Terverifikasi Dewan Pers
 
Senin, 18 Februari 2019 | 14:48:33
Nasional

Fadli Zon Sebut Cara Undian Pertanyaan di Debat Capres Kampungan

Sebarkan:
Detik.com
Debat capres antara Jokowi dengan Prabowo
JAKARTA - Cara pengundian pertanyaan menggunakan 2 wadah mangkuk atau fish bowl disoal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Fadli Zon selaku anggota Dewan Pertimbangan BPN menyebut cara itu kampungan.

"(Cara pengundian) itu juga (menurut) saya agak aneh ya. Ini aneh-aneh saja menurut saya ini. Kenapa harus ada di 2 tempat? Bowl itu ya, apa sih namanya? Fish bowl ya," ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Menurut Fadli, cara pengundian itu seharusnya dari 1 wadah mangkuk. Untuk debat ketiga pada 17 Maret mendatang Fadli meminta cara itu diganti dengan metode lain.

"Nggak usah lagi ada yang begitu-begituanlah. Kampungan menurut saya," imbuh Fadli.

Malahan Fadli mengusulkan agar tidak perlu ada lagi panelis yang membuatkan soal. Dia menyarankan agar para kandidat langsung saja yang saling bertanya.

"Misalnya yang akan datang nih cawapres. Cawapres Pak Ma'ruf Amin punya pertanyaan kepada Pak Sandiaga Uno. Saya mau tanya soal ini terus dijawab begini terus dijawab lagi. Yang penting terkait dengan tema itu," ucapnya.

Untuk debat ketiga nanti memang kandidat yang akan beradu sawala adalah masing-masing calon wakil presiden (cawapres) yaitu Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Cara saling tanya antarkandidat itu juga menurut Fadli minim potensi kebocoran bila pertanyaan disusun panelis.

"Walau pun mau bersumpah-sumpah nggak bocor tetap aja bocor. Jadi menurut saya tingkat kebocoran soal itu sangat mungkin," kata Fadli.

"Ya belum ada bukti, tapi saya yakin kok kita ini orang yang sudah lama di Indonesia yang begitu-begitu bisa terjadi," imbuhnya kemudian.

Sebelumnya cara pengundian pertanyaan dalam debat antarcapres semalam dipertanyakan netizen di media sosial. Adalah akun Twitter @NurlelySiregar yang meminta KPU menjelaskan hal tersebut. Dalam Twitter-nya, akun tersebut juga mengunggah gambar berisi tudingan kecurangan dalam debat capres kedua.

"Terjadi 'kecurangan', kalau Anda lihat di TV tadi, ternyata pertanyaan itu hanya satu tema yang diambil dalam satu bola. Tetapi pertanyaan yang lain dimasukkan dalam bola yang beda. Padahal dalam rapat-rapat di KPU tidak dibicarakan bahwa soal diambil dalam bola yang berbeda," demikian isi tulisan dalam gambar yang diunggah @NurlelySiregar, seperti dilihat detikcom, Senin (18/2).

Sementara KPU menjelaskan bahwa aturan tersebut diberlakukan agar masing-masing capres mendapatkan pertanyaan, baik tentang energi, pangan, SDA maupun lingkungan hidup.

"Sekarang segmen kedua. Di segmen kedua, sesi kedua temanya ada dua tema, energi dan pangan. Kalau dua pertanyaan saya masukan jadi satu, fish bowl-nya satu, kalau dua-duanya ngambil pangan semua, energi siapa yang membahas, nggak ada kan. Itulah mengapa dibikin dua (fish bowl), supaya energi bisa dibahas, pangan bisa dibahas," kata Ketua KPU Arief Budiman saat dimintai konfirmasi di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/7/2019).



Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 26 Mei 2019 | 11:07:21

Koramil 02/TP Bersama Warga Selesaikan Karya Bhakti Semenisasi Jalan

TANAH PUTIH - Memasuki hari kelima, target penyelesaian semenisasi Jalan Teguh, RT 001/RW 001, Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, telah selesai dikerjakan Koramil 02/Tanah Putih (TP) bersama warga
Minggu, 26 Mei 2019 | 02:33:07

Disdik Kepri Peringati Hardiknas 2019

TANJUNG PINANG-GUBERNUR H Nurdin Basirun Mengajak semua pihak,dalam Merefleksikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) untik bersama- Sama menyatukan komitmen Dalam mengeluarkan energi Positif dalam
Minggu, 26 Mei 2019 | 02:24:51

H.Nurdin Basirun:Tulus Ikhlas Adalah Kunci Kesuksesan

TANJUNG PINANG-Gubernur Tanjung Pinang H Nurdin Basirun "GUBERNUR H Nurdin Basirun Mengatakan dalam kehidupan  Keseharian ketulusan dan ke-Ikhlasan menjadi bagian dari Sebuah landasan  akan hadirnya r
Minggu, 26 Mei 2019 | 00:06:05

KP Hayabusa 3008 Dit Polair Mabes Polri Gagalkan Penyelundupan 77 Ribu Benih Lobster

Dumai - Kapal Polisi (KP) Hayabusa 3008 Direktorat Polisi Air Baharkam Mabes Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan lebih kurang 77 Ribu benih Lobster, pada Kamis (24/5/2019) siang kemarin di sekitar p
 
Berita Lainnya
Sabtu, 25 Mei 2019 | 15:39:17

BW Singgung Rezim Korup saat di MK, Istana: Tak Perlu Tendensius

JAKARTA - Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), menyinggung rezim korup saat mendaftarkan gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Pihak Istana meminta BW t
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 13:45:56

TKN Jokowi Siap Jadi Pihak Terkait Gugatan Prabowo di MK, Ini Persiapannya

JAKARTA - Pihak Jokowi-Ma'ruf Amin siap menjadi pihak terkait dalam gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tim Kampanye Nasional (
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 13:38:36

TKN Jokowi Sindir Anies Tak Support Polisi Korban Aksi 22 Mei

JAKARTA - Sikap Gubenur DKI Anies Baswedan terkait Aksi 21-22 Mei lalu dipertanyakan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Narasi Anies yang terkesan membela perusuh daripada pihak ke
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 13:23:06

Tak Jadi Tim Hukum, Rikrik Eks Anggota TGUPP Anies Punya Tugas Khusus

JAKARTA - Eks anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI bidang Komite Harmonisasi Regulasi, Rikrik Rizkiyana, tak terdaftar dalam surat kuasa sebagai tim hukum Prabowo Subian
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 11:58:55

BPN: Kalau Jokowi Mau Ketemu, Tinggal Telepon Langsung Prabowo

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berbicara soal keinginan petahana Presiden Jokowi bertemu dengan sang capres. Kubu 02 itu menyindir pihak Jokowi-Ma'ruf A
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 11:38:05

Ngabalin Tanggapi BW: Urusan MK Kok Jokowi Jadi Sasaran Tembak?

JAKARTA - Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), berharap gugatan pihaknya diproses Mahkamah Konstitusi (MK) diproses dengan baik sekaligus berharap MK tidak menjadi bagian
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 10:47:31

Tentang Istilah Mahkamah Kalkulator yang Disinggung BW

JAKARTA - Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW), menyinggung istilah mahkamah kalkulator saat mendaftarkan gugatan hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK). Apa mak
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 10:18:32

BPN ke Wiranto soal Aksi 21-22 Mei: Yang Anarkis Bukan Pendukung Prabowo

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan bahwa peserta aksi 21-22 Mei yang anarkis bukan pendukung capres-cawapres nomor urut 02. BPN menegaskan hal tersebut guna mer
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 09:59:40

Jokowi Ungkap Alasan Ingin Bertemu Prabowo, BPN: Tak Reduksi Proses di MK

JAKARTA - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menilai pertemuannya dengan Prabowo Subianto bisa mendinginkan suasana di level bawah. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegask
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 09:47:27

Sempat Ngaku Dibajak, Dahnil Anzar Sebut Akun Twitter-nya Kembali Normal

JAKARTA - Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku bisa kembali mengakses akun Twitter miliknya. Dahnil sebelumnya meng
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 09:05:21

Bersama MUI, Komunitas Penulis Bengkalis Ekspos Dua Buku

BENGKALIS - Komunitas Penulis Bengkalis, bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, menggelar ekspos dua buku sekaligus buka puasa bersama di Warung Api, Jalan Antar, Bengkal
 
Sabtu, 25 Mei 2019 | 08:45:18

Amien Pesimistis di MK, tapi Pastikan Gerakan Kedaulatan Rakyat Cooling Down

JAKARTA - Malam ini Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga Uno mendaftarkan gugatan sengketa pilpres ke MK. Amien Rais, yang merupakan anggota Dewan Pembina BPN, pesimistis MK bisa mengubah keadaan."Sesungguhny
 
Jumat, 24 Mei 2019 | 16:59:26

Bagaimana Membalik Selisih 16,9 Juta Suara? BPN: Strategi Masa Kami Umbar

JAKARTA - Berdasarkan Keputusan KPU, selisih suara Jokowi-Ma'ruf Amin dengan Subianto-Sandiaga Uno sebanyak 16.957.123 suara. Jubir Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono menyatakan butuh pembuktian
 
Jumat, 24 Mei 2019 | 16:53:31

KPK Sindir Rommy Soal Dispenser: Ingin Nyaman di Rutan Ya Tak Bisa

JAKARTA - KPK menyindir Romahurmuziy alias Rommy yang mengeluhkan soal air di dalam dispenser yang disediakan di dalam rumah tahanan (rutan). Rommy sebelumnya mengeluh karena menurutnya dispenser itu be
 
Jumat, 24 Mei 2019 | 16:32:51

Habibie Tegaskan Kondisi Sekarang Tak Seperti 98: Thats Not True

JAKARTA - Presiden ke-3 RI BJ Habibie menegaskan persatuan Indonesia merupakan konsensus bersama yang tak bisa ditawar lagi. Stabilitas dan pemeretaan pembangunan harus diutamakan."Dalam hal ini kita sepakat ju
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top