Terverifikasi Dewan Pers
 
Jumat, 14 September 2018 | 16:53:13
Nasional

Polisi tak menahan Nur Mahmudi karena kooperatif saat diminta keterangan

Sebarkan:
Merdeka.com
JAKARTA - Polisi menangguhkan penahanan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail usai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jalan Nangka Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (13/9) kemarin. Penangguhan penahanan dikabulkan setelah kepolisian menilai Nur Mahmudi kooperatif pada saat dimintai keterangan.

"Subjektivitas penyidik ya. Dan tidak wajib, tidak harus, tapi itu subjektivitas penyidik ya, yang bersangkutan kooperatif pda saat dimintai keterangan. Itu semua adalah kewenangan penyidik terhadap tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/9).

Mantan presiden Partai Keadilan yang kini bermetamorfosis menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu diperiksa sekitar 15 jam sejak pukul 08.30 hingga 23.40 WIB. Nur Mahmudi dicecar 60 pertanyaan selama pemeriksaan.

"Jadi dari pemeriksaan itu ada 60 lebih pertanyaan yang disampaikan, berkaitan dengan perizinan dan juga masalah proses anggaran seperti apa, garis besarnya seperti itu. Kemudian penyidik juga beri hak tersangka, haknya seperti makan siang, salat, dinner, dan pemeriksaan didampingi oleh penasehat hukum," ujar Argo.

Argo mengatakan, sekitar 80 saksi telah dimintai keterangan terkait kasus korupsi ini. Namun, tak menutup kemungkinan saksi lain bakal dimintai keterangan jika dibutuhkan.

"Sudah ada sekitar 80-an saksi yang diperiksa, yaitu saksi ahli, dan ada petunjuk yang didapatkan nanti akan kita cek kembali apakah masih ada keterangan saksi lain yang dimintai keterangan. Seandainya sudah cukup akan segera kita berkas, kita kirim ke kejaksaan," kata Argo.

Diketahui, Nur ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jalan Nangka Kecamatan Tapos Depok. Selain Nur ada satu tersangka lainnya yaitu Harry Prihanto yang merupakan mantan Sekda Depok.

Harry juga sudah diperiksa penyidik sehari sebelum Nur Mahmudi. Keduanya pun sama-sama tidak ditahan oleh penyidik.


(merdeka.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 22 April 2019 | 16:53:21

Jokowi Menang Versi QC, Kapitra Janji Jemput Habib Rizieq Sebelum Lebaran

JAKARTA - Caleg PDIP Kapitra Ampera berjanji akan menjemput Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab jika capres Joko Widodo (Jokowi) dinyatakan menang dalam Pilpres 2019. Kapitra berharap Habib Rizieq segera pulan
Senin, 22 April 2019 | 16:43:39

LG Patenkan Ponsel dengan Tiga Kamera Selfie

JAKARTA- LG mengajukan paten untuk smartphone terbarunya belum lama ini. Paten tersebut menampilkan ponsel LG yang dilengkapi dengan tiga kamera belakang dan tiga kamera depan. Dilansir dari laman GSM Aren
Senin, 22 April 2019 | 16:35:47

Jonan ke Luhut: Beli Mobil Listrik Lebih Cepat Dibanding Bikin Perpres

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku malu karena rancangan peraturan presiden (perpres) kendaraan listrik tidak kunjung selesai. Itu dia ungkapkan di depan Menter
Senin, 22 April 2019 | 16:31:18

Luhut hingga Budi Karya Resmi Luncurkan Taksi Listrik Pertama RI

JAKARTA - Menteri-menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meluncurkan taksi berbahan bakar listrik pertama di Indonesia. Taksi tersebut bakal dioperasikan oleh Bluebird.M
 
Berita Lainnya
Senin, 22 April 2019 | 16:13:40

Soal Pertemuan Luhut-Prabowo, BPN: Kok Semangat Banget? Habis Lebaran Saja

JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah menelepon capres Prabowo Subianto dan bicara soal pemintaan Joko Widodo (Jokowi). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga merasa ada
 
Senin, 22 April 2019 | 16:10:22

Massa Demo KPU soal Hubungan Keluarga Komisioner-Tim BPN

JAKARTA - Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Muslim Indonesia (AMI) menggelar demo di depan KPU RI. Mereka menuntut KPU bersikap netral karena ada dugaan anggota KPU disusupi oleh oknum yang memil
 
Senin, 22 April 2019 | 15:13:20

Prabowo Tertawa Saat Ditelepon Luhut, Janjian Bertemu Sambil Makan Jepang

JAKARTA - Rencana pertemuan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dengan capres Prabowo Subianto masih harus dijadwal ulang. Tapi Prabowo disebut Luhut merespons baik ajakannya bertemu sambil santap b
 
Senin, 22 April 2019 | 14:54:58

Pesan Luhut ke Prabowo: Jangan Dengerin Pikiran yang Tak Jelas Basisnya

JAKARTA - Utusan Jokowi, Luhut Binsar Pandjaitan sudah menelepon capres Prabowo Subianto untuk menjadwalkan pertemuan pasca-Pilpres. Lewat telepon, Luhut juga menyelipkan pesan agar Prabowo tak
 
Senin, 22 April 2019 | 14:26:05

BPN Tegaskan Tak Palsukan C1 Menangkan Prabowo!

JAKARTA - Isu beredarnya foto C1 palsu yang diduga untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, dibantah tegas oleh Badan Pe
 
Senin, 22 April 2019 | 14:17:49

Pasca-Bom Sri Lanka, Polri Perkuat Monitoring dan Pengamanan

JAKARTA - Polri meminta masyarakat tetap tenang pasca-bom di Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 290 orang. Polri mengatakan ancaman teroris dalam negeri sudah diantisipasi sejak jauh hari oleh
 
Senin, 22 April 2019 | 13:29:23

WNI Pro-Prabowo Malaysia Temui Fadli Zon di DPR, Adukan Surat Suara Tercoblos

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menerima aduan dari WNI yang menetap di Malaysia terkait peristiwa surat suara tercoblos. Mereka yang mengadukan peristiwa itu mengaku terlibat dalam penggere
 
Senin, 22 April 2019 | 13:27:06

Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 02/TP Melaksanakan Patroli dan Sosialisasi

ROHIL-  Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02/Tanah Putih (TP) Serka Seman, dan Serda Yohanes Wahyu Yanta, melaksanakan patroli dan
 
Senin, 22 April 2019 | 11:46:59

BPN Prabowo Tak Setuju Jurdil2019 Diblokir tanpa Peringatan

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberikan tanggapan tentang pemblokiran dan pencabutan izin situs Jurdil2019. BPN menilai seharusnya ada mekanisme peringatan
 
Senin, 22 April 2019 | 11:23:09

Sidang Perdana Praperadilan Romahurmuziy Ditunda

JAKARTA - Sidang perdana praperadilan mantan Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) ditunda. Sidang ditunda karena KPK, selaku tergugat, mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti.Sidang perdana praperadilan Ro
 
Senin, 22 April 2019 | 10:16:45

Real Count KPU 14%: Jokowi-Amin 54,91% Prabowo-Sandi 45,09%

JAKARTA - Data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 14%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU' mencatat Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul atas P
 
Senin, 22 April 2019 | 09:22:12

BPN: Langkah Bupati Madina Sebaiknya Diikuti Bupati Pro-Jokowi Lain

JAKARTA - Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution mengajukan pengunduran diri karena capres petahana Joko Widodo (Jokowi) kalah di wilayahnya. Badan Pemena
 
Minggu, 21 April 2019 | 11:17:41

Benarkah Jokowi Tak Bisa Menang Pilpres meski Raih 51 Persen Suara Lebih? Begini Faktanya

JAKARTA-Benarkah Jokowi Tak Bisa Menang Pilpres Meski Raih 51 Persen Suara Lebih? Begini Faktanya JAKARTA-Beredar sebuah tulisan soal paslon 01, Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin yang diisukan tidak bisa memenan
 
Minggu, 21 April 2019 | 10:35:58

Kumpulan Ucapan Hari Kartini 2019

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setiap tahunnya.Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan atas segala jasa perempuan di sekeliling Anda, satu diantaranya dengan memberi uca
 
Sabtu, 20 April 2019 | 16:55:13

BPN Tepis soal Utusan, Jokowi: Tanya Langsung ke Prabowo

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menepis apabila capres Joko Widodo (Jokowi) sudah mengirim utusan untuk bertemu capres nomor urut 02 tersebut. Apa respons Jokowi?"Tanyakan la
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top