Iklan Sosial
 
Rabu, 11 Juli 2018 | 16:19:44
Nasional

KPK kembali geledah kantor Dinas Pendidikan dan Kesehatan terkait OTT Gubernur Aceh

Sebarkan:
KPK geledah kantor Dinas Pendidikan dan Kesehatan Aceh.

ACEH-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah kantor Dinas Pendidikan (Dinpend) dan Kesehatan (Dinkes) Aceh, Rabu (11/7). KPK sebelumnya juga menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Aceh kemarin dan menyita sejumlah dokumen.

Penggeledahan ini lanjutan untuk melengkapi berkas atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan permintaan fee Dana Otonomi Khusus (otsus) Aceh 2018 yang menyeret Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi dan dua tersangka lainnya.

Pantauan merdeka.com, sejak pukul 10.00 WIB penyidik KPK melakukan penggeledahan Dinpend dan Dinkes Aceh. Bahkan ruang kerja Kepala Dinpend Aceh sempat disegel oleh penyidik KPK. Penyidik KPK juga sempat menggeledah kantor B Dinpend Aceh.

Penggeledahan selesai dilakukan oleh penyidik KPK sekira pukul 13.40 WIB. Ada empat mobil keluar dari kantor B Dinpend Aceh. Ada sejumlah dokumen tambak diangkut oleh penyidik menggunakan mobil tersebut yang dikewal ketat oleh personel Satuan Brimob Polda Aceh.

Kepala Dinpend Aceh, Syaridin membenarkan ada penggeledahan di kantornya. Namun dia mengaku tidak mengetahui secara detail karena sedang berada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Saya sedang mengikuti kegiatan di Kementerian PK di Jakarta, saya dikabari iya," kata Syaridin melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan penyidik KPK menggeledah beberapa kantor dinas di Aceh. Di antaranya kantor Dinpend dan Dinkes Aceh sejak tadi pukul 10.00 WIB. Ada sejumlah dokumen-dokumen proyek telah diamankan.

"Sejauh ini ditemukan dokumen-dokumen proyek seperti dokumen pelaksanaan anggaran Dinas Kesehatan Aceh dengan nilai Rp 1,15 triliun," ungkap Febri Diansyah melalui WhatsApp.

Namun Febri tidak menjelaskan secara detail dokumen-dokumen tersebut. Namun KPK saat ini sedang menangani kasus suap Dana Otonomi Khusus (DOK) tahun 2018 yang melibatkan Irwandi Yusuf dan Ahmadi dan dua tersangka lainnya. Keempat tersangka tersebut sudah ditahan oleh KPK sejak seminggu lalu.

Kata Febri, penyidik KPK saat ini terus menemukan bukti-bukti yang menguatkan tentang dugaan suap terkait dengan alokasi anggaran DOK Aceh tahun 2018.

"Kita telah menemukan bukti-bukti yang semakin menguatkan," tukasnya.


(Merdeka.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 16 November 2018 | 10:53:58

Butuh Kejelasan, Vicky Prasetyo Minta Angel Lelga Hadir Sidang Cerai

JAKARTA - Vicky Prasetyo meminta Angel Lelga untuk hadir dalam sidang cerai mereka. Dia merasa butuh kehadiran Angel untuk segera menentukan arah rumah tangga mereka dengan berbicara empat mata lewat medi
Jumat, 16 November 2018 | 10:50:59

Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Riau

Bengkalis - Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) terjerat di perangkap babi di Desa Batang Duku Kabupaten Bengkalis, Riau. Beruang terperangkap dalam jeratan yang sengaja dipasang warga di lokasi."Be
Jumat, 16 November 2018 | 10:45:37

Twit SBY Dianggap Jawab Kegalauan Pendukung Prabowo

JAKARTA - Dua mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti visi misi Prabowo Subianto. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satri
Jumat, 16 November 2018 | 10:40:07

Belum Bisa Dievakuasi, Harimau Terjebak di Kolong Ruko Diberi Ayam

Indragiri Hilir - Sudah dua hari harimau Sumatera terjebak di kolong ruko di Pasar Pulau Burung, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Harimau diberi makan daging ayam."Harimau tersebut belum bisa kita e
 
Berita Lainnya
Jumat, 16 November 2018 | 10:34:22

Sandiaga Ungkap Kampanyenya Selama 3 Bulan Habiskan Rp 30 M

Sleman - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengungkapkan besaran biaya kampanye Pilpres 2019 yang sudah dikeluarkan paslon Prabowo-Sandi. Sandi menyebut dalam 2-3 bulan ini tim kampanyenya sudah mengel
 
Kamis, 15 November 2018 | 16:32:55

Mendagri: Lama-Lama Camat Antara Ada dan Tiada

JAKARTA ? Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional Camat Regional III Tahun 2018, yang fokus pada tema besar Penguatan Penyelenggaraan Pemerinta
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:51:42

Minta Maaf Langkahi Makam, Sandi akan Temui Keluarga Pendiri NU

Jakarta - Ketum PBNU KH Said Aqil menyarankan cawapres Sandiaga Uno meminta maaf soal insiden melangkahi makam pendiri NU KH Bisri Syansuri kepada pihak keluarga secara langsung. Sandi menyanggupi s
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:44:51

Jaksa KPK ke Pengusaha Kotjo: Jatah Fee Novanto Kenapa Besar?

Jakarta - Jaksa KPK menampilkan tulisan pembagian jatah fee untuk beberapa pihak terkait proyek PLTU Riau-1. Bos Blackgold Natural Resources Ltd, Johanes B Kotjo, membenarkan ada rencana pembagian j
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:21:56

Jokowi Ingin Tingkatkan Kerja Sama Maritim ASEAN-India untuk Pastikan Terwujudnya Keamanan

JAKARTA ? Kerja sama maritim harus ditingkatkan untuk memastikan terwujudnya keamanan, sehingga memperkuat pertumbuhan ekonomi dan perdamaian serta stabilitas. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Wid
 
Kamis, 15 November 2018 | 10:50:33

KPK: Boediono Dimintai Keterangan Terkait Century

Jakarta - Mantan wakil presiden Boediono mendatangi KPK. Kedatangannya terkait penyelidikan kasus Century."Ada kebutuhan permintaan keterangan terkait kasus Century," kata Kabiro Humas KPK Febri Dia
 
Kamis, 15 November 2018 | 10:17:52

KPK Mulai Lirik Kesaksian DPRD Kabupaten Bekasi Terkait Meikarta

JAKARTA - Penyidik KPK mulai mengincar keterangan DPRD Kabupaten Bekasi berkaitan dengan perkara suap perizinan proyek Meikarta. Tampak dari pemanggilan seorang anggota DPRD Kabupaten Bekasi bernama
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:34:10

Pemasang Disuruh Pusat, Siapa Kreator Poster Raja Jokowi?

JAKARTA - Sutradara penyebaran poster dan stiker bergambar petahana Joko Widodo dengan kostum raja Jawa masih menjadi misteri. Pemasang atribut 'Raja Jokowi' sendiri mengatakan pemasangan dilakukan
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:06:44

Pengacara Habib Rizieq: Pengaruh HRS Lebih Luas Dari Pada UAS

Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai pengaruh imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) sudah berkurang dibandingkan Ustaz Abdul Somad (UAS). Pengacara Habib Rizieq, Sug
 
Rabu, 14 November 2018 | 16:44:58

38 Kg Sabu Jaringan Internasional Gagal Beredar, 4 Tersangka Ditangkap

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali berhasil mengagalkan upaya penyelundupan Narkotika narkotika jenis sabu sebanyak 38 kilogram dan 30.000 butir ekstasi di perairan Langsa Aceh. Adapun oper
 
Rabu, 14 November 2018 | 16:33:08

UAS Ulama Paling Berpengaruh Versi LSI, Habib Rizieq Nomor 5

Jakarta -Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei mengenai ulama yang mempunyai pengaruh elektoral dan imbauannya paling didengarkan masyarakat. LSI menyebut Ada 5 ulama yang paling berpengar
 
Rabu, 14 November 2018 | 16:27:56

Ulama NU Serukan Digelar Muktamar Luar Biasa Pilih Rais Aam

Jombang - Puluhan ulama Nahdliyyin kembali menggelar pertemuan (halaqah) yang ke dua di Ponpes Chasbullah Bahrul Ulum, Jombang. Dalam pertemuan ini, para ulama salah satunya sepakat hJuru bicara
 
Rabu, 14 November 2018 | 15:10:19

Sambil Ketawa, Moeldoko: Kubu Prabowo-Sandi Pernah Bicara Substansi?

Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko, mentertawakan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengkritisi diksi yang dipakai Jokowi belakangan w
 
Rabu, 14 November 2018 | 15:05:14

JK Ingin Pembangunan Desa Cegah Urbanisasi Besar-besaran

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pembangunan desa melalui dana desa ditujukan untuk mencegah urbanisasi besar-besaran. Itu dilakukan demi menjaga keseimbangan dan pemerataan pembangun
 
Rabu, 14 November 2018 | 11:52:05

Sambil Berdiri di Depan Hakim, Lucas Bantah Larikan Eddy Sindoro

Jakarta - Terdakwa perkara membantu pelarian tersangka KPK Eddy Sindoro, Lucas, membantah dakwaan jaksa. Lucas pun meminta majelis hakim yang mengadilinya untuk menghentikan persidangan atas dirinya
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top