Iklan Sosial
 
Kamis, 6 Desember 2018 | 15:56:55
Nasional

Kubu Prabowo Balas Serangan Luhut

Sebarkan:
Detik.com
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini membalas serangan Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan terkait data.
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyindir politikus yang asal bicara tanpa memakai data. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan pihaknya selalu berbicara menggunakan data.

"Kami selalu bicara data dari awal. Justru pemerintah sekarang yang tidak serius mengurusi data, lihat saja Mendag, Mentan, dan Kabulog datanya bisa beda. Pak Buwas sampai bilang tidak percaya data BPS. Jadi, kebijakan selama ini data apa yang dipakai pemerintah?" ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (6/12/2018).

BPN Prabowo-Sandi menyebut, justru pemerintah yang selama ini tidak sinkron terkait data yang dikeluarkan kementerian atau lembaga. BPN Prabowo-Sandi balik bertanya kepada Luhut terkait acuan yang digunakan pemerintah ketika mengubah kebijakan.

"Jadi, kita tidak heran kalau pemerintah suka ubah-ubah kebijakan sesukanya. Nggak tahu juga itu datanya dari mana. Misalnya, naikin BBM malam tiba-tiba turunin lagi. Buka investasi asing 100% untuk 120-an sektor, lalu jadi 100-an sektor, turun jadi 50-an sektor, turun lagi jadi 28-an sektor, terus batal. Bikin ini datanya dari mana? Silakan tanya Pak Luhut," kata politikus asal PAN ini.

"Katanya, Beliau mau lawan yang berani nolak BBM naik, tahunya Presiden sendiri yang nolak. Ini kan publik tidak diberikan kepastian. Bagi kami, soal data ini penting. Data ini harus kuat banget, terintegrasi, satu saja acuannya. BPS dan World Bank itu datanya sama setahu saya. Kami ingin peran BPS makin diperkuat, anggarannya naik, kalau bisa real time," imbuh Faldo.

Sebelumnya, Luhut meminta capres atau cawapres ketika bicara menggunakan data yang jelas. Luhut tak menyebut kandidat presiden yang bicara tanpa data. Namun dia menyindir capres yang mengaku mengutip data dari World Bank. Setelah dicek ternyata World Bank tak pernah mengeluarkan data seperti yang diungkap sang calon presiden tersebut.

"Kalau ada pihak yang ingin jadi presiden, sah-sah saja. Tapi eloknya jangan bicara itu tanpa data yang jelas, itu saja. "Jadi jangan pakai bilang World Bank begini. Lah orang World Bank-nya juga ketemu saya kok," kata Luhut saat sesi Wawancara Eksklusif dengan detikcom yang tayang hari ini.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:08:47

Kapolres Rohil Himbau Warga Terkena Banjir Waspada

UJUNGTANJUNG - Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto SIk.MH menghimbau masyarakat yang terkena banjir untuk lebih waspada,terutama sekali warga yang rumahnya berada di pinggiran Sungai Rokan.Pasalnya saat
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:06:11

Herawati Hanura Hadiri Perayaan Hari Ibu, Ini Sambutannya

ROKANHILIR - Herawati Bendahara DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Hanura (Hatu Nurani Rakyat) Kabupaten Rokan Hilir dalam kedudukannya sebagai Ketua Komite Sekolah Ananda Bagan Batu menghadiri acara Peri
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:03:22

Bawa 2 Kg Shabu, Sat Narkoba Polres Rohul Amankan Satu Warga Malaysia

ROKANHULU - Sebanyak 2 Kg sabu diamankan dari tangan warga negara Malaysia yang mencoba memasuki wilayah Riau. Tersangka WNA inisial KH (50) berasal dari Muara, Johor.Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombe
Selasa, 18 Desember 2018 | 17:01:21

Ribuan Keping KTP Hangus Dibakar

DUMAI - Sebanyak 5.700 keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Dumai dengan cara dibakar.Pemusnahan dilakukan pada 14 Desember lalu usai
 
Berita Lainnya
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:59:11

Optimistis Menang, Trend Dukungan Jokowi-Maruf Terus Bertambah

JAKARTA -  Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Jusuf Kalla optimistis dengan elektabilitas calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amien. Kall
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:57:02

Presiden Jokowi Serahkan 6000 Sertipikat di Riau

PEKANBARU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Sabtu (15/12/2018), menyerahkan sebanyak 6.000 sertipikat hak atas tanah kepada masyarakat di halaman rumah dinas Gubernur Ri
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:54:46

Presiden : Orang Jawa di Riau Harus Menghormati Adat

PEKANBARU - Usai memperoleh penabalan gelar adat Sabtu (15/12/2018) pagi dan kunjungan kerja di Pekanbaru, Presiden Joko Widodo melakukan silaturrahmi bersama Keluarga Besar Paguyuban Putra Jawa Keturunan Sum
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:52:01

Tingkatkan SDM, BBPLK Medan Latih Kejuruan Pemuda Asahan

MEDAN - Dalam rangka Pengembangan SDM, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan menjalin kerja sama pelatihan denganPT Indonesia Asahan Alumanium (Inalum) dalam program Pelatihan Pendayagunaan F
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:50:10

Indonesia Taiwan Teken MoU Peningkatan Perlindungan Pekerja Migran

TAIPEI- Pemerintah Indonesia melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (IETO) melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta (TETO) mengenai pe
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:45:41

PBB soal Indonesia Bisa Punah: Prabowo Takabur, Seperti Megaloman!

Jakarta - Partai Bulan Bintang (PBB) mengkritik pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal negara ini bisa punah jika dia kalah dalam Pemilu 2019. PBB menganggap Prabowo merasa yang p
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:36:11

Disarankan PAN Mundur dari DPR, Taufik: Saya Ikut Tata Tertib

Jakarta - PAN menyarankan agar Taufik Kurniawan mundur dari DPR. Taufik mengaku hanya ikut tata tertib."Saya hanya mengikuti tata tertib," kata Taufik di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:25:01

Canda Wiranto Ajak Prabowo Taruhan Rumah Soal Indonesia Punah

Jakarta - Menko Polhukam Wiranto ikut menanggapi pernyataan capres Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bisa punah jika dia kalah di Pilpres 2019. Sambil melontarkan canda, Wiranto menantang Pra
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 15:01:12

PSI Pasang Badan untuk Giring Eks Nidji yang Dikritik soal Antipoligami

Jakarta - Politikus PSI Giring Ganesha dikritik Ustaz Derry Sulaiman karena menentang praktik poligami seperti kebijakan partai. PSI pun memberi pembelaan untuk mantan vokalis band Nidji itu."Bro
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 14:54:52

Soal Pidato Negara Punah, PKS: Maksud Prabowo Tidak Gitu

Jakarta - PKS meyakini capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak bermaksud buruk atas pidato yang menyebut Indonesia bisa punah andai dirinya kalah di Pilpres 2019. PKS pun menjelaskan maksud pidato itu."Sa
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 14:19:57

PKS Kagumi Prabowo yang Jujur Soal Merasa Tak Pantas Jadi Imam Salat

Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tak takut mengakui bahwa dia merasa tak pantas menjadi imam salat. PKS kagumi kejujuran Prabowo."Pak Prabowo sudah bersikap jujur soal kapasitas dia dalam soa
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 14:12:48

PDIP soal Baliho Dirusak: Nggak Usah Cengeng!

Jakarta - PDIP juga mengalami perusakan baliho di sejumlah daerah. Meski begitu, PDIP tak mau sama dengan Partai Demokrat (PD), yang langsung menggelar rapat darurat untuk menghadapi permasalahan te
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 13:40:37

Prabowo Ingatkan Elite Nyumbang, Galang Perjuangan Baru Raup Rp 3,3 M

Jakarta - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengingatkan elite partai politik pendukungnya agar ikut menyumbang dana kampanye. Prabowo sendiri sebelum Pilpres 2019 digelar diketahui punya 'Ga
 
Selasa, 18 Desember 2018 | 13:29:41

Tiba di Polda Jabar, Habib Bahar Didampingi 9 Pengacara

Bandung - Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan penyidik Polda Jabar atas laporan dugaan penganiayaan terhadap anak. Habib Bahar mengaku siap menjalani pemeriksaan.Habib Bahar datang bersama rombongan
 
Senin, 17 Desember 2018 | 16:30:31

Polisi Kejar Dalang Perusakan Baliho SBY-Demokrat di Pekanbaru

Jakarta - Polisi telah menetapkan tiga orang pelaku perusakan baliho Susilo Bambang Yudhyono dan Demokrat (SBY) di pekanbaru. Siapa pemesan perusakan baliho itu masih diburu."Ya ada seseorang itu
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top