Terverifikasi Dewan Pers
 
Senin, 25 Maret 2019 | 09:54:41
Nasional

Korupsi Rp 108 Miliar, Alay Baru Balikin Rp 1 Miliar

Sebarkan:
Alay (memakai masker) saat tiba di Lampung dikawal tim jaksa untuk dieksekusi (ist.)
BANDAR LAMPUNG - Terpidana kasus korupsi Sugiarto Wiharjo alias Alay mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 1 miliar ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Padahal, jumlah yang ia korupsi sebesar Rp 108 miliar.

"Uang pengganti yang seharusnya dibayar senilai Rp 108 miliar, baru dikembalikan senilai Rp 1 miliar," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Sartono di Bandarlampung, sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (25/3/2019).

Sartono melanjutkan, uang yang dikembalikan Alay melalui keluarganya yang diwakili penasihat hukumnya itu bersumber dari uang miliknya sendiri. Menurut Sartono, itu dilakukan Alay atas inisiatifnya sendiri untuk mengembalikan uang pengganti.

"Ini merupakan langkah awal Alay yang kooperatif. Kita tinggal menunggu sisanya, jika tidak bisa membayar uang pengganti maka akan menjalani pidana penggantinya. Tapi kalau bersangkutan bisa melunasi kita akan tunggu iktikad baiknya," kata dia.

Kajati menambahkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam untuk pengembalian uang pengganti tersebut. Melalui tim yang ada di Kejati Lampung, Kejari Bandarlampung maupun Kejagung RI, pihaknya akan melacak aset-aset dari Alay.

"Saya mengimbau semua pihak jika memang dahulu ada hubungan keperdataan yang berkaitan dengan aset Alay yang sekarang ini kita galakkan akan dilakukan sita eksekusi dalam rangka pembayaran uang pengganti, lebih baik dengan kesadaran dan kerja sama bisa diserahkan kepada kami untuk pembayaran pengganti atas dasar putusan Mahkamah Agung (MA)," kata dia.

Hadir dalam penyerahan uang pengganti itu di antaranya adalah Asintel, Asdatun, pihak Bank dan pihak penasehat hukum terpidana serta jajaran Kejati Lampung.

Sebelum acara dimulai, tampak juga Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto.

Alay ditangkap oleh pihak KPK dan Kejati Bali saat akan menyantap makan malam bersama keluarga tercintanya di sebuah hotel kawasan Tanjung Benoa, Bali pada Rabu 6 Februari 2019 lalu.

Saat penangkapan, pria mengenakan kacamata minus ini pun tidak bisa berkutik lagi. Dia terpaksa harus menyerah dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya untuk menikmati hunian lamanya di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa, Bandarlampung.

Alay ditetapkan buron sebanyak dua kali. Sejak tahun 2008 silam buronan kawakan ini menyandang status buron akibat terjerat kasus tindak pidana perbankan dan kasus korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Timur senilai Rp108 miliar.

Kasus korupsi yang melibatkan Alay bermula saat krisis global yang menerpa Indonesia. Akibatnya membuat Bank Tripanca Grup yang juga salah satu perusahaan bergerak di bidang komoditas ekspor kopi jadi kolaps.

Saat perusahaannya kolaps, Alay mengidap penyakit sehingga menjalani pengobatan ke Singapura. Karena lama tidak muncul, Polda Lampung memburu Alay, bahkan menetapkannya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Seiring berjalannya waktu Alay kemudian berhasil ditangkap pada tanggal 9 Desember 2008 silam. Dia ditangkap saat turun dari pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu pesawat tersebut dari arah Singapura.

Tak mau ambil risiko kemudian Alay dimasukkan ke dalam sel tahanan Rutan Way Huwi pada tahun 2009 atas kasus tindak pidana perbankan dan dijatuhi hukuman selama lima tahun penjara.

Tahun 2012 terkait dengan kasus korupsi APBD Lampung Timur, Alay dijatuhi hukuman selama lima tahun kurungan penjara pada tingkat Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung.

Tak terima dengan hukuman itu kemudian dia mengajukan banding ke tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Lampung. Alih-alih mendapatkan pengurangan hukum, pada tahun 2013 PT justru menguatkan putusan yang telah dijatuhkan oleh PN Tanjungkarang.

Merasa tidak puas juga kemudian Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding pada tingkat Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) RI. Atas banding tersebut, pada tahun 2014 Alay justru mendapatkan hukuman lebih berat dari sebelumnya yakni selama 18 tahun kurungan penjara.



Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 24 Juli 2019 | 16:47:59

Komisi III-Menkum HAM Rapat Bahas Pertimbangan Amnesti Baiq Nuril

JAKARTA - Komisi III DPR sore ini menggelar rapat bersama Menkum HAM Yasonna Laoly. Rapat membahas surat pertimbangan amnesti dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Baiq Nuril.Rapat digelar di gedung DPR, Sen
Rabu, 24 Juli 2019 | 16:40:13

Anies Puji Surya Paloh: Senior yang Punya Pengalaman Luar Biasa

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memuji sosok Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Anies mengatakan Surya Paloh adalah sosok senior yang memiliki pengalaman luar biasa. Hal itu diungka
Rabu, 24 Juli 2019 | 16:33:26

PDIP: Mega-Prabowo Bicara Desain Pemerintahan dan Struktur Kabinet

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. PDIP menyebut pertemuan itu membahas desain pemerintahan ke depan."Kita berbicara
Rabu, 24 Juli 2019 | 16:20:58

F1QR Lanal Dumai Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi dan 1 Kg Sabu

Dumai - Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai berhasil menggagalkan aksi penyelundupan narkoba jenis Pil Ekstasi sebanyak 10.000 butir dan 11 paket Sabu dengan berat total sebanyak 1 Kg. Barang haram t
 
Berita Lainnya
Rabu, 24 Juli 2019 | 16:47:59

Komisi III-Menkum HAM Rapat Bahas Pertimbangan Amnesti Baiq Nuril

JAKARTA - Komisi III DPR sore ini menggelar rapat bersama Menkum HAM Yasonna Laoly. Rapat membahas surat pertimbangan amnesti dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Baiq Nuril.Rapat digelar di gedung DPR, Sen
 
Rabu, 24 Juli 2019 | 16:40:13

Anies Puji Surya Paloh: Senior yang Punya Pengalaman Luar Biasa

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memuji sosok Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Anies mengatakan Surya Paloh adalah sosok senior yang memiliki pengalaman luar biasa. Hal itu diungka
 
Rabu, 24 Juli 2019 | 15:21:05

Megawati ke Prabowo: Mas, Mari Kita Rukun Kembali

JAKARTA - Suasana hangat pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto tergambar dalam jumpa pers keduanya. Megawati menegaskan mengajak pendukung capres caw
 
Rabu, 24 Juli 2019 | 15:12:29

Usai Bertemu Mega, Prabowo Siap Membantu Atasi Masalah Bangsa

JAKARTA - Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Usai pertemuan, Prabowo berbicara soal membantu mengatasi masalah bangsa."Kami menyambung kekelua
 
Rabu, 24 Juli 2019 | 14:18:31

Kajati Riau Sedang Usut Dugaan Kredit Fiktif di BRI Ujungbatu Rohul dan Bank Lain

PEKANBARU - Disinyalir merugikan negara kurang lebih Rp 7,2 miliar. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mengusut dugaan korupsi kredit fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (R
 
Rabu, 24 Juli 2019 | 13:18:05

Hakim MK Tegur Saksi PKS: Beri Kesaksian, Jangan Cuma Baca Permohonan

JAKARTA - Majelis hakim konstitusi Enny Nurbaningsih menegur saksi yang diajukan PKS, Muslidar. Muslidar ditegur karena dinilai tidak memberikan kesaksian melainkan membacakan ulang pemohonan pe
 
Rabu, 24 Juli 2019 | 12:38:12

Perusahaan HKi Di Sektor 4B-Pinggir Terindikasi Tidak Taat Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis

Pinggir - Pembangunan ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai sudah terlaksana kurang lebih setahun lalu oleh perusahaan Hutama Karya Infrastruktur (HKi). Dalam pelaksanaan pembangunannya, pihak HKi banyak menggunakan m
 
Rabu, 24 Juli 2019 | 10:26:21

Jokowi Ajak Putra Mahkota Abu Dhabi Keliling Bundaran HI

JAKARTA - Selepas tiba di Indonesia, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan diajak keliling ke Jakarta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI)
 
Rabu, 24 Juli 2019 | 09:36:18

PD ke Rian Ernest soal Parpol Cari Duit dari APBD DKI: Masih Aja Ngomong Rumor!

JAKARTA - Ketua Fraksi Demokrat-PAN DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman merespons pernyataan politikus PSI Rian Ernest soal rumor parpol tingkat nasional menjadikan APBD DKI sebagai 'lahan' mencari dui
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 14:56:33

Ketua Dewan Pers Bicara Tantangan Media Hadapi Revolusi Industri 4.0

JAKARTA - Revolusi Industri 4.0 terus menjadi tantangan untuk berbagai pihak, salah satunya industri media. Ketua Dewan Pers, M Nuh mengatakan perubahan menjadi kunci agar media mampu bertahan dalam
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 14:38:55

Wanbin Demokrat Bertemu Jokowi Beri 2 Undangan, Tepis Bahas Koalisi

JAKARTA - Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Agus menyerahkan undangan pengukuhan guru besar dan undangan pernik
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 14:31:35

Jokowi: Jangan Ulang Kesalahan, di Atas Lempeng Tektonik Kok Bangun Perumahan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tegas mengenai lokasi yang berpotensi berbahaya jika nantinya akan dibangun infrast
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 14:14:45

Ranking 1 Gagal Jadi PNS karena Disabilitas, drg Romi: Sangat Menyakitkan

PADANG - drg Romi Syofpa Ismael mengaku sangat tersakiti oleh keputusan pembatalan dirinya sebagai salah seorang CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Meski lulus tes denga
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 10:30:31

Nama Caleg Anggota DPRD Rohul di Umumkan KPU, Budiman Dapil II Partai Gerindra Pimpin 4.676 Suara

ROKAN HULU -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu setelah menunggu beberapa bulan pasca Pemilu tanggal 17 April 2019 lalu, akhirnya menetapkan nama-nama Calon Legislatif terbanyak suara menjad
 
Senin, 22 Juli 2019 | 16:39:33

Moeldoko Tepis PA 212: Wiranto Tidak Benci Habib Rizieq

JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, menepis tudingan Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang mengatakan Menko Polhukam Wiranto memiliki kebencian terhadap Habib Rizieq Syihab. Apa kata Moel
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top