Terverifikasi Dewan Pers
 
Kamis, 18 April 2019 | 16:44:56
Nasional

BPN Tanggapi Panglima-Kapolri soal Provokasi: Tak Perlu Menakut-nakuti

Sebarkan:
Detik.com
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak
JAKARTA - Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengomentari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang akan menindak tegas siapapun yang mengganggu ketertiban usai Pemilu 2019. Dahnil malah menyebut balik agar aparat penegak hukum tidak melakukan provokasi.

"Pertama begini jangan sampai provokasi itu justru hadir dari aparatur hukum," kata Dahnil di kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

"Saran kami Kapolri tidak perlu mengeluarkan statement yang seolah menakut-nakuti," imbuh dia.

Dahnil mengatakan bahwa BPN dan partai politik (parpol) Koalisi Indonesia Adil Makmur memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga ketertiban dan kedamaian di Indonesia. Dia juga menyebut hal itu selalu ditekankan Prabowo maupun Sandiaga.

"Pasti masyarakat dan BPN dan partai koalisi punya tanggung jawab supaya masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan anarkistis," katanya.

"Pak Prabowo kan sudah sejak awal menyampaikan agar seluruh pendukung tenang dan damai tidak ada satu pun yang boleh lakukan tindakan anarkistis itu catatan sejak awal," imbuh Dahnil.

Eks Ketum Pemuda Muhammadiyah itu pun menegaskan sang capres selalu menekankan semua relawan dan pendukungnya untuk menahan diri. Prabowo, kata Dahnil, juga meminta para pendukung untuk mengawal proses penghitungan suara di TPS.

"Karena itu seluruh relawan dan pendukung seluruh partai koalisi untuk mengawal proses pengumpulan C1 termasuk kita ingin menyarankan supaya KPU lakukan akselerasi terhadap quick real count melalui websitenya. Itu supaya bisa cepat terupdate dan masyarakat itu bisa tenang," ujar Dahnil.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan akan menindak tegas siapa pun yang mengganggu ketertiban dan melakukan tindakan inkonstitusional. Menurut mereka, NKRI sudah final.

"Selanjutnya kami, TNI, Polri, siap untuk menjaga stabilitas keamanan di tahapan-tahapan selanjutnya. Kami tidak akan mentolerir dan menindak tegas semua upaya yang akan mengganggu ketertiban masyarakat serta aksi-aksi inkonstitusional yang merusak proses demokrasi. NKRI harga mati," kata Hadi.





Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 20 Mei 2019 | 22:33:16

Wabup Inhil Taja Syukuran dan Buka Puasa Bersama di Kediaman Dinas

TEMBILAHAN - Pelaksanaan buka puasa bersama di kediaman dinas Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti di Jalan Swarna Bumi Tembilahan, Senin (20/5/19) sore dipadati warga. Mereka yang datang di kegiatan buka bersa
Senin, 20 Mei 2019 | 22:28:40

Peduli Sesama, IDI Rohil Santuni Anak Yatim

UJUNGTANJUNG- Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  cabang Rokan Hilir (Rohil) menggelar silaturahmi dan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu di  sebanyak 100 orang. Kegiatan itu dilaksanakan se
Senin, 20 Mei 2019 | 21:51:42

Nyanyian Rudi Gank Bawa Dua Pelaku Lain ke Sel Tahanan Polres Rohil

ROKANHILIR - Pasca penangkapan RS alias RG atau Rudi Gank (33) warga jalan SMA gang Cendana 1 Kepenghuluan Sintong Kecamatan Tanah Putih, Sat Narkoba Polres Rohil berhasil menangkap dua pelaku lainnya. Penangka
Senin, 20 Mei 2019 | 21:34:53

Simpan Sabu-Sabu, Petani di Rokan Hilir dibekuk Polisi

UJUNGTANJUNG- Rudi Satra Als Rudi Geng (33) warga  Jalan SMA Gg.Cendana 1 Kepenghuluan  Sintong Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir ditangkap polisi. Petani ini ditangkap karena diduga terliba
 
Berita Lainnya
Senin, 20 Mei 2019 | 16:22:09

Rekapitulasi Nasional KPU: Di Riau, Prabowo Unggul 700 Ribu Suara dari Jokowi

JAKARTA - KPU RI menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pilpres 2019 untuk Provinsi Riau. Hasilnya, Prabowo-Sandi unggul 700 ribu suara atas rivalnya, Jokowi-Ma
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:47:13

34 Ribu Personel TNI-Polri Amankan Pengumuman Hasil Pemilu 22 Mei

JAKARTA - Sebanyak 34 ribu personel TNI-Polri bersiaga dalam rangka pengamanan Ibu Kota jelang dan saat pengumuman hasil rekapitulasi nasional Pilpres 2019 oleh KPU. Polri mengatakan tujuan dikerahk
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:41:28

Bukan Cuma Link Berita, Ini Bukti yang Perlu Diajukan Soal Dugaan TSM

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai Bawaslu tidak berlaku adil dalam putusan pendahuluan dugaan pemilu terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Namun Bawaslu menegaskan, bukan
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:41:27

Jalan Moujolelo Rusak, Camat Pinggir Hanya Surati HKi Pekdum 4 B

Pinggir - Pembangunan ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai oleh perusahaan Hutama Karya Infrastruktur (HKi), khususnya di wilayah seksi 4 B, menimbulkan banyak kerusakan di sejumlah badan jalan Moujolelo, Desa Pinggi
 
Senin, 20 Mei 2019 | 14:29:18

Bawaslu Tolak Laporan BPN, KPU: Berarti Nggak Ada Kecurangan Pemilu

JAKARTA - Bawaslu menolak laporan BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). KPU menyebut putusan pendahuluan Bawaslu menegaskan tidak
 
Senin, 20 Mei 2019 | 13:23:29

Kisah Lieus Sungkharisma: Dukung Jokowi, Pro Prabowo, Ditangkap Polisi

JAKARTA - Nama Lieus Sungkharisma ramai jadi perbincangan, karena sejumlah sepak terjangnya dalam Pilpres 2019 dan hari ini ditangkap polisi. Namun, sebetulnya manuver Lieus sudah dimulai seja
 
Senin, 20 Mei 2019 | 11:42:45

Bukti Cuma Link Berita, Laporan BPN soal TSM Kembali Ditolak Bawaslu

JAKARTA - Bawaslu kembali tidak menerima laporan BPN Prabowo-Sandi atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Itu karena bukti yang diajukan hanya berupa link berita. "Menya
 
Senin, 20 Mei 2019 | 11:32:30

Laporan Dugaan Kecurangan TSM Ditolak Bawaslu, BPN Prabowo: Tidak Fair!

JAKARTA - Laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) tidak diterima Bawaslu karena bukti yang diajukan hanya berupa link berit
 
Senin, 20 Mei 2019 | 11:18:17

Ada Pansel KPK Pernah Gugat Laundry, Ahli: Mengkhawatirkan

JAKARTA - Sejumlah nama-nama yang ditunjuk Presiden Jokowi menjadi panitia seleksi (Pansel) pimpinan KPK dirasa cukup mengejutkan. Salah satunya muncul nama Dirjen HAM Mualimin Abdi. "Saya juga
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:54:52

Supiadin : Indonesia Segera Miliki Payung Hukum PSDN

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra mengungkapkan sejak adanya UU Nomor 20 Tahun 1982 tentang Pertahanan Negara (Hanneg) dan direvisi menjadi UU Hanneg Nomor  3 Tahun 2002, Indonesia
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:46:37

BPN Tepis Andi: Taufiq Kemas-Gus Dur yang Bantu Prabowo Pulang dari Yordania

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menepis kicauan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut kepulangan sang capres dari Yordania berawal dari desakan Su
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:29:55

Polisi: Amien Rais yang Pertama Kali Serukan People Power

JAKARTA - Polda Metro Jaya memanggil politisi PAN, Amien Rais untuk diperiksa terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana. Polisi akan menggali keterangan Amien berkaitan dengan seruan �
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:17:46

Zulkifli Ucapkan Selamat ke Maruf Amin, PAN: Silakan Ditafsirkan Sendiri

JAKARTA - Ketua MPR yang juga Ketum PAN Zulkifli Hasan mengucapkan selamat kepada cawapres Ma'ruf Amin. PAN enggan menafsirkan ucapan selamat itu. "Silakan ditanggapi dan ditafsirkan sendiri.
 
Senin, 20 Mei 2019 | 10:02:23

Ferdinand PD Berhenti Dukung Prabowo, TKN: Semua Akan Jokowi pada Waktunya

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai wajar jika Politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean berhenti mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran
 
Senin, 20 Mei 2019 | 09:52:29

Fadli Bilang Demo 22 Mei Ditakuti Isu Bom, TKN: Kalau Kejadian Tanggung Jawab!

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pihak yang ingin demo pada 22 Mei 2019 ditakut-takuti isu adanya teror bom. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Fadli bertanggung j
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top