iklan Situs
 
Kamis, 14 September 2017 | 15:01:25
Internasional

Isu etnis di balik terpilihnya Halimah Yacob jadi presiden Singapura

Sebarkan:
Halimah Yacob sore nanti akan diambil sumpahnya sebagai presiden baru Singapura di Istana Negara.

Perempuan 63 tahun itu menjadi presiden Singapura pertama dari etnis muslim melayu setelah dua kandidat lainnya dinyatakan tidak lolos persyaratan Komisi Pemilu.

"Saya presiden untuk semua orang. Meski pemilu ini sudah diatur, saya bukan presiden pesanan," kata dia kepada para pendukungnya kemarin setelah dirinya diumumkan secara resmi sebagai presiden terpilih.

Ketika Halimah sudah diketahui menjadi presiden baru Singapura, banyak rakyat Negeri Singa yang mendukung tapi ada juga yang melontarkan kritik.

Dilansir dari laman The Guardian, Rabu (13/9), kritik itu mulai tersebar di dunia maya dan jejaring media sosial sejak kemarin. Rata-rata yang melontarkan kritik berasal dari etnis mayoritas China. Di mata mereka, pengangkatan Halimah sebagai Presiden Singapura tanpa pemilihan tidak bisa diterima.

Merlion Singapura ©singaporewhisky.blogspot.com


Pemerintah Singapura memutuskan membolehkan jabatan presiden diisi oleh etnis minoritas Melayu, sebagai cara buat membina kerukunan masyarakat antar-etnis di Negeri Singa, yang penduduknya mencapai 5,5 juta orang dengan etnis mayoritas China. Namun, sebagian kalangan 'konservatif' tidak setuju dengan cara itu. Mereka merasa semestinya jabatan presiden tidak boleh diberikan begitu saja tanpa pemilihan, apalagi sudah disiapkan kandidat dari etnis tertentu.

Mantan kandidat presiden Tan Cheng Bock dalam laman Facebooknya kemarin juga mengatakan warga Singapura merasa kecewa dan marah karena keputusan pemerintah. Dia menyebut terpilihnya Halimah menjadi peristiwa pemilihan presiden paling kontroversial dalam sejarah Singapura.

"Ketika Anda merampas hak suara kami untuk memilih, maka Anda merampas suara politik kami. Kalian sama saja mengatakan suara kami tidak penting," tulis dia, seperti dilansir Today Online, Rabu (13/9).

Pemerintah tidak memberi kesempatan kepada kandidat lain untuk maju selain Haimah Yacob dan Komite Pemilihan Presiden menolak dua calon independen, Muhamad Salleh Marican dan Farid Khan Kaim Khan.

Hal ini, kata Tan, sangat kontras dengan pemilihan presiden pada 1993. Ketika itu pemerintah lebih menyukai kandidat Ong Teng Cheong, namun mantan Wakil Perdana Menteri Goh Keng Swee tetap mendorong Chua Kim Yeow untuk maju.

"Mengapa? Ini untuk mencegah terjadinya kemenangan mudah dan memberi warga hak untuk menyampaikan pilihannya," tulis Tan.

Dia sebelumnya mengajukan keberatan atas keputusan pemerintah yang ingin mengatur pemilihan presiden agar etnis melayu yang maju karena sudah lima periode Singapura tidak punya presiden dari etnis melayu.
(merdeka.com)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 23 November 2017 | 11:37:00

Indonesia-Malaysia Sepakat Tingkatkan Kerjasama di Berbagai Bidang

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang sehingga kerjasama antarkedua negara tetangga ini semakin kokoh. ‎Hal ini didukung oleh meningkatnya ang
Kamis, 23 November 2017 | 11:08:24

Sanksi Baru AS untuk Korut Turut Sasar Pedagang China

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan penjatuhan sanksi baru terhadap Kore Utara (Korut). Sanksi tersebut diketahui berupa sanks-sanksi ekonomi yang menyasar perusahaan ekspedisi Korut. Selai
Kamis, 23 November 2017 | 11:06:03

Presiden Turki dan Iran Tiba di Rusia untuk Bahas Suriah Bersama Putin

SOCHI – Pemimpin Iran Hassan Rouhani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah tiba di Kota Sochi, Rusia. Kedua pemimpin negara itu akan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas penyelesaian poli
Rabu, 22 November 2017 | 11:54:16

Kapal Perang Rusia Muncul di Dekat Skotlandia, Militer Inggris Siaga Penuh

LONDON - Angkatan Laut Militer Kerajaan Inggris siaga tinggi setelah sebuah kapal perang Rusia terdeteksi berada di lepas pantai Skotlandia.Kapal Inggris menggunakan peralatan sonar mutakhir untuk mencari dan m
 
Berita Lainnya
Kamis, 23 November 2017 | 11:37:00

Indonesia-Malaysia Sepakat Tingkatkan Kerjasama di Berbagai Bidang

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk meningkatkan kerjasama di berbagai bidang sehingga kerjasama antarkedua negara tetangga ini semakin kokoh. ‎Hal ini didukung oleh meningkatnya ang
 
Kamis, 23 November 2017 | 11:08:24

Sanksi Baru AS untuk Korut Turut Sasar Pedagang China

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan penjatuhan sanksi baru terhadap Kore Utara (Korut). Sanksi tersebut diketahui berupa sanks-sanksi ekonomi yang menyasar perusahaan ekspedisi Korut. Selai
 
Kamis, 23 November 2017 | 11:06:03

Presiden Turki dan Iran Tiba di Rusia untuk Bahas Suriah Bersama Putin

SOCHI – Pemimpin Iran Hassan Rouhani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah tiba di Kota Sochi, Rusia. Kedua pemimpin negara itu akan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas penyelesaian poli
 
Rabu, 22 November 2017 | 11:54:16

Kapal Perang Rusia Muncul di Dekat Skotlandia, Militer Inggris Siaga Penuh

LONDON - Angkatan Laut Militer Kerajaan Inggris siaga tinggi setelah sebuah kapal perang Rusia terdeteksi berada di lepas pantai Skotlandia.Kapal Inggris menggunakan peralatan sonar mutakhir untuk mencari dan m
 
Rabu, 22 November 2017 | 11:34:32

Tentara Lebanon Bersiap Hadapi Ancaman Israel di Perbatasan

BEIRUT – Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon meminta pasukannya untuk siap sepenuhnya untuk menghadapi ancaman dari Israel di perbatasan selatan Lebanon. Jenderal Joseph Aoun juga menyerukan agar tentaranya te
 
Rabu, 22 November 2017 | 09:13:06

Korut Masuk Daftar Pendukung Terorisme, China Kembali Serukan Dialog

BEIJING – Amerika Serikat (AS) resmi memasukkan Korea Utara (Korut) ke dalam daftar negara pendukung terorisme. China, sebagai sekutus sekaligus mitra utama Korut, menilai langkah AS belum tepat.Beijing menyara
 
Selasa, 21 November 2017 | 11:23:28

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine Resmi Dimulai

NAYPYIDAW – Pembangunan rumah sakit Indonesia di Myang Bwe, Rakhine State, Myanmar, resmi dimulai. Pembangunan ini ditandai dengan acara ground breaking atau peletakan batu pertama yang dilakukan pada Minggu 19
 
Selasa, 21 November 2017 | 11:14:15

Jepang Dukung Keputusan AS Masukkan Korut ke Daftar Sponsor Terorisme

TOKYO – Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) memasukkan Korea Utara (Korut) ke daftar sponsor terorisme. Ia mendukung keputusan tersebut karena akan meningkatka
 
Senin, 20 November 2017 | 15:15:04

Presiden Mugabe Setujui Desakan terhadap Dirinya untuk Mengundurkan Diri

HARARE – Setelah mendapatkan kudeta militer, aksi demokrasi, serta pemecatan dari partai politik (parpol, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe akan mengundurkan diri sebagai presiden. Sebuah sumber mengatakan, milit
 
Senin, 20 November 2017 | 15:10:05

Palestina Ancam Putuskan Semua Komunikasi dengan AS, Kenapa Ya?

WASHINGTON – Pemerintah Palestina mengancam akan memutus semua komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) setelah Washington pernyataan Washington yang akan menutup kantor perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina
 
Senin, 20 November 2017 | 09:30:53

Prajurit Indobatt-03 Tampil Kembali Pada Perjanjian Perdamaian di Umsebheika

Darfur Sudan-Tim marawis Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 di bawah pimpinan Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. sebagai Dansatgas mendapat kepercayaan unt
 
Jumat, 17 November 2017 | 11:43:03

Diduga Berkaitan dengan Kudeta Tahun Lalu, Turki Tangkap 136 Orang

ISTANBUL – Otoritas berwenang di Turki menahan 136 orang karena diduga memiliki hubungan dengan komplotan kudeta tahun lalu. Orang-orang yang ditahan itu merupakan mantan polisi, guru, dan tentara.Sebagaimana d
 
Jumat, 17 November 2017 | 11:39:30

Semangat Jalin Kerjasama dengan Indonesia, Belgia Fokus di Bidang Ini

JAKARTA – Dalam rangka merayakan Belgiums Kings Day, Kedutaan Besar Belgia untuk Indonesia mengadakan perayaan di kediaman Duta Besar (Dubes) Belgia, Patrick Herman, tadi malam. Menteri Riset Teknologi dan Perg
 
Jumat, 17 November 2017 | 11:07:02

Situasi Timur Tengah Tak Menentu, China Tegaskan Dukungan ke Arab Saudi

BEIJING - China mendukung penuh upaya Arab Saudi untuk melindungi kedaulatan nasional dan mencapai pembangunan yang lebih besar. Hal itu dikatakan Presiden China Xi Jinping kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Ab
 
Kamis, 16 November 2017 | 15:57:50

Trump: China Setuju Korut Harus Musnahkan Gudang Senjata Nuklirnya!

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan China sepakat bahwa Korea Utara (Korut) tidak dapat hanya membekukan program senjata nuklirnya dengan imbalan konsesi dan harus menghilangkan gudang senjata nuklirnya. Hal
 
 
 
Terpopuler

1

17 Nov 2017 11:43 | 266 views
Internasional
Diduga Berkaitan dengan Kudeta Tahun Lalu, Turki Tangkap 136 Orang

3

23 Nov 2017 11:37 | 224 views
Internasional
Indonesia-Malaysia Sepakat Tingkatkan Kerjasama di Berbagai Bidang

5

22 Nov 2017 11:34 | 184 views
Internasional
Tentara Lebanon Bersiap Hadapi Ancaman Israel di Perbatasan
 
 
 
 
Top