Terverifikasi Dewan Pers
 
Senin, 25 Maret 2019 | 13:21:55
Game

MUI: Fatwa Haram PUBG Diputus Bulan Depan

Sebarkan:
Detik.com
Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan.
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang mengkaji fatwa haram game PlayerUnknown's Battle Grounds (PUBG). Keputusan mengenai fatwa tersebut diputuskan bulan depan.

"(Fatwa) ya tidak terlalu lama. Ya paling lama satu bulan. Bahkan lebih cepat lebih baik supaya orang tidak bingung. Tidak ada keraguan justru harus ada kepastian. Untuk kemaslahatan terutama anak-anak muda kita," kata Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).

Amirsyah mengatakan MUI masih meminta masukan berbagai pihak terkait game PUBG tersebut. Dia mengatakan semua pihak dimintai kajian terkait game tersebut.

"Apakah nanti fatwanya apa akan segera akan diterbitkan. Tergantung pada kajian akademik dan masukan dari bebagai pihak. Aspek kesehatan, psikologi, semua pihak kita mintai masukan," ucapnya.

Amirsyah mengatakan MUI akan mendukung game yang berorientasi pendidikan. Tapi untuk game yang mengajarkan kekerasan dan pornografi akan ditolak.

"Kalau yang kekerasan, pornografi, horor jelas merusak pikiran-pikiran dari generasi muda kita. Bahkan tertanam sikap radikal teroris dalam diri mereka itu. Maka harus ditolak," jelasnya.

Sebelumnya, PUBG menjadi sorotan setelah terjadi penembakan brutal oleh teroris di dua masjid di Selandia Baru. MUI masih melakukan kajian mendalam untuk menjadi dasar pertimbangan dalam mengeluarkan fatwa.

"Jadi tentu saja hal seperti itu akan diteliti. Kita punya namanya Komisi Pengkajian. Akan dikaji lalu kemudian akan dibawa ke Komisi Fatwa," ujar Wasekjen MUI Muhammad Zaitun Rasmin di kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi No. 15, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Zaitun mengatakan, apabila pada kajian nanti MUI menemukan game tembak-tembakan itu menimbulkan perilaku teroris, akan dimunculkan fatwa haram.

"Kalau itu jelas-jelas mempunyai efek yang besar terhadap perilaku teroris, itu pasti akan dikeluarkan fatwa yang melarang. Tentu akan melarang kaum muslimin menggunakan game itu," lanjutnya.


Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:09:25

696 Unit Kios Di Pasar Terapung Tembilahan Ludes Terbakar

TEMBILAHAN - Diperkirakan sebanyak 696 unit kios pedagang pasar Selodang Kelapa Yos Sudarso, Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ludes terbakar, akibatnya aktivitas jual beli lumpuh total, Kamis 22 Agu
Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:40:07

Babinsa Koramil 02/TP Melaksanakan Kegiatan Outbond dan Menanam Pohon Bersama Siswa Pramuka

ROKAN HILIR- Kegiatan Bumi perkemahan yang sedang berlangsung di desa Datuk Comel, Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Tanah Putih berjalan dengan lancar. Kamis (22/8/2019).Peserta Pramuka sangat antusias d
Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:32:36

Video Gempi Karaoke Lagu Location Unknown Dilihat 1,1 Juta Kali

JAKARTA  Location Unknown kini menjadi salah satu lagu favorit Gempita Noura Marten atau Gempi. Seperti yang diabadikan oleh Gading Marten, Gempi terlihat bak penyanyi saat menyanyikan lagu yang diny
Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:23:16

Mau Terlihat Langsing? Yuk, Ikuti Trik Fashion Berikut ini

Jakarta Bagi para perempuan, banyak yang mendambakan tampilan tubuh yang langsing. Tapi faktanya, tak semua orang memiliki bentuk tubuh langsing. Apalagi bagi kamu yang kurang percaya diri dengan bent
 
Berita Lainnya
Rabu, 21 Agustus 2019 | 20:23:22

Masalah Papua Bisa Diselesaikan Melalui Pendekatan Budaya

JAKARTA-Anggota DPD RI  Mervin Komber berpendapat persoalan orang Papua seharusnya tidak  meluas hingga ke Provinsi Papua jika masalahnya  segera diselesaikan  di Malang dan Surabaya. Pemeri
 
Senin, 19 Agustus 2019 | 21:17:59

Danlantamal IV Terima Warik BPK RI

Tanjungpinang-Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P.,  menerima Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Badan Pemeriks
 
Minggu, 18 Agustus 2019 | 22:04:16

HUT RI Ke 74 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau 2019

Tanjungpinang-Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi  Ke merdekaan RIHari/tanggal :Sabtu, 17 Agustus 2019Pukul             :09.03 wibTempat.       
 
Sabtu, 17 Agustus 2019 | 14:57:58

Upacara Detik-detik Proklamasi HUT RI Ke 74 Tingkat Kabupaten Bengkalis Berlangsung Khidmat

Bengkalis - Upacara peringatan detik-detik proklamasi dalam rangka ‎Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bengkalis, Sabtu, 17 Agustus 2019 di lapangan Tugu berlangsung khidmat
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:10:27

Zulkifli Hasan: MPR Periode Sekarang Tak Mungkin Amendemen UUD 1945

JAKARTA - Wacana untuk mengembalikan wewenang MPR sebagai lembaga tertinggi kembali menghangat lewat amendemen UUD 1945. Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut amendemen tidak bisa dilakukan di masa
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 13:42:42

Ombudsman Nilai Impor Bawang tak Transparan: Pemantauan Jadi Sulit!

JAKARTA - Ombudsman RI memandang peraturan impor bawang saat ini tidak transparan. Menurut Ombudsman, kondisi tersebut justru membuka ruang bagi oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan ilegal.
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:31:18

Perdebatan Waktu Munas Menyita Energi Kader

JAKARTA -DPP Partai didesak untuk memggelar rapat pleno dan menyepakati waktu Rapimnas dan Munas menjelang Oktober 2019. Selanjutnya disepakati bersama, pengurus DPP sekarang diberi kewenangan penuh untuk
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:26:01

Jokowi Saksikan Geladi Bersih Upacara Bendera HUT RI di Istana

JAKARTA - Geladi bersih upacara pengibaran bendera merah-putih HUT ke-74 RI digelar di Istana. Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyaksikan persiapan upacara.Jokowi tiba di panggung utama upacara di Istana M
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:57:04

Tantangan Menteri LHK Kabinet Jokowi: Integrasi Lingkungan-Pembangunan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mencari menteri untuk diajak bekerjasama selama lima tahun ke depan, salah satunya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Ada tantangan berat ya
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:41:56

Buya Syafii Titip Pesan ke Jokowi soal Kabinet: Cari yang Petarung

Sleman - Wapres Jusuf Kalla (JK) bertandang ke kediaman Buya Syafii Maarif di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pagi ini. Dalam kesempatan itu, Buya Syafii menitipkan pesan ke JK untuk di
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:00:10

Fadli Sebut Jokowi Kurang Berhasil Berantas Narkoba, Ngabalin: Tak Pantas!

JAKARTA - Waketum Gerindra, Fadli Zon menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang berhasil memberantas Narkoba dalam masa pemerintahannya. Menanggapi hal tersebut Istana mengatakan ucapan ters
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:43:46

PKB soal Desain Kabinet Jokowi: Jangan Ada Persepsi Parpol Tak Profesional

JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) mengungkap desain kabinet di periode keduanya yang akan berisi 55% menteri profesional. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut jangan ada persepsi menteri dari
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 08:05:20

Gubri Tunjuk Ahmadsyah Harrofie Jadi Penjabat Sekdaprov Riau

PEKANBARU- Berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bergerak cepat dengan menunjuk Ahmadsyah Harrofie sebagai Penjabat Sekdaprov untuk ma
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 20:24:28

Ini Progress Pekerjaan Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Seksi 5 dan 6

Bengkalis - Progress pekerjaan ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai seksi 5 dan 6 untuk bidang pekerjaan kontruksinya per Juni 2019 sudah mencapai 48,48% di wilayah seksi 5, dan 55,45% untuk di wilayah seksi 6.Sement
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:35:27

JK Usul Serangan Balik ke KKB, Tim Kemanusiaan Nduga: Justru Bikin Rumit

JAKARTA - Tim Kemanusiaan Nduga menilai usul Wapres Jusuf Kalla (JK) agar aparat keamanan melakukan serangan balik terhadap KKB usai penembakan Briptu Hedar dinilai bisa menambah rumit keadaan.
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top