Iklan Sosial
 
Jumat, 6 Juli 2018 | 16:44:02
Nasional

Ditahan KPK, Irwandi Yusuf ungkit jasanya dalam perdamaian Aceh

Sebarkan:
Merdeka.com
Irwandi Yusuf diperiksa KPK.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, selesai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus yang disangkakan padanya. Mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu membeberkan jasa-jasanya kepada Pemerintah Indonesia saat proses perdamaian dengan GAM beberapa waktu lalu.

"Saya hanya mau memberi pernyataan bahwa sebetulnya damainya Aceh dengan NKRI, saham saya besar di situ. Saya ikut mendamaikan, ikut mengumpulkan senjata, ikut berunding, dan akhirnya kayak sekarang," kata Irwandi usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (6/7).

Dia juga menyinggung terkait terobosan-terobosannya saat menjadi Gubernur Aceh.

"Setelah damai dan saya menjadi Gubernur pertama, saya membuat terobosan-terobosan yang banyak. Yang sebagian diadopsi oleh pemerintah pusat seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), dan beberapa hal lain dalam hal lingkungan hidup," tuturnya.

Selain itu, Irwandi juga menyatakan dirinya berjasa dalam mengamankan Aceh dari rongrongan teroris pada 2010 lalu.

"Saya juga berjasa dalam mengamankan pegang masuk ke Aceh dan men-'set up' pelatihan di Aceh di Jalin Janto. Itu informasi ke polisinya pertama sekali masuk dari saya dan informasi lanjutan juga dari saya. Maka teroris di sana tidak bisa beraktivitas dan ke lapangan pun saya ikut. Ada begitu banyak hal yang saya lakukan untuk kebaikan negeri ini," ujarnya.

Bantah korupsi Sementara terkait kasus suap yang menjeratnya, Irwandi membantah ikut terlibat.

"Saya pun tidak tahu masalahnya apa. Ada pengarahan dana dari Bupati Bener Meriah katanya, ke pihak ketiga tanpa perintah saya. Saya tidak pernah minta, tidak pernah menyuruh, tidak pernah menerima. Jadi, dikaitkan dengan saya atau apa, mungkin ada orang yang menyebut nama saya dan didengar oleh KPK tetapi saya sendiri tidak pernah meminta, tidak pernah menyuruh, tidak pernah menerima," tuturnya.

Irwandi dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, bersama dua orang lainnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemprov Aceh.

KPK total menetapkan empat tersangka dalam kasus suap terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

Empat tersangka itu antara lain Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (IY) dan Bupati Bener Meriah Provinsi Aceh Ahmadi (AMD) serta dua orang dari unsur swasta masing-masing Hendri Yuzal (HY) dan T Syaiful Bahri (TSB).

"Diduga sebagai penerima IY, Gubernur Provinsi Aceh, HY swasta, TSB swasta. Diduga sebagai pemberi AMD, Bupati Kabupaten Bener Meriah," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/7) malam.

Diduga, kata Basaria, pemberian oleh Bupati Bener Meriah kepada Gubernur Aceh sebesar Rp500 juta bagian dari Rp1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh terkait "fee" ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) pada Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2018.

"Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari komitmen 'fee' delapan persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dari setia proyek yang dibiayai dari dana DOKA," ucap Basaria Ia menyatakan pemberian kepada Gubernur dilakukan melalui orang-orang dekat Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah yang bertindak sebagai perantara.

"Menurut informasi sementara dari tim lidik kami, pemotongan itu dilakukan sekitar 10 persen yang dua persen untuk tingkat kabupaten kemudian delapan persennya itu adalah untuk tingkat provinsi. Ini kemudian yang dibagi ke mana-mana, kami belum tahu," tuturnya.

Basaria menyatakan tim KPK masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya.

Dalam kegiatan operasi tangkap tangan terkait kasus itu, KPK total mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana, yaitu uang sebesar Rp50 juta dalam pecahan seratus ribu rupiah, bukti transaksi perbankan Bank BCA dan Bank Mandiri, dan catatan proyek.

KPK pun telah menahan empat tersangka itu di empat lokasi yang berbeda selama 20 hari ke depan masing-masing Irwandi Yusuf di Rutan Cabang KPK di belakang gedung Merah Putih KPK, Ahmadi di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, Hendri Yuzal di Ritan Polres Jakarta Pusat, dan T Syaiful Bahri Rutan Polres Jakarta Selatan.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmadi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga penerima Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Merdeka.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 08:41:54

5 Kadis Pariwisata Kabupaten Kota se-Riau teken MoA Pariwisata di Siak

SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak bersama empat pemerintah Kabupaten dan Kota lainnya di Provinsi Riau menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) terkait pembangunan kepariwisataan di Provinsi Riau. Pena
Rabu, 19 September 2018 | 08:39:00

Event Tour de Siak 2018 Magnet Bagi Turis Manca Negara

SIAK - Bupati Siak H Syamsuar pada acara Grand Opening Tour de Siak tahun 2018 yang berlangsung di pentas Siak Bermadah Senin malam (17/918). Mengatakan, event (tdsi) yang di laksanakan tahun ini merupaka
Rabu, 19 September 2018 | 08:36:24

Pemkab Meranti Buka Pendaftaran CPNS 2018, Jumlah Formasi 223 Orang

SELATPANJANG - Kabar gembira bagi putra-putri terbaik Kepulauan Meranti yang berminat menjadi PNS, sebab mulai besok 19 September 2018, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi membuka seleksi pendaft
Rabu, 19 September 2018 | 08:33:29

Syam `Bujuk` Insan Film Nasional Filmkan Negeri Istana

SIAK - Peluang emas untuk "menjual" potensi pariwisata berbasis kesejarahan dan keelokan budaya lewat film diraih Negeri istana, bertepatan dengan didapuknya Bupati Siak H Syamsuar oleh Ketua Badan Ekonom
 
Berita Lainnya
Selasa, 18 September 2018 | 16:45:39

Moeldoko Bertemu Lin Neumann: Demokrat Jangan Baper

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sempat berfoto bersama co-founder media Hong Kong, Asia Sentinel, Lin Neumann, dan disoal Partai Demokrat (PD). Moeldoko meminta PD tidak terbawa perasaan (ba
 
Selasa, 18 September 2018 | 16:16:18

Timses Jokowi Bantah Bikin RBT Jokowi Saja

Jakarta - Informasi terkait ring back tone (RBT) berjudul 'Jokowi Saja' ramai beredar lewat sebuah poster. Timses Jokowi-Ma'ruf Amin membantah RBT itu buatan mereka. "Tidak (dari tim kampan
 
Selasa, 18 September 2018 | 15:38:59

Jokowi: Silakan Beda Pilihan, tapi Jangan Sampai Tak Saling Sapa

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Musyawarah Nasional Ke-1 Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) di Istana Negara. Jokowi dalam pidatonya menyinggung soal perbedaan pilihan yang dija
 
Selasa, 18 September 2018 | 15:36:29

Soal Berita SBY di Asia Sentinel, Johan Budi: Jangan Kaitkan dengan Istana

JAKARTA - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi Sapta Prabowo membantah tudingan bahwa Istana ikut terlibat dalam pemberitaan Asia Sentinel tetang kasus pencucian uang bail-out Bank Century y
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:30:26

KPK: Zulkifli Hasan Diperiksa Terkait Kasus Bupati Lampung Selatan

Jakarta - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyambangi KPK. Rupanya kedatangan Zulkifli sebagai saksi atas panggilan penyidik KPK berkaitan dengan perkara suap adiknya yang juga Bupati Lampung Selatan nona
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:28:03

Garuda Indonesia Gugat Rolls-Royce Rp 640 Miliar

Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia menggugat perusahaan asal Inggris, Rolls-Royce. Garuda menilai Rolls-Royce melakukan perbuatan curang dalam membuat perjanjian sehingga merugikan Garuda.Gugatan itu d
 
Selasa, 18 September 2018 | 09:53:18

Kepala Daerah Dukung Capres, Tak Ada Aturan yang Dilanggar

JAKATRA - Anggota Fraksi PDIP Perjuangan Irma Suryani Chaniago mengingatkan dukungan kepala daerah pernah dilakukan ketika Pemilu 2014. Saat itu Gubernur dan Wagub Jabar Ahmad Heryawan dengan Deddy Miz
 
Senin, 17 September 2018 | 16:20:53

Kemendagri Akan Blokir Data 6 Juta Orang yang Belum Rekam E-KTP

Jakarta - Data Dirjen Dukcapil menyebut terdapat 6 juta penduduk dewasa yang belum merekam data KTP elektronik. Tanpa perekamam KTP elektronik, 6 juta penduduk itu tidak bisa menjalankan haknya pada Pemilu 2019
 
Senin, 17 September 2018 | 15:47:08

Ditolak di Batam, Ratna Sarumpaet minta wartawan tanya alasannya ke Jokowi

BATAM - Aktivis Ratna Sarumpaet mendapat penolakan saat ingin menghadiri Seminar Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di Batam pada Minggu (16/9). Dia menuding pemerintah di balik penolakan itu. Dia meminta
 
Senin, 17 September 2018 | 14:49:00

KPK Periksa Dirut Pertamina

Jakarta - Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati memenuhi panggilan penyidik KPK. Nicke akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap PLTU Riau 1. Nicke tiba di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta S
 
Senin, 17 September 2018 | 13:39:49

Presiden Tinjau Pelatnas Asian Para Games di Sukoharjo*

Sukoharjo - Presiden Joko Widodo meninjau langsung kesiapan para atlet yang akan berlaga di Asian Para Games 2018 pada Sabtu (15/9/2018).Presiden meninjau pelatnas bulu tangkis dan tenis meja yang dipusat
 
Senin, 17 September 2018 | 13:35:34

DPRD Riau Minta Pemerintah Perjuangan Tenaga Honorer Riau

JAKARTA ? Dua legislator Riau selain membawa petisi ke DPR, juga membawa aspriasi terkait status dan nasib tenaga honorer di lingkungan Pemprov Riau kepada Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di di Gedung Nusantara II
 
Senin, 17 September 2018 | 13:32:03

Masyarakat Kalbar Se-Jobadetabek Kumpulkan Donasi untuk Korban Gempa Lombok

JAKARTA - Ribuan warga Kalimantan Barat asal Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi yang berkumpul dalam acara 'Seprahan Seperantauan Masyarakat Kalbar' berhasil menggalang dana  untuk membantu korb
 
Senin, 17 September 2018 | 13:28:35

Song of Victory Asian Para Games 2018 Diluncurkan

JAKARTA - Menyambut Asian Para Games III/2018, Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC), meluncurkan official theme song berjudul Song of Victory. Lagu Song of Victory dicipta
 
Senin, 17 September 2018 | 10:40:07

Hanura: Jangan Terkecoh Istilah Ijtimak Ulama!

Jakarta - Hanura meminta publik tidak terkecoh oleh istilah 'Ijtimak Ulama'. Apa alasannya? "Masyarakat jangan terkecoh deh, dengan istilah 'ijtimak ulama' yang sama sekali tidak ada k
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top