Iklan Sosial
 
Selasa, 13 Maret 2018 | 11:36:49
Kesehatan

Cemburu Buta Tanda Gangguan Jiwa

Sebarkan:
okezone.com


JAKARTA - Cemburu itu tanda cinta, kata orang. Cemburu dalam batas wajar bisa membuat hubungan lebih langgeng. Namun hati-hati jika sudah main tuding tanpa alasan jelas — "Kamu tadi jalan bareng sama perempuan mana?!", padahal sih ternyata ia adalah saudara sepupu pasangan Anda yang baru berkunjung setelah sekian lama. Terbakar cemburu buta bisa menjadi pertanda sebuah gangguan jiwa yang disebut sebagai sindrom Othello.

Terbakar cemburu itu wajar, tapi…

Sama seperti bahagia, marah, sedih, dan kecewa, cemburu adalah emosi alamiah manusia. Cemburu adalah insting yang dipicu oleh peningkatan aktivitas pada korteks cingulate anterior, yaitu bagian otak yang menciptakan rasa kesenangan. Namun, area otak ini juga terkait dengan pengucilan dan rasa dikhianati.

Rasa cemburu adalah tanda kalau Anda menghargai komitmen yang sebelumnya sama-sama dibuat berdua, dengan demikian Anda akan merasa kecewa kalau komitmen tersebut dilanggar. Rasa cemburu yang Anda alami juga merupakan wujud ekspresi bahwa Anda peduli dan ingin hubungan Anda dengan pasangan tetap langgeng. Cemburu menyebabkan lonjakan kadar hormon testosteron dan kortisol yang memicu hasrat untuk Anda mempertahankan pasangan setiap kali Anda dilanda cemburu. Hal ini diperkuat juga dengan adanya peningkatan aktivitas septum lateral, bagian otak yang berperan dalam mengendalikan emosi dan menjalin ikatan pada pasangan.

Jadi, cemburu merupakan alarm yang bertugas mengingatkan Anda bahwa hubungan asmara memang harus selalu dibina dan dipertahankan, bukan dibiarkan begitu saja. Akan tetapi, rasa cemburu bisa dibilang sehat ketika Anda tetap mampu untuk berpikir logis, tidak mendramatisir masalah sehingga terus dibiarkan berlarut-larut dan makin membesar. Cemburu yang sehat adalah ketika Anda mampu menenangkan diri dan mulai membicarakan masalah tersebut pada pasangan dengan baik-baik tanpa terbutakan emosi.

Jika rasa cemburu membuat Anda berubah menjadi obsesif dan menunjukkan perilaku posesif, hati-hati. Ini bisa jadi pertanda cemburu buta yang sama sekali tidak sehat.

Cemburu buta bisa jadi tanda sindrom Othello

Cemburu berlebihan bisa menjadi tanda Anda mengidap gangguan jiwa yang disebut sindrom Othello. Nama sindrom ini diadaptasi dari salah satu tokoh terkenal karangan Shakespeare, Othello, seorang prajurit perang yang terbakar cemburu buta setelah dipengaruhi dan dimanipulasi oleh teman sesama prajuritnya mengenai ketidaksetiaan istrinya. Pada akhirnya, Othello membunuh istrinya sendiri, meski sebenarnya sang istri sama sekali tidak melakukan hal-hal yang dituduhkan tersebut.

Sindrom Othello termasuk ke dalam gangguan kejiwaan terkait delusi. Delusi terjadi saat otak merasakan atau memproses suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Artinya, seseorang yang delusional tidak dapat membedakan mana kenyataan dkan imajinasi, sehingga ia meyakini dan bersikap sesuai dengan hal yang ia percaya (yang padahal sangat bertentangan dengan keadaan sebenarnya). Seseorang yang memiliki sindrom Othello sangat menyakini betul bahwa pasangannya berselingkuh sehingga ia terus-menerus memendam perasaan cemburu yang berlebihan dan tidak wajar.

Mereka juga akan terus mencoba membenarkan atau membuktikan bahwa pasangannya tidak setia. Contohnya adalah dengan selalu cek galeri hape pasangan, cek sms dan chat, menjawab setiap panggilan masuk, kepo-in Facebook dan email, selalu menanyakan lokasi dan apa yang ia lakukan setiap 5 menit sekali, sampai diam-diam membuntuti pasangan kemana pun ia pergi (stalking) – untuk mendapatkan bukti bahwa pasangannya tidak setia, walaupun sebenarnya tidak ada perubahan ganjil apapun pada diri pasangannya.

Bukannya tidak mungkin kecenderungan terbakar cemburu buta akibat sindrom Othello ini kemudian membuahkan tindak kekerasan atau kriminalitas, seperti tindak bunuh diri maupun pembunuhan, baik kepada pasangannya ataupun pihak lain yang dianggap mengganggu hubungannya dengan pasangan.

Sindrom Othello lebih banyak diidap pria, yang punya gangguan saraf

Sindrom Othello sebenarnya jarang ditemukan, namun kebanyakan diidap oleh kaum pria rentang usia 40-an. Sebuah penelitian juga menemukan bahwa sekitar 69,5% penderita sindrom Othello memiliki gangguan saraf yang mendasari perilakunya.

Beberapa penyakit neurologis yang sering dikaitkan dengan sindrom Othello adalah stroke, trauma kepala, tumor otak, penyakit neurodegeneratif (kemunduran fungsi-fungsi saraf), infeksi otak, hingga efek penggunaan obat-obatan terlarang, khususnya yang mengandung dopamin.

Kelainan otak yang biasanya terjadi pada sindrom Othello berasal dari bagian otak depan, yang secara garis besar mengatur perilaku sosial, penyelesaian masalah, serta fungsi motorik atau mengatur gerakan. Akan tetapi, tidak berarti orang-orang sehat yang tidak masuk karakteristik di atas tidak dapat mengalami Sindrom Othello.

(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 16:22:52

Waspada, Sering Makan Terlalu Malam Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

PENYAKIT kanker jadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh yang abnormal dan tidak terkendali. Sel kanker bisa terjadi di mana pun pada tubu
Rabu, 19 September 2018 | 09:47:31

Soal Vaksin MR, Maruf Amin: Kalau Tidak Ada yang Halal, Tetap Boleh

FATWA terkait vaksin MR baru dibuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun ini. Sebelumnya, pada tahun 2016, MUI mengeluarkan fatwa terkait hukum imunisasi. Pada fatwa nomor 4 tahun 2016 tertuang isi hukum i
Rabu, 19 September 2018 | 09:31:19

Benarkah Harus Kurangi Makan Nasi bagi Penderita Diabetes?

NASI adalah menu utama bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Bahkan slogan "belum kenyang kalau belum makan nasi" sudah melekat di telinga dan di kehidupan sehari-hari. Hal ini bersinggungan bagi diabete
Rabu, 19 September 2018 | 09:09:55

MUI: Vaksin MR Bukan Sekadar Boleh, Tapi Wajib!

VAKSIN MR memang dinyatakan tidak halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun lembaga ini mengeluarkan fatwa khusus terkait pentingnya imunisasi dan pemberian vaksin MR. Oleh karena itu, keberhasilan
 
Berita Lainnya
Rabu, 19 September 2018 | 16:22:52

Waspada, Sering Makan Terlalu Malam Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

PENYAKIT kanker jadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh yang abnormal dan tidak terkendali. Sel kanker bisa terjadi di mana pun pada tubu
 
Rabu, 19 September 2018 | 09:47:31

Soal Vaksin MR, Maruf Amin: Kalau Tidak Ada yang Halal, Tetap Boleh

FATWA terkait vaksin MR baru dibuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun ini. Sebelumnya, pada tahun 2016, MUI mengeluarkan fatwa terkait hukum imunisasi. Pada fatwa nomor 4 tahun 2016 tertuang isi hukum i
 
Rabu, 19 September 2018 | 09:31:19

Benarkah Harus Kurangi Makan Nasi bagi Penderita Diabetes?

NASI adalah menu utama bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Bahkan slogan "belum kenyang kalau belum makan nasi" sudah melekat di telinga dan di kehidupan sehari-hari. Hal ini bersinggungan bagi diabete
 
Rabu, 19 September 2018 | 09:09:55

MUI: Vaksin MR Bukan Sekadar Boleh, Tapi Wajib!

VAKSIN MR memang dinyatakan tidak halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun lembaga ini mengeluarkan fatwa khusus terkait pentingnya imunisasi dan pemberian vaksin MR. Oleh karena itu, keberhasilan
 
Selasa, 18 September 2018 | 20:22:44

Sawir Achmadi Sebut Banyak Pekerja di Bawah Kontraktor di Rohul tidak didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

ROKANHULU - Kepala Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sawir Achmadi, mengaku masih banyak kontraktor yang belum mendaftarkan pekerjanya  s
 
Selasa, 18 September 2018 | 09:08:40

5 Cara Atasi Asma Tanpa Inhaler

KAMBUHNYA penyakit asma tentunya sangat mengganggu bagi para penderitanya. Meskipun dapat diobati, asma dapat sangat menjengkelkan ketika sedang kumat. Ketika seseorang mengalami asma, ia akan mengeluarka
 
Selasa, 18 September 2018 | 09:00:31

Selain Enak, 4 Makanan Ini Ampuh Meredakan Sakit Kepala

SAKIT kepala merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang. Sakit kepala sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal mulai dari pikiran yang stres, tekanan darah tinggi, gejala flu, tubuh mengalami kelela
 
Selasa, 18 September 2018 | 08:58:40

Hindari Gula Darah Tinggi saat Hamil, Jika Tidak, Risiko Diabetes Menanti Kamu!

SEBUAH studi baru menemukan bahwa wanita dengan gula darah tinggi selama kehamilan mengalami risiko lebih tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2 setelah melahirkan. Penemuan tersebut juga mengungkapkan
 
Selasa, 18 September 2018 | 08:54:02

Cara Cerdas Konsumsi Karbohidrat, Beri Jeda Waktu hingga Tunggu Dingin Dulu!

BANYAK orang yang dengan sengaja menghindari karbohidrat seperti roti, pasta, dan kentang karena sedang berusaha menurunkan berat badan atau menjaganya tetap ideal. Selain itu, beberapa jenis karbohidrat
 
Senin, 17 September 2018 | 09:53:07

Vaksin MR Sudah Penuhi Prasyarat Keadaan Darurat dan Hukum Islam

Dalam perkembangan medis, vaksin memang sudah ada sejak dahulu demi menjaga kesehatan dan mencegah penyakit yang membahayakan keselamatan bahkan nyawa banyak orang. Namun beredarnya vaksin MR yang mengandun
 
Senin, 17 September 2018 | 09:42:54

Waspada Darah Haid Sedikit, Bisa Jadi Risiko Gejala Penyakit

Saat menstruasi atau haid, berapa lama biasanya ladies? Umumnya, seseorang akan mengalami menstruasi selama 5 sampai 8 hari. Namun, beberapa orang mungkin akan lebih sebentar dan beberapa lainnya akan leb
 
Senin, 17 September 2018 | 09:37:25

5 Vitamin Paling Penting untuk Mendapatkan Kulit Glowing

Seperti bagian tubuh lainnya, kulit juga perlu perhatian dan nutrisi yang cukup untuk bisa tampil sehat dan cantik menawan. Bahkan menjaga kesehatan kulit sangat penting karena kulit adalah bagian terluar t
 
Senin, 17 September 2018 | 09:33:44

Ladies, Kenali Gejala Kanker Darah yang Mengancam Nyawa

Dibanding penyakit kanker lain, limfoma menjadi salah satu penyakit yang mendapat perhatian rendah dari masyarakat. Padahal kanker limfoma yang dikenal sebagai kanker darah atau kanker getah bening ini juml
 
Senin, 17 September 2018 | 09:29:33

Tips Memilih Sabun Mandi Sesuai Kondisi Kulit dan Mood

MENGGUNAKAN produk perawatan tubuh dari kaki hingga kepala sebaiknya tidak sembarangan. Karena jika tidak memilih produk yang tepat, justru dapat merusak kulit. Pemilihan produk yang sesuai dengan kondis
 
Minggu, 16 September 2018 | 17:16:02

Satu lagi, tenaga kesehatan Siak dari Penemu Inovasi Hingga Ukir Prestasi Tingkat Provinsi Riau

SIAK - Pengelolaan limbah cair (Grey Water) limbah rumah tangga non kakus, pembuangan yang berasal dari kamar mandi, dapur mengandung sisa makanan dan tempat cuci. Limbah cair ini biasanya menggenang sebelum me
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top