Rabu, 18 September 2019 | 09:54:34
internasional

Korban Tewas Bom Bunuh Diri Jelang Pemilu di Afghanistan Jadi 48 Orang

detik.com

Sebarkan:
detik.com
Kabul - Korban ledakan bom bunuh diri jelang pemilu di Afghanistan menjadi 48 orang. Selain itu ada puluhan orang terluka akibat dua ledakan yang terjadi hari ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (17/9/2019), serangan pertama terjadi ketika seorang pengendara sepeda motor meledakkan bom bunuh diri di sebuah pos pemeriksaan di dekat lokasi kampanye Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Ketika itu Ghani sedang berbicara kepada pendukungnya di Provinsi parwan tengah, di sebelah utara Kabul. Akibatnya, 26 orang tewas dan 42 orang lainnya terluka.

Sejam kemudian, ledakan lain yang juga diklaim oleh Taliban mengguncang Kabul, dekat kedutaan Amerika Serikat (AS). Dikabarkan ada 22 orang tewas dan 38 lainnya terluka.

Serangan itu disebut-sebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump tiba-tiba mengakhiri pembicaraan dengan Taliban awal bulan ini mengenai kesepakatan yang akan memungkinkan AS untuk mulai menarik pasukan dari perang terpanjangnya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke media yang mengklaim bertanggung jawab atas kedua ledakan itu, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan serangan di dekat lokasi kampanye Ghani itu sengaja untuk mengganggu pemilihan umum 28 September.

"Kami sudah memperingatkan orang-orang untuk tidak menghadiri demonstrasi pemilihan umum, jika mereka menderita kerugian yang merupakan tanggung jawab mereka sendiri," kata pernyataan itu.

Sebuah gambar AFP dari lokasi dekat kampanye Ghani, kira-kira satu jam perjalanan ke utara Kabul, tampak sisa-sisa sepeda motor yang terbakar, mobil polisi yang rusak parah, dan korban. Direktur rumah sakit Parwan, Abdul Qasim Sangin, mengatakan kepada AFP, perempuan dan anak-anak ikut jadi korban dari serangan tersebut.

Presiden Ghani, yang berbicara kepada para pendukungnya pada saat ledakan, tidak terluka tetapi kemudian mengutuk serangan itu. Dia mengatakan insiden itu membuktikan bahwa Taliban tidak memiliki kepentingan nyata dalam rekonsiliasi.

"Ketika Taliban melanjutkan kejahatan mereka, mereka sekali lagi membuktikan bahwa mereka tidak tertarik pada perdamaian dan stabilitas di Afghanistan," kata Ghani dalam sebuah pernyataan.
sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:48:04

Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi

PEKANBARU - Seninar tentang Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (KUHP) yang ditaja Forum Jurnalis Perempuan Indonesia  (FJPI) menggandeng Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (17/10/2019) berjalan su
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:38:51

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Wujudkan Lingkungan Asri di Gereja Kampung Karubate

PAPUA- Dalam rangka mewujudkan lingkungan yang asri dan sehat, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY melaksanakan pembersihan bersama warga di Gereja GIDI Kampung Karubate, Distrik Muara, Kabupaten
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:35:39

Panglima TNI: Marwah dan Nama Baik NKRI Dipertaruhkan Dalam Pelantikan Presiden RI

JAKARTA- Marwah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dipertaruhkan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Dengan demikian, seluruh komponen bangsa harus turut serta dalam menjamin k
Kamis, 17 Oktober 2019 | 17:36:59

Satgas TMMD ke-106 Kodim 0314/Inhil Tancap Gas Menyelesaikan Semua Program

RETEH - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)-106 yang diselenggarakan Kodim 0314/Inhil, di Desa Seberang Sanglar dan Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Satgas TMMD tancap g
 
Berita Lainnya
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:40:41

Drama Keluarga di Belanda Ditemukan Setelah 9 Tahun Terkurung

Drenthe - Seorang ayah dan lima anaknya ditemukan dalam ruangan kecil pada sebuah perkebunan di Belanda. Mereka dilaporkan telah terkurung di ruangan itu selama sembilan tahun.Terungkapnya k
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:22:08

5 Wanita Muslim Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh Dunia, 2 dari Asia

 Diskriminasi tidak menjadi penghambat dalam melakukan aksi untuk perubahan dunia bagi sebagian orang. Meski menjadi bagian dari minoritas di sebuah wilayah, seseorang tetap bisa berbuat demi perubahan.Con
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:10:13

Perempuan asal Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Dunia

 Kaum perempuan mempunyai peran tak kalah penting dalam kehidupan dibanding kaum laki-laki. Mereka pun bisa menjadi sosok berpengaruh di dunia. Kaum hawa juga bisa memberikan dampak positif terhadap orang
 
Minggu, 13 Oktober 2019 | 10:28:53

Bakamla RI/IDNCG Hadiri HLM for the 15th HACGAM di Colombo

SRILANGKA- Perwakilan Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) dan Polair yang tergabung sebagai Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Bakamla T.S.N.B. Hutab
 
Minggu, 6 Oktober 2019 | 10:33:59

Usai Nyanyi Lagu Opera di Kereta Perempuan Tunawisma Ini Terkenal

SEORANG polisi Los Angeles berhenti untuk memfilmkan seorang perempuan tunawisma yang menyanyikan lagu opera di kereta bawah tanah. Mereka tidak menyadari bahwa video tersebut menjadi viral.Emily Zamourka terli
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 19:07:54

Puluhan Pucuk Senjata Berhasil Diperoleh Dari Ex-Combatan Kabege Kongo

KONGO- Sebanyak 48 pucuk senjata yang terdiri dari, 41 pucuk AK-47, 1 pucuk Mortir 60 LR, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjata Arquebus, 1 buah granat, ratusan butir munisi, ratusan busur dan ribua
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 10:54:40

2 WNI Meninggal Akibat Jembatan Ambrol di Taiwan

Jakarta - Tiga orang WNI sempat hilang dalam insiden jembatan ambrol di Taiwan. Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia."Tim pencarian otoritas Taiwan telah menemukan 2 dari 3 WNI yan
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 08:52:59

Bentrok di Irak, 2 Demonstran Tewas dan Lebih dari 200 Orang Terluka

Baghdad - Dua demonstran tewas dalam bentrokan pasukan keamanan selama protes di Irak. Selain itu, lebih dari 200 orang terluka.Dilansir AFP, Rabu (2/10/9/2019), lebih dari 1.00 orang turun ke ib
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 16:54:39

11 Polisi Afghanistan Tewas dalam Serangan Taliban, 13 Diculik

Kabul - Setidaknya 11 polisi tewas saat para militan Taliban menyerang markas mereka di wilayah Afghanistan utara. Belasan polisi lainnya dilaporkan telah diculik Taliban.Juru bicara provinsi Bal
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 11:06:39

Kena Peluru Karet, Jurnalis Indonesia Tuntut Jawaban dari Polisi Hong Kong

Hong Kong - Jurnalis asal Indonesia yang bertugas di Hong Kong, Veby Mega Indah, menuntut jawaban dari Kepolisian Hong Kong terkait insiden peluru karet yang mengenai dirinya saat meliput unjuk r
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 09:37:38

Bunuh Bocah Umur 8 Tahun, Wanita di Spanyol Divonis Penjara Seumur Hidup

Madrid - Ana Julia Quezada terbukti bersalah membunuh seorang anak berumur 8 tahun. Pengadilan Spanyol memvonis wanita tersebut dengan hukuman penjara seumur hidup.Korban bernama Gabriel Cruz yang hilang p
 
Senin, 30 September 2019 | 17:00:53

Roda Pesawat Meletus di Udara, Qantas Airways Putar Balik ke Brisbane

Brisbane - Sebuah pesawat Qantas Airways dengan rute domestik terpaksa putar balik ke Brisbane, Australia, setelah salah satu rodanya meletus di udara. Insiden ini terjadi sesaat setelah pes
 
Senin, 30 September 2019 | 16:45:11

Dalam 3 Hari, 100 Orang Tewas Akibat Hujan Lebat di India

New Delhi - Setidaknya 100 orang tewas di wilayah India utara dalam tiga hari terakhir ini akibat hujan lebat yang telah merendam jalan-jalan, bangsal-bangsal rumah sakit dan rumah-rumah.Puluhan
 
Senin, 30 September 2019 | 13:39:02

Akui Bertanggung Jawab, Putra Mahkota Saudi Tak Tahu Pembunuhan Khashoggi

Riyadh - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, bersikeras menyatakan tidak tahu-menahu soal pembunuhan wartawan senior Saudi, Jamal Khashoggi, meskipun dia mengakui dirinya
 
Senin, 30 September 2019 | 09:45:14

Mobil Lindas Ranjau di Nigeria, 7 Warga Sipil Tewas

Abuja - Sebanyak tujuh orang warga sipil tewas akibat ledakan ranjau yang ditanam di wilayah timur laut Nigeria. Ranjau tersebut meledak setelah terlindas mobil yang mereka tumpangi."Ketujuh penumpang dala
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top