Jumat, 13 September 2019 | 13:22:39
internasional

Duh! 2 Penerjun Payung Nyaris Tabrakan dengan Jet F-15 di Langit Inggris

detik.com

Sebarkan:
detik.com
London - Dua penerjun payung nyaris saja bertabrakan dengan dua jet tempur Amerika Serikat (AS) yang mengudara di wilayah udara Inggris. Insiden nyaris tabrakan ini diduga sebagian dipicu oleh masalah dalam komunikasi.

Seperti dilansir CNN, Jumat (13/9/2019), dua penerjun payung yang tidak disebut identitasnya itu, sedang terjun bebas dengan kecepatan 120 mph atau 193 kilometer per jam ketika dua jet tempur jenis F-15 terbang di bawah mereka pada 17 April lalu. Dua jet tempur F-15 milik AS itu dilaporkan mengudara dengan kecepatan nyaris mencapai 350 mph atau 563 kilometer per jam.

Laporan UK Airprox Board -- yang memantau insiden semacam ini -- menyebut insiden nyaris tabrakan atau yang secara resmi disebut airprox ini terekam kamera GoPro yang terpasang pada helm yang dipakai oleh salah satu penerjun payung. Menurut laporan yang dirilis beberapa pekan terakhir, kedua penerjun payung menaksir risiko terjadinya tabrakan saat itu masuk level 'medium'.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kedua penerjun payung itu lepas landas dengan pesawat ringan dari lapangan udara Chatteris di Cambridgeshire, Inggris. Sedangkan dua jet tempur F-15 itu lepas landas dari pangkalan Angkatan Udara Inggris (RAF) di Lakenheath, Suffolk, yang menjadi markas bagi Sayap Tempur ke-48 Angkatan Udara AS.

Kondisi cuaca saat insiden itu terjadi dilaporkan sangat baik. Laporan UK Airpox Board menyebut bahwa kedua penerjun terjun memiliki jarak pandang 10 kilometer, sedangkan kedua pilot jet tempur memiliki jarak pandang yang jelas hingga 50 kilometer. Insiden terjadi saat kedua penerjun belum mengaktifkan parasut mereka.

Diketahui bahwa zona pendaratan parasut yang telah ditentukan harus ditandai pada grafik penerbangan, yang berarti operator penerbangan wajib mengetahui bahwa ada penerjun payung di wilayah udara itu. Menurut laporan UK Airprox Board, pangkalan RAF akan mendapatkan telepon dari Chatteris setiap pagi untuk memberitahu setiap aktivitas terjun payung yang dilakukan.

Salah satu pilot jet tempur F-15 menuturkan kepada penyidik setempat bahwa dirinya tidak menyadari bahwa Chatteris terbuka untuk penerjun payung pada saat itu. Pilot ini juga menyatakan tidak ada pemberitahuan apapun dari pihak menara kendali lalu lintas udara (ATC). Ditambahkan laporan tersebut bahwa langkah-langkah telah diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Ada sejumlah faktor, yang menurut laporan UK Airprox Board, berkontribusi dalam insiden ini. Salah satunya adalah masalah komunikasi yang diduga dipicu oleh beratnya beban kerja pada menara ATC Lakenheath.

"Menara kendali Lakenheath menyadari posisi Chatteris, dan (UK Airpox) Board diberitahu bahwa setiap pagi, Chatteris menelepon ATC untuk memberitahu kapan mereka aktif, pesawat yang membawa penerjun payung juga menggunakan frekuensi yang sama dengan mengudara dengan membawa penerjun payung," sebut UK Airprox Board dalam laporannya.

"Menara kendali diyakini memiliki banyak waktu untuk mengubah arah jet F-15 saat berkomunikasi pada frekuensi itu. Namun, frekuensi itu sibuk saat kedua jet mengudara dan jadi, saat pilot-pilot F-15 akhirnya berkomunikasi dengan menara kendali, mereka sudah akan terbang di atas Chatteris," imbuh laporan itu.

Otoritas setempat tidak bisa menentukan seberapa dekat jarak jet F-15 dengan kedua penerjun payung saat insiden ini terjadi. Pertanyaan pun muncul soal sebenarnya seberapa besar risiko tabrakan terjadi.
sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:48:04

Bedah RUU KUHP FJPI dan UIR, Hak Perempuan Terlindungi

PEKANBARU - Seninar tentang Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana (KUHP) yang ditaja Forum Jurnalis Perempuan Indonesia  (FJPI) menggandeng Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (17/10/2019) berjalan su
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:38:51

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Wujudkan Lingkungan Asri di Gereja Kampung Karubate

PAPUA- Dalam rangka mewujudkan lingkungan yang asri dan sehat, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY melaksanakan pembersihan bersama warga di Gereja GIDI Kampung Karubate, Distrik Muara, Kabupaten
Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:35:39

Panglima TNI: Marwah dan Nama Baik NKRI Dipertaruhkan Dalam Pelantikan Presiden RI

JAKARTA- Marwah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dipertaruhkan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Dengan demikian, seluruh komponen bangsa harus turut serta dalam menjamin k
Kamis, 17 Oktober 2019 | 17:36:59

Satgas TMMD ke-106 Kodim 0314/Inhil Tancap Gas Menyelesaikan Semua Program

RETEH - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)-106 yang diselenggarakan Kodim 0314/Inhil, di Desa Seberang Sanglar dan Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Satgas TMMD tancap g
 
Berita Lainnya
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:40:41

Drama Keluarga di Belanda Ditemukan Setelah 9 Tahun Terkurung

Drenthe - Seorang ayah dan lima anaknya ditemukan dalam ruangan kecil pada sebuah perkebunan di Belanda. Mereka dilaporkan telah terkurung di ruangan itu selama sembilan tahun.Terungkapnya k
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:22:08

5 Wanita Muslim Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh Dunia, 2 dari Asia

 Diskriminasi tidak menjadi penghambat dalam melakukan aksi untuk perubahan dunia bagi sebagian orang. Meski menjadi bagian dari minoritas di sebuah wilayah, seseorang tetap bisa berbuat demi perubahan.Con
 
Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:10:13

Perempuan asal Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh di Dunia

 Kaum perempuan mempunyai peran tak kalah penting dalam kehidupan dibanding kaum laki-laki. Mereka pun bisa menjadi sosok berpengaruh di dunia. Kaum hawa juga bisa memberikan dampak positif terhadap orang
 
Minggu, 13 Oktober 2019 | 10:28:53

Bakamla RI/IDNCG Hadiri HLM for the 15th HACGAM di Colombo

SRILANGKA- Perwakilan Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) dan Polair yang tergabung sebagai Delegasi Republik Indonesia (Delri) dipimpin Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda Bakamla T.S.N.B. Hutab
 
Minggu, 6 Oktober 2019 | 10:33:59

Usai Nyanyi Lagu Opera di Kereta Perempuan Tunawisma Ini Terkenal

SEORANG polisi Los Angeles berhenti untuk memfilmkan seorang perempuan tunawisma yang menyanyikan lagu opera di kereta bawah tanah. Mereka tidak menyadari bahwa video tersebut menjadi viral.Emily Zamourka terli
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 19:07:54

Puluhan Pucuk Senjata Berhasil Diperoleh Dari Ex-Combatan Kabege Kongo

KONGO- Sebanyak 48 pucuk senjata yang terdiri dari, 41 pucuk AK-47, 1 pucuk Mortir 60 LR, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk senjata Arquebus, 1 buah granat, ratusan butir munisi, ratusan busur dan ribua
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 10:54:40

2 WNI Meninggal Akibat Jembatan Ambrol di Taiwan

Jakarta - Tiga orang WNI sempat hilang dalam insiden jembatan ambrol di Taiwan. Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia."Tim pencarian otoritas Taiwan telah menemukan 2 dari 3 WNI yan
 
Rabu, 2 Oktober 2019 | 08:52:59

Bentrok di Irak, 2 Demonstran Tewas dan Lebih dari 200 Orang Terluka

Baghdad - Dua demonstran tewas dalam bentrokan pasukan keamanan selama protes di Irak. Selain itu, lebih dari 200 orang terluka.Dilansir AFP, Rabu (2/10/9/2019), lebih dari 1.00 orang turun ke ib
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 16:54:39

11 Polisi Afghanistan Tewas dalam Serangan Taliban, 13 Diculik

Kabul - Setidaknya 11 polisi tewas saat para militan Taliban menyerang markas mereka di wilayah Afghanistan utara. Belasan polisi lainnya dilaporkan telah diculik Taliban.Juru bicara provinsi Bal
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 11:06:39

Kena Peluru Karet, Jurnalis Indonesia Tuntut Jawaban dari Polisi Hong Kong

Hong Kong - Jurnalis asal Indonesia yang bertugas di Hong Kong, Veby Mega Indah, menuntut jawaban dari Kepolisian Hong Kong terkait insiden peluru karet yang mengenai dirinya saat meliput unjuk r
 
Selasa, 1 Oktober 2019 | 09:37:38

Bunuh Bocah Umur 8 Tahun, Wanita di Spanyol Divonis Penjara Seumur Hidup

Madrid - Ana Julia Quezada terbukti bersalah membunuh seorang anak berumur 8 tahun. Pengadilan Spanyol memvonis wanita tersebut dengan hukuman penjara seumur hidup.Korban bernama Gabriel Cruz yang hilang p
 
Senin, 30 September 2019 | 17:00:53

Roda Pesawat Meletus di Udara, Qantas Airways Putar Balik ke Brisbane

Brisbane - Sebuah pesawat Qantas Airways dengan rute domestik terpaksa putar balik ke Brisbane, Australia, setelah salah satu rodanya meletus di udara. Insiden ini terjadi sesaat setelah pes
 
Senin, 30 September 2019 | 16:45:11

Dalam 3 Hari, 100 Orang Tewas Akibat Hujan Lebat di India

New Delhi - Setidaknya 100 orang tewas di wilayah India utara dalam tiga hari terakhir ini akibat hujan lebat yang telah merendam jalan-jalan, bangsal-bangsal rumah sakit dan rumah-rumah.Puluhan
 
Senin, 30 September 2019 | 13:39:02

Akui Bertanggung Jawab, Putra Mahkota Saudi Tak Tahu Pembunuhan Khashoggi

Riyadh - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, bersikeras menyatakan tidak tahu-menahu soal pembunuhan wartawan senior Saudi, Jamal Khashoggi, meskipun dia mengakui dirinya
 
Senin, 30 September 2019 | 09:45:14

Mobil Lindas Ranjau di Nigeria, 7 Warga Sipil Tewas

Abuja - Sebanyak tujuh orang warga sipil tewas akibat ledakan ranjau yang ditanam di wilayah timur laut Nigeria. Ranjau tersebut meledak setelah terlindas mobil yang mereka tumpangi."Ketujuh penumpang dala
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top