Iklan Sosial
 
Kamis, 6 Desember 2018 | 16:45:07
Nasional

Ombudsman Temukan Maladministrasi di Penyidikan Kasus Novel Baswedan

Sebarkan:
Detik.com
Ombudsman memberikan laporan hasil investigasi soal penanganan kasus Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya.
Jakarta - Ombudsman RI menemukan tindakan maladministrasi minor atau bersifat kecil di penyidik kepolisian dalam kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Ombudsman menilai kepolisian sudah serius dalam menuntaskan kasus tersebut.

"Kesimpulan kami secara proses Polda Metro terlihat serius dalam melakukan kegiatan penyidikan dilihat dari berbagai kegitan yang dilakukan serta SDM yang dilibatkan namun secara proses serius dan benar tidak berarti kasus pasti terungkap," kata anggota Ombudsman Adrianus Meliala kepada wartawan di kantor Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

Adrianus menyebut Ombudsman melakukan penyelidikan atas dasar inisiatif dan bukan dari laporan masyarakat. Penyelidikan itu dimulai sejak Maret hingga Agustus 2018.

Ombudsman meneliti memulai penyelidikan dari laporan penyiraman air keras pertama kalinya di Polsek Kelapa Gading kemudian ke Polres Jakarta Utara hingga di Polda Metro Jaya. Ombudsman menemukan beberapa tindakan maladministrasi bersifat kecil yang dilakukan oleh polisi dalam menangani kasus itu.

"Soal temuan fakta yang kami temukan, kami mencatat pihak kepolisian sudah melakukan 58 kegiatan yang terekam dalam administrasi penyidikan sejak 11 April 2017 sampai September 2018 yakni, olah TKP, pemeriksaan saksi, pemeriksaan Labfor dan lain-lain. Kepolisian juga mengerahkan 172 personel yang semuanya memperoleh sprin dari berbagai keahlian," ujarnya.

Sebanyak 172 personel itu disebutnya mematahkan anggapan masyarakat yang berfikir polisi tidak serius menuntaskan kasus Novel. Ombudsman menilai 172 personel itu kurang efektif dan masuk ke dalam salah satu catatan maladministrasi.

Seharusnya, ke depan polisi lebih profesional dalam memilih anggota kepolisian untuk menangani kasus ini, tidak berdasarkan banyaknya jumlah personil.

"Dikerahkan 172 personil maka pasti secara logis pasti ada kesalahan secara manusiawi pasti ada salahnya, pasti ada kurangnya nah ini maladministrasi yang minor. Jadi bukan salah yang ekstrim tapi karena polisi bekerja dan ada kekurangan. Untuk itu, kita lihat kekurangan," kata Adrianus.

Catatan Maladministrasi yang kedua yakni tidak adanya jangka waktu penugasan dalam surat perintah tugas yang dikeluarkan Polsek Kelapa Gading, Polres Jakut dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Aspek berikutnya yakni kurang cermatnya penyidik Polsek Kelapa Gading saat setelah penyiraman air keras. Polisi disebutnya mengabaikan TKP dan fokus mencari keterangan di rumah sakit tempat Novel pertama kali dilarikan ke rumah sakit.

"Terdapat hambatan sebagai berikut, TKP sudah rusak karena kepolisian tidak segera menetralisirkan TKP. Kedua, rekaman CCTV di kediaman Novel disita pihak lain (KPK), lalu tidak ada yang melihat pelaku langsung. Belum didapatnya beberapa petunjuk, dan keengganan Novel untuk bekerja sama dengan penyidik," kata Adrianus.

Ombudsman lalu memberikan laporan hasil investigasi itu kepada pihak kepolisian yang diterima oleh Irwasda Polda Metro Jaya, Kombes Komarul Jaman. Ombudsman juga menyertakan rekomendasi-rekomendasi di laporan itu.

"Saya dalam posisi menerima dan kami akan baca dan kami akan berikan kepimpinan kami di Polda Metro Jaya," kata Komarul Jaman.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:08:47

Kapolres Rohil Himbau Warga Terkena Banjir Waspada

UJUNGTANJUNG - Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto SIk.MH menghimbau masyarakat yang terkena banjir untuk lebih waspada,terutama sekali warga yang rumahnya berada di pinggiran Sungai Rokan.Pasalnya saat
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:06:11

Herawati Hanura Hadiri Perayaan Hari Ibu, Ini Sambutannya

ROKANHILIR - Herawati Bendahara DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Hanura (Hatu Nurani Rakyat) Kabupaten Rokan Hilir dalam kedudukannya sebagai Ketua Komite Sekolah Ananda Bagan Batu menghadiri acara Peri
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:03:22

Bawa 2 Kg Shabu, Sat Narkoba Polres Rohul Amankan Satu Warga Malaysia

ROKANHULU - Sebanyak 2 Kg sabu diamankan dari tangan warga negara Malaysia yang mencoba memasuki wilayah Riau. Tersangka WNA inisial KH (50) berasal dari Muara, Johor.Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombe
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:01:21

Ribuan Keping KTP Hangus Dibakar

DUMAI - Sebanyak 5.700 keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Dumai dengan cara dibakar.Pemusnahan dilakukan pada 14 Desember lalu usai
 
Berita Lainnya
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:59:11

Optimistis Menang, Trend Dukungan Jokowi-Maruf Terus Bertambah

JAKARTA -  Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Jusuf Kalla optimistis dengan elektabilitas calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amien. Kall
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:57:02

Presiden Jokowi Serahkan 6000 Sertipikat di Riau

PEKANBARU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Sabtu (15/12/2018), menyerahkan sebanyak 6.000 sertipikat hak atas tanah kepada masyarakat di halaman rumah dinas Gubernur Ri
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:54:46

Presiden : Orang Jawa di Riau Harus Menghormati Adat

PEKANBARU - Usai memperoleh penabalan gelar adat Sabtu (15/12/2018) pagi dan kunjungan kerja di Pekanbaru, Presiden Joko Widodo melakukan silaturrahmi bersama Keluarga Besar Paguyuban Putra Jawa Keturunan Sum
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:52:01

Tingkatkan SDM, BBPLK Medan Latih Kejuruan Pemuda Asahan

MEDAN - Dalam rangka Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan menjalin kerja sama pelatihan denganPT Indonesia Asahan Alumanium (Inalum) dalam program Pelatihan Pendayagunaan F
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:50:10

Indonesia Taiwan Teken MoU Peningkatan Perlindungan Pekerja Migran

TAIPEI- Pemerintah Indonesia melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (IETO) melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta (TETO) mengenai pe
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:45:41

PBB soal Indonesia Bisa Punah: Prabowo Takabur, Seperti Megaloman!

Jakarta - Partai Bulan Bintang (PBB) mengkritik pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal negara ini bisa punah jika dia kalah dalam Pemilu 2019. PBB menganggap Prabowo merasa yang p
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:36:11

Disarankan PAN Mundur dari DPR, Taufik: Saya Ikut Tata Tertib

Jakarta - PAN menyarankan agar Taufik Kurniawan mundur dari DPR. Taufik mengaku hanya ikut tata tertib."Saya hanya mengikuti tata tertib," kata Taufik di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:25:01

Canda Wiranto Ajak Prabowo Taruhan Rumah Soal Indonesia Punah

Jakarta - Menko Polhukam Wiranto ikut menanggapi pernyataan capres Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bisa punah jika dia kalah di Pilpres 2019. Sambil melontarkan canda, Wiranto menantang Pra
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 15:01:12

PSI Pasang Badan untuk Giring Eks Nidji yang Dikritik soal Antipoligami

Jakarta - Politikus PSI Giring Ganesha dikritik Ustaz Derry Sulaiman karena menentang praktik poligami seperti kebijakan partai. PSI pun memberi pembelaan untuk mantan vokalis band Nidji itu."Bro
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 14:54:52

Soal Pidato Negara Punah, PKS: Maksud Prabowo Tidak Gitu

Jakarta - PKS meyakini capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak bermaksud buruk atas pidato yang menyebut Indonesia bisa punah andai dirinya kalah di Pilpres 2019. PKS pun menjelaskan maksud pidato itu."Sa
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 14:19:57

PKS Kagumi Prabowo yang Jujur Soal Merasa Tak Pantas Jadi Imam Salat

Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tak takut mengakui bahwa dia merasa tak pantas menjadi imam salat. PKS kagumi kejujuran Prabowo."Pak Prabowo sudah bersikap jujur soal kapasitas dia dalam soa
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 14:12:48

PDIP soal Baliho Dirusak: Nggak Usah Cengeng!

Jakarta - PDIP juga mengalami perusakan baliho di sejumlah daerah. Meski begitu, PDIP tak mau sama dengan Partai Demokrat (PD), yang langsung menggelar rapat darurat untuk menghadapi permasalahan te
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 13:40:37

Prabowo Ingatkan Elite Nyumbang, Galang Perjuangan Baru Raup Rp 3,3 M

Jakarta - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengingatkan elite partai politik pendukungnya agar ikut menyumbang dana kampanye. Prabowo sendiri sebelum Pilpres 2019 digelar diketahui punya 'Ga
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 13:29:41

Tiba di Polda Jabar, Habib Bahar Didampingi 9 Pengacara

Bandung - Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan penyidik Polda Jabar atas laporan dugaan penganiayaan terhadap anak. Habib Bahar mengaku siap menjalani pemeriksaan.Habib Bahar datang bersama rombongan
 
Senin, 17 Desember 2018 | 16:30:31

Polisi Kejar Dalang Perusakan Baliho SBY-Demokrat di Pekanbaru

Jakarta - Polisi telah menetapkan tiga orang pelaku perusakan baliho Susilo Bambang Yudhyono dan Demokrat (SBY) di pekanbaru. Siapa pemesan perusakan baliho itu masih diburu."Ya ada seseorang itu
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top