak PNS dan pimpinan BUMN yang jelas-jelas tidak netral tapi tidak kena sanksi. Saya sendiri langsung dipecat sebagai Komisaris PTBA hanya karena dianggap tidak sejalan dengan Menteri BUMN. Sementara banyak ASN dan pimpinan BUMN jelas-jelas memihak 01 tapi tidak diapa-apakan," tuturnya.

Surat pengunduran dirinya juga sudah diserahkan ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Jabatan terakhir Said Didu di BPPT adalah Perekayasa Madya.

Sebelumnya, TKN Jokowi-Ma'ruf mempertanyakan alasan Said Didu baru sekarang pensiun. Padahal, kata TKN, Said Didu mengkritik pemerintah selama masa kampanye.

"Oh, jadi Pak Said Didu ini ASN, ya? Kok baru mengundurkan dirinya sekarang? Bukankah selama masa kampanye beliau ini ikut-ikutan berakrobat mengkritik pemerintahan Jokowi yang tentu menguntungkan secara politik untuk pasangan Prabowo-Sandi?" tanya juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (14/5).



Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 20 Mei 2019 | 19:04:07

Ngabuburit di Jalan Swarna Bumi Tembilahan, Ada Takjil Geratis

TEMBILAHAN - Seperti Ramadhan tahun sebelumnya, pada pertengahan Ramadhan 1440 H, Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Budaya (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali mengemas konsep ngabuburit
Senin, 20 Mei 2019 | 16:57:43

Gennaro Gattuso Berharap Dipertahankan AC Milan

MILAN Kemenangan 2-0 atas Frosinone menghidupkan peluang AC Milan untuk kembali berlaga di Liga Champions musim depan. Kebangkitan I Rossoneri tak lepas dari peran penting Gennaro Gattuso sejak pertengahan
Senin, 20 Mei 2019 | 16:50:34

Ketum Dharma Pertiwi : Ibadah Puasa Sebagai Wahana Peningkatan Kesadaran Spiritual

JAKARTA - Ibadah puasa yang sedang dilaksanakan ini, dapat dijadikan sebagai wahana pengendalian diri dan peningkatan kesadaran spiritual. Makna berpuasa setiap warga muslim adalah untuk melatih dan menahan emo
Senin, 20 Mei 2019 | 16:46:59

Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Kisah Kapak Kayu

JAKARTA - Dalam segala hal Nabi Muhammad SAW, merupakan tauladan kita semua. Rasulullah pernah bekerja karyawan, pengusaha sukses dan panglima perang. Pada kesempatan yang sama, Nabi Muhammad SAW juga ber
 
Berita Lainnya
Senin, 20 Mei 2019 | 16:22:09

Rekapitulasi Nasional KPU: Di Riau, Prabowo Unggul 700 Ribu Suara dari Jokowi

JAKARTA - KPU RI menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pilpres 2019 untuk Provinsi Riau. Hasilnya, Prabowo-Sandi unggul 700 ribu suara atas rivalnya, Jokowi-Ma
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:47:13

34 Ribu Personel TNI-Polri Amankan Pengumuman Hasil Pemilu 22 Mei

JAKARTA - Sebanyak 34 ribu personel TNI-Polri bersiaga dalam rangka pengamanan Ibu Kota jelang dan saat pengumuman hasil rekapitulasi nasional Pilpres 2019 oleh KPU. Polri mengatakan tujuan dikerahk
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:41:28

Bukan Cuma Link Berita, Ini Bukti yang Perlu Diajukan Soal Dugaan TSM

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai Bawaslu tidak berlaku adil dalam putusan pendahuluan dugaan pemilu terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Namun Bawaslu menegaskan, bukan
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:41:27

Jalan Moujolelo Rusak, Camat Pinggir Hanya Surati HKi Pekdum 4 B

Pinggir - Pembangunan ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai oleh perusahaan Hutama Karya Infrastruktur (HKi), khususnya di wilayah seksi 4 B, menimbulkan banyak kerusakan di sejumlah badan jalan Moujolelo, Desa Pinggi
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:29:18

Bawaslu Tolak Laporan BPN, KPU: Berarti Nggak Ada Kecurangan Pemilu

JAKARTA - Bawaslu menolak laporan BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). KPU menyebut putusan pendahuluan Bawaslu menegaskan tidak
 
Senin, 20 Mei 2019 | 13:23:29

Kisah Lieus Sungkharisma: Dukung Jokowi, Pro Prabowo, Ditangkap Polisi

JAKARTA - Nama Lieus Sungkharisma ramai jadi perbincangan, karena sejumlah sepak terjangnya dalam Pilpres 2019 dan hari ini ditangkap polisi. Namun, sebetulnya manuver Lieus sudah dimulai seja
 
Senin, 20 Mei 2019 | 11:42:45

Bukti Cuma Link Berita, Laporan BPN soal TSM Kembali Ditolak Bawaslu

JAKARTA - Bawaslu kembali tidak menerima laporan BPN Prabowo-Sandi atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Itu karena bukti yang diajukan hanya berupa link berita. "Menya
 
Senin, 20 Mei 2019 | 11:32:30

Laporan Dugaan Kecurangan TSM Ditolak Bawaslu, BPN Prabowo: Tidak Fair!

JAKARTA - Laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) tidak diterima Bawaslu karena bukti yang diajukan hanya berupa link berit
 
Senin, 20 Mei 2019 | 11:18:17

Ada Pansel KPK Pernah Gugat Laundry, Ahli: Mengkhawatirkan

JAKARTA - Sejumlah nama-nama yang ditunjuk Presiden Jokowi menjadi panitia seleksi (Pansel) pimpinan KPK dirasa cukup mengejutkan. Salah satunya muncul nama Dirjen HAM Mualimin Abdi. "Saya juga
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:54:52

Supiadin : Indonesia Segera Miliki Payung Hukum PSDN

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra mengungkapkan sejak adanya UU Nomor 20 Tahun 1982 tentang Pertahanan Negara (Hanneg) dan direvisi menjadi UU Hanneg Nomor  3 Tahun 2002, Indonesia
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:46:37

BPN Tepis Andi: Taufiq Kemas-Gus Dur yang Bantu Prabowo Pulang dari Yordania

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menepis kicauan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut kepulangan sang capres dari Yordania berawal dari desakan Su
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:29:55

Polisi: Amien Rais yang Pertama Kali Serukan People Power

JAKARTA - Polda Metro Jaya memanggil politisi PAN, Amien Rais untuk diperiksa terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana. Polisi akan menggali keterangan Amien berkaitan dengan seruan �
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:17:46

Zulkifli Ucapkan Selamat ke Maruf Amin, PAN: Silakan Ditafsirkan Sendiri

JAKARTA - Ketua MPR yang juga Ketum PAN Zulkifli Hasan mengucapkan selamat kepada cawapres Ma'ruf Amin. PAN enggan menafsirkan ucapan selamat itu. "Silakan ditanggapi dan ditafsirkan sendiri.
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:02:23

Ferdinand PD Berhenti Dukung Prabowo, TKN: Semua Akan Jokowi pada Waktunya

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai wajar jika Politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean berhenti mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran
 
Senin, 20 Mei 2019 | 09:52:29

Fadli Bilang Demo 22 Mei Ditakuti Isu Bom, TKN: Kalau Kejadian Tanggung Jawab!

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pihak yang ingin demo pada 22 Mei 2019 ditakut-takuti isu adanya teror bom. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Fadli bertanggung j
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top