Terverifikasi Dewan Pers
 
Kamis, 21 Maret 2019 | 16:12:48
Nasional

Nurullita Ungkap Kalimat Pemecatan: Kamu Pilih Jokowi Tapi Cari Makan di Sini

Sebarkan:
Detik.com
Nurullita (jilbab biru) di gedung Kemenaker, Jakarta Selatan.
JAKARTA - Nurullita, karyawan salah satu perusahaan ekspor impor mengaku dipecat karena menghadiri acara relawan capres petahana Jokowi. Nurillta juga masih ingat betul ucapan atasannya saat pemecatan.

"Untuk terakhirnya ucapkan ya 'kamu memilih Jokowi tapi kamu mencari makan di sini, malu dong UFO' itu kalimat terakhir dia (atasan) di hari Senin (25 Februari) pagi," kata Nurullita usai melakukan pengaduan di gedung Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Nurullita menghadiri acara relawan yang dihadiri Jokowi itu di Sentul, Jawa Barat, pada Minggu (24/2). Dia sudah mulai di-bully hari itu dengan cara foto profile WhatsApp-nya dimasukkan ke grup kantor.

Nurillita lalu dipecat keesokan harinya, Senin (25/2). Pemecatan itu diucapkan dengan disaksikan karyawan-karyawan yang lain.

Dia mengaku kaget dengan pemecatan itu. Sebab, menurut Nurullita, tidak ada permasalahan sebelum dia menghadiri acara relawan Jokowi itu.

"Saya pengetahuan saya selama kerja dan mau ada pilpres itu saya nggak tahu kalau memang tidak boleh untuk melakukan itu, ya saya nggak merasa tiba-tiba datang langsung ada kejadian ini ya saya kaget aja," ujarnya.

Nurillita menegaskan setiap orang berhap untuk menentukan pilihannya di pilpres. Dia tidak ingin ada orang yang terintimidasi karena beda pilihan.

"Saya tidak mau ya seperti itu, ya tapi paling tidak ini setiap orang kan punya hak untuk memilih apa yang kita inginkan ya. Jangan jadi paksaan atau pun menjadi terintimidasi lah, saya nggak mau itu," tuturnya.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebut pengakuan itu harus didalami lagi. Pengakuan itu perlu dicek.

"Menurut saya, yang begini-begini perlu dicek dulu apakah benar apa nggak karena ini kan perusahaan swasta," kata Direktur Direktorat Advokasi BPN, Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Kamis (21/3).

Dasco menduga ada kemungkinan penyebab lain soal pemecatan Nurulita. Menurut Dasco, keterangan terkait kasus Nurullita mesti berimbang.

"Mungkin ada kebijakan-kebijakan lain yang dilanggar, atau kemudian memang sebelumnya ada permasalahan-permasalahan yang ada. Kita kan nggak bisa begitu aja kemudian mempercayai salah satu pihak," sebut Dasco.

Terlepas dari itu, dia meminta Depnaker menyelesaikan permasalahan itu. "Nanti biar aja ini soal perselesaian perburuhan Depnaker yang menyelesaikan," imbuh anggota Komisi III DPR itu.


Sumber: detik.com
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 24 April 2019 | 16:54:17

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Botox di Area Bawah Mata

JAKARTA - Bukan tidak mungkin jika perempuan mengalami kegalauan untuk melakukan prosedur botox atau tidak. Adanya efek samping menjadi pertimbangan perempuan untuk melakukan botox. Botox sendiri umum dilakuka
Rabu, 24 April 2019 | 16:52:25

Ketua KPU: Pemilu Serentak 2019 Melelahkan, Perlu Dievaluasi

JAKARTA - Ketua KPU Arief Budiman menyarankan agar pemerintah mengevaluasi Pemilu Serentak 2019. KPU meminta ada pembicaraan khusus soal pemilu ini.Awalnya, Arief menuturkan jumlah petugas KPPS ya
Rabu, 24 April 2019 | 16:47:56

Soroti Politik Uang, Gerindra Tantang Caleg Karawang Disumpah Pocong

KARAWANG - Caleg Gerindra Nace Permana menyoroti dugaan politik uang dalam Pileg 2019 di Karawang. Kader Gerindra tersebut menantang para caleg Karawang disumpah pocong."Saya yakin serangan fajar bukanlah
Rabu, 24 April 2019 | 16:41:58

Mulai 2019, Calon Jamaah Haji Kabupaten Siak Akan Berangkat Dari Pekanbaru

SIAK - Ditahun 2019 ini, Calon Jamaah Haji asal Provinsi Riau, khusus Kabupaten Siak, akan langsung diberangkatkan melalui Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru. Hal ini ditand
 
Berita Lainnya
Rabu, 24 April 2019 | 16:52:25

Ketua KPU: Pemilu Serentak 2019 Melelahkan, Perlu Dievaluasi

JAKARTA - Ketua KPU Arief Budiman menyarankan agar pemerintah mengevaluasi Pemilu Serentak 2019. KPU meminta ada pembicaraan khusus soal pemilu ini.Awalnya, Arief menuturkan jumlah petugas KPPS ya
 
Rabu, 24 April 2019 | 16:39:37

Djoko Santoso: Prabowo Menolak Semua Utusan

JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso menyinggung soal utusan dalam acara syukuran klaim kemenangan di TMII, Jakarta Timur. Dia mengatakan Prabowo me
 
Rabu, 24 April 2019 | 16:14:30

Zulkifli Hasan Berbincang dengan Jokowi di Istana, Bahas Apa?

JAKARTA - Ketua MPR yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tampak berbincang-bincang dengan Presiden Jokowi usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Perbincangan
 
Rabu, 24 April 2019 | 15:56:29

Habib Bahar Pertanyakan Umur Korban, Hakim: Disdukcapil Bukan Malaikat

BANDUNG - Korban penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith, dipastikan masih di bawah 17 tahun saat kejadian penganiayaan terjadi. Hal itu berdasarkan database yang dicatat Disdukcapil Bogor. Salah seora
 
Rabu, 24 April 2019 | 15:29:07

Bupati Neneng Boleh Bawa Bayi ke Rutan Sampai Usia 2 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin masih berada di rumah sakit pasca-melahirkan anak keempatnya. Terdakwa perkara suap terkait perizinan proyek Meikarta itu baru kembali ke rumah
 
Rabu, 24 April 2019 | 15:24:24

Safari di Riau, KPK Soroti Rumah Dinas Jadi Kantor SKPD

JAKARTA - KPK melanjutkan safari hari ketiga di Riau dengan mendatangi Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir. Ada sejumlah hal yang disoroti KPK di Dumai, salah satunya rumah dinas yang digunak
 
Rabu, 24 April 2019 | 15:05:07

Fadli Zon Usul Pembentukan Pansus Kecurangan Pemilu 2019

JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengusulkan pembentukan pansus kecurangan Pemilu 2019. Sebab, menurut Fadli, kecurangan pada pemilu ini sangatlah terstruktur, sistematik, masif, dan brutal (TSM
 
Rabu, 24 April 2019 | 14:57:34

Amien Rais-Djoko Santoso Hadiri Syukuran Klaim Kemenangan Prabowo di TMII

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais hingga Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso menghadiri acara syukuran klaim kemenangan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur
 
Rabu, 24 April 2019 | 14:50:49

Mendagri: Sandi Mundur Wagub DKI Sukarela, Seyogianya Tak Balik Lagi

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menanggapi soal isu Sandiaga Uno yang akan kembali lagi ke kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta jika kalah dalam Pilpres 2019 ini. Tjahjo mengatakan sebaik
 
Rabu, 24 April 2019 | 14:31:14

Kantor Digeledah KPK, Wali Kota Tasik Diam di Ruang Tamu

TASIKMALAYA - Wakil Wali Kota Tasikmalaya M Yusuf membenarkan adanya penggeledahan oleh petugas berompi KPK di ruang kerja Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. Selagi penggeledahan berlangsung, B
 
Rabu, 24 April 2019 | 14:05:29

Sandi Tolak Isu Boikot Nasi Padang: Hasil Pilpres Jangan Buat Orang Julid

JAKARTA - Media sosial tengah ramai pembicaraan soal boikot nasi Padang yang dikaitkan dengan kekalahan Jokowi-Ma'ruf Amin versi quick count di Sumatera Barat. Sandiaga Uno meminta masyarakat u
 
Rabu, 24 April 2019 | 13:19:11

Babinsa Koramil 01/Rengat Melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Karlahut

RENGAT - Babinsa Koramil 01/Rengat, Kodim 0302/Inhu, Koptu Hasanuddin dan anggota Koramil 01/Rengat, melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang Bahaya Karlahut dan melaksanakan Patroli Karlahut bersama MPA di wi
 
Rabu, 24 April 2019 | 12:37:34

Babinsa Koramil 02/TP Melaksanakan Pendampingan Pertanian di Desa Labuhan Papan

ROHIL- Babinsa Koramil 02/Tanah Putih (TP), Praka Simanjuntak, melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian jagung, cabe,dan sayuran bersama petani desa Labuhan Papan, Kecamtan, Tanah Putih Tanjung Melawan, Kab
 
Rabu, 24 April 2019 | 10:38:19

TKN: Pada Saatnya Pasti Ada Pertemuan Langsung Jokowi-Prabowo

JAKARTA - Cawapres Sandiaga Uno berharap capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan capres Prabowo Subianto dapat bertemu tanpa perantara. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin men
 
Rabu, 24 April 2019 | 10:06:28

Belum Ada Kandidat yang Lolos, KPK Buka Seleksi Sekjen Gelombang Ketiga

JAKARTA - KPK membuka seleksi untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) gelombang ketiga. Pembukaan ini digelar setelah tak ada satupun kandidat yang terpilih sebagai Sekjen pada dua gelombang
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
Top