Terverifikasi Dewan Pers
 
Senin, 15 April 2019 | 09:16:38
Kesehatan

Mengenal UKA, Pengobatan untuk Pasien Penderita Osteoartritis

Sebarkan:
Pengobatan untuk pasien penderita osteoartritis (Foto:Ist)

MANUSIA memang dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat. Tak hanya menjaga organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan hati, namun kesehatan tulang dan sendi pun harus diperhatikan.

Sebagaimana diketahui, seiring berjalannya usia manusia pasti akan bermasalah dengan tulang dan sendi. Salah satu penyakit yang kerap dialami oleh orang lanjut usia adalah osteoartritis yang bisa menyebabkan disabilitas bagi penderitanya.

Sebagaimana diketahui, osteoartritis adalah kondisi penipisan tulang rawan pada sendi. Tulang rawan yang menipis akan menyebabkan tulang di dalam sendiri menjadi saling bersentuhan. Alhasil gesekan tersebut menyebabkan nyeri, bengkak, kaku dan sulit bergerak.

Meski demikian, setiap penyakit pasti memiliki cara untuk mengatasinya. Pada 1968, tindakan penggantian sendi dilakukan dengan teknik Total Knee Arthroplasty yakni mengganti seluruh permukaan sendi lutut dengan implan.

Sayangnya, tidak semua pasien dengan penyakit osteoartritis mengalami kerusakan di seluruh permukaan sendi. Untuk menghindari pemotongan bagian sendi pada lutut yang masih sehat, para peneliti menemukan suatu teknik baru yang disebut Unicompartmental Knee Arthroplasty (UKA) atau operasi penggantian sendi lutut secara sebagian.

Teknik dan desain implant UKA pertama kali digunakan pada 1976 dan terus berkembang hingga 1998 digunakan model generasi ketiga dari Oxford Unicompartmental Knee System.

Kepala Divisi Hip, Knee, and Geriatric Trauma (HKGT) Ortopedic Center Siloam Hospital Kebon Jeruk, Dr. dr. Franky Hartono, Sp.OT(K), menegaskan teknik ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sebelumnya, salah satunya adalah membuat luka operasi menjadi lebih kecil.

"Teknik ini memiliki banyak kelebihan karena hanya sebagian sendi lutut yang dibuang maka luka operasi menjadi lebih kecil. Pada teknik ini hanya 25 persen permukaan sendi yang dibuang dengan pendarahan operasi yang lebih sedikit sehingga lekas sembuh," terang dr. Franky, saat diwawancarai Okezone belum lama ini.

Tak hanya meminimalisir luka dan risiko, para pasien pun mengaku rasa nyeri yang dirasakan menjadi banyak berkurang sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk melakukan rawat inap di rumah sakit.

"Pasien yang menjalani operasi UKA juga menyatakan bahwa keluhan nyeri pasca operasi menjadi lebih ringan. Dalam waktu rata-rata 1-2 hari, pasien dapat mulai latihan berjalan sehingga pasien memerlukan waktu rawat inap yang lebih singkat dibandingkan operasi penggantian sendi lutut jenis total," tuntasnya.


Sumber: okezone.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 24 Juli 2019 | 15:56:08

Bos Pengedar Sabu ke Nunung Jaringan Lapas di Bogor

JAKARTA - Polisi akhirnya menangkap DPO E, bos dibalik peredaran narkotika jenis sabu ke komedian Nunung. E mengendalikan peredaran sabu itu dari dalam lapas."Jadi pelaku (tersangka E) tersebut
Rabu, 24 Juli 2019 | 15:49:16

Pendaftaran Pegawai Setara PNS Kembali Molor

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara memastikan pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan mengalami kemunduran. Seharusnya pembukaan PPPK sudah mulai dilakukan pada bulan ini.Kepala
Rabu, 24 Juli 2019 | 15:44:59

Pemprov DKI Bakal Gelar Upacara HUT RI di Pulau D Reklamasi

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan Pantai Maju atau Pulau D hasil reklamasi menjadi lokasi upacara HUT ke-74 RI. Pemprov ingin mencitrakan Pantai Maju bisa diakses
Rabu, 24 Juli 2019 | 15:35:59

Bapak di Jember Perkosa Anak Kandung yang Stroke Lebih Satu Kali

JEMBER - SM (65), ditahan polisi gara-gara memperkosa putri kandungnya. Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, itu tega memperkosa anak kandungnya yang sedang sakit stroke. Bahkan pemer
 
Berita Lainnya
Rabu, 24 Juli 2019 | 13:34:31

Berisiko Kena Miopi, Ini Cara Batasi Waktu Anak Bertatapan dengan Gadget

Gadget berupa smartphone saat ini sudah menjadi gaya hidup setiap orang. Kadang smartphone-lah yang kerap digunakan ibu-ibu masa kini sebagai medium mengibur anak. Misalnya jika anaknya yang masih bali
 
Rabu, 24 Juli 2019 | 13:21:08

Berkaca dari Kasus Jefri Nichol, Ini Ciri-Ciri Pengguna Ganja yang Bisa Dikenali

Aktor muda Tanah Air, Jefri Nichol diciduk karena menggunakan ganja. Belum jelas apa hukuman yang akan diberikan Polres Jakarta Selatan untuk aktor berusia 20 tahun tersebut. Namun, pusat rehabilitasi akan m
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 15:27:28

Mengenal Tanaman Lidah Mertua yang Akan Dibagikan Gratis Pemprov DKI untuk Serap Polusi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membagikan tumbuhan lidah mertua (sansevieria trifasciata) secara gratis guna mengurangi polusi di ibu kota. Rencananya, di setiap ruang terbuka hijau akan dit
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 15:09:45

Gejala Hepatitis C pada Anak-Anak Sulit Dideteksi, Ini Cara Mengenalinya

MENDENGAR kata penyakit hepatitis, mungkin bagi sebagian orang tidak sebegitu menakutkan ketika mendengar kata penyakit jantung ataupun kanker. Padahal penyakit infeksi akut di hati satu ini, bisa menyerang
 
Selasa, 23 Juli 2019 | 15:04:17

Khasiat Minum Jamu dengan Bahan Racikan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pagi ini mengunggah sebuah video di mana dirinya meminum jamu racikannya sendiri. Ada tiga jenis rempah yang dicampur Jokowi dalam satu gelas jamunya, yaitu jahe, temulawa
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:42:39

Olahraga Jalan Kaki untuk Membakar Lemak, Simak 4 Tips Melakukannya

JAKARTA - Jalan kaki merupakan salah satu jenis olahraga yang bagus untuk membakar lemak. Secara khusus, olahraga jalan kaki bisa bantu membakar lemak perut dan lemak viseral (lemak yang ditemukan dalam r
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 10:03:01

Mengenal Bifasik, Tidur yang Dilakukan 2 Sehari

SALAH satu yang menjadi kebutuhan wajib manusia adalah tidur. Kurang tidur akan menyebabkan manusia mengalami kelelahan bahkan gangguan mental. Nah ketika mendengar kata tidur, yang hampir pasti terbayang ad
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 09:52:21

Para Ibu Harus Tahu, Ini Cara Mencegah Anak Obesitas

HINGGA saat ini masih banyak orangtua yang senang apabila melihat anaknya lebih gemuk dibandingkan anak lain. Sebagian besar menganggap anak mereka jadi tampak lucu dan menggemaskan. Padahal itu adalah an
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 15:01:43

Biaya Pengobatan Mahal, Kenali 10 Faktor Risiko Terkena Hipertensi

HINGGA saat ini hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya termasuk di Indonesia. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi berdas
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 11:32:09

Jumlah Penderita Meningkat, Waspadai Komplikasi Serius Akibat Hipertensi

Jumlah pasien yang terdeteksi mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia semakin meningkat. Menurut data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk u
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 10:28:38

Kamu Suka Ngopi? Awas, Ini Bahaya Minum Kopi Setiap Hari!

Kopi saat ini menjadi salah satu minuman yang digandrungi semua kalangan, mulai dari anak remaja hingga orang dewasa, bahkan mungkin termasuk Anda. Minum yang khas dengan rasa pahit ini memang sudah banya
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 16:49:23

BPJS Kesehatan Paparkan Sistem Pembiayaan Faskes ke Para Pakar Dunia

SESUAI dengan perundangan, BPJS Kesehatan diberi kewenangan untuk mengembangkan model pembiayaan dan sistem pembayaran kepada fasilitas kesehatan. Implementasinya dituangkan dalam kontrak kerjasama dengan fa
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 15:47:48

BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Komitmen Pemkab Rokan Hulu Melalui Acara FGD

ROKAN HULU - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyampaikan apresiasi atas komitmen  Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Riau  untuk  mendaftarkan seluruh pegawai Non A
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 15:30:37

Bahaya Anemia pada Remaja Putri, Bisa Turunkan Kecerdasan

Anemia sangat rentan dialami remaja putri yang baru saja menstruasi. Apalagi kalau mereka kurang dapat edukasi, akibat dari bahaya kekurangan darah. Ketika anemia, tak hanya kondisi kesehatan yang menu
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 15:09:59

Berat Badan Naik Drastis Tiba-Tiba, Kenali 8 Penyebabnya

PERNAHKAN berat badan Anda naik dengan tiba-tiba, padahal apa yang Anda konsumsi justru lebih sedikit dari baisanya? Kalau pernah, hati-hati ya, mungkin saja itu adalah tanda-tanda Anda kena penyakit.
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top