Terverifikasi Dewan Pers
 
Sabtu, 20 April 2019 | 14:33:10
Nasional

Polisi Kawal Ketat Rekapitulasi Hingga Tingkat PPK

Sebarkan:
Detik.com
Personel bersenjata lengkap mengawal rekapitulasi suara
JOMBANG - Proses penghitungan suara tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Jombang dijaga ketat polisi bersenjata api. Korps berseragam cokelat ini akan menindak tegas setiap perusuh yang ingin merusak atau mencuri logistik hasil Pilpres dan Pileg 2019.

Kapolres Jombang AKBP Fadli Widianto mengatakan, pada tahap penghitungan suara ini pihaknya menerjunkan 235 personel. Sebagian personel telah dia tugaskan untuk menjaga proses penghitungan suara di 21 kantor kecamatan yang ada di Kota Santri.

Menurut Fadli, penghitungan suara di tingkat PPK itu dijaga dengan ketat. Setiap kantor kecamatan saat ini dijaga 6 polisi, 2 TNI, serta 5 anggota Linmas. Petugas melakukan penjagaan menggunakan senjata api laras panjang maupun laras pendek.

"Untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada Polri dalam pengamanan surat suara dan dokumen penting hasil Pilpres dan Pileg. Kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas, keras dan terukur bagi meraka yang coba-coba untuk berbuat kriminal dengan merusak atau mencuri logistik hasil Pemilu 2019," kata Fadli kepada detikcom, Sabtu (20/4/2019).

Dia telah memberikan instruksi kepada seluruh anggotanya yang kini bertugas menjaga penghitungan suara di PPK untuk menindak tegas setiap perusuh. Menurut Fadli, langkah ini ditempuh untuk memastikan surat suara maupun dokumen penting lainnya hasil Pemilu 2019 tetap terjaga kemurniannya.

"Saya sudah perintahkan seluruh Kapolsek dan anggota di lapangan yang telah dilengkapi baik senjata laras pendek maupun laras panjang untuk menindak tegas jika masih saja ada yang ingin mengacaukan jalannya demokrasi di Indonesia," tegasnya.

Fadli menjelaskan, KPU sebagai penyelenggara Pemilu telah bekerja secara transparan. Setiap orang kini bisa mengawasi penghitungan suara, baik secara langsung di TPS, PPK dan KPU, maupun secara online melalui situs resmi KPU.

Oleh sebab itu, dia menilai jika ada kelompok yang ingin mencuri dan berusaha mengubah hasil Pemilu sebagai pihak yang tidak paham sistem demokrasi di Indonesia saat ini. Dia juga menilai orang-orang yang ingin merusak dan membakar sebagai pihak yang ingin membuat kacau keamanan dan membuat rusuh Indonesia.

"Pihak-pihak ini yang kami tidak akan segan-segan untuk kami lakukan tindakan tegas keras dan terukur di tempat," terangnya.

Fadli mengimbau semua pihak menghormati hasil proses demokrasi yang merupakan suara rakyat Indonesia. "Kami Polri yang dibantu oleh TNI, Linmas serta KPU dan Bawaslu akan mengamankan suara rakyat tersebut dengan semua kekuatan dan perlengkapan yang kami miliki," ungkapnya.

Komisioner Divisi Teknis KPU Jombang Ja'far menambahkan, saat ini penghitungan suara berlangsung di tingkat PPK atau tingkat kecamatan. Surat suara dari 4.295 TPS telah dikirim ke setiap kantor kecamatan.

"Hari ini penghitungan suara masih di tingkat kecamatan sampai tanggal 4 Mei. Masih banyak waktu," tandasnya.



Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 20 Mei 2019 | 22:33:16

Wabup Inhil Taja Syukuran dan Buka Puasa Bersama di Kediaman Dinas

TEMBILAHAN - Pelaksanaan buka puasa bersama di kediaman dinas Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti di Jalan Swarna Bumi Tembilahan, Senin (20/5/19) sore dipadati warga. Mereka yang datang di kegiatan buka bersa
Senin, 20 Mei 2019 | 22:28:40

Peduli Sesama, IDI Rohil Santuni Anak Yatim

UJUNGTANJUNG- Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  cabang Rokan Hilir (Rohil) menggelar silaturahmi dan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu di  sebanyak 100 orang. Kegiatan itu dilaksanakan se
Senin, 20 Mei 2019 | 21:51:42

Nyanyian Rudi Gank Bawa Dua Pelaku Lain ke Sel Tahanan Polres Rohil

ROKANHILIR - Pasca penangkapan RS alias RG atau Rudi Gank (33) warga jalan SMA gang Cendana 1 Kepenghuluan Sintong Kecamatan Tanah Putih, Sat Narkoba Polres Rohil berhasil menangkap dua pelaku lainnya. Penangka
Senin, 20 Mei 2019 | 21:34:53

Simpan Sabu-Sabu, Petani di Rokan Hilir dibekuk Polisi

UJUNGTANJUNG- Rudi Satra Als Rudi Geng (33) warga  Jalan SMA Gg.Cendana 1 Kepenghuluan  Sintong Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir ditangkap polisi. Petani ini ditangkap karena diduga terliba
 
Berita Lainnya
Senin, 20 Mei 2019 | 16:22:09

Rekapitulasi Nasional KPU: Di Riau, Prabowo Unggul 700 Ribu Suara dari Jokowi

JAKARTA - KPU RI menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pilpres 2019 untuk Provinsi Riau. Hasilnya, Prabowo-Sandi unggul 700 ribu suara atas rivalnya, Jokowi-Ma
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:47:13

34 Ribu Personel TNI-Polri Amankan Pengumuman Hasil Pemilu 22 Mei

JAKARTA - Sebanyak 34 ribu personel TNI-Polri bersiaga dalam rangka pengamanan Ibu Kota jelang dan saat pengumuman hasil rekapitulasi nasional Pilpres 2019 oleh KPU. Polri mengatakan tujuan dikerahk
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:41:28

Bukan Cuma Link Berita, Ini Bukti yang Perlu Diajukan Soal Dugaan TSM

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai Bawaslu tidak berlaku adil dalam putusan pendahuluan dugaan pemilu terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Namun Bawaslu menegaskan, bukan
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:41:27

Jalan Moujolelo Rusak, Camat Pinggir Hanya Surati HKi Pekdum 4 B

Pinggir - Pembangunan ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai oleh perusahaan Hutama Karya Infrastruktur (HKi), khususnya di wilayah seksi 4 B, menimbulkan banyak kerusakan di sejumlah badan jalan Moujolelo, Desa Pinggi
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:29:18

Bawaslu Tolak Laporan BPN, KPU: Berarti Nggak Ada Kecurangan Pemilu

JAKARTA - Bawaslu menolak laporan BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). KPU menyebut putusan pendahuluan Bawaslu menegaskan tidak
 
Senin, 20 Mei 2019 | 13:23:29

Kisah Lieus Sungkharisma: Dukung Jokowi, Pro Prabowo, Ditangkap Polisi

JAKARTA - Nama Lieus Sungkharisma ramai jadi perbincangan, karena sejumlah sepak terjangnya dalam Pilpres 2019 dan hari ini ditangkap polisi. Namun, sebetulnya manuver Lieus sudah dimulai seja
 
Senin, 20 Mei 2019 | 11:42:45

Bukti Cuma Link Berita, Laporan BPN soal TSM Kembali Ditolak Bawaslu

JAKARTA - Bawaslu kembali tidak menerima laporan BPN Prabowo-Sandi atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Itu karena bukti yang diajukan hanya berupa link berita. "Menya
 
Senin, 20 Mei 2019 | 11:32:30

Laporan Dugaan Kecurangan TSM Ditolak Bawaslu, BPN Prabowo: Tidak Fair!

JAKARTA - Laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) tidak diterima Bawaslu karena bukti yang diajukan hanya berupa link berit
 
Senin, 20 Mei 2019 | 11:18:17

Ada Pansel KPK Pernah Gugat Laundry, Ahli: Mengkhawatirkan

JAKARTA - Sejumlah nama-nama yang ditunjuk Presiden Jokowi menjadi panitia seleksi (Pansel) pimpinan KPK dirasa cukup mengejutkan. Salah satunya muncul nama Dirjen HAM Mualimin Abdi. "Saya juga
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:54:52

Supiadin : Indonesia Segera Miliki Payung Hukum PSDN

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra mengungkapkan sejak adanya UU Nomor 20 Tahun 1982 tentang Pertahanan Negara (Hanneg) dan direvisi menjadi UU Hanneg Nomor  3 Tahun 2002, Indonesia
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:46:37

BPN Tepis Andi: Taufiq Kemas-Gus Dur yang Bantu Prabowo Pulang dari Yordania

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menepis kicauan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut kepulangan sang capres dari Yordania berawal dari desakan Su
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:29:55

Polisi: Amien Rais yang Pertama Kali Serukan People Power

JAKARTA - Polda Metro Jaya memanggil politisi PAN, Amien Rais untuk diperiksa terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana. Polisi akan menggali keterangan Amien berkaitan dengan seruan �
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:17:46

Zulkifli Ucapkan Selamat ke Maruf Amin, PAN: Silakan Ditafsirkan Sendiri

JAKARTA - Ketua MPR yang juga Ketum PAN Zulkifli Hasan mengucapkan selamat kepada cawapres Ma'ruf Amin. PAN enggan menafsirkan ucapan selamat itu. "Silakan ditanggapi dan ditafsirkan sendiri.
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:02:23

Ferdinand PD Berhenti Dukung Prabowo, TKN: Semua Akan Jokowi pada Waktunya

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai wajar jika Politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean berhenti mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran
 
Senin, 20 Mei 2019 | 09:52:29

Fadli Bilang Demo 22 Mei Ditakuti Isu Bom, TKN: Kalau Kejadian Tanggung Jawab!

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pihak yang ingin demo pada 22 Mei 2019 ditakut-takuti isu adanya teror bom. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Fadli bertanggung j
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top