Kamis, 19 September 2019 | 14:28:20
internasional

Pria AS Tembak Mati 3 Remaja yang Hendak Merampoknya

detik.com

Sebarkan:
detik.com
Georgia - Seorang pria di Georgia, Amerika Serikat (AS), menembak mati tiga remaja yang hendak merampok dirinya. Dalam kasus penembakan maut ini, pria tersebut bisa bebas dari jeratan hukum jika terbukti dirinya bertindak untuk membela diri.

Seperti dilansir AFP, Kamis (19/9/2019), Georgia merupakan salah satu dari 27 negara bagian AS yang memberlakukan aturan hukum bernama 'stand your ground' yang mengatur hak seseorang untuk menggunakan kekuatan mematikan saat membela diri dari ancaman yang muncul.
Kepolisian di Conyers, sebuah kota kecil di dekat Atlanta, menyatakan penembakan itu terjadi pada Senin (16/9) waktu setempat, saat tiga remaja yang berusia 15-16 tahun mendekati rumah pria tersebut sebelum fajar menyingsing. Penembakan terjadi di halaman depan rumah pria yang tidak disebut namanya ini.

"Pada tahap ini, penyelidikan mengungkapkan bahwa ketiga individu yang tewas itu menutupi wajahnya saat mendekati rumah itu dan berupaya merampok tiga individu yang ada di halaman depan," demikian pernyataan juru bicara Kepolisian Rockdale County, Lee Thomas.

"Salah satu tersangka percobaan perampokan mengacungkan sebuah pistol tangan dan melepas tembakan ke arah penghuni rumah sebelum salah satu korban percobaan perampokan ini membalas tembakan itu," imbuhnya.

"Para korban dari percobaan perampokan itu semuanya tidak mengalami luka-luka, tapi tiga tersangka percobaan perampokan semuanya terkena tembakan saat terjadi baku tembak dan tewas karena luka-luka mereka, satu tersangka tewas di lokasi kejadian dan dua tersangka lainnya tewas di rumah sakit setempat setelah dibawa ke sana," sebut Thomas.
Disebutkan Thomas bahwa sejauh ini belum ada dakwaan pidana yang dijeratkan terkait penembakan maut ini. Penyelidikan secara menyeluruh masih berlangsung.

Dalam pernyataan terpisah, Sheriff Rockdale County, Eric Levett, menyebut kasus ini bisa masuk dalam undang-undang pertahanan diri yang berlaku di negara bagian Georgia, yang mengizinkan penggunaan kekuatan mematikan bahkan jika opsi lain, seperti berlari atau bersembunyi, tersedia.
Pemberlakuan undang-undang 'stand your ground' di sejumlah negara bagian AS memicu kontroversi dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2012 lalu, seorang remaja kulit hitam bernama Trayvon Martin, saat itu berusia 17 tahun, tewas ditembak oleh seorang petugas keamanan bernama George Zimmerman.
Saat itu, penembakan Martin memicu kecaman besar-besaran yang kemudian memunculkan gerakan 'Black Lives Matter'. Dalam kasus penembakan di Georgia, dua remaja di antaranya keturunan Afrika-Amerika sedangkan satu remaja lainnya keturunan Hispanik.



 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:48:04

Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi

PEKANBARU - Seninar tentang Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (KUHP) yang ditaja Forum Jurnalis Perempuan Indonesia  (FJPI) menggandeng Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (17/10/2019) berjalan su
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:38:51

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Wujudkan Lingkungan Asri di Gereja Kampung Karubate

PAPUA- Dalam rangka mewujudkan lingkungan yang asri dan sehat, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY melaksanakan pembersihan bersama warga di Gereja GIDI Kampung Karubate, Distrik Muara, Kabupaten
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:35:39

Panglima TNI: Marwah dan Nama Baik NKRI Dipertaruhkan Dalam Pelantikan Presiden RI

JAKARTA- Marwah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dipertaruhkan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Dengan demikian, seluruh komponen bangsa harus turut serta dalam menjamin k
Kamis, 17 Oktober 2019 | 17:36:59

Satgas TMMD ke-106 Kodim 0314/Inhil Tancap Gas Menyelesaikan Semua Program

RETEH - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)-106 yang diselenggarakan Kodim 0314/Inhil, di Desa Seberang Sanglar dan Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Satgas TMMD tancap g
 
Berita Lainnya
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:40:41

Drama Keluarga di Belanda Ditemukan Setelah 9 Tahun Terkurung

Drenthe - Seorang ayah dan lima anaknya ditemukan dalam ruangan kecil pada sebuah perkebunan di Belanda. Mereka dilaporkan telah terkurung di ruangan itu selama sembilan tahun.Terungkapnya k
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:22:08

5 Wanita Muslim Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh Dunia, 2 dari Asia

 Diskriminasi tidak menjadi penghambat dalam melakukan aksi untuk perubahan dunia bagi sebagian orang. Meski menjadi bagian dari minoritas di sebuah wilayah, seseorang tetap bisa berbuat demi perubahan.Con
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:10:13

Perempuan asal Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Dunia

 Kaum perempuan mempunyai peran tak kalah penting dalam kehidupan dibanding kaum laki-laki. Mereka pun bisa menjadi sosok berpengaruh di dunia. Kaum hawa juga bisa memberikan dampak positif terhadap orang
 
Minggu, 13 Oktober 2019 | 10:28:53

Bakamla RI/IDNCG Hadiri HLM for the 15th HACGAM di Colombo

SRILANGKA- Perwakilan Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) dan Polair yang tergabung sebagai Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Bakamla T.S.N.B. Hutab
 
Minggu, 6 Oktober 2019 | 10:33:59

Usai Nyanyi Lagu Opera di Kereta Perempuan Tunawisma Ini Terkenal

SEORANG polisi Los Angeles berhenti untuk memfilmkan seorang perempuan tunawisma yang menyanyikan lagu opera di kereta bawah tanah. Mereka tidak menyadari bahwa video tersebut menjadi viral.Emily Zamourka terli
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 19:07:54

Puluhan Pucuk Senjata Berhasil Diperoleh Dari Ex-Combatan Kabege Kongo

KONGO- Sebanyak 48 pucuk senjata yang terdiri dari, 41 pucuk AK-47, 1 pucuk Mortir 60 LR, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjata Arquebus, 1 buah granat, ratusan butir munisi, ratusan busur dan ribua
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 10:54:40

2 WNI Meninggal Akibat Jembatan Ambrol di Taiwan

Jakarta - Tiga orang WNI sempat hilang dalam insiden jembatan ambrol di Taiwan. Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia."Tim pencarian otoritas Taiwan telah menemukan 2 dari 3 WNI yan
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 08:52:59

Bentrok di Irak, 2 Demonstran Tewas dan Lebih dari 200 Orang Terluka

Baghdad - Dua demonstran tewas dalam bentrokan pasukan keamanan selama protes di Irak. Selain itu, lebih dari 200 orang terluka.Dilansir AFP, Rabu (2/10/9/2019), lebih dari 1.00 orang turun ke ib
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 16:54:39

11 Polisi Afghanistan Tewas dalam Serangan Taliban, 13 Diculik

Kabul - Setidaknya 11 polisi tewas saat para militan Taliban menyerang markas mereka di wilayah Afghanistan utara. Belasan polisi lainnya dilaporkan telah diculik Taliban.Juru bicara provinsi Bal
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 11:06:39

Kena Peluru Karet, Jurnalis Indonesia Tuntut Jawaban dari Polisi Hong Kong

Hong Kong - Jurnalis asal Indonesia yang bertugas di Hong Kong, Veby Mega Indah, menuntut jawaban dari Kepolisian Hong Kong terkait insiden peluru karet yang mengenai dirinya saat meliput unjuk r
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 09:37:38

Bunuh Bocah Umur 8 Tahun, Wanita di Spanyol Divonis Penjara Seumur Hidup

Madrid - Ana Julia Quezada terbukti bersalah membunuh seorang anak berumur 8 tahun. Pengadilan Spanyol memvonis wanita tersebut dengan hukuman penjara seumur hidup.Korban bernama Gabriel Cruz yang hilang p
 
Senin, 30 September 2019 | 17:00:53

Roda Pesawat Meletus di Udara, Qantas Airways Putar Balik ke Brisbane

Brisbane - Sebuah pesawat Qantas Airways dengan rute domestik terpaksa putar balik ke Brisbane, Australia, setelah salah satu rodanya meletus di udara. Insiden ini terjadi sesaat setelah pes
 
Senin, 30 September 2019 | 16:45:11

Dalam 3 Hari, 100 Orang Tewas Akibat Hujan Lebat di India

New Delhi - Setidaknya 100 orang tewas di wilayah India utara dalam tiga hari terakhir ini akibat hujan lebat yang telah merendam jalan-jalan, bangsal-bangsal rumah sakit dan rumah-rumah.Puluhan
 
Senin, 30 September 2019 | 13:39:02

Akui Bertanggung Jawab, Putra Mahkota Saudi Tak Tahu Pembunuhan Khashoggi

Riyadh - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, bersikeras menyatakan tidak tahu-menahu soal pembunuhan wartawan senior Saudi, Jamal Khashoggi, meskipun dia mengakui dirinya
 
Senin, 30 September 2019 | 09:45:14

Mobil Lindas Ranjau di Nigeria, 7 Warga Sipil Tewas

Abuja - Sebanyak tujuh orang warga sipil tewas akibat ledakan ranjau yang ditanam di wilayah timur laut Nigeria. Ranjau tersebut meledak setelah terlindas mobil yang mereka tumpangi."Ketujuh penumpang dala
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top