Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:07:19
Nasional

Datangi Polda Metro, Farhat Tanya Perkembangan Kasus Hoax Ratna

Sebarkan:
Detik.com
Jakarta - Politikus PKB Farhat Abbas mendatangi Polda Metro Jaya. Farhat ingin menanyakan perkembangan kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

"Hari ini saya koordinasi tentang saksi dan jadwal pemeriksaan lanjutan untuk laporan kita terhadap 17 orang terlapor," kata Farhat di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Farhat melaporkan 17 orang terkait kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet ke Bareskrim Polri. Namun, menurut dia, laporan tersebut dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

"Karena saya dapat informasi semua laporan fokus di Polda Metro Jaya, baik yang di Bareskrim, keterkaitannya menjadi satu berkas," ujarnya.

Farhat meminta polisi tak hanya memproses hukum pihak yang membuat kebohongan, tapi juga orang yang menyebarkan kabar bohong tersebut. Menurut dia, aturan untuk menjerat orang yang menyebarkan kabar hoax sudah jelas tertuang dalam UU.

"Kita minta agar segera pihak kepolisian bisa memperlakukan sama orang-orang yang menyebarkan hoax, orang-orang yang memprovokasi kampanye hitam ini dengan pembohong juga. Sebenarnya, kalau bicara sederhana saja, orang yang berbohong harusnya dihukum," ucapnya.

"Orang yang mau dibohongi dan menyebarkan kebohongan juga harus dihukum lebih berat lagi. Cuma untuk pasal tersebut ancaman hukumannya pembohongnya 10 tahun, orang yang baik disengaja maupun tidak disengaja menyebarkan kebohongan itu dihukum hanya 3 tahun," tambah Farhat.

Selain itu, Farhat meminta polisi mentersangkakan para pihak yang terlibat dalam penyebaran kabar hoax penganiayaan Ratna. Dia khawatir pihak-pihak tersebut melarikan diri.

"Jadi harapan kita, segera semua saksi diperiksa, kemudian dipanggil mereka. Ditetapkan sebagai tersangka, kalau perlu, nggak dipanggil-panggil lagi. Takutnya ketujuh belas orang ini melarikan diri, menghilangkan barang bukti, bahkan membuat opini-opini yang menyudutkan, termasuk membuat laporan terhadap saya di Mabes Polri," imbuhnya.

Farhat, yang tergabung dalam Komunitas Pengacara Indonesia Pro-Jokowi (Kopi Pojok), melaporkan sejumlah tokoh terkait kebohongan Ratna. Selain Kopi Pojok, pihak-pihak yang melaporkan adalah relawan Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), Biar Pak Jokowi Saja (BPJS), dan Saya Tetap Memilih Jokowi (STMJ).

Laporan tersebut sebelumnya disampaikan di gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (3/10). Tujuh belas orang tersebut dilaporkan atas kasus dugaan ujaran kebencian dengan nomor laporan LP/B/1237/X/2018/BARESKRIM.

Berikut ini 17 orang yang dilaporkan Farhat cs:

1. Prabowo Subianto
2. Sandiaga Uno
3. Ratna Sarumpaet
4. Fadli Zon
5. Rachel Maryam
6. Rizal Ramli
7. Nanik S Deyang
8. Ferdinand Hutahaean
9. Arief Poyuono
10. Natalius Pigai
11. Fahira Idris
12. Habiburokhman
13. Hanum Rais
14. Said Didu
15. Eggi Sudjana
16. Captain Firdaus
17. Dahnil Anzar Simanjuntak



(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:23:09

Persiapan Rampung, Besok Konferkab PWI Bengkalis Akan dibuka

BENGKALIS - Persiapan Konfrennsi Kabupaten (Konferkab) PWI Bengkalis rampung seratus persen sehari menjelang hari Pelaksanaaan besok, Minggu (21/10/2018) malam. Seluruh persiapan non teknis dan teknis sudah mat
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 21:16:07

Kematian Pemuda Parit 6 Teluk Pinang, Keterangan Keluarga Berbeda dengan Pihak Kepolisian

TELUKPINANG - Terkait dengan pemberitaan sebelumnya yang dilakukan oleh spiritriau.com tentang ditemukannya seorang pemuda yang gantung diri di pohon kelapa, Sabtu (15/10/18). Sekira pukul 14:30 wib di Parit 6
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 20:35:51

Goro Bersihkan Kota, Camat Bagan Sinembah Ajak Warga Jaga Kebersihan

ROKANHILIR-Camat Bagan Sinembah Sakinah SSTP MSI bersama jajaran dan Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Bagan Sinembah menggelar gotong royong membersihkan trotoar dan median jalan.Dalam kegiatan itu, camat bersa
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 17:33:18

Geger...! Pemuda Parit 6 Kelurahan Teluk Pinang Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa

TELUKPINANG - Masyarakat Parit 6 Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) digegerkan dengan salah seorang pemuda yang gantung diri di pohon kelapa, Sabtu (15/1
 
Berita Lainnya
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 16:14:28

Hanura: Jangan Harap Anies Komunikasi dengan Walkot Bekasi

Jakarta - Partai Hanura ikut menyindir komunikasi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal pengelolaan sampah di Bantargebang. Menurut Hanura, Anies adalah tipikal orang yang segala sesuatu berdasarkan buku
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 16:11:29

Suap Bakamla, KPK kesulitan lacak keberadaan Ali Fahmi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kesulitan melacak keberadaan saksi kasus dugaan suap proyek satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla), Ali Fahmi. Kader PDI Perjuangan itu merupakan Staf Khus
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 15:56:07

Maruf Amin: Zaman Jokowi Kasus HAM Dapat Perhatian

Jakarta - Cawapres Ma'ruf Amin bicara soal pandangan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang menyebut pemerintah tidak sepenuhnya menangani kasus pelanggaran hak asasi ma
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 15:38:39

4 tahun Jokowi-JK, Rommy: Perbaikan Itu Nyata

Jakarta - Hari ini, Sabtu (20/10/2018), pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) genap berusia 4 tahun. Selama 4 tahun terakhir, Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy, menilai Jokowi-JK berhasil menunjukkan ke
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 14:52:54

Kiai Maruf Amin Lelang Sorban di Konser Nasyid untuk Bantu Korban Gempa-Tsunami

JAKARTA - Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menghadiri Konser Nasyid dan Salawat untuk kerukunan bangsa di Istora Senayan, Jakarta Pusat, bersama istrinya Wury Estu Handay
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 14:49:42

Polemik Sampah DKI, Walkot Bekasi: Kami Minta Anies Gentle Datang

Jakarta - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berharap polemik sampah DKI Jakarta bisa segera diselesaikan. Dia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera datang langsung berkomunikasi."Kami meminta gub
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 13:58:32

Polemik Dana Kelurahan Cair 2019, Ini Jawaban Jokowi

Semarang - Presiden Joko Widodo menanggapi soal polemik Dana Kelurahan yang direncanakan cair pada tahun politik 2019. Menurutnya pencairan harus melalui persetujuan dewan dan jatuh pada tahun 2019.
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 13:54:56

Polisi Minta Imigrasi Cegah Ahmad Dhani ke Luar Negeri

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Polda Jawa Timur sudah mengirimkan status cegah tangkal terhadap musisi Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani ke
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 13:45:20

Jokowi Bicara Soal Hoax yang Terpa Dirinya kepada Santri

Semarang - Presiden Joko Widodo bicara soal hoax dan fitnah yang sering muncul jelang pemilihan umum. Ia pun memberitahu sikapnya terhadap hoax yang kerap menyasar dirinya.Di hadapan ratusan santri
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:43:40

Bawaslu Buka Kemungkinan Periksa Timses Jokowi soal Iklan Rekening

Jakarta - Bawaslu menyelidiki dugaan pelanggaran kampanye terkait pemasangan iklan rekening kampanye pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di media cetak. Bawaslu masih akan lebih dulu meminta keter
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:26:35

Giliran Hanum Rais Kena Getah Hoax Ratna Sarumpaet

Jakarta - Hanum Rais diadukan ke Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) terkait hoax Ratna Sarumpaet. Putri Amien Rais itu dinilai ikut menyebarkan hoax penganiayaan Ratna."Hari ini kami l
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:16:06

MPR: Demokrasi di Indonesia Berbiaya Mahal

Yogyakarta - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengakui demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang berbiaya mahal. Dia mencontohkan, ketika ditawari maju menjadi gubernur Kaltim, dia menghitung sedikitnya per
 
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:04:31

Pencairan Dana Kelurahan di Tahun Coblosan Perlu Diawasi Ketat

Jakarta - Janji Presiden Joko Widodo yang menyatakan dana kelurahan akan cair di tahun coblosan atau tahun 2019 menuai banyak pro dan kontra. Pemerhati pemilu memandang pencairan dana kelurahan di tahun p
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:15:43

BURT Minta Lapangan Tembak Direlokasi

JAKARTA - Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI akan meminta relokasi Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. Permintaan tersebut akan disampaikan dalam rapat gabungan dengan Kapolri, Setneg dan Perbakin, pad
 
Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:06:27

Selain Jokowi, Prabowo Juga Masuk 500 Muslim Berpengaruh Sedunia

Jakarta - Tak hanya calon presiden Joko Widodo, nama capres Prabowo Subianto juga masuk dalam daftar 500 Muslim Dunia Paling Berpengaruh Tahun 2019. Prabowo bahkan masuk dalam daftar nama yang sering munc
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top