Terverifikasi Dewan Pers
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:34:10
Nasional

Pemasang Disuruh Pusat, Siapa Kreator Poster Raja Jokowi?

Sebarkan:
Detik.com
JAKARTA - Sutradara penyebaran poster dan stiker bergambar petahana Joko Widodo dengan kostum raja Jawa masih menjadi misteri. Pemasang atribut 'Raja Jokowi' sendiri mengatakan pemasangan dilakukan atas perintah pusat, siapakah kreator tersebut?.

"Sudah ada, yang masang sudah ketahuan, yang pasang di lapangan ketahuan. Sudah ada, yang pasang di lapangan ketahuan, yang masang bertemu kita. Kita tanya, 'Kamu itu pasang gimana?'. (Dijawab) 'Disuruh dari pusat'," ungkap Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto saat dihubungi, Rabu (14/11/2018).

PDIP sendiri sudah melakukan beberapa penelusuran terkait pemasangan atribut 'Raja Jokowi' tersebut. Namun, pemasang poster dan stiker 'Raja Jokowi' mengaku hanya pesuruh yang ditugaskan untuk memasang.

Pemasang tidak bisa memberi jawaban yang jelas, terkait siapa 'pihak pusat' yang menyuruhnya. Pemasang hanya mengaku mendapatkan upah Rp 5.000 setiap pemasangan atribut.

"Itu kan masang poster-stiker dikasih uang. Setiap satu poster ada yang Rp 10 ribu, ada yang Rp 5.000, Rp 25 ribu. Itu kan ada ribuan," sebut Bambang.

Mereka juga mengaku sempat dikumpulkan beberapa waktu lalu untuk briefing pemasangan. Mereka lalu diminta memberikan alamat untuk dikirimkan atribut 'Raja Jokowi', dan diminta untuk membantu memasang atribut tersebut.

"Kita tanya, ini (poster dan stiker) dari mana? (Pemasang mengaku): saya dulu diundang sama senior saya di Hotel Siliwangi Semarang. Di sana ada beberapa orang, kita di-briefing," sebut Bambang.

"Diminta alamat, diminta bantu pasang. Suatu waktu datang barangnya," sambung Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Jokowi-Ma'ruf itu.

Tak hanya itu, PDIP berhasil mengetahui adanya gudang yang disiapkan untuk menyimpan stok dari atribut 'Raja Jokowi'. Setidaknya gudang tersebar di tiga daerah di Jateng.

"Di situ di gudang. Ada juga yang sudah siap pasang tapi belum terpasang. Ada di Magelang, Banyumas, Bumiayu. Ini bukan orang PDIP," terang Bambang.

Atribut peraga kampanye (APK) bergambar 'Raja Jokowi' diketahui tersebar di Jawa Tengah. Desain poster-poster dan stiker tersebut serupa, yakni bergambar Jokowi mengenakan mahkota khas raja Jawa dan terdapat logo kepala banteng PDIP.

Pada kesempatan terpisah, Bambang mengatakan poster rontek 'Raja Jokowi' berjumlah sekitar 85 ribu yang terpasang di Jateng. Di setiap desa terdapat rata-rata 10 lembar. Diperkirakan pihak pembuat harus mengeluarkan dana besar untuk proyek ini.

"Sekali pasang, yang memasang dapat Rp 5 ribu, plus bambu dan tali Rp 10 ribu. Itu angka gede, belum percetakannya, pengangkutannya, dan lain lain. Melibatkan uang besar, tidak kurang Rp 3,5 miliar sampai Rp 4 miliar," ungkap Bambang saat ditemui di Semarang, Rabu (14/11).

PDIP saat ini memutuskan menurunkan poster tersebut, meskipun di poster itu terdapat logo PDIP namun PDIP tidak merasa mencetak dan mengeluarkannya. Selain itu, gambar Jokowi berpakaian raja dinilai justru merendahkan karena Jokowi adalah calon presiden yang maju melalui pemilihan umum.



(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 26 Maret 2019 | 21:33:20

Kampanye di Dumai, Jokowi Minta Tangkal Hoax Hingga Pamerkan Kartu Sakti

DUMAI - Presiden yang juga Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) didampingi istri Hj Iriana melaksanakan kegiatan kampanye terbuka di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Jalan HR Soebrantas Kota D
Selasa, 26 Maret 2019 | 18:53:33

Terdakwa Pembunuhan Sadis di Rohil di Vonis Hukuman Seumur Hidup

UJUNGTANJUNG-Terdakwa Martha Nababan dan Desembriadi Aruan yang merupakan pelaku pembunuhan sadis terhadap Mangandar Tua Sialoho di vonis oleh majelis hakim dengan hukaman seumur hidup penjara di PN Rohil Selas
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:55:58

Fadli Soal Golput Haram: Jangan Bikin Fatwa yang Nanti Tidak Diikuti Orang

JAKARTA - Sekum MUI DIY, KRT H Ahmad Muhsin Kamaludiningrat menegaskan golput di Pemilu 2019 haram sifatnya. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi pernyataan itu."Kalau dibilang haram itu nanti aka
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:52:57

Fokus Pengembangan Destinasi Wisata Berkonsep Nomadic Tourism di Labuan Bajo

PENGEMBANGAN destinasi wisata dengan konsep nomadic tourism kini tengah gencar dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, nomadic tourism merupakan p
 
Berita Lainnya
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:55:58

Fadli Soal Golput Haram: Jangan Bikin Fatwa yang Nanti Tidak Diikuti Orang

JAKARTA - Sekum MUI DIY, KRT H Ahmad Muhsin Kamaludiningrat menegaskan golput di Pemilu 2019 haram sifatnya. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi pernyataan itu."Kalau dibilang haram itu nanti aka
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:46:29

Jokowi: Aceh Sering Saya Kunjungi, Pokoknya Menang 65%

Lhokseumawe - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) berkampanye di hadapan pendukungnya di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Aceh. Jokowi menargetkan menang 65 persen di Aceh."Sore hari setelah pen
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:43:30

Beda dengan Wiranto, BPN Minta Korupsi-Pemilu Curang Dijerat UU Terorisme

JAKARTA - Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak sepakat dengan gagasan Menko Polhukam Wiranto terkait pelaku hoax bisa dijerat UU Terorisme. BPN justru
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:04:40

JK soal Erwin Aksa Dukung Prabowo: Kalau Dia Minta Izin, Saya Tidak Kasih

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan Erwin Aksa tak meminta izin saat hendak mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. JK mengatakan kalau Erwin minta izin, mak
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 15:45:35

Rocky Gerung Kritik KPU-Bawaslu: Pemilu Urusan Etis, Bukan Teknis!

JAKARTA - Akademisi Rocky Gerung mengkritik KPU dan Bawaslu dalam diskusi tentang DPT Pemilu 2019. Rocky menyebut KPU dan Bawaslu terlalu sibuk mengurusi perkara teknis."Saya juga mau kritik KPU juncto Bawa
 
Senin, 25 Maret 2019 | 15:23:29

Prabowo Bicara Pesan Orang Tua: Bela Kaum Lemah, Baru Hidupmu Punya Arti

MERAUKE - Capres Prabowo Subianto mengungkap pesan-pesan yang disampaikan orang tua dan kakek-neneknya. Dia mengatakan selalu diberi pesan agar menjadi orang yang selalu berpihak kepada rakyat
 
Senin, 25 Maret 2019 | 13:21:55

MUI: Fatwa Haram PUBG Diputus Bulan Depan

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang mengkaji fatwa haram game PlayerUnknown's Battle Grounds (PUBG). Keputusan mengenai fatwa tersebut diputuskan bulan depan."(Fatwa) ya tidak terl
 
Senin, 25 Maret 2019 | 11:13:38

Prabowo Sebut Lembaga Survei Banyak Bohong, Fahri Ngaku Kesal ke Denny JA

JAKARTA - Capres Prabowo Subianto menyebut lembaga survei banyak bohong dan bekerja sesuai pesanan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan sebaiknya lembaga survei itu terbuka ke publik bahwa memang ti
 
Senin, 25 Maret 2019 | 11:10:23

KY dan Bawaslu Tandatangani MoU Pemantauan dan Pengawasan Perkara Pemilu

UJUNGTANJUNG - Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait pemantauan dan pengawasan perkara pemil
 
Senin, 25 Maret 2019 | 11:02:32

Buya Syafii: Bodohnya Ulama Jika Mau Jadi Mainan Politik Praktis

JAKARTA - Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii, berharap para ulama di Indonesia tidak terjebak dalam politik praktis mendekati hari coblosan Pilpres 2019. Menurut manta
 
Senin, 25 Maret 2019 | 10:03:48

Dituduh Banyak Bohong, Lembaga Survei Ungkit Pengalaman Pahit Prabowo

JAKARTA - Prabowo Subianto menilai lembaga survei saat ini banyak bohong. Para penggawa lembaga survei menilai pernyataan itu dilandasi oleh pengalaman Prabowo yang pernah menjadi korban lembaga
 
Senin, 25 Maret 2019 | 09:54:41

Korupsi Rp 108 Miliar, Alay Baru Balikin Rp 1 Miliar

BANDAR LAMPUNG - Terpidana kasus korupsi Sugiarto Wiharjo alias Alay mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 1 miliar ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Padahal, jumlah yang ia korupsi
 
Senin, 25 Maret 2019 | 09:25:30

PSI: Presiden Jokowi Wujudkan Mimpi London Underground di Jakarta

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni alias Toni mengapresiasi peresmian Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berhasil mewujudkan mimpi s
 
Senin, 25 Maret 2019 | 09:16:14

Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf Digelar di Rokan Hulu Riau

ROKANHULU - Masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Riau menggelar deklarasi mendukung untuk Capres 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Masyarakat juga siap memerangi hoax yang menyudutk
 
Sabtu, 23 Maret 2019 | 16:48:19

KAHMI: Ancaman Indonesia Terbelah di Tengah Euforia Demokrasi

MALANG - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) melihat gejala keterbelahan bangsa muncul di tengah proses demokrasi. Indonesia dikatakan masih menghadapi masalah mendasar di bidang sosial dan po
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top