Iklan Sosial
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:14:16
Kesehatan

Benarkah Diet dan Gaya Hidup dapat Turunkan Risiko Kanker Payudara?

Sebarkan:
Shutterstock
Ilustrasi

DALAM beberapa tahun terakhir, semakin banyak petugas medis yang mengklaim tentang adanya keterkaitan antara kanker payudara dengan diet dan gaya hidup seseorang.

Hingga kini, belum ada studi komprehensif yang secara meyakinkan membuktikan hal tersebut. Para koordinator survei mengenai kanker payudara berharap bisa memberikan panduan yang jelas tentang makanan apa yang harus dihindari dan apa saja yang harus dimakan untuk membantu menjaga tubuh dari penyakit. Juga gaya hidup seperti apa yang akan membantu meningkatkan risiko terkena penyakit.

Fakta menunjukkan bahwa dengan diet saja dapat mengurangi risiko kanker payudara. Kedelai, buah dan juga sayur-sayuran dianggap membantu mengurangi risiko terkena kanker payudara. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa kehamilan dan menyusui cenderung melindungi wanita terhadap penyakit, meskipun wanita yang menggunakan pil KB dan HRT terbukti memiliki risiko yang lebih tinggi.

Bukti sejauh ini menunjukkan bahwa kehamilan cenderung melindungi wanita dari risiko terkena kanker payudara. Wanita yang tidak memiliki anak, 10 hingga 30% lebih berpotensi terserang kanker payudara.

Menyusui juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara karena wanita yang telah memberi ASI setidaknya selama 2 tahun dianggap dapat mengurangi 20 hingga 30% risiko terkena kanker payudara.

Studi juga menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi pil KB, dua kali lebih berisiko terkena kanker payudara namun tergantung dari lamanya penggunaan pil tersebut. Kemudian, wanita yang menggunakan HRT selama 5 tahun atau lebih memiliki peningkatan resiko sebanyak 35%.

Ada juga bukti yang menghubungkan diet tinggi buah dan sayuran dengan penurunan risiko kanker payudara. Buah dan sayuran cenderung tinggi kandungan nutrisi antioksidan seperti betakaroten dan Vitamin C. Ini juga membantu memerangi molekul merusak yang disebut dengan radikal bebas yang sangat terlibat dalam proses yang menyebabkan kanker.

Penelitian lain menunjukkan bahwa kedelai juga dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Populasi seperti masyarakat Jepang yang mengkonsumsi banyak makanan seperti itu telah terbukti menikmati penurunan tingkat penyakit secara signifikan.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 10:09:37

Presiden Barcelona Sesalkan Kepergian Ronaldo dari Madrid

BARCELONA ? Hengkangnya megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2018 nyatanya menjadi sesuatu yang disesalkan oleh Presiden Barcelona, Josep Bartomeu. Pasal
Rabu, 19 September 2018 | 10:05:56

Buruan Simak! Ini Tata Cara Pendaftaran CPNS 2018

Jakarta - Pemerintah akan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 pada Rabu, (19/9/2018). Salah satu Kementerian yang dipastikan akan membuka pendaftaran CPNS 2018 ialah Kementerian Badan
Rabu, 19 September 2018 | 10:02:37

Klopp Akui Liverpool Kerepotan Hadapi Neymar dan Di Maria

LIVERPOOL ? Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku tidak mudah menaklukkan Paris Saint-Germain (PSG) di laga perdana Grup C Liga Champions 2018-2019 yang berlangsung di Stadion Anfield, Rabu (19/9/2018)
Rabu, 19 September 2018 | 09:58:03

Kemendagri Sudah Serahkan Kepada Pemkab Rohul Permendagri Tapal Batas Riau-Sumatera Utara

ROKANHULU - Setelah sekitar 20 tahun permasalahan tapal batas antara Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas), Padang Lawas Utara (Paluta) Provinsi Sumatera Utara (
 
Berita Lainnya
Rabu, 19 September 2018 | 09:47:31

Soal Vaksin MR, Maruf Amin: Kalau Tidak Ada yang Halal, Tetap Boleh

FATWA terkait vaksin MR baru dibuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun ini. Sebelumnya, pada tahun 2016, MUI mengeluarkan fatwa terkait hukum imunisasi. Pada fatwa nomor 4 tahun 2016 tertuang isi hukum i
 
Rabu, 19 September 2018 | 09:31:19

Benarkah Harus Kurangi Makan Nasi bagi Penderita Diabetes?

NASI adalah menu utama bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Bahkan slogan "belum kenyang kalau belum makan nasi" sudah melekat di telinga dan di kehidupan sehari-hari. Hal ini bersinggungan bagi diabete
 
Rabu, 19 September 2018 | 09:09:55

MUI: Vaksin MR Bukan Sekadar Boleh, Tapi Wajib!

VAKSIN MR memang dinyatakan tidak halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun lembaga ini mengeluarkan fatwa khusus terkait pentingnya imunisasi dan pemberian vaksin MR. Oleh karena itu, keberhasilan
 
Selasa, 18 September 2018 | 20:22:44

Sawir Achmadi Sebut Banyak Pekerja di Bawah Kontraktor di Rohul tidak didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

ROKANHULU - Kepala Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sawir Achmadi, mengaku masih banyak kontraktor yang belum mendaftarkan pekerjanya  s
 
Selasa, 18 September 2018 | 09:08:40

5 Cara Atasi Asma Tanpa Inhaler

KAMBUHNYA penyakit asma tentunya sangat mengganggu bagi para penderitanya. Meskipun dapat diobati, asma dapat sangat menjengkelkan ketika sedang kumat. Ketika seseorang mengalami asma, ia akan mengeluarka
 
Selasa, 18 September 2018 | 09:00:31

Selain Enak, 4 Makanan Ini Ampuh Meredakan Sakit Kepala

SAKIT kepala merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang. Sakit kepala sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal mulai dari pikiran yang stres, tekanan darah tinggi, gejala flu, tubuh mengalami kelela
 
Selasa, 18 September 2018 | 08:58:40

Hindari Gula Darah Tinggi saat Hamil, Jika Tidak, Risiko Diabetes Menanti Kamu!

SEBUAH studi baru menemukan bahwa wanita dengan gula darah tinggi selama kehamilan mengalami risiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2 setelah melahirkan. Penemuan tersebut juga mengungkapkan
 
Selasa, 18 September 2018 | 08:54:02

Cara Cerdas Konsumsi Karbohidrat, Beri Jeda Waktu hingga Tunggu Dingin Dulu!

BANYAK orang yang dengan sengaja menghindari karbohidrat seperti roti, pasta, dan kentang karena sedang berusaha menurunkan berat badan atau menjaganya tetap ideal. Selain itu, beberapa jenis karbohidrat
 
Senin, 17 September 2018 | 09:53:07

Vaksin MR Sudah Penuhi Prasyarat Keadaan Darurat dan Hukum Islam

Dalam perkembangan medis, vaksin memang sudah ada sejak dahulu demi menjaga kesehatan dan mencegah penyakit yang membahayakan keselamatan bahkan nyawa banyak orang. Namun beredarnya vaksin MR yang mengandun
 
Senin, 17 September 2018 | 09:42:54

Waspada Darah Haid Sedikit, Bisa Jadi Risiko Gejala Penyakit

Saat menstruasi atau haid, berapa lama biasanya ladies? Umumnya, seseorang akan mengalami menstruasi selama 5 sampai 8 hari. Namun, beberapa orang mungkin akan lebih sebentar dan beberapa lainnya akan leb
 
Senin, 17 September 2018 | 09:37:25

5 Vitamin Paling Penting untuk Mendapatkan Kulit Glowing

Seperti bagian tubuh lainnya, kulit juga perlu perhatian dan nutrisi yang cukup untuk bisa tampil sehat dan cantik menawan. Bahkan menjaga kesehatan kulit sangat penting karena kulit adalah bagian terluar t
 
Senin, 17 September 2018 | 09:33:44

Ladies, Kenali Gejala Kanker Darah yang Mengancam Nyawa

Dibanding penyakit kanker lain, limfoma menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian rendah dari masyarakat. Padahal kanker limfoma yang dikenal sebagai kanker darah atau kanker getah bening ini juml
 
Senin, 17 September 2018 | 09:29:33

Tips Memilih Sabun Mandi Sesuai Kondisi Kulit dan Mood

MENGGUNAKAN produk perawatan tubuh dari kaki hingga kepala sebaiknya tidak sembarangan. Karena jika tidak memilih produk yang tepat, justru dapat merusak kulit. Pemilihan produk yang sesuai dengan kondis
 
Minggu, 16 September 2018 | 17:16:02

Satu lagi, tenaga kesehatan Siak dari Penemu Inovasi Hingga Ukir Prestasi Tingkat Provinsi Riau

SIAK - Pengelolaan limbah cair (Grey Water) limbah rumah tangga non kakus, pembuangan yang berasal dari kamar mandi, dapur mengandung sisa makanan dan tempat cuci. Limbah cair ini biasanya menggenang sebelum me
 
Sabtu, 15 September 2018 | 10:27:19

Tak Hanya Sinar Matahari, Memasak dan Bermain Ponsel Juga Sebabkan Penuaan

PAPARAN sinar matahari merupakan salah satu faktor utama kulit mengalami penuaan. Sinar ultraviolet (UV) di dalamnya dapat menyebabkan radiasi yang merusak kulit. Radiasi disebabkan oleh 2 jenis sinar yai
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top