Terverifikasi Dewan Pers
 
Jumat, 15 Maret 2019 | 09:43:58
Nasional

Habib Bahar Serang Jokowi: Dari Lidah Pedas hingga Banci

Sebarkan:
(Dok.Antara)
JAKARTA - Habib Bahar bin Smith meluapkan kekecewaannya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Habib Bahar melontarkan ancaman dan pernyataan kontroversial kepada Jokowi baik di usai persidangan maupun saat ceramah agama.

Terbaru, Habib Bahar menebar ancaman kepada Presiden Jokowi usai menjalani persidangan di Gedung Arsip dam Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, pada Kamis 14 Maret 2019.

Habib Bahar protes atas dakwaan kasus penganiayaan terhadap dua remaja lelaki yang melilitnya. Dalam dakwaan, Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Bagi Habib Bahar, kasus yang dialaminya bentuk ketidakadilan hukum. Habib Bahar melontarkan ancaman sambil berjalan usai sidang dengan agenda mendengarkan tanggapan jaksa atas eksepsinya. "Sampaikan ke Jokowi, tunggu saya keluar!" ucap Bahar.

Dia sempat terdiam sejenak dan kembali melontarkan kalimat berupa ancaman kepada Jokowi. "Ketidakadilan hukum, ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya keluar dan akan dia rasakan," ujar Bahar.

"Tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya," kata Bahar menambahkan kalimatnya.

Ancaman Habib Bahar terhadap Presiden Jokowi lalu menjadi sorotan. Kuasa hukum Habib Bahar, Ichwan Tuankotta, menyebut ancaman Habib Bahar sebagai luapan emosi pribadi "Ya itu kan kita maklum. Mungkin proses persidangan kan lama. Beliau (Bahar) mungkin ada kekesalan sendiri dengan Pak Jokowi, begitu," kata Ichwan.

"Itu bagian proses luapan emosi beliau saja lah," ujar Ichwan.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai ancaman yang dikeluarkan Bahar kepada Jokowi tidak tepat. Sebab, apa yang dilontarkan Bahar membuat opini seolah kasus yang dialami Bahar merupakan intervensi dari Jokowi. "Saya pikir itu tidak tepat bahwa seolah-olah presiden yang melakukan law enforcement, itu perlu belajar lagi itu Smith itu, bukan begitu bahwa semua persoalan hukum itu ada yang menangani," kata Moeldoko di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (14/3/2019).

Moeldoko menegaskan Jokowi tidak pernah melakukan intervensi hukum. Sehingga, salah besar jika ada anggapan bahwa proses hukum yang dialami Bahar merupakan intervensi dari Jokowi.

"Presiden sama sekali tidak pernah intervensi atas persoalan-persoalan hukum. Jadi kalau seolah-olah dituduhkan karena Pak Jokowi, ini salah sasaran salah alamat itu, bahwa semua hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum adalah ditangani sepenuhnya oleh aparat penegak hukum tentunya," kata Moeldoko.

Pernyataan keras Habib Bahar terhadap Presiden Jokowi juga pernah dilontarkan saat dirinya berceramah. Dalam salah satu ceramahnya, Habib Bahar menyebut 'Jokowi banci'.

Habib Bahar mengakui semua pidatonya, yang salah satu bagiannya menyebut 'Jokowi banci'. Ceramah itu dilakukan di Palembang pada 2017. Bahkan, video Habib Bahar sempat viral.

Menurut Habib Bahar, penyebutan 'Jokowi banci' itu dilatarbelakangi oleh kekecewaan lantaran Presiden Indonesia itu tak datang saat massa aksi 411 pada 2017. Meski begitu, Habib Bahar menolak minta maaf atas ceramahnya itu dan memilih menghadapi proses hukum yang berlaku.

Habib Bahar lalu dilaporkan oleh Sekjen Jokowi Mania (Joman) La Kamarudin pada Rabu (28/11). Dalam aduannya ke polisi, Kamarudin menyatakan Habib Bahar dengan aduan melakukan kejahatan terhadap penguasa umum, kejahatan tentang diskriminasi ras dan etnis, serta ujaran kebencian atau hate speech.

Habib Bahar dilaporkan dengan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).

Bukti yang dibawa dalam laporan tersebut adalah video pernyataan Habib Bahar yang viral. Selain Joman, Cyber Indonesia juga melaporkan Habib Bahar ke Polda Metro Jaya di hari yang sama.

Kasus ini diusut polisi. Habib Bahar telah diperiksa polisi selama lebih dari 10 jam. "Benar bahwa hasil gelar perkara penyidik, HBS telah ditetapkan sebagai tersangka, telah dilakukan pemeriksaan, paraf dan penandatanganan BAP oleh tersangka dan pengacaranya," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono, Jumat (7/12/2018).

Hal yang sama juga disampaikan kuasa hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar. "Beliau ditetapkan sebagai tersangka," kata Aziz di Gedung Bareskrim Polri, gedung KKP, Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Meski ditetapkan sebagai tersangka, namun Habib Bahar tak ditahan. Penyidik yakin Habib Bahar tak akan melarikan diri. "Tadi sudah dibantah sama Habib (soal hate speech). Keterangan-keterangan terkait hate spech itu mayoritas berisi majas. Habib mengisi ceramah itu mengandung unsur keagamaan, unsur agama Islam, dan harus dilihat dari agama Islam kan," kata Aziz.

Bahkan, Habib Bahar juga membawa buku mengenai majas-majas. "Tadi beliau bawa buku beberapa mengenai masalah majas yang dimaksudkan. Memang konotasinya negatif ya. Apalagi kepada para pendukungnya. Tetapi dari sisi umum beliau bisa menjelaskan bahwa normal aja, perumpamaan," papar Aziz.


Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 26 Mei 2019 | 02:33:07

Disdik Kepri Peringati Hardiknas 2019

TANJUNG PINANG-GUBERNUR H Nurdin Basirun Mengajak semua pihak,dalam Merefleksikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) untik bersama- Sama menyatukan komitmen Dalam mengeluarkan energi Positif dalam
Minggu, 26 Mei 2019 | 02:24:51

H.Nurdin Basirun:Tulus Ikhlas Adalah Kunci Kesuksesan

TANJUNG PINANG-Gubernur Tanjung Pinang H Nurdin Basirun "GUBERNUR H Nurdin Basirun Mengatakan dalam kehidupan  Keseharian ketulusan dan ke-Ikhlasan menjadi bagian dari Sebuah landasan  akan hadirnya r
Minggu, 26 Mei 2019 | 00:06:05

KP Hayabusa 3008 Dit Polair Mabes Polri Gagalkan Penyelundupan 77 Ribu Benih Lobster

Dumai - Kapal Polisi (KP) Hayabusa 3008 Direktorat Polisi Air Baharkam Mabes Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan lebih kurang 77 Ribu benih Lobster, pada Kamis (24/5/2019) siang kemarin di sekitar p
Sabtu, 25 Mei 2019 | 22:47:48

Meriahkan Malam 27 Ramadhan dan Malam Idul Fitri, Remaja Masjid Baitul Rahman Kuala Gasib Membaut Lampu Colok

SIAK - Sambut malam 27 Ramadhan 1440 Hijriah dan malam Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440, remaja Masjid Baitul Rahman Kampung Kuala Gasib, bergotong royong membuat lampu colok.Salah seorang Remaja Masjid Baitu
 
Berita Lainnya
Sabtu, 25 Mei 2019 | 15:39:17

BW Singgung Rezim Korup saat di MK, Istana: Tak Perlu Tendensius

JAKARTA - Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), menyinggung rezim korup saat mendaftarkan gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Pihak Istana meminta BW t
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 13:45:56

TKN Jokowi Siap Jadi Pihak Terkait Gugatan Prabowo di MK, Ini Persiapannya

JAKARTA - Pihak Jokowi-Ma'ruf Amin siap menjadi pihak terkait dalam gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tim Kampanye Nasional (
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 13:38:36

TKN Jokowi Sindir Anies Tak Support Polisi Korban Aksi 22 Mei

JAKARTA - Sikap Gubenur DKI Anies Baswedan terkait Aksi 21-22 Mei lalu dipertanyakan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Narasi Anies yang terkesan membela perusuh daripada pihak ke
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 13:23:06

Tak Jadi Tim Hukum, Rikrik Eks Anggota TGUPP Anies Punya Tugas Khusus

JAKARTA - Eks anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI bidang Komite Harmonisasi Regulasi, Rikrik Rizkiyana, tak terdaftar dalam surat kuasa sebagai tim hukum Prabowo Subian
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 11:58:55

BPN: Kalau Jokowi Mau Ketemu, Tinggal Telepon Langsung Prabowo

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berbicara soal keinginan petahana Presiden Jokowi bertemu dengan sang capres. Kubu 02 itu menyindir pihak Jokowi-Ma'ruf A
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 11:38:05

Ngabalin Tanggapi BW: Urusan MK Kok Jokowi Jadi Sasaran Tembak?

JAKARTA - Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), berharap gugatan pihaknya diproses Mahkamah Konstitusi (MK) diproses dengan baik sekaligus berharap MK tidak menjadi bagian
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 10:47:31

Tentang Istilah Mahkamah Kalkulator yang Disinggung BW

JAKARTA - Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), menyinggung istilah mahkamah kalkulator saat mendaftarkan gugatan hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). Apa mak
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 10:18:32

BPN ke Wiranto soal Aksi 21-22 Mei: Yang Anarkis Bukan Pendukung Prabowo

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan bahwa peserta aksi 21-22 Mei yang anarkis bukan pendukung capres-cawapres nomor urut 02. BPN menegaskan hal tersebut guna mer
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 09:59:40

Jokowi Ungkap Alasan Ingin Bertemu Prabowo, BPN: Tak Reduksi Proses di MK

JAKARTA - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menilai pertemuannya dengan Prabowo Subianto bisa mendinginkan suasana di level bawah. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegask
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 09:47:27

Sempat Ngaku Dibajak, Dahnil Anzar Sebut Akun Twitter-nya Kembali Normal

JAKARTA - Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku bisa kembali mengakses akun Twitter miliknya. Dahnil sebelumnya meng
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 09:05:21

Bersama MUI, Komunitas Penulis Bengkalis Ekspos Dua Buku

BENGKALIS - Komunitas Penulis Bengkalis, bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, menggelar ekspos dua buku sekaligus buka puasa bersama di Warung Api, Jalan Antar, Bengkal
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 08:45:18

Amien Pesimistis di MK, tapi Pastikan Gerakan Kedaulatan Rakyat Cooling Down

JAKARTA - Malam ini Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga Uno mendaftarkan gugatan sengketa pilpres ke MK. Amien Rais, yang merupakan anggota Dewan Pembina BPN, pesimistis MK bisa mengubah keadaan."Sesungguhny
 
Jumat, 24 Mei 2019 | 16:59:26

Bagaimana Membalik Selisih 16,9 Juta Suara? BPN: Strategi Masa Kami Umbar

JAKARTA - Berdasarkan Keputusan KPU, selisih suara Jokowi-Ma'ruf Amin dengan Subianto-Sandiaga Uno sebanyak 16.957.123 suara. Jubir Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono menyatakan butuh pembuktian
 
Jumat, 24 Mei 2019 | 16:53:31

KPK Sindir Rommy Soal Dispenser: Ingin Nyaman di Rutan Ya Tak Bisa

JAKARTA - KPK menyindir Romahurmuziy alias Rommy yang mengeluhkan soal air di dalam dispenser yang disediakan di dalam rumah tahanan (rutan). Rommy sebelumnya mengeluh karena menurutnya dispenser itu be
 
Jumat, 24 Mei 2019 | 16:32:51

Habibie Tegaskan Kondisi Sekarang Tak Seperti 98: Thats Not True

JAKARTA - Presiden ke-3 RI BJ Habibie menegaskan persatuan Indonesia merupakan konsensus bersama yang tak bisa ditawar lagi. Stabilitas dan pemeretaan pembangunan harus diutamakan."Dalam hal ini kita sepakat ju
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top