Produk
 
Selasa, 13 Februari 2018 | 08:49:51
Nasional

Golkar : Penyerang Tokoh Agama, Pelakunya Bukan Orang Beriman

Laporan : Joko Prasetyo

Sebarkan:
Joko Prasetyo
JAKARTA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menilai ada upaya sistematis dan terorganisir menyusul terjadinya aksi kekerasan terhadap sejumlah tokoh agama. Tindakan tersebut sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan dan bukan wujud orang beriman.

Ketua DPP Golkar Nusron Wahid   mengecam keras tindakan kekerasan terhadap sejumlah tokoh agama. Kekerasan tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan sudah terorganisir dan sistematis.

"Saya memastikan  kekerasan kepada para ulama, kiai, ustadz, bikshu, dan pastor akhir-akhir ini dilakukan oleh orang gila, ide gila, dan untuk kepentingan politik yang gila. Itu sudah terorganisir yang bertujuan memecah belah bangsa," kata Nusron  kepada pers di gedung DPR Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurut Nusron, pelaku kekejaman itu orang  tidak beriman. "Kalau orang beriman tak akan melakukan kekerasan, namun saling mengasihi dan mencintai sesama umat manusia, " katanya.

Partai Golkar mendesak pemerintah dan aparat keamanan diminta segera mengusut tuntas  kasus tersebut agar masyarakat merasa mendapat perlindungan dari negara. Tujuan para pelaku penyerangan jelas  untuk menciptakan rasa tidak aman, ekonomi tidak jalan dan masyarakat was-was. Ujungnya pemerintah dan aparat keamanan dianggap tidak mampu melindungi warganya.

"Jadi, Golkar minta polisi dan TNI jangan sampai  kalah dengan preman dengan atas nama agama apapun," kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar wilayah Barat tersebut.

Nusron berharap  ada upaya konkret aparat dan pemerintah menghadapi kejahatan terorganisir, orang gila untuk kepentingan yang gila. Bisa gila politik maupun gila kekuasaan, karena peristiwanya beruntun.

Ali Mochtar Ngabalin menambahkan tindakan penyerangan terhadap tokoh agama  itu untuk merusak dan mencederai Pancasila dan demokrasi. "Orang seperti ini tidak layak hidup di NKRI. Kami kutuk keras tindakan brutal dan tidak beradab ini," tegasnya.

"Golkar sudah final terhadap Pancasila, UUD 45 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Oleh karena itu Golkar melihat penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama di luar kepatutan di negara kita, jelas Matias Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Eilayah Indonesia Timur tersebut.
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 25 Februari 2018 | 20:10:58

Dikunjungi Pengurus TP-PKK, Istri Pjs Bupati Inhil Harapkan Bantuan dan Kerjasama

TEMBILAHAN - Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengunjungi istri Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Inhil, Zuheni Dewi Sriyani di Kediaman Di
Minggu, 25 Februari 2018 | 18:32:50

Temui Warga, Pasangan “AYO” Blusukan ke Pasar Tradisional

BAGANSIAPIAPI-Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno (AYO) blusukan ke Pasar Tradisional Pasar Minggu di Labuhan Tangga Besar, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, Minggu (25/
Minggu, 25 Februari 2018 | 17:40:07

Mahasiswa Ciptakan Berbagai Kerajinan Dalam Rangka Ekspo UIN Suska

PEKANBARU-Dalam rangka milad ke 13 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (Uin Suska) Riau yang dibuka pada Sabtu 24/02/2018 oleh Sekertaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof.Nur Syam da
Minggu, 25 Februari 2018 | 16:58:42

Meet and Greet Pemain Film Dilan Meriahkan CGV Transmart Pekanbaru

PEKANBARU-Demam film Dilan masih melanda anak-anak muda di tanah air. Sejak perilisannya Januari lalu, film yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq ini selalu menjadi hot topic. Karena itulah, CGV Transmart P
 
Berita Lainnya
Sabtu, 24 Februari 2018 | 15:22:17

Gelar Pertemuan Tertutup, Loyalis Habib Rizieq Serukan Tiga Tuntutan Ulama

JAKARTA – Loyalis Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang terdiri atas ulama dan para aktivis menggelar Kaukus atau pertemuan tertutup di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/201
 
Sabtu, 24 Februari 2018 | 14:25:14

Akun Twitter Humas Polri Akui Ada Aktivitas Ilegal Soal Cuitan Survei Pilpres

JAKARTA - Akun twitter resmi milik Divisi Humas Mabes Polri sempat menghebohkan warganet lantaran memposting hasil survei pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019. Namun, karena dibanjiri komentar sumbang,
 
Sabtu, 24 Februari 2018 | 13:48:01

Tiba di Kantor Dit Tipid Narkoba Polri, 4 Tersangka Sabu 1,6 Ton Dijaga Ketat

JAKARTA - Empat tersangka beserta barang bukti narkotika jenis Sabu seberat 1,6 ton yang ditangkap di perairan Batam telah tiba di Kantor Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkoba Bareskrim Polri, Cawa
 
Jumat, 23 Februari 2018 | 15:24:15

Polri Tangkap Pelaku Penghina Presiden Jokowi dan Istri di Medsos

JAKARTA - Bareskrim Polri menangkap seorang Wiraswasta yang melakukan penghinaan terhadap terhadap Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Istrinya Iriana Jokowi di Media Sosial. Pelaku ditangkap di T
 
Jumat, 23 Februari 2018 | 09:22:34

Blusukan ke Tabanan, Jokowi Tinjau Proyek Pembangunan Irigasi

TABANAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke proyek padat karya tunai untuk membangun jalan produksi dan irigasi yang melibatkan masyarakat di Desa Kukuh, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan, Bali.
 
Jumat, 23 Februari 2018 | 08:32:11

Pasca Konflik, Hanura Rombak Susunan Fraksi MPR/DPR RI

JAKARTA, Setelah konflik, Partai Hanura akhirnya merombak total pimpinan fraksi MPR/DPR RI. Perombakan ini langsung ditandatangani oleh Ketua umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekjen Herry Lon
 
Kamis, 22 Februari 2018 | 11:38:22

Polri Tangkap Guru Penyebar Hoaks Megawati Larang Adzan di Masjid

JAKARTA - Polisi meringkus seorang oknum guru berinisial SF (35), karena diduga sebagai pelaku penyebar berita bohong atau hoaks di media sosial yang menyebutkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarn
 
Kamis, 22 Februari 2018 | 10:13:48

KPK Cermati Kesaksian Nazaruddin Terkait Keterlibatan Ketua Fraksi di Kasus E-KTP

JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ‎(KPK), Febri Diansyah, mengakui pihaknya memang sedang mendalami dan mencermati kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin di s
 
Kamis, 22 Februari 2018 | 09:30:12

Terkait Penyerangan Pemuka Agama, MUI: Umat Harus Semakin Kuat Menggalang Kebersamaan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah meminta polisi bisa segera mengungkap tuntas kasus penyerangan terhadap sejumlah pemuka agama. "I
 
Kamis, 22 Februari 2018 | 08:46:53

Gempa 4,5 SR Mengguncang Pesisir Barat Lampung

JAKARTA – Gempa mengguncang Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Bandar Lampung, pada Kamis (22/2/2018) dini hari. Gempa tersebut diketahui berkekuatan 4,5 skala Richter (SR). Berdasarkan informasi dari lam
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 14:42:02

Ulama Gandeng Wiranto Tangkal Gerakan Radikalisme

JAKARTA - DPP Ikhwanul Muballighin bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemananan (Menko Polhukam) Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta. Kedatangan para ulama ini bertujuan
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:59:43

Terima Suap Pengadaan Satelit, Eks Pejabat Bakamla Dituntut 5 Tahun Penjara

JAKARTA - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Keamanan Laut (Bakamla) Nofel Hasan dengan hukuman lima tahun penjara subsidair tiga bulan s
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 11:19:37

Bertemu di Istana Batu Tulis, Jokowi-Megawati Bahas Isu Nasional Sambil Santap Nasi Jambal

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan rutin dengan Presiden Jokowi di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/2/2018) malam. Pertemuan yang berlangsung se
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 08:37:38

Marak Penyelundupan Narkoba, Presiden Diminta Segera Membuat Perppu

JAKARTA – Beberapa waktu belakangan ini penyelundupan narkoba ke Indonesia semakin marak terjadi. Caranya pun dilakukan melalui hal-hal yang beragam. Hal itu tentu untuk mengelabui petugas yang selalu men
 
Selasa, 20 Februari 2018 | 23:10:31

Pemekaran Daerah Jangan Jadi Forum Elit Politik Menjadi Kepala Daerah

JAKARTA—Peneliti LIPI Siti Zuhro menyatakan setelah provinsi Papua dan Papua Barat,  Papua memungkinkan dimekarkan tiga provinsi lagi menjadi lima provinsi. Tiga provinsi berikutnya adalah Papua Barat Daya
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top