Iklan Sosial
 
Sabtu, 3 November 2018 | 16:14:08
Nasional,

Wiranto: Banyak yang Nggak Tahu, Pak SBY dulu Anak Buah Saya

Sebarkan:
detik.com
Wiranto di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Yogyakarta - Menko Polhukam Wiranto mengisi kuliah umum pada Seminar Nasional Pemuda dan Bela Negara, Pekan Pancasila dan Bela Negara di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam kuliah umumnya, Wiranto sempat menyinggung sosok Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Banyak yang nggak tahu kan, bahwa Pak SBY dulu pernah jadi anak buah saya," ucap Wiranto yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta seminar, Sabtu (3/11/2018).

"Tapi sekarang beliau menjadi bapak buah saya, karena mantan presiden dua kali, nggak papa itu sesuatu yang harus kita sadari sebagai dinamika kehidupan. Maka ada istilah, jangan pernah menghina bawahan kita, suatu saat dia akan menjadi orang di atas kita," sambung Wiranto.

Kemudian dia membahas sosok Presiden Joko Widodo. Saat dirinya menjadi Menkankam, Jokowi bahkan belum menjadi wali kota.

"Pak Jokowi misalnya, waktu saya menjadi Menhankam/Pangab, beliau wali kota pun belum, tapi sekarang setelah menjadi presiden. Saya tetap hormat menjadi menteri beliau, walau saya lebih senior lebih tua tapi hormat, dia adalah presiden kita, kita loyal kepada panglima tertinggi di Republik Indonesia. Sikap itu yang harus kita jaga, jangan sombong terus, ndak bagus," lanjutnya.

Wiranto menyinggung sosok SBY setelah memutar video berjudul Indonesia di Persimpangan Jalan 1998. Video berisi cuplikan aksi demo mahasiswa di Jakarta, momen Soeharto mengundurkan diri sebagai Presiden RI, keterangan pers Wiranto selaku Panglima ABRI dan pelantikan Habibie sebagai Presiden RI.

Pada tahun 1998, Wiranto memang menjadi atasan SBY dalam dunia militer. Saat itu Wiranto menjabat Panglima ABRI dengan bintang 4 di pundaknya.

"Waktu Pak SBY tanya, Pak SBY waktu itu masih bintang 3, saya bintang 4, beliau tanya bagaimana panglima besok akan ambil alih atau tidak, saya katakan tidak! Kita hantarkan pergantian kepada wakil presiden Republik Indonesia, begitu," sebut Wiranto menceritakan penggalan peristiwa sesaat setelah Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden.

Selain menyinggung sosok SBY, Wiranto juga membeberkan alasan mengapa dia tidak mengambil alih pemerintahan saat krisis 1998. Sebagai Panglima ABRI, Wiranto menyebut kala itu memiliki kewenangan untuk mengambil alih negara.

Namun Wiranto memilih mengikuti konstitusi dengan memberi jalan Wapres BJ Habibie untuk dilantik sebagai Presiden RI. Karena jika dia mengambil alih pemerintahan, dikhawatirkan justru menimbulkan perpecahan bangsa Indonesia.

"Saya sampaikan bisa jadi pembelajaran bahwa persatuan itu sesuatu yang sangat penting. Kata kuncinya persatuan, karena tanpa persatuan kita tidak bisa apa-apa," ujarnya.

Dalam kuliah umumnya, Wiranto menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan bela negara. Dia memaparkan beberapa materi di antaranya peristiwa sejarah bangsa Indonesia sejak zaman penjajahan hingga merdeka, ancaman dan tantangan bagi Indonesia ke depannya, capaian pembangunan hingga beberapa hasil survei bidang ekonomi.



(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 16 Januari 2019 | 13:38:01

Harga Tiket Pesawat Masih Tinggi, Biro Perjalanan di Riau Mogok

JAKARTA - Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Riau menyatakan sejumlah biro perjalanan moda transportasi udara mogok tidak menjual tiket pesawat domestik selama sepeka
Rabu, 16 Januari 2019 | 13:34:50

Rangka Pembinaan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Diskop UMKM Bengkalis Turun Ke Desa Tasik Serai Barat

BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Bengkalis melakukan pengembangan, pemberdayaan dan pembinaan terhadap Koperasi dan Usaha
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:57:00

2 Hari Berturut-turut, Puluhan Pelajar SMP di Sumbar Kesurupan

BATUSANGKAR - Puluhan pelajar SMP Negeri 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kesurupan, Rabu (16/1) pagi. Aktivitas belajar-mengajar di sekolah terpaksa dihentikan karena selur
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:53:53

Google Hapus Aplikasi yang Minta Izin Akses SMS

JAKARTA - Ketika Anda meng-install sebuah aplikasi, maka aplikasi Android itu bisa saja meminta izin kepada Anda. Misalnya, meminta izin untuk mengakses pesan atau foto di ponsel Anda. Hal yang mencuri
 
Berita Lainnya
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:21:17

Fahri Pimpin Rapat Bersama Mendagri Bahas Pekerja Migran

JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, memimpin rapat kerja (raker) bersama sejumlah kementerian dan lembaga. Rapat membahas soal pekerja migran Indonesia.Rapat digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jaka
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:12:28

Jelang Debat, Grace Yakin Jokowi Ungguli Prabowo

JAKARTA - Calon presiden petahana Joko Widodo menggelar pertemuan dengan pimpinan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yakin jagoan
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 10:32:52

Fadli Hingga Dhani Bikin Klip Selawat Perjuangan Lawan Kezaliman

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bersama rekan-rekan politiknya kembali meluncurkan klip musik. Kali ini, klip tersebut diberi judul 'Shalawat Perjuangan Melawan Kedzali
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 10:14:50

TKN Jokowi ke Amien Rais yang Ancam Gempur KPU: Jangan Lebay

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengancam akan menggempur KPU jika ada kecurangan dalam Pemilu 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Amien tidak berl
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 09:53:54

Kapolres di Sumsel Pakai Narkoba, Ahli Pidana: Hukuman Harus Berat

JAKARTA - AKBP Agus Setiawan dicopot dari jabatan Kapolres Empat Lawang karena hasil tes urinenya positif narkoba. Pakar hukum pidana Prof Hibnu Nugroho menganggap perilaku kapolres tersebut sudah keterla
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 16:55:13

Jokowi Bersih, Komitmen Berantas Korupsi

JAKARTA Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, menyatakan, program Jokowi-Ma'ruf dalam hal pemberantasan korupsi telah dijabarkan secara detil dalam visi misi. Ia m
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 16:12:34

Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Bukan untuk Gaya-gayaan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengajukan pertanyaan pada dirinya sendiri saat dia baru menjadi orang nomor satu di negeri ini. "Jokowi, kamu hendak melakukan apa dalam lima tahun ke depan
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 15:37:50

Sandiaga Bela Prabowo yang Dikritik Presiden PKS Soal Durasi Pidato

TANGGERANG - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno membela Prabowo Subianto atas kritikan Presiden PK Sohibul Iman. Calon presiden (capres) nomor urut 02 itu dikritik Sohibul terlalu
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 15:25:25

Amien Bicara Korupsi Infrastruktur dan Kepala Negara Dibawa ke Pengadilan

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyebut telah terjadi mega korupsi infrastruktur di negeri ini. Amien juga berbicara mengenai kepala negara yang dibawa ke pengadilan.Amien dalam paparan
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 15:05:06

Fahri Samakan Pidato Prabowo dengan Sukarno, PDIP: Jauh!

JAKARTA - Fahri Hamzah menyamakan gaya orasi Prabowo Subianto dengan Presiden RI pertama, Sukarno. PDIP menyebut penilaian Fahri melenceng."Jauh amat. Bung Karno the best orator ever dalam semua kat
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 14:58:57

Alasan di Balik Dukungan Para Aktivis Islam kepada Prabowo

JAKARTA - Meskipun Prabowo Subianto telah mengakui punya pengetahuan yang minim tentang Islam, belum menjalankan ritual Islam dengan baik, dan tumbuh di lingkungan abangan, toh banyak tokoh dan ormas Islam teta
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 14:41:41

KPU: Dalam UU Tak Ada Tes Baca Alquran, Kami Serahkan ke Paslon

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan ide tes baca Alquran bagi capres-cawapres yang dicetuskan Ikatan Dai Aceh (IDA) tidak ada diatur dalam UU Pemilu maupun Peraturan KPU (PKPU). KPU
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 14:38:13

PNS Kemenag Kena OTT Dana Bangun Masjid Pascagempa NTB

MATARAM - Petugas Kepolisian Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap salah seorang pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat, berinisial BA. OTT diduga terkait
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 11:50:41

Bawaslu Juga Kaji Dugaan Pelanggaran Prabowo Bicara Visi Misi di TV

JAKARTA - Bawaslu bakal mengkaji penyampaian visi misi calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto yang disiarkan sejumlah stasiun televisi (TV). Kajian itu dilakukan untuk mengecek ada tidaknya pe
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 11:35:11

Warung Markobar Gibran di Solo pun Dipepet Posko Prabowo

SOLO - Satu lagi posko BPN Prabowo-Sandiaga didirikan di Solo. Kali ini posko tersebut nempel di warung Markobar milik putera sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.Ketua Badan Pemenangan Prabowo
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top