Terverifikasi Dewan Pers
 
Senin, 15 April 2019 | 16:20:33
Nasional

Ahmad Dhani Ajukan Penangguhan Penahanan, Prabowo Jadi Penjamin

Sebarkan:
Detik.com
Foto: Hendarsam Marantoko (kanan)
JAKARTA - Terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani kembali mengajukan penangguhan penahanan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Prabowo Subianto menjadi penjamin dalam permohonan penangguhan penahanan.

"Kedatangan kami pada hari ini adalah untuk mengajukan dan mengantarkan surat dari Pak Prabowo Subianto. Surat Pak Prabowo ini perihalnya tentang jaminan dari Pak Prabowo untuk penangguhan Ahmad Dhani," jelas kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko kepada wartawan di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Hendarsam mengungkap, penjaminan Prabowo untuk penangguhan Ahmad Dhani adalah inisiatif Prabowo sendiri. Prabowo merasa simpati terhadap Dhani karena meyakini Dhani tidak bersalah.

"Inisiatif dari Pak Prabowo sendiri. Jadi inisiatif ini sudah ada pada saat Pak Prabowo pada saat Mas Ahmad Dhani tidak lama ditahan oleh Pengadilan Negeri pada saat itu Pak Prabowo datang ke rumah Ahmad Dhani, habis itu dengan segera pak Prabowo merasa bahwa Ahamd Dhani adalah korban dan merasa di dalam kasus ini, dalam kasus politik Ahmad Dhani adalah seorang pahlawan bagi sebagian rakyat seperti itu, sehingga pak Prabowo apa namanya itu mengajukan diri untuk meminta menjaminkan dirinya melakukan penangguhan penahanan," paparnya.

Kasus Ahmad Dhani ini sendiri saat ini ada di tingkat kasasi. Pihak pengacara juga bersurat ke Mahkamah Agung (MA) terkait permohonan penangguhan penahanan ini.

"Kami juga akan menyurati mahkamah agung berikut dengan lampiran tanda terimanya bahwa kami sudah mengajukan permohonan Pak Prabowo, sudah mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan. Mohon supaya mahkamah agung memproses hal ini tanpa harus menunggu berkas-berkas dari PN ke Mahkamah Agung seperti itu," ungkap Hendarsam.

Hendarsam mengungkap beberapa pertimbangan kliennya mengajukan penangguhan penahanan. Salah satunya lantaran Ahmad Dhani adalah kader dari Partai Gerindra.

"Beliau juga adalah tulang punggung keluarga dan juga selama proses penyidikan di tingkat kepolisian, kejaksaan, pengadilan juga saat itu selalu berperilaku baik ya," katanya.

Selain itu, menurutnya tidak ada alasan signifikan kliennya dilakukan penahanan.

"Artinya dari tingkat Pengadilan Negeri, PT (Pengadilan Tinggi), sampai dengan Mahkamah Agung tidak ada sebenarnya alasan signifikan untuk melakukan penahanan terhadap Ahmad Dani. Artinya begini yang saya maksud, di tingkat Pengadilan Negeri 'kan tidak ditahan, tingkat PT ditahan ketika putus ditahan gitu kan. Nah masalahnya di tingkat Pengadilan Negeri dengan tingkat Pengadilan Tinggi ya kan ini sebenarnya keadaannya sama. Pengadilan Negeri tentunya ada alasan dari majelis hakim untuk tidak melakukan penahanan kan gitu kan," bebernya.

"Dengan alasan-alasan seperti itu, sehingga akhirnya tidak tidak dilakukan penahanan di luar. Nah Pengadilan Tinggi pun keadaannya sama tapi statusnya kenapa di tahan seperti itu. jadi karena tidak ada keadaan yang signifikan. Kecuali ada indikasi ingin melarikan diri, ada indikasi untuk mengulangi perbuatan nah itu bisa masukkan dalam pertimbangan hukum, sehingga dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan ya kan, menghilangkan barang bukti, sehingga dilakukan penahanan," tambahnya.

Dengan ditahannya Ahmad Dahni, menurutnya sangat merugikan kliennya. "Ya udah pasti, satu merugikan, kalau saya melihat ini blessing in disguise bahwa di satu sisi Mas Dhani dilakukan penahanan, tapi di sisi lain ini merupakan campaign tersendiri buat Ahmad Dhani. Bahwa ketidakadilan nyata-nyata di depan mata, orang-orang bersimpati, orang-orang netral ikut bersimpati dengan Ahmad Dhani sehingga akhirnya, ini campaign tersendiri blessing in disguise bagi Ahmad Dhani," lanjutnya.


Sumber: detik.com
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 23 April 2019 | 15:17:53

Huawei Mate 30 Bakal Miliki Dua Layar?

JAKARTA- Huawei dikabarkan akan kembali merilis ponsel seri Mate-nya pada tahun ini. Ponsel ini dijuluki Mate 30. Ponsel diklaim akan menawarkan fitur-fitur baru dan spesifikasi yang lebih kuat untuk mena
Selasa, 23 April 2019 | 15:11:10

Barbie Kumalasari Lapor Polisi karena Dituduh Pakai Barang KW, Lebay?

JAKARTA - Barbie Kumalasari merasa terhina oleh seorang warganet di dunia maya karena dirinya disebut-sebut kerap pakai barang KW alias palsu. Barbie Kumalasari pun berencana untuk melaporkan kepada pihak
Selasa, 23 April 2019 | 14:56:26

TKN Tolak Pemboikotan: Siapa yang Bisa Seminggu Tak Makan Nasi Padang?

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyesalkan adanya seruan boikot Nasi Padang di media sosial. Kubu pasangan nomor urut 01 itu menegaskan tak ada hubungannya dengan seruan t
Selasa, 23 April 2019 | 14:50:20

Bupati Pantau Pelaksanaan UNBK Jenjang SMP

TEMBILAHAN - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (22/4). Sejumlah sekolah yang dipantau te
 
Berita Lainnya
Selasa, 23 April 2019 | 14:35:02

Rocky Gerung Jengkel Dibohongi, Ratna: Waktu yang akan Buktikan ke Dia

JAKARTA - Rocky Gerung mengaku jengkel dibohongi Ratna Sarumpaet sekaligus menyinggung integritas aktivis. Ratna menyebut kebohongan soal penganiayaan tak ada kaitannya dengan integritas."Saya ada Rocky ini
 
Selasa, 23 April 2019 | 14:22:52

Luhut Diutus Jokowi Temui Prabowo, Maruf: Hilangkan Kesan Permusuhan

JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan diutus capres petahana Joko Widodo (Jokowi) untuk menemui Prabowo Subianto. Cawapres Ma'ruf Amin memandang langkah itu bagus demi mengh
 
Selasa, 23 April 2019 | 14:14:25

Idrus Marham Divonis 3 Tahun Bui, Golkar: Semoga Tabah

JAKARTA - Eks Menteri Sosial yang juga politikus Golkar Idrus Marham divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan karena terbukti terlibat kasus suap. Partai Golkar menyat
 
Selasa, 23 April 2019 | 13:42:49

Tim Pokja Sahli Bidang Ekonomi Kasad Kunjungi Makorem 031/WB

PEKANBARU- Dalam rangka penilaian dan pengecekan tentang pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Tim Pokja Sahli bidang Ekonomi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) wilayah Riau, melaksanakan K
 
Selasa, 23 April 2019 | 13:33:24

Kebijakan PBB Gratis: Dibuat Ahok, Disetop Anies

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevisi pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan untuk Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp 1 miliar. Kebijakan tersebut tertuang Peraturan Gubernur (Pergub) Nomo
 
Selasa, 23 April 2019 | 11:35:48

Komisi VIII-Menag-BPKH Rapat Bahas Tambahan 10 Ribu Kuota Haji

JAKARTA - Komisi VIII DPR yang membidangi urusan agama menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Agama dan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH).Rapat digelar di kompleks parle
 
Selasa, 23 April 2019 | 11:32:33

Maruf Amin Menolak Sapaan Siap Wapres!

JAKARTA - Orang-orang yang mengikuti syukuran Pemilu 2019 di Kantor PBNU menyambut kedatangan Ma'ruf Amin. Calon Wakil Presiden pendamping Capres Joko Widodo (Jokowi) itu mendapat sapaan, "Siap, Wapres!"
 
Selasa, 23 April 2019 | 11:20:36

Tompi: Fadli Zon Tulis Pemukulan Ratna Sarumpaet, Saya Reply, Fahri Counter

JAKARTA - Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Teuku Adifitrian atau Tompi sempat membalas cuitan Fadli Zon di Twitter yang menyebut Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan. Balasan Tompi yang ya
 
Selasa, 23 April 2019 | 10:39:40

Ratna Anggap Rocky Gerung Hanya Terlibat di Awal, Tak Terkait Sangkaan

JAKARTA - Rocky Gerung dipanggil menjadi saksi di sidang Ratna Sarumpaet. Ratna menyebut Rocky dipanggil menjadi saksi tidak ada hubungannya dengan dakwaannya karena keterlibatannya hanya di awa
 
Selasa, 23 April 2019 | 10:26:50

Kapitra Mau Jemput Habib Rizieq, BPN: Sia-sia, Ketemu Jokowi Saja Tak Mau

JAKARTA - Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eggi Sudjana, tertawa mendengar janji caleg PDIP Kapitra Ampera menjemput Habib Rizieq
 
Selasa, 23 April 2019 | 09:58:55

PBNU Beri Amanat ke Jokowi-Maruf, BPN: Inkonsisten!

JAKARTA - KPU belum umumkan pemenang Pilpres 2019, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan lima amanat untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Badan Pemenangan Naional (BPN) Prabo
 
Selasa, 23 April 2019 | 09:30:20

18% Data TPS Sudah Masuk, Ini Hasil Real Count KPU

JAKARTA - Data yang masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 18,8%. Situng, yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU', mencatat Joko Widodo (Jokowi)-Ma'
 
Selasa, 23 April 2019 | 09:19:36

JPU Panggil Rocky Gerung dan Tompi di Sidang Ratna Sarumpaet

JAKARTA - Sidang lanjutan Ratna Sarumpaet kasus hoax penganiayaan kembali digelar. Tim jaksa penuntut umum (JPU) memanggil dokter bedah plastik sekaligus penyanyi, Tompi, dan Rocky Gerung sebaga
 
Selasa, 23 April 2019 | 09:07:39

91 Anggota KPPS Meninggal, Jokowi: Beliau Pejuang Demokrasi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya sejumlah petugas KPPS dan aparat lainnya dalam Pemilu 2019. Jokowi menyebut para petugas itu sebagai pejuang demo
 
Selasa, 23 April 2019 | 08:45:41

Dorong Jokowi-Prabowo Bertemu, Jimly: Ngopi Saja Tak Usah Bahas Politik

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mendorong agar capres Joko Widodo (Jokowi) dan capres Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan untuk rekonsilia
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top