Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Rabu, 11 September 2019 | 13:03:06
internasional

Pengakuan Warga Kashmir: Tentara India Menyiksa dan Racuni Makanan

merdeka.com

Sebarkan:
merdeka.com

 Sejumlah warga dari belasan desa di wilayah Kashmir mengatakan, pasukan India telah menggerebek rumah mereka dalam upaya intimidasi. Tidak sampai di situ, tentara India juga tega meracuni persediaan makanan, atau membunuh ternak warga.

Dalam lebih dari 50 wawancara oleh kantor berita Associated Press (AP), warga bersaksi para tentara India memukul dan menyetrum mereka. Penggerebekan rumah warga terjadi sejak pemerintah New Delhi menutup akses Kashmir, Agustus lalu.

Sejak operasi penggerebekan dilakukan setidaknya 3.000 orang telah ditangkap. Sebagian besar dari mereka adalah pria usia muda, menurut penjabat kepolisian dan catatan tinjauan AP.

Al Arabiya melaporkan, Rabu (11/9), ribuan warga lainnya ditahan di penjara kepolisian untuk diperiksa terkait kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi protes Kashmir. Sementara itu, sekitar 120 warga yang ditangkap dijerat Undang-undang Keamanan Publik. Dengan undang-undang tersebut, seseorang bisa ditahan hingga dua tahun tanpa melalui proses pengadilan.

Beberapa warga telah dibebaskan dengan keterangan wajib lapor untuk beberapa hari ke depan. Sedangkan yang lain hanya ditahan di siang hari dan diperbolehkan pulang pada malam hari. Namun, keesokan harinya orangtua mereka diminta membawa anaknya kembali ke kantor polisi.

Menanggapi tuduhan warga tentang serangan pasukan India, Juru Bicara Militer Kolonel Rajesh Kalia membantah. Kalia mengatakan, tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan tidak benar. Menurutnya, tentara India menghargai hak asasi manusia.

Kashmir merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan India dan Pakistan. Sejak India dan Pakistan merdeka dari Inggris, akhir 1940-an, wilayah Kashmir sudah bergejolak. India dan Pakistan bahkan sudah tiga kali berperang demi memperebutkan Kashmir. Saat ini, sebagian wilayah Kashmir dikuasai India dan sebagian lainnya oleh Pakistan.

Sejak Perdana Menteri India Narendra Modi mencabut hak otonomi khusus Kashmir, wilayah itu terkunci. India melakukan penjagaan ketat dan penutupan akses komunikasi. Disusul penangkapan warga hingga tokoh politisi. Tak ayal, situasi tersebut mengundang simpati Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.

"Saya sangat prihatin tentang dampak dari tindakan baru-baru ini oleh pemerintah India pada hak asasi manusia Kashmir," kata Michelle Bachelet dalam pernyataan terbuka kepada Dewan HAM PBB di Jenewa, Senin (9/9) lalu.

sumber: merdeka.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 20 September 2019 | 12:23:38

Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota yang Terancam Punah

Penajam Paser Utara - Penajam Paser Utara (PPU) telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu lokasi Ibu kota baru. Kabupaten ini sendiri punya bahasa asli suku Pase
Jumat, 20 September 2019 | 12:00:56

Hasil Konferensi Pers, Pelaku Pembawa Shabu 12 Kg diupah 10 juta Perkilo

SIAK - Hasil dari Konferensi Pers di Mapolres Siak, Pelaku berinisial AM seorang kurir pembawa 12 kilogram sabu dengan menggunakan sepeda motor ternyata berasal dari Kabupaten Bengkalis. Selain shabu, petu
Jumat, 20 September 2019 | 11:56:21

Adegan Sadis Pembunuhan Pengantin Baru di Pemalang Direkonstruksi

Pemalang - Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang pria pengantin baru di Pemalang. Sebanyak 10 adegan diperagakan oleh pelaku yang bernama Arifin (25)."Rekonstruksi ada 10 adegan," ujar Kas
Jumat, 20 September 2019 | 11:36:06

Bati Tuud Koramil 02/Tanah Putih Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

ROHIL- Koramil 02/Tanah Putih Bati Tuud Pelda Lukas Joko Aprilanto  terus melakukan sosialisasi Karhutla di wilayah Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).  Jumat (20/9/2019).Sosialisasi
 
Berita Lainnya
Jumat, 20 September 2019 | 10:32:04

Hari-hari Kelam di Kampus Pakistan Usai Seorang Profesor Dituduh Menghina Islam

Profesor Khalid Hameed, mengabdikan dirinya sebagai dosen sastra Inggris di Government Sadiq Egerton College, Kota Bahawalpur, Pakistan. Baginya, bukan masalah untuk datang lebih awal setiap harinya. Termasuk,
 
Kamis, 19 September 2019 | 14:28:20

Pria AS Tembak Mati 3 Remaja yang Hendak Merampoknya

Georgia - Seorang pria di Georgia, Amerika Serikat (AS), menembak mati tiga remaja yang hendak merampok dirinya. Dalam kasus penembakan maut ini, pria tersebut bisa bebas dari jeratan h
 
Kamis, 19 September 2019 | 08:51:05

Bangga! Kayu Asal Indonesia Bersaing di Pasar Internasional

Jakarta -Sebagai salah satu negara dengan iklim tropis terbaik di dunia, Indonesia memiliki karunia hasil sumber daya alam yang berlimpah dan potensi ekspor yang sangat besar. Melihat keadaan ini, PT Sumbe
 
Rabu, 18 September 2019 | 15:07:01

Dua Warga Malaysia Tertangkap Selundupkan 1 Ton Bahan Narkoba ke Australia ABC Australia - detikNews

Canberra -Usaha menyeludupkan bahan-bahan kimia ke Australia yang bisa digunakan untuk memproduksi obat terlarang semakin bervariasi.Pada 10 September lalu, dua warga Malaysia ditahan di Sydney oleh petuga
 
Rabu, 18 September 2019 | 09:58:12

Kereta Tiba-tiba Tergelincir di Hong Kong, 8 Orang Luka-luka

Hong Kong - Sebuah kereta api tiba-tiba tergelincir di Hong Kong hari Selasa (17/9) ini. Insiden ini mengancam terjadinya kekacauan komuter saat jam sibuk di jantung pusat finansial Asia tersebut
 
Rabu, 18 September 2019 | 09:54:34

Korban Tewas Bom Bunuh Diri Jelang Pemilu di Afghanistan Jadi 48 Orang

Kabul - Korban ledakan bom bunuh diri jelang pemilu di Afghanistan menjadi 48 orang. Selain itu ada puluhan orang terluka akibat dua ledakan yang terjadi hari ini.Seperti dilansir 
 
Rabu, 18 September 2019 | 09:50:50

Bocah 4 Tahun di Texas AS Tewas Ditembak Kakak Kandung

Texas - Bocah 4 tahun tewas ditembak kakak kandungnya yang berumur 5 tahun. Polisi menyebut peristiwa ini terjadi saat ibu kandung kedua bocah tidur di kamar lainnya.Seperti dilansir ABC News, Selasa
 
Selasa, 17 September 2019 | 16:26:27

Belajar dari Cara Australia Atasi Kebakaran Hutan Tanpa Air

Canberra -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI hari Senin (16/9/2019) menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Australia kemungkinan ikut memicu kejadian serupa di Kalimantan saat ini. Bagaimana Au
 
Selasa, 17 September 2019 | 09:17:54

Jerman Siapkan 75 M Euro Untuk Penanggulangan Perubahan Iklim

Berlin -Partai-partai koalisi pemerintahan Jerman, CDU, CSU dan SPD sejak Jumat lalu (14/9) mulai membahas paket kebijakan untuk penanggulangan perubahan iklim. Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya men
 
Senin, 16 September 2019 | 13:32:30

Kapal Wisata Terbalik, India Gelar Operasi Pencarian 39 Orang yang Hilang

New Delhi - Otoritas India melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan 39 orang yang hilang setelah kapal wisata mereka terbalik di sungai yang arusnya deras.Kepolisian lokal men
 
Senin, 16 September 2019 | 10:07:49

Saat Mahasiswa di Amerika Ikut Lomba Lari Pakai Aksesoris Batik

Washington DC - Ratusan warga Indonesia dan mahasiswa negara lain terlibat dalam Batik 5K Fun Run and Walk di Lake Fairfax Park, Virginia, Amerika Serikat. Mereka mengenakan aksesoris khas Indonesia dalam
 
Senin, 16 September 2019 | 08:58:17

Makanan-Makanan Ekstrem Dunia Ini Malah Jadi Favorit Warga

Biasanya makanan disajikan dalam kondisi matang dan menggugah selera. Tentu dibumbui dengan berbagai macam rempah hingga tercium aroma yang menambah nafsu makan. Namun di beberapa negara, justru menyajikan maka
 
Jumat, 13 September 2019 | 14:43:05

Pengusaha Ditahan, Taiwan Imbau Warganya Tak Pergi ke Hong Kong dan China

Taipei - Seorang pengusaha Taiwan ditahan setelah menyeberang dari Hong Kong ke Shenzhen, China. Otoritas Taiwan pun kini melarang setiap warganya untuk bepergian ke Hong Kong atau Chin
 
Jumat, 13 September 2019 | 13:22:39

Duh! 2 Penerjun Payung Nyaris Tabrakan dengan Jet F-15 di Langit Inggris

London - Dua penerjun payung nyaris saja bertabrakan dengan dua jet tempur Amerika Serikat (AS) yang mengudara di wilayah udara Inggris. Insiden nyaris tabrakan ini diduga sebagian
 
Jumat, 13 September 2019 | 09:26:33

Raja-Raja di Dunia Pilih Hidup Sederhana, Tak Mewah-mewahan

Merdeka.com - Berstatus sebagai raja memang punya banyak keuntungan, salah satunya mendapat pelayanan khusus. Namun ada sisi lain dari seorang raja selain soal kemewahan, yaitu kehidupan sederhana. Meski t
 
 
 
Terpopuler

1

17 Sep 2019 16:26 | 162 views
internasional

Belajar dari Cara Australia Atasi Kebakaran Hutan Tanpa Air

2

19 Sep 2019 14:28 | 112 views
internasional

Pria AS Tembak Mati 3 Remaja yang Hendak Merampoknya

4

18 Sep 2019 09:50 | 99 views
internasional

Bocah 4 Tahun di Texas AS Tewas Ditembak Kakak Kandung

5

16 Sep 2019 10:07 | 91 views
internasional

Saat Mahasiswa di Amerika Ikut Lomba Lari Pakai Aksesoris Batik

 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top