Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Rabu, 11 September 2019 | 13:37:18
internasional

Ilmuwan Temukan Bukti Teori Mengerikan Punahnya Dinosaurus

detik.com

Sebarkan:
detik.com
Dinosaurus pada masa jutaan lalu adalah makhluk penguasa planet Bumi sebelum mendadak punah, diduga kuat karena terjangan dahsyat asteroid. Kini, temuan baru dari analisis bebatuan di semenanjung Yucatan, Meksiko, mengungkap bukti kejadian mengerikan di waktu tersebut.

"Penemuan ini adalah yang paling detail sesudah bencana yang mengakhiri zaman dinosaurus," kata pemimpin studi ini, Sean Gulick dari University of Texas Institute for Geophysics.

Teori yang selama ini beredar adalah ketika asteroid menghujam Bumi pada 66 juta tahun silam, hal itu memicu kebakaran hutan, tsunami dan melontarkan begitu banyak sulfur ke atmosfer yang menghalangi sinar Matahari. Lalu terjadilah pendinginan global yang ikut membunuh dinosaurus.

Jika sebelumnya sebatas hipotesis, studi ini menemukan bukti bahwa skenario mengerikan tersebut benar-benar terjadi, dengan meneliti bebatuan yang dahulu kala memenuhi kawah tempat hujaman asteroid pada 24 jam kemudian.

Terkubur ratusan meter di bawah tanah, ilmuwan menemukan bebatuan yang sudah rusak dan meleleh, tapi tidak terdapat mineral yang mengandung sulfur meskipun ada konsentrasi tinggi sulfur di sekitarnya.

Temuan itu mengindikasikan bahwa tabrakan asteroid menguapkan sulfur di bebatuan itu, kemudian terbentuk aerosol sulfate di atmosfer dan menyebabkan pendinginan temperatur dalam skala global. Diestimasi sedikitnya 325 miliar metrik ton sulfur dihasilkan sebagai imbas hantaman asteroid.

Sebagai perbandingan, jumlah itu adalah sekitar 4 kali lipat yang dihasilkan saat gunung Krakatau meletus pada tahun 1883. Pada saat itu, temperatur Bumi menurun sekitar 1 derajat Celcius selama 5 tahun.
Ilustrasi. Foto: istimewa Ilustrasi. Foto: istimewa

Dikutip detikINET dari USA Today, diestimasi hantaman asteroid setara dengan 10 miliar bom atom yang digunakan pada Perang Dunia II. Ledakannya membakar pepohonan dan tanaman yang berada di jarak jauh sekalipun serta memicu tsunami yang sampai ke wilayah Illinois, Amerika Serikat.

Kepunahan massal pun terjadi, yang disebut ilmuwan sebagai K-T boundari, mengakhiri periode Kapur atau Cretaceous. Sebanyak 75% seluruh spesies di Bumi terbunuh, termasuk dinosaurus yang sudah memenuhi Bumi selama 180 juta tahun.

"Asteroid tersebut menggoreng mereka, kemudian membekukan mereka. Memang tidak semua dinosaurus mati pada hari itu, tapi banyak yang mengalami itu," kata Sean.

ntu ilmuwan bahwa pemahaman mereka tentang dampak mengerikan tabrakan asteroid berada di jalur yang tepat. "Ini adalah dokumentasi yang sangat jelas soal apa yang terjadi di lokasi kejadian pada saat itu," kata dia.

Perlu dicatat bahwa imbas asteroid tersebut membuat kerusakan dan pembunuhan massal di level regional, sedangkan dalam skala global, terjadi perubahan iklim secara masif sebagai dampak tambahan. Itulah yang membuat dinosaurus punah dan banyak pula spesies lainnya.

"Pembunuh sejatinya adalah soal atmosfer. Satu-satunya cara terjadinya kepunahan global secara massal semacam ini adalah dampak dari atmosfer," kata Gullick.


sumber: detik.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 20 September 2019 | 12:23:38

Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota yang Terancam Punah

Penajam Paser Utara - Penajam Paser Utara (PPU) telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu lokasi Ibu kota baru. Kabupaten ini sendiri punya bahasa asli suku Pase
Jumat, 20 September 2019 | 12:00:56

Hasil Konferensi Pers, Pelaku Pembawa Shabu 12 Kg diupah 10 juta Perkilo

SIAK - Hasil dari Konferensi Pers di Mapolres Siak, Pelaku berinisial AM seorang kurir pembawa 12 kilogram sabu dengan menggunakan sepeda motor ternyata berasal dari Kabupaten Bengkalis. Selain shabu, petu
Jumat, 20 September 2019 | 11:56:21

Adegan Sadis Pembunuhan Pengantin Baru di Pemalang Direkonstruksi

Pemalang - Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang pria pengantin baru di Pemalang. Sebanyak 10 adegan diperagakan oleh pelaku yang bernama Arifin (25)."Rekonstruksi ada 10 adegan," ujar Kas
Jumat, 20 September 2019 | 11:36:06

Bati Tuud Koramil 02/Tanah Putih Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

ROHIL- Koramil 02/Tanah Putih Bati Tuud Pelda Lukas Joko Aprilanto  terus melakukan sosialisasi Karhutla di wilayah Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).  Jumat (20/9/2019).Sosialisasi
 
Berita Lainnya
Jumat, 20 September 2019 | 10:32:04

Hari-hari Kelam di Kampus Pakistan Usai Seorang Profesor Dituduh Menghina Islam

Profesor Khalid Hameed, mengabdikan dirinya sebagai dosen sastra Inggris di Government Sadiq Egerton College, Kota Bahawalpur, Pakistan. Baginya, bukan masalah untuk datang lebih awal setiap harinya. Termasuk,
 
Kamis, 19 September 2019 | 14:28:20

Pria AS Tembak Mati 3 Remaja yang Hendak Merampoknya

Georgia - Seorang pria di Georgia, Amerika Serikat (AS), menembak mati tiga remaja yang hendak merampok dirinya. Dalam kasus penembakan maut ini, pria tersebut bisa bebas dari jeratan h
 
Kamis, 19 September 2019 | 08:51:05

Bangga! Kayu Asal Indonesia Bersaing di Pasar Internasional

Jakarta -Sebagai salah satu negara dengan iklim tropis terbaik di dunia, Indonesia memiliki karunia hasil sumber daya alam yang berlimpah dan potensi ekspor yang sangat besar. Melihat keadaan ini, PT Sumbe
 
Rabu, 18 September 2019 | 15:07:01

Dua Warga Malaysia Tertangkap Selundupkan 1 Ton Bahan Narkoba ke Australia ABC Australia - detikNews

Canberra -Usaha menyeludupkan bahan-bahan kimia ke Australia yang bisa digunakan untuk memproduksi obat terlarang semakin bervariasi.Pada 10 September lalu, dua warga Malaysia ditahan di Sydney oleh petuga
 
Rabu, 18 September 2019 | 09:58:12

Kereta Tiba-tiba Tergelincir di Hong Kong, 8 Orang Luka-luka

Hong Kong - Sebuah kereta api tiba-tiba tergelincir di Hong Kong hari Selasa (17/9) ini. Insiden ini mengancam terjadinya kekacauan komuter saat jam sibuk di jantung pusat finansial Asia tersebut
 
Rabu, 18 September 2019 | 09:54:34

Korban Tewas Bom Bunuh Diri Jelang Pemilu di Afghanistan Jadi 48 Orang

Kabul - Korban ledakan bom bunuh diri jelang pemilu di Afghanistan menjadi 48 orang. Selain itu ada puluhan orang terluka akibat dua ledakan yang terjadi hari ini.Seperti dilansir 
 
Rabu, 18 September 2019 | 09:50:50

Bocah 4 Tahun di Texas AS Tewas Ditembak Kakak Kandung

Texas - Bocah 4 tahun tewas ditembak kakak kandungnya yang berumur 5 tahun. Polisi menyebut peristiwa ini terjadi saat ibu kandung kedua bocah tidur di kamar lainnya.Seperti dilansir ABC News, Selasa
 
Selasa, 17 September 2019 | 16:26:27

Belajar dari Cara Australia Atasi Kebakaran Hutan Tanpa Air

Canberra -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI hari Senin (16/9/2019) menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Australia kemungkinan ikut memicu kejadian serupa di Kalimantan saat ini. Bagaimana Au
 
Selasa, 17 September 2019 | 09:17:54

Jerman Siapkan 75 M Euro Untuk Penanggulangan Perubahan Iklim

Berlin -Partai-partai koalisi pemerintahan Jerman, CDU, CSU dan SPD sejak Jumat lalu (14/9) mulai membahas paket kebijakan untuk penanggulangan perubahan iklim. Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya men
 
Senin, 16 September 2019 | 13:32:30

Kapal Wisata Terbalik, India Gelar Operasi Pencarian 39 Orang yang Hilang

New Delhi - Otoritas India melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan 39 orang yang hilang setelah kapal wisata mereka terbalik di sungai yang arusnya deras.Kepolisian lokal men
 
Senin, 16 September 2019 | 10:07:49

Saat Mahasiswa di Amerika Ikut Lomba Lari Pakai Aksesoris Batik

Washington DC - Ratusan warga Indonesia dan mahasiswa negara lain terlibat dalam Batik 5K Fun Run and Walk di Lake Fairfax Park, Virginia, Amerika Serikat. Mereka mengenakan aksesoris khas Indonesia dalam
 
Senin, 16 September 2019 | 08:58:17

Makanan-Makanan Ekstrem Dunia Ini Malah Jadi Favorit Warga

Biasanya makanan disajikan dalam kondisi matang dan menggugah selera. Tentu dibumbui dengan berbagai macam rempah hingga tercium aroma yang menambah nafsu makan. Namun di beberapa negara, justru menyajikan maka
 
Jumat, 13 September 2019 | 14:43:05

Pengusaha Ditahan, Taiwan Imbau Warganya Tak Pergi ke Hong Kong dan China

Taipei - Seorang pengusaha Taiwan ditahan setelah menyeberang dari Hong Kong ke Shenzhen, China. Otoritas Taiwan pun kini melarang setiap warganya untuk bepergian ke Hong Kong atau Chin
 
Jumat, 13 September 2019 | 13:22:39

Duh! 2 Penerjun Payung Nyaris Tabrakan dengan Jet F-15 di Langit Inggris

London - Dua penerjun payung nyaris saja bertabrakan dengan dua jet tempur Amerika Serikat (AS) yang mengudara di wilayah udara Inggris. Insiden nyaris tabrakan ini diduga sebagian
 
Jumat, 13 September 2019 | 09:26:33

Raja-Raja di Dunia Pilih Hidup Sederhana, Tak Mewah-mewahan

Merdeka.com - Berstatus sebagai raja memang punya banyak keuntungan, salah satunya mendapat pelayanan khusus. Namun ada sisi lain dari seorang raja selain soal kemewahan, yaitu kehidupan sederhana. Meski t
 
 
 
Terpopuler

1

17 Sep 2019 16:26 | 162 views
internasional

Belajar dari Cara Australia Atasi Kebakaran Hutan Tanpa Air

2

19 Sep 2019 14:28 | 112 views
internasional

Pria AS Tembak Mati 3 Remaja yang Hendak Merampoknya

4

18 Sep 2019 09:50 | 99 views
internasional

Bocah 4 Tahun di Texas AS Tewas Ditembak Kakak Kandung

5

16 Sep 2019 10:07 | 91 views
internasional

Saat Mahasiswa di Amerika Ikut Lomba Lari Pakai Aksesoris Batik

 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top