Jumat, 13 September 2019 | 14:43:05
internasional

Pengusaha Ditahan, Taiwan Imbau Warganya Tak Pergi ke Hong Kong dan China

detik.com

Sebarkan:
detik.com
Taipei - Seorang pengusaha Taiwan ditahan setelah menyeberang dari Hong Kong ke Shenzhen, China. Otoritas Taiwan pun kini melarang setiap warganya untuk bepergian ke Hong Kong atau China daratan dengan menyebut situasi saat ini 'parah'.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Jumat (13/9/2019), pengusaha Taiwan bernama Lee Meng-chu (43) itu menghilang setelah menyeberang perbatasan dari Hong Kong ke kota Shenzhen, China pada 19 Agustus lalu. Lee juga disebut sebagai seorang penasihat dari sebuah kota kecil di Taiwan.

Lee dilaporkan hilang oleh seorang temannya, Chen Ya-lin, yang seharusnya bertemu dengannya di Jakarta pada 21 Agustus lalu. Disebutkan Chen bahwa Lee baru saja ikut unjuk rasa di Hong Kong sebelum menyeberang ke China daratan.

Pada Rabu (11/9) waktu setempat, juru bicara Kantor Urusan Taiwan di China, Ma Xiaoguang, dalam konferensi pers mengonfirmasi Lee tengah ditanyai terkait 'aktivitas kriminal yang bisa membahayakan keamanan nasional China'. Ma menyatakan Lee diselidiki 'sesuai hukum yang berlaku'. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal tuduhan yang menjerat Lee.

Menanggapi hal itu, Dewan Urusan China Daratan di Taiwan menuntut otoritas China daratan untuk memberikan 'penjelasan lengkap', termasuk informasi soal keberadaan Lee dan dakwaan yang dijeratkan terhadapnya.

"Otoritas (China) daratan tidak memberitahu kami atau keluarganya (Lee), juga tidak memberikan penjelasan," sebut Dewan Urusan China Daratan di Taiwan.

Juru bicara Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan, Hsueh Cheng-yi, menyebut penahanan Lee itu memicu kekhawatiran dan ketakutan publik Taiwan soal keselamatan jika bepergian ke Hong Kong atau China daratan. DPP juga menyatakan 'kecaman keras' terhadap penahanan Lee.

"Partai Progresif Demokratik mendorong warga untuk menghindari berkunjung ke Hong Kong dan China karena situasi internal yang sulit," demikian imbauan DPP yang kini berkuasa di Taiwan.

"Situasi di dalam wilayah Hong Kong dan China kini parah dan aktivitas bepergian harus dikurangi. Jika Anda bepergian ke area-area ini, Anda harus memperhatikan keselamatan Anda sendiri dan tetap beri informasi soal keberadaan Anda kepada teman dan kerabat Anda," imbuh pernyataan itu
Laporan kantor berita Taiwan, Central News Agency, menyebut Lee sempat membagi-bagikan foto-foto unjuk rasa di Hong Kong dan foto tentara China yang berkumpul di perbatasan, sebelum dia menghilang.

Chen, yang merupakan teman Lee, menyebut Lee juga menjabat Direktur Asosiasi PBB untuk Pemajuan Taiwan, organisasi yang memperjuangkan masuknya Taiwan ke PBB. Namun, Chen menegaskan Lee tidak memiliki kebencian pada China daratan dan bukan pengkritik vokal pemerintahan China atau Partai Komunis China. Ditambahkan Chen bahwa Lee memang secara rutin bepergian ke China beberapa kali dalam setahun untuk urusan bisnis.

Keluarga Lee menambahkan bahwa dia hanya warga biasa dan bukan ancaman untuk pemerintah China.
sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:36:18

Norizal Resmi Nahkodai BPC GAPENSI Kabupaten Bengkalis Periode 2019 -2024

Bengkalis - Berdasarkan hasil keputusan sidang Pleno I musyawarah cabang VIII (Muscab) BPC Gapensi Kabupaten bengkalis yang dilaksanakan di aula kantor BPC Gapensi Bengkalis pada hari Selasa (22/10/19) pagi, ak
Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:13:07

Besok Operasi Zebra Di Tanjungpinang, Ini Sasarannya

 Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanjungpinang akan menggelar Operasi Zebra Seligi pada Rabu (23/10) besok."Dalam operasi ini setidaknya ada delapan sasaran, diantaranya kelengkapan administrasi peng
Selasa, 22 Oktober 2019 | 13:42:49

Apakah Muhammad Rudi Maju Sebagai Pilgub Kepri? Ini Respon Relawan

Partai Nasdem, tidak lama lagi akan membuka pendaftaran, bagi kader-kader yang berpotensi untuk maju bakal calon Gubernur dan Walikota di pemilihan serentak 2020, Selasa(30/9/2019)Ketua relawan Haji Muhammad Ru
Selasa, 22 Oktober 2019 | 13:38:27

BPC GAPENSI Kabupaten Bengkalis Gelar Muscab VIII

Bengkalis - Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (BPC-GAPENSI) Kabupaten Bengkalis, Selasa pagi (22/10/19) melaksanakan musyawarah ke VIII di aula kantor  BPC Gapensi Kabup
 
Berita Lainnya
Senin, 21 Oktober 2019 | 19:00:36

850 Prajurit TNI Konga XXIII-N Unifil Gelar Latihan Teknis

KONGA- Sebanyak 850 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-N Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) menggelar latihan teknis
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:40:41

Drama Keluarga di Belanda Ditemukan Setelah 9 Tahun Terkurung

Drenthe - Seorang ayah dan lima anaknya ditemukan dalam ruangan kecil pada sebuah perkebunan di Belanda. Mereka dilaporkan telah terkurung di ruangan itu selama sembilan tahun.Terungkapnya k
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:22:08

5 Wanita Muslim Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh Dunia, 2 dari Asia

 Diskriminasi tidak menjadi penghambat dalam melakukan aksi untuk perubahan dunia bagi sebagian orang. Meski menjadi bagian dari minoritas di sebuah wilayah, seseorang tetap bisa berbuat demi perubahan.Con
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:10:13

Perempuan asal Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Dunia

 Kaum perempuan mempunyai peran tak kalah penting dalam kehidupan dibanding kaum laki-laki. Mereka pun bisa menjadi sosok berpengaruh di dunia. Kaum hawa juga bisa memberikan dampak positif terhadap orang
 
Minggu, 13 Oktober 2019 | 10:28:53

Bakamla RI/IDNCG Hadiri HLM for the 15th HACGAM di Colombo

SRILANGKA- Perwakilan Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) dan Polair yang tergabung sebagai Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Bakamla T.S.N.B. Hutab
 
Minggu, 6 Oktober 2019 | 10:33:59

Usai Nyanyi Lagu Opera di Kereta Perempuan Tunawisma Ini Terkenal

SEORANG polisi Los Angeles berhenti untuk memfilmkan seorang perempuan tunawisma yang menyanyikan lagu opera di kereta bawah tanah. Mereka tidak menyadari bahwa video tersebut menjadi viral.Emily Zamourka terli
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 19:07:54

Puluhan Pucuk Senjata Berhasil Diperoleh Dari Ex-Combatan Kabege Kongo

KONGO- Sebanyak 48 pucuk senjata yang terdiri dari, 41 pucuk AK-47, 1 pucuk Mortir 60 LR, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjata Arquebus, 1 buah granat, ratusan butir munisi, ratusan busur dan ribua
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 10:54:40

2 WNI Meninggal Akibat Jembatan Ambrol di Taiwan

Jakarta - Tiga orang WNI sempat hilang dalam insiden jembatan ambrol di Taiwan. Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia."Tim pencarian otoritas Taiwan telah menemukan 2 dari 3 WNI yan
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 08:52:59

Bentrok di Irak, 2 Demonstran Tewas dan Lebih dari 200 Orang Terluka

Baghdad - Dua demonstran tewas dalam bentrokan pasukan keamanan selama protes di Irak. Selain itu, lebih dari 200 orang terluka.Dilansir AFP, Rabu (2/10/9/2019), lebih dari 1.00 orang turun ke ib
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 16:54:39

11 Polisi Afghanistan Tewas dalam Serangan Taliban, 13 Diculik

Kabul - Setidaknya 11 polisi tewas saat para militan Taliban menyerang markas mereka di wilayah Afghanistan utara. Belasan polisi lainnya dilaporkan telah diculik Taliban.Juru bicara provinsi Bal
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 11:06:39

Kena Peluru Karet, Jurnalis Indonesia Tuntut Jawaban dari Polisi Hong Kong

Hong Kong - Jurnalis asal Indonesia yang bertugas di Hong Kong, Veby Mega Indah, menuntut jawaban dari Kepolisian Hong Kong terkait insiden peluru karet yang mengenai dirinya saat meliput unjuk r
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 09:37:38

Bunuh Bocah Umur 8 Tahun, Wanita di Spanyol Divonis Penjara Seumur Hidup

Madrid - Ana Julia Quezada terbukti bersalah membunuh seorang anak berumur 8 tahun. Pengadilan Spanyol memvonis wanita tersebut dengan hukuman penjara seumur hidup.Korban bernama Gabriel Cruz yang hilang p
 
Senin, 30 September 2019 | 17:00:53

Roda Pesawat Meletus di Udara, Qantas Airways Putar Balik ke Brisbane

Brisbane - Sebuah pesawat Qantas Airways dengan rute domestik terpaksa putar balik ke Brisbane, Australia, setelah salah satu rodanya meletus di udara. Insiden ini terjadi sesaat setelah pes
 
Senin, 30 September 2019 | 16:45:11

Dalam 3 Hari, 100 Orang Tewas Akibat Hujan Lebat di India

New Delhi - Setidaknya 100 orang tewas di wilayah India utara dalam tiga hari terakhir ini akibat hujan lebat yang telah merendam jalan-jalan, bangsal-bangsal rumah sakit dan rumah-rumah.Puluhan
 
Senin, 30 September 2019 | 13:39:02

Akui Bertanggung Jawab, Putra Mahkota Saudi Tak Tahu Pembunuhan Khashoggi

Riyadh - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, bersikeras menyatakan tidak tahu-menahu soal pembunuhan wartawan senior Saudi, Jamal Khashoggi, meskipun dia mengakui dirinya
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top