Iklan Sosial
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 08:58:17
Kesehatan

Banyak Makan Sayuran Hijau Bisa Mempercepat Penurunan Berat Badan, Ini Penjelasannya

Sebarkan:
Sayuram hijau

MUNGKIN Anda jarang makan sayuran hijau karena rasanya lebih pahit dan tidak membangkitkan selera makan. Padahal jika dikonsumsi setiap hari, makanan tersebut bisa menurunkan risiko penyakit kronis, juga mempengaruhi berat badan.

Misalnya saja bayam, sayuran hijau yang kaya serat dan protein nabati. Bahan makanan ini tak hanya cocok untuk dijadikan lauk makan, tapi juga bisa diolah jadi jus bayam.

Selain bayam, ada juga sayuran hijau lainnya yang tinggi nutrisi. Antara lain seperti daun kale, sawi hijau, kangkung, daun singkong, brokoli, dan sebagainya. Sayangnya, tak banyak orang menyukai sayuran hijau karena alasan pahit dan sebagainya.

Dalam sebuah studi terbaru yang melibatkan 6.000 orang di Belanda disebutkan, seseorang yang makan lebih banyak protein nabati, risikonya lebih rendah terkena penyakit jantung koroner selama periode tindak lanjut rata-rata lebih dari 13 tahun. Peneliti Kim Braun dari Erasmus University Medical Center, mempresentasikan penelitian di Nutrition 2018.

Di samping itu, ada studi lain dari 4.500 orang dewasa di Brasil, secara teratur mereka mengonsumsi lebih sedikit protein nabati hampir 60%, dibandingkan konsumsi makanan dengan sumber protein hewani.

Hasilnya terdapat plak di arteri jantung berdasarkan penilaian kalsium arteri koroner, dengan ukuran penumpukan plak yang biasanya digunakan untuk menilai risiko penyakit jantung. Dirce Maria Marchioni dari Faculdade de Saude Publica da USP yang mempresentasikan penelitian tersebut.

Di samping itu, ada juga sebuah penelitian dari Universitas George Milestone yang menemukan bahwa di antara orang Asia Selatan yang tinggal di Amerika Serikat, orang yang mengikuti diet vegetarian memiliki lebih sedikit faktor risiko untuk penyakit jantung dan diabetes.
 

Termasuk indeks massa tubuh yang lebih rendah, pinggang lebih kecil lingkar dan jumlah lemak perut yang lebih rendah, kolesterol rendah dan gula darah lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang dalam kelompok demografi orang yang makan daging.

Selain itu, analisis perubahan berat badan di antara lebih dari 125.000 orang dewasa selama periode empat tahun menunjukkan bahwa pola makan nabati yang kaya akan makanan nabati berkualitas tinggi. Seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan, yang dikaitkan dengan penurunan berat badan.

Sementara asupan lebih tinggi dari makanan nabati yang tidak sehat, seperti permen dan kentang goreng dikaitkan dengan penambahan berat badan secara signifikan lebih besar.

Terlepas dari itu, ada banyak studi yang dikaitkan dengan penurunan berat badan dengan pola makan yang sehat. Anda tak perlu khawatir dan tetap jaga pola makan dengan benar, dengan konsumsi makanan bernutrisi seimbang. Demikian dilansir Thehealthsite, Senin (11/6/2018).

(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 14:21:29

Terbebas dari Penyanderaan Abu Sayyaf, Kemenlu Serahkan 3 Nelayan Indonesia ke Keluarga

JAKARTA ? Tiga warga negara Indonesia yang disandera selama 20 bulan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina akhirnya dapat menghirup udara bebas. Ketiga WNI yang disandera itu adalah Hamdan bin Saleng dan
Rabu, 19 September 2018 | 14:17:52

Gaduh Buwas vs Mendag, Jokowi Harus Turun Tangan

Jakarta -Jokowi harus pada performa maksimal di tahun politik. Tinggal 7 bulan lagi Pilpres 2019 digelar, kegaduhan di kabinet kerja justru kontroproduktif dengan kerja keras Jokowi selama ini.Jokowi dini
Rabu, 19 September 2018 | 14:14:35

Isak Tangis Warnai Aksi Ribuan Guru Honorer di Sukabumi

Sukabumi - Isak tangis mewarnai aksi ribuan guru honorer di Gelanggang Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/9/2018). Aksi tersebut mendapat pengawalan dari sebanyak 300 personel kepolisian dar
Rabu, 19 September 2018 | 14:10:57

Tommy Sugiarto Disingkirkan Shi Yuqi di Babak Pertama China Open 2018

CHANGZHOU ? Tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, harus mengubur impiannya melaju lebih jauh di China Open 2018. Ia harus menelan kekalahan dalam dua set langsung dari pebulutangkis China, Shi Yuqi, 21
 
Berita Lainnya
Rabu, 19 September 2018 | 09:47:31

Soal Vaksin MR, Maruf Amin: Kalau Tidak Ada yang Halal, Tetap Boleh

FATWA terkait vaksin MR baru dibuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun ini. Sebelumnya, pada tahun 2016, MUI mengeluarkan fatwa terkait hukum imunisasi. Pada fatwa nomor 4 tahun 2016 tertuang isi hukum i
 
Rabu, 19 September 2018 | 09:31:19

Benarkah Harus Kurangi Makan Nasi bagi Penderita Diabetes?

NASI adalah menu utama bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Bahkan slogan "belum kenyang kalau belum makan nasi" sudah melekat di telinga dan di kehidupan sehari-hari. Hal ini bersinggungan bagi diabete
 
Rabu, 19 September 2018 | 09:09:55

MUI: Vaksin MR Bukan Sekadar Boleh, Tapi Wajib!

VAKSIN MR memang dinyatakan tidak halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun lembaga ini mengeluarkan fatwa khusus terkait pentingnya imunisasi dan pemberian vaksin MR. Oleh karena itu, keberhasilan
 
Selasa, 18 September 2018 | 20:22:44

Sawir Achmadi Sebut Banyak Pekerja di Bawah Kontraktor di Rohul tidak didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

ROKANHULU - Kepala Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sawir Achmadi, mengaku masih banyak kontraktor yang belum mendaftarkan pekerjanya  s
 
Selasa, 18 September 2018 | 09:08:40

5 Cara Atasi Asma Tanpa Inhaler

KAMBUHNYA penyakit asma tentunya sangat mengganggu bagi para penderitanya. Meskipun dapat diobati, asma dapat sangat menjengkelkan ketika sedang kumat. Ketika seseorang mengalami asma, ia akan mengeluarka
 
Selasa, 18 September 2018 | 09:00:31

Selain Enak, 4 Makanan Ini Ampuh Meredakan Sakit Kepala

SAKIT kepala merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang. Sakit kepala sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal mulai dari pikiran yang stres, tekanan darah tinggi, gejala flu, tubuh mengalami kelela
 
Selasa, 18 September 2018 | 08:58:40

Hindari Gula Darah Tinggi saat Hamil, Jika Tidak, Risiko Diabetes Menanti Kamu!

SEBUAH studi baru menemukan bahwa wanita dengan gula darah tinggi selama kehamilan mengalami risiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2 setelah melahirkan. Penemuan tersebut juga mengungkapkan
 
Selasa, 18 September 2018 | 08:54:02

Cara Cerdas Konsumsi Karbohidrat, Beri Jeda Waktu hingga Tunggu Dingin Dulu!

BANYAK orang yang dengan sengaja menghindari karbohidrat seperti roti, pasta, dan kentang karena sedang berusaha menurunkan berat badan atau menjaganya tetap ideal. Selain itu, beberapa jenis karbohidrat
 
Senin, 17 September 2018 | 09:53:07

Vaksin MR Sudah Penuhi Prasyarat Keadaan Darurat dan Hukum Islam

Dalam perkembangan medis, vaksin memang sudah ada sejak dahulu demi menjaga kesehatan dan mencegah penyakit yang membahayakan keselamatan bahkan nyawa banyak orang. Namun beredarnya vaksin MR yang mengandun
 
Senin, 17 September 2018 | 09:42:54

Waspada Darah Haid Sedikit, Bisa Jadi Risiko Gejala Penyakit

Saat menstruasi atau haid, berapa lama biasanya ladies? Umumnya, seseorang akan mengalami menstruasi selama 5 sampai 8 hari. Namun, beberapa orang mungkin akan lebih sebentar dan beberapa lainnya akan leb
 
Senin, 17 September 2018 | 09:37:25

5 Vitamin Paling Penting untuk Mendapatkan Kulit Glowing

Seperti bagian tubuh lainnya, kulit juga perlu perhatian dan nutrisi yang cukup untuk bisa tampil sehat dan cantik menawan. Bahkan menjaga kesehatan kulit sangat penting karena kulit adalah bagian terluar t
 
Senin, 17 September 2018 | 09:33:44

Ladies, Kenali Gejala Kanker Darah yang Mengancam Nyawa

Dibanding penyakit kanker lain, limfoma menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian rendah dari masyarakat. Padahal kanker limfoma yang dikenal sebagai kanker darah atau kanker getah bening ini juml
 
Senin, 17 September 2018 | 09:29:33

Tips Memilih Sabun Mandi Sesuai Kondisi Kulit dan Mood

MENGGUNAKAN produk perawatan tubuh dari kaki hingga kepala sebaiknya tidak sembarangan. Karena jika tidak memilih produk yang tepat, justru dapat merusak kulit. Pemilihan produk yang sesuai dengan kondis
 
Minggu, 16 September 2018 | 17:16:02

Satu lagi, tenaga kesehatan Siak dari Penemu Inovasi Hingga Ukir Prestasi Tingkat Provinsi Riau

SIAK - Pengelolaan limbah cair (Grey Water) limbah rumah tangga non kakus, pembuangan yang berasal dari kamar mandi, dapur mengandung sisa makanan dan tempat cuci. Limbah cair ini biasanya menggenang sebelum me
 
Sabtu, 15 September 2018 | 10:27:19

Tak Hanya Sinar Matahari, Memasak dan Bermain Ponsel Juga Sebabkan Penuaan

PAPARAN sinar matahari merupakan salah satu faktor utama kulit mengalami penuaan. Sinar ultraviolet (UV) di dalamnya dapat menyebabkan radiasi yang merusak kulit. Radiasi disebabkan oleh 2 jenis sinar yai
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top