Terverifikasi Dewan Pers
 
Rabu, 14 November 2018 | 16:44:58
Nasional

38 Kg Sabu Jaringan Internasional Gagal Beredar, 4 Tersangka Ditangkap

Sebarkan:
okezone.com

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali berhasil mengagalkan upaya penyelundupan Narkotika narkotika jenis sabu sebanyak 38 kilogram dan 30.000 butir ekstasi di perairan Langsa Aceh. Adapun operasi pengagalan tersebut dilakukan bersama dengan Bea Cukai dan TNI AL.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Heru Winarko menyatakan jika pihaknya berhasil menangkap empat orang pelaku. Dengan barang bukti berupa 38 kilogram narkotika jenis sabu dan 30 ribu butir ekstasi.

"Kemudian Tersangka dan Barang Bukti dibawa ke Kantor Badan Narkotika Nasional untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut," kata Heru di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2018).

Disebutkan Heru, salah satu tersangka bernama Burhannydin alias Burhan ditindak tegas lantaran sudah melakukan perlawanan kepada petugas.

"Pada saat penangkapan Burhanuddin Alias Burhan melarikan diri dan berusaha melakukan perlawanan kepada petugas sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap tersangka dan mengakibatkan tersangka meninggal dunia," bebernya.

Burhan merupakan sosok yang ikut mengendalikan penyelundupan narkotika jenis metafetamin (sabu) sebanyak 38 kilogram dan 30.000 butir ekstasi dari Penang, Malaysia, ke Indonesia melalui jalur laut di perairan Langsa, Aceh.

Heru pun memberkan, jika Burhan merupakan target dari DPO atas perkara tindak pidana narkoba di Pangkalan Susu Sumatera Utara yang menyeret Anggota DPRD Langkat, Ibrahim Hasan atau yang dikenal dengan sebutan Ibrahim Hongkong sebagai tersangka.

Barang bukti yang disita yaitu satu karung berisi 18 kilogram shabu-shabu, satu karung berisi 20 kilogram shabu-shabu, 30.000 butir ekstasi, dua pucuk senjata laras panjang, dan identitas para tersangka.

Atas perbuatannya Keempat tersangka, Heru mengatakan, terancam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2019 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 26 Maret 2019 | 21:33:20

Kampanye di Dumai, Jokowi Minta Tangkal Hoax Hingga Pamerkan Kartu Sakti

DUMAI - Presiden yang juga Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) didampingi istri Hj Iriana melaksanakan kegiatan kampanye terbuka di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Jalan HR Soebrantas Kota D
Selasa, 26 Maret 2019 | 18:53:33

Terdakwa Pembunuhan Sadis di Rohil di Vonis Hukuman Seumur Hidup

UJUNGTANJUNG-Terdakwa Martha Nababan dan Desembriadi Aruan yang merupakan pelaku pembunuhan sadis terhadap Mangandar Tua Sialoho di vonis oleh majelis hakim dengan hukaman seumur hidup penjara di PN Rohil Selas
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:55:58

Fadli Soal Golput Haram: Jangan Bikin Fatwa yang Nanti Tidak Diikuti Orang

JAKARTA - Sekum MUI DIY, KRT H Ahmad Muhsin Kamaludiningrat menegaskan golput di Pemilu 2019 haram sifatnya. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi pernyataan itu."Kalau dibilang haram itu nanti aka
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:52:57

Fokus Pengembangan Destinasi Wisata Berkonsep Nomadic Tourism di Labuan Bajo

PENGEMBANGAN destinasi wisata dengan konsep nomadic tourism kini tengah gencar dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, nomadic tourism merupakan p
 
Berita Lainnya
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:55:58

Fadli Soal Golput Haram: Jangan Bikin Fatwa yang Nanti Tidak Diikuti Orang

JAKARTA - Sekum MUI DIY, KRT H Ahmad Muhsin Kamaludiningrat menegaskan golput di Pemilu 2019 haram sifatnya. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi pernyataan itu."Kalau dibilang haram itu nanti aka
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:46:29

Jokowi: Aceh Sering Saya Kunjungi, Pokoknya Menang 65%

Lhokseumawe - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) berkampanye di hadapan pendukungnya di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Aceh. Jokowi menargetkan menang 65 persen di Aceh."Sore hari setelah pen
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:43:30

Beda dengan Wiranto, BPN Minta Korupsi-Pemilu Curang Dijerat UU Terorisme

JAKARTA - Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak sepakat dengan gagasan Menko Polhukam Wiranto terkait pelaku hoax bisa dijerat UU Terorisme. BPN justru
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:04:40

JK soal Erwin Aksa Dukung Prabowo: Kalau Dia Minta Izin, Saya Tidak Kasih

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan Erwin Aksa tak meminta izin saat hendak mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. JK mengatakan kalau Erwin minta izin, mak
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 15:45:35

Rocky Gerung Kritik KPU-Bawaslu: Pemilu Urusan Etis, Bukan Teknis!

JAKARTA - Akademisi Rocky Gerung mengkritik KPU dan Bawaslu dalam diskusi tentang DPT Pemilu 2019. Rocky menyebut KPU dan Bawaslu terlalu sibuk mengurusi perkara teknis."Saya juga mau kritik KPU juncto Bawa
 
Senin, 25 Maret 2019 | 15:23:29

Prabowo Bicara Pesan Orang Tua: Bela Kaum Lemah, Baru Hidupmu Punya Arti

MERAUKE - Capres Prabowo Subianto mengungkap pesan-pesan yang disampaikan orang tua dan kakek-neneknya. Dia mengatakan selalu diberi pesan agar menjadi orang yang selalu berpihak kepada rakyat
 
Senin, 25 Maret 2019 | 13:21:55

MUI: Fatwa Haram PUBG Diputus Bulan Depan

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang mengkaji fatwa haram game PlayerUnknown's Battle Grounds (PUBG). Keputusan mengenai fatwa tersebut diputuskan bulan depan."(Fatwa) ya tidak terl
 
Senin, 25 Maret 2019 | 11:13:38

Prabowo Sebut Lembaga Survei Banyak Bohong, Fahri Ngaku Kesal ke Denny JA

JAKARTA - Capres Prabowo Subianto menyebut lembaga survei banyak bohong dan bekerja sesuai pesanan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan sebaiknya lembaga survei itu terbuka ke publik bahwa memang ti
 
Senin, 25 Maret 2019 | 11:10:23

KY dan Bawaslu Tandatangani MoU Pemantauan dan Pengawasan Perkara Pemilu

UJUNGTANJUNG - Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait pemantauan dan pengawasan perkara pemil
 
Senin, 25 Maret 2019 | 11:02:32

Buya Syafii: Bodohnya Ulama Jika Mau Jadi Mainan Politik Praktis

JAKARTA - Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii, berharap para ulama di Indonesia tidak terjebak dalam politik praktis mendekati hari coblosan Pilpres 2019. Menurut manta
 
Senin, 25 Maret 2019 | 10:03:48

Dituduh Banyak Bohong, Lembaga Survei Ungkit Pengalaman Pahit Prabowo

JAKARTA - Prabowo Subianto menilai lembaga survei saat ini banyak bohong. Para penggawa lembaga survei menilai pernyataan itu dilandasi oleh pengalaman Prabowo yang pernah menjadi korban lembaga
 
Senin, 25 Maret 2019 | 09:54:41

Korupsi Rp 108 Miliar, Alay Baru Balikin Rp 1 Miliar

BANDAR LAMPUNG - Terpidana kasus korupsi Sugiarto Wiharjo alias Alay mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 1 miliar ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Padahal, jumlah yang ia korupsi
 
Senin, 25 Maret 2019 | 09:25:30

PSI: Presiden Jokowi Wujudkan Mimpi London Underground di Jakarta

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni alias Toni mengapresiasi peresmian Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berhasil mewujudkan mimpi s
 
Senin, 25 Maret 2019 | 09:16:14

Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf Digelar di Rokan Hulu Riau

ROKANHULU - Masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Riau menggelar deklarasi mendukung untuk Capres 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Masyarakat juga siap memerangi hoax yang menyudutk
 
Sabtu, 23 Maret 2019 | 16:48:19

KAHMI: Ancaman Indonesia Terbelah di Tengah Euforia Demokrasi

MALANG - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) melihat gejala keterbelahan bangsa muncul di tengah proses demokrasi. Indonesia dikatakan masih menghadapi masalah mendasar di bidang sosial dan po
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top