Selasa, 17 September 2019 | 09:17:54
internasional

Jerman Siapkan 75 M Euro Untuk Penanggulangan Perubahan Iklim

detik.com

Sebarkan:
detik.com
Berlin -Partai-partai koalisi pemerintahan Jerman, CDU, CSU dan SPD sejak Jumat lalu (14/9) mulai membahas paket kebijakan untuk penanggulangan perubahan iklim. Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya menegaskan, jika tidak dilakukan langkah drastis untuk meredam perubahan iklim sekarang juga, biaya yang harus dikeluarkan di masa depan jauh lebih tinggi lagi.

Kementerian Transportasi mengajukan proposal paket kebijakan dengan anggaran sampai 75 miliar Euro sampai pada tahun 2030. Sektor transportasi memang menjadi target utama dalam upaya mereduksi emisi karbondioksida (CO2).

Proposal itu antara lain mengusulkan keringanan pajak dan subsidi untuk mendukung pembelian mobil listrik, pembangunan jalur-jalur sepeda baru, meningkatkan jaringan dan kualitas transportasi umum, mempromosikan bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil dan mereformasi jaringan dan perusahaan kereta api.

Satu juta stasiun pengisian baterai

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz (SPD) mengatakan, salah satu faktor sentral dalam upaya penanggulangan perubahan iklim adalah pengalihan teknologi kendaraan dari bahan bakar fosil ke teknologi tenaga listrik. Untuk mewujudkan hal itu, perlu dibangun jaringan stasiun pengisian baterai.

"Karena itu kita perlu program seperti pembangunan satu juta stasiun pengisian baterai", kata Olaf Scholz kepada harian "Die Welt am Sonntag".

CDU dan SPD akan merampungkan usulan paket kebijakan sampai 20 September mendatang. Yang jelas, paket-paket kebijakan itu akan membutuhkan "dana sangat tinggi", kata Olaf Scholz.

Namun pemerintah tampaknya masih terpecah tentang bagaimana menyeimbangkan aturan-aturan ketat dengan program-program insentif dan soal pajak baru atas emisi CO2.

"Tugas Herkules"

SPD menjelaskan, paket perlindungan iklim dapat meruncingkan perbedaan pendapat antara dua partai yang "bersaudara", yaitu CDU dan CSU. Namun kebijakan penanggulangan iklim harus segera diwujudkan,

"Jika kita gagal menemukan solusi yang meyakinkan, pemerintah akan kehilangan legitimasinya," kata Olaf Scholz dan menambahkan, yang perlu dilakukan sekarang adalah "langkah-langkah drastis."

Kanselir Angela Merkel (CDU) sebelumnya mendesak sektor otomotif Jerman untuk mengemban "tugas Herkules" dengan menciptakan opsi transportasi yang lebih berkelanjutan untuk memenuhi target iklim dari pemerintah maupun target internasional sampai tahun 2030. Merkel menjanjikan dukungan pemerintah bagi perusahaan mobil dalam upaya mengalihkan produksi ke teknologi mobil listrik dan bahan bakar hidrogen.

sumber: detik.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:36:18

Norizal Resmi Nahkodai BPC GAPENSI Kabupaten Bengkalis Periode 2019 -2024

Bengkalis - Berdasarkan hasil keputusan sidang Pleno I musyawarah cabang VIII (Muscab) BPC Gapensi Kabupaten bengkalis yang dilaksanakan di aula kantor BPC Gapensi Bengkalis pada hari Selasa (22/10/19) pagi, ak
Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:13:07

Besok Operasi Zebra Di Tanjungpinang, Ini Sasarannya

 Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanjungpinang akan menggelar Operasi Zebra Seligi pada Rabu (23/10) besok."Dalam operasi ini setidaknya ada delapan sasaran, diantaranya kelengkapan administrasi peng
Selasa, 22 Oktober 2019 | 13:42:49

Apakah Muhammad Rudi Maju Sebagai Pilgub Kepri? Ini Respon Relawan

Partai Nasdem, tidak lama lagi akan membuka pendaftaran, bagi kader-kader yang berpotensi untuk maju bakal calon Gubernur dan Walikota di pemilihan serentak 2020, Selasa(30/9/2019)Ketua relawan Haji Muhammad Ru
Selasa, 22 Oktober 2019 | 13:38:27

BPC GAPENSI Kabupaten Bengkalis Gelar Muscab VIII

Bengkalis - Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (BPC-GAPENSI) Kabupaten Bengkalis, Selasa pagi (22/10/19) melaksanakan musyawarah ke VIII di aula kantor  BPC Gapensi Kabup
 
Berita Lainnya
Senin, 21 Oktober 2019 | 19:00:36

850 Prajurit TNI Konga XXIII-N Unifil Gelar Latihan Teknis

KONGA- Sebanyak 850 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-N Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) menggelar latihan teknis
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:40:41

Drama Keluarga di Belanda Ditemukan Setelah 9 Tahun Terkurung

Drenthe - Seorang ayah dan lima anaknya ditemukan dalam ruangan kecil pada sebuah perkebunan di Belanda. Mereka dilaporkan telah terkurung di ruangan itu selama sembilan tahun.Terungkapnya k
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:22:08

5 Wanita Muslim Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh Dunia, 2 dari Asia

 Diskriminasi tidak menjadi penghambat dalam melakukan aksi untuk perubahan dunia bagi sebagian orang. Meski menjadi bagian dari minoritas di sebuah wilayah, seseorang tetap bisa berbuat demi perubahan.Con
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:10:13

Perempuan asal Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Dunia

 Kaum perempuan mempunyai peran tak kalah penting dalam kehidupan dibanding kaum laki-laki. Mereka pun bisa menjadi sosok berpengaruh di dunia. Kaum hawa juga bisa memberikan dampak positif terhadap orang
 
Minggu, 13 Oktober 2019 | 10:28:53

Bakamla RI/IDNCG Hadiri HLM for the 15th HACGAM di Colombo

SRILANGKA- Perwakilan Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) dan Polair yang tergabung sebagai Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Bakamla T.S.N.B. Hutab
 
Minggu, 6 Oktober 2019 | 10:33:59

Usai Nyanyi Lagu Opera di Kereta Perempuan Tunawisma Ini Terkenal

SEORANG polisi Los Angeles berhenti untuk memfilmkan seorang perempuan tunawisma yang menyanyikan lagu opera di kereta bawah tanah. Mereka tidak menyadari bahwa video tersebut menjadi viral.Emily Zamourka terli
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 19:07:54

Puluhan Pucuk Senjata Berhasil Diperoleh Dari Ex-Combatan Kabege Kongo

KONGO- Sebanyak 48 pucuk senjata yang terdiri dari, 41 pucuk AK-47, 1 pucuk Mortir 60 LR, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjata Arquebus, 1 buah granat, ratusan butir munisi, ratusan busur dan ribua
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 10:54:40

2 WNI Meninggal Akibat Jembatan Ambrol di Taiwan

Jakarta - Tiga orang WNI sempat hilang dalam insiden jembatan ambrol di Taiwan. Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia."Tim pencarian otoritas Taiwan telah menemukan 2 dari 3 WNI yan
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 08:52:59

Bentrok di Irak, 2 Demonstran Tewas dan Lebih dari 200 Orang Terluka

Baghdad - Dua demonstran tewas dalam bentrokan pasukan keamanan selama protes di Irak. Selain itu, lebih dari 200 orang terluka.Dilansir AFP, Rabu (2/10/9/2019), lebih dari 1.00 orang turun ke ib
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 16:54:39

11 Polisi Afghanistan Tewas dalam Serangan Taliban, 13 Diculik

Kabul - Setidaknya 11 polisi tewas saat para militan Taliban menyerang markas mereka di wilayah Afghanistan utara. Belasan polisi lainnya dilaporkan telah diculik Taliban.Juru bicara provinsi Bal
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 11:06:39

Kena Peluru Karet, Jurnalis Indonesia Tuntut Jawaban dari Polisi Hong Kong

Hong Kong - Jurnalis asal Indonesia yang bertugas di Hong Kong, Veby Mega Indah, menuntut jawaban dari Kepolisian Hong Kong terkait insiden peluru karet yang mengenai dirinya saat meliput unjuk r
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 09:37:38

Bunuh Bocah Umur 8 Tahun, Wanita di Spanyol Divonis Penjara Seumur Hidup

Madrid - Ana Julia Quezada terbukti bersalah membunuh seorang anak berumur 8 tahun. Pengadilan Spanyol memvonis wanita tersebut dengan hukuman penjara seumur hidup.Korban bernama Gabriel Cruz yang hilang p
 
Senin, 30 September 2019 | 17:00:53

Roda Pesawat Meletus di Udara, Qantas Airways Putar Balik ke Brisbane

Brisbane - Sebuah pesawat Qantas Airways dengan rute domestik terpaksa putar balik ke Brisbane, Australia, setelah salah satu rodanya meletus di udara. Insiden ini terjadi sesaat setelah pes
 
Senin, 30 September 2019 | 16:45:11

Dalam 3 Hari, 100 Orang Tewas Akibat Hujan Lebat di India

New Delhi - Setidaknya 100 orang tewas di wilayah India utara dalam tiga hari terakhir ini akibat hujan lebat yang telah merendam jalan-jalan, bangsal-bangsal rumah sakit dan rumah-rumah.Puluhan
 
Senin, 30 September 2019 | 13:39:02

Akui Bertanggung Jawab, Putra Mahkota Saudi Tak Tahu Pembunuhan Khashoggi

Riyadh - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, bersikeras menyatakan tidak tahu-menahu soal pembunuhan wartawan senior Saudi, Jamal Khashoggi, meskipun dia mengakui dirinya
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top