Jumat, 12 Oktober 2018 | 16:22:29
Nasional

Make Indonesia Great Again Jadi Polemik, Sandiaga: Kenapa Alergi?

Sebarkan:
Detik.com
Sandiaga Uno saat berada di Bantul hari ini.
Bantul - Capres RI nomor urut 02 Prabowo Subianto singgung slogan kampanye Presiden AS, Donald Trump dan bicara 'Make Indonesia Great Again'. Cawapresnya, Sandiaga Uno menilai slogan itu bisa cocok dengan slogan mereka selama ini yakni 'Indonesia Adil Makmur'.

"Slogan itu kan lihat bagaimana reaksi masyarakat, kalau masyarakat sangat positif terhadap slogan itu bisa digunakan sebagai slogan tambahan. Kan 'Make Indonesia Great Again' artinya kembalikan kejayaan Indonesia. Itu bisa cocok dengan slogan kita 'Indonesia Adil Makmur'," kata Sandiaga.

Hal ini disampaikan Sandiaga di sela-sela berswafoto dengan pegiat sosmed di Kampung Mataraman, Bantul, Jumat (12/10/2018).

Saat ditanya wartawan tentang penilaian bahwa Prabowo membuntuti strategi Trump, Sandiaga membantahnya.

Menurutnya, dalam slogan tersebut terdapat sisi baiknya dan hal itu yang bisa diterapkannya dalam membangun Indonesia khususnya dari segi perekonomian.

"Kalau ada sisi baiknya (dalam slogan itu) kenapa kita alergi ikuti yang baik. Yang jelas kita tinggalkan itu (SARA dan rasis), kan Pak Prabowo sangat konsisten tidak gunakan isu SARA," ucapnya.

"Karena kita mau Indonesia itu menyelenggarakan ekonominya bebas aktif, dan kita harus pastikan perlindungannya juga sesuai pasal 33," lanjutnya.

Diakuinya bahwa perekonomian di Indonesia telah tumbuh, tapi masih terdapat dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan semuanya berkaitan dengan masalah ekonomi. Kedua pekerjaan rumah tersebut antara lain adalah masalah lapangan pekerjaan dan biaya hidup semakin tinggi.

"Jadi harapannya Indonesia bisa menyelesaikan dua masalah ekonomi itu. Ke depannya juga seperti yang dikatakan Sultan tadi, kalau setiap kali berganti pemerintah tidak perlu mengubah semua, yang bagus diteruskan dan yang belum kita perbaiki. Intinya ingin memajukan Indonesia di sektor ekonomi," katanya.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:22:43

Fadli Zon Bela Ahmad Dhani: Masak Ngomong Idiot Jadi Tersangka?

Jakarta - Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik oleh Polda Jatim. Fadli Zon mengkritik penetapan status tersangka kompatriotnya di Gerindra ini."Saya kira hukum jadi nggak netr
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:20:52

Harga Telur Ayam Merosot di Tengah Mahalnya Jagung

SOLO - Paguyuban Peternak Ayam Petelur Solo menggelar aksi unjuk rasa terkait harga telur ayam jauh di bawah harga pokok produksi (HPP). Aksi yang digelar di Bundaran Gladak, Solo, mereka juga membawa sejuml
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:09:25

Ahmad Dhani Melawan: Ini Negara Cebong atau Pancasila?

Jakarta - Polisi menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik. Ahmad Dhani berang dirinya ditetapkan tersangka. Dhani heran kebenciannya pada suatu hal yang buruk dinilai menyalahi at
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:06:36

Beli 51% Saham Freeport, Inalum Jamin Tak Gadai Aset Negara

JAKARTA ? Pemerintah belum sepenuhnya menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Bahkan dalam proses negosiasi divestasi saham Freeport itu, ada banyak isu dan komentar yang muncul dari kalangan politisi
 
Berita Lainnya
Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:15:07

Polisi Mulai Susun Berkas Kasus Hoax Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Jakarta - Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah menganalisis seluruh keterangan tersangka Ratna Sarumpaet dan saksi dalam kasus hoax penganiayaan. Penyidik selanjutnya menuangkan kesi
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:12:47

Polri: Ada 5 Tembakan ke Gedung DPR, tapi Peluru yang Ketemu 4

JAKARTA ? Kepala Bidang Pusat Balistik Metalurgi Laboratorium Forensik Polri Ulung Kanjaya mengungkapkan bahwa tersangka meletuskan lima kali tembakan ke arah Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta yang mengenai
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:32:01

Status Jadi Istri Siri Irwandi Yusuf Terungkap, KPK Panggil Steffy Burase

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil ulang mantan model cantik Steffy Burase pada hari ini. Sedianya, Steffy akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Gu
 
Kamis, 18 Oktober 2018 | 10:49:57

Ipda Rochmat Ternyata dapat Penghargaan Palsu Mengatasnamakan PBB

Surabaya - Ipda Rochmat Tri Marwoto, anggota Brimob Madiun berprestasi karena menjadi orang tua asuh dari 79 anak baru saja menerima penghargaan dari United Nations Information Centre (UNIC) pada Senin (1
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 13:22:51

Hindari Terulang Peluru Nyasar, Lapangan Tembak Diusulkan Dipindah

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan agar pengelola Gelora Bung Karno (GBK) memindahkan lokasi  lapangan tembak baru ke tempat lain yang lokasinya jauh dari gedung DPR. Sebagai simbol tert
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:23:53

Doa PKS untuk Prabowo: Terus Berani Wujudkan Indonesia Adil Makmur

Jakarta - Capres sekaligus Ketum Gerindra Prabowo Subianto hari ini berulang tahun ke-67. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera punya doa khusus untuk Prabowo."Untuk Pak Prabowo, sehat selalu. Terus berani dan kok
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 10:16:56

Ultah ke-67, Prabowo Fokus Galang Bantuan untuk Sulteng dan Lombok

Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto hari ini genap berusia 67 tahun. Namun Prabowo tidak melakukan perayaan khusus atas hari lahirnya karena mengaku prihatin dengan korban bencana gempa bumi d
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 14:02:07

Bupati Neneng Diciduk KPK, Pemkab Bekasi Pastikan Layanan Berjalan

Bekasi - Pemkab Bekasi memastikan pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa meski Bupati Neneng Hassanah Yasin dan sejumlah pejabat diciduk karena dugaan suap Meikarta"Tentunya semua kita prihatin atas
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:37:05

Bareng Anies, Jokowi Cek Fasilitas Penyandang Disabilitas di GBK

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau fasilitas penunjang untuk penyandang disabilitas. Peninjauan dilakukan di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.Jokowi tiba di Kompleks GBK, Jakart
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:06:44

Penembak Gedung DPR, Anggota Perbakin Tangsel

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan peluru nyasar yang menembus ruangan anggota Fraksi Gerindra dan Fraksi Golkar di lantai 13 dan 16 Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, S
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:04:12

Fluktuasi Harga BBM Bukan Pelanggaran Konstitusi

JAKARTA - Fluktuasi harga BBM jenis premium bukanlah pelanggaran konstitusi sebab harga premium berbeda dengan harga BBM jenis Pertamax. Harga BBM jenis premium masih memperoleh subsidi dari pemerintah, tap
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:29:51

TNI AL Akan Bentuk Komando Armada Gabungan Setara Kostrad

JAKARTA - Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) akan membentuk komando armada (Koarmada) gabungan yang nantinya membawahi tiga komando utama, yakni Koarmada I, Koarmada II dan Koarmada III. "Ini mas
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 15:25:50

Teuku Fadhilatul Akui Transfer Uang Rp 1 Miliar ke Steffy Burase

Jakarta - Teuku Fadhilatul Amri mengaku pernah mentransfer uang sekitar Rp 1 miliar untuk Fenny Steffy Burase. Namun Amri tidak mengetahui tujuan transfer uang tersebut.Amri merupakan keponakan Saiful Bahri
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 14:37:32

Polisi Panggil Dahnil Anzar Jadi Saksi Ratna Sarumpaet Besok

Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya memanggil koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil akan dimintai keterangan sebagai
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 14:20:12

Pengacara Habib Rizieq Anggap Praperadilan Diajukan Sukmawati Bernuansa Politis

BANDUNG - Sidang gugatan praperadilan atas SP3 atau penghentian kasus penistaan Pancasila dengan terlapor Habib Rizieq Sihab yang diajukan Sukmawati Soekarnoputri kembali digelar di Pengadilan Negeri Band
 
 
 
Terpopuler

1

13 Okt 2018 11:19 | 467 views
Nasional
Indonesia Dikepung Cincin Api, Ini Titik-Titik Rawan Gempa

3

11 Okt 2018 16:44 | 162 views
Nasional
Kasus Guru Nelty, PDIP DKI Soroti Pembinaan Disdik

4

11 Okt 2018 16:41 | 156 views
Nasional
Ratna Sarumpaet Curhat Trauma Kasus Makar
 
 
 
 
 
 
Top