Terverifikasi Dewan Pers
 
Kamis, 11 Juli 2019 | 11:45:02
Internasional

Ngerinya Pembantaian di PNG, Korban Ditembak, Ditikam Lalu Dimutilasi

Sebarkan:
Detik.com
Port Moresby - Seorang pejabat lokal di Provinsi Hela, Papua Nugini, menceritakan detik-detik pembantaian etnis yang menewaskan 23 orang, termasuk wanita hamil dan anak-anak. Pejabat itu menyebut para korban diserang dengan senjata api dan pisau, bahkan beberapa korban dimutilasi.

Seperti dilansir The Guardian, Kamis (11/7/2019), pembantaian ini terjadi di sebuah desa bernama Karida yang ditinggali 800 orang pada Senin (8/7) pagi waktu setempat. Kasus ini menyoroti tindak kekerasan antar suku yang marak terjadi di Papua Nugini selama bertahun-tahun.

Philip Pimua yang merupakan pejabat pada Dinas Kesehatan Karida sedang berada di lokasi saat penyerangan terjadi. Pimua menyebut bahwa serangan terjadi sekitar pukul 06.00 pagi, dengan para korban langsung dibunuh setelah membuka pintu rumah mereka ketika didatangi para pelaku pembantaian.

"Saya bangun di pagi hari, lalu pergi menyalakan api di dapur saya, pada saat bersamaan saya mendengar suara tembakan, kemudian saya melihat beberapa rumah terbakar, jadi saya tahu musuh-musuh sudah ada di dalam desa," tutur Pimua kepada The Guardian.

"Jadi saya langsung berlari menjauh dan bersembunyi di semak-semak, kemudian, sekitar pukul 09.00 atau 10.00 waktu setempat, saya kembali dan melihat mayat-mayat dimutilasi menjadi beberapa bagian dan rumah-rumah hangus terbakar," imbuhnya.

Selain menggunakan senjata api, ujar Pimua, pisau-pisau juga dipakai dalam serangan itu. Lebih lanjut, Pimua menyebut para pelaku pembantaian sebagai 'musuh' dan mungkin terkait dengan aksi kekerasan antar suku etnis. "Mereka sudah sejak lama berkelahi di sana," kata Pimua dalam pernyataannya.

Dari 23 korban tewas, sebanyak 16 orang tewas dalam pembantaian di desa Karida dan tujuh orang lainnya tewas dibunuh di desa Munima pada Minggu (7/7) lalu. Puima menyebut 16 korban tewas di desa Karida terdiri dari delapan anak-anak yang berusia 1-15 tahun dan delapan wanita yang dua di antaranya sedang hamil.

Pimua mengatakan bahwa dirinya mengenal seluruh korban di desa Karida. "Mereka semua orang-orang saya, saya kenal mereka," tuturnya.

Disebutkan Pimua bahwa beberapa korban dimutilasi sangat parah sehingga dirinya dan warga desa lainnya susah mengidentifikasi mayat-mayat tersebut. "Mereka dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Beberapa potongan tubuh susah kami kenali, hanya wajahnya saja yang bisa kami kenali, tapi kaki, tangan..." ucapnya.

Ditambahkan Pimua bahwa mayat-mayat itu ditutup dengan jaring antinyamuk sebelum dirinya dan beberapa warga desa yang selamat, melarikan diri karena khawatir pelaku akan menyerang lagi. Pimua berharap untuk bisa segera kembali ke Karida guna menguburkan jasad-jasad itu, namun dia menunggu polisi bertindak dan memberikan pengawalan.

Kepolisian Papua Nugini dalam pernyataan kepada media Post Courier menyebut serangan ini terjadi setelah terjadi serangan penyergapan pada Sabtu (6/7) lalu yang menewaskan 6 orang. Pimua menyebut serangan di desanya ini sebagai yang terburuk. "Ini yang terburuk, sangat buruk, dalam sejarah negara ini juga," sebutnya.

Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape -- yang berasal dari daerah itu -- mengatakan pembantaian ini dipimpin oleh sekelompok pria bersenjata dari suku Haguai, Okiru dan Liwi. Marape menegaskan pihaknya akan menghukum orang-orang yang bertanggung jawab atas pembantaian ini, dengan menggunakan 'langkah terkuat dalam hukum'.

Secara terpisah, Pimua menyampaikan keraguan bahwa pihak yang bertanggung jawab akan bisa ditangkap. "Jika Perdana Menteri menggunakan pasukan khusus dari beberapa negara lainnya dan menemukan orang-orang ini, maka dia akan bisa melakukannya, OK, tapi dengan pasukan keamanan kami, saya pikir tidak bisa," tandasnya.


Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 20 Juli 2019 | 16:17:44

Lolos, Kevin Marcus Jumpa Hendra Ahsan di Final Indonesia Open

JAKARTA - All Indonesian Final terwujud di nomor ganda putra Indonesia Open 2019, usai kemenangan sang juara bertahan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.Pada laga semifinal Kevin/Marcus berhadapan
Sabtu, 20 Juli 2019 | 16:11:41

PWI Riau Gelar Orientasi dan Ujian Masuk Calon Anggota Tahun 2019

PEKANBARU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menggelar Orientasi dan Ujian Masuk calon anggota baru tahun 2019, Sabtu (20/07/2019).Pada kegiatan yang di ikuti 110 peserta yang terdiri dari warta
Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:56:44

Manfaat Jitu Minyak Almond untuk Kulit

JAKARTA  Almond dikenal dengan banyak manfaat baiknya, baik untuk kesehatan, maupun kecantikan. Menurut para dokter, almond dapat menyehatkan jantung, sarat dengan lemak tak jenuh tunggal, dan antiok
Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:47:07

3 Langkah Mendapatkan Kulit Wajah Cerah Merona

JAKARTA - Meliliki wajah cerah merona bak perempuan Korea menjadi tren kecantikan saat ini. Kulit merona membuat penampilan terlihat lebih segar dan natural. Untuk mendapatkan tampilan ini, kamu tida
 
Berita Lainnya
Sabtu, 20 Juli 2019 | 14:23:12

Raja Salman Izinkan Arab Saudi Kembali Jadi Tuan Rumah Tentara AS

Riyadh - Arab Saudi memutuskan untuk kembali menjadi tuan rumah tentara-tentara Amerika Serikat (AS) dalam langkah gabungan dengan AS untuk meningkatkan keamanan kawasan. Langkah yang mendapat perse
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 13:18:15

Perdana Menteri Kosovo Mundur Setelah Dipanggil ke Mahkamah Kejahatan Perang

PRISTINA Perdana Menteri Kosovo mengumumkan pengunduran dirinya karena dipanggil ke mahkamah kejahatan perang di Den Haag untuk menjawab pertanyaan dari jaksa penuntut terkait perjuangan kemerdekaan Kos
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 10:08:23

Ledakan Dahsyat Pabrik Gas di China, 2 Orang Tewas dan 18 Luka

Beijing - Sebuah ledakan dahsyat mengguncang sebuah pabrik gas di China bagian tengah. Sedikitnya dua orang tewas dan 18 orang lainnya mengalami luka-luka.Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/7/2019), le
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 09:33:14

Kapal Tanker Disita Iran, Menlu Inggris Peringatkan Konsekuensi Serius

LONDON - Akan ada "konsekuensi-konsekuensi" serius jika Iran tidak melepaskan kapal tanker berbendera Inggris yang disita di kawasan Teluk, tegas Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt."Kami benar-benar jelas ba
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 15:01:18

Masjid Berusia 1200 Tahun Ditemukan di Israel, Temuan Langka di Dunia

Tel Aviv - Ini adalah salah satu masjid tertua yang pernah ditemukan di Israel. Para arkeolog juga menemukan jejak bekas pertanian dan pemukiman di dekatnya.Para arkeolog mengumumkan telah menemukan masji
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 14:31:16

Kyoto Animation Dibakar, Jasad Korban Ditemukan Menumpuk di Tangga

TOKYO - Detail mengerikan terkait aksi pembakaran studio Kyoto Animation di Jepang mulai bermunculan. Jenazah para korban dilaporkan ditemukan menumpuk di bagian tangga menuju pintu keluar yang
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 13:53:49

Kebakaran Mengerikan di Studio Kyoto Animation, Saksi Mata: Seperti Neraka

Kyoto - Kebakaran mengerikan di studio milik perusahaan produksi animasi Kyoto Animation di kota Kyoto, Jepang menewaskan 33 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Saksi mata menyebut kobaran
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 09:24:59

Korban Tewas Kebakaran Studio Animasi Jepang Jadi 33 Orang

Kyoto - Korban tewas akibat kebakaran di sebuah studio animasi di Kyoto, Jepang bertambah menjadi 33 orang. Motif di balik aksi pembakaran yang disengaja ini masih diselidiki otoritas setempat. Sepe
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 09:09:10

Eks PM Pakistan Ditangkap Badan Anti-Korupsi

Islamabad - Badan anti-korupsi Pakistan menangkap mantan PM Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi. Penangkapan Abbasi terkait proyek terminal gas alam cair (LNG). Abbasi ditangkap pada Kamis (18/7). Dia di
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 08:54:35

Arkeolog Temukan Reruntuhan Masjid dari Era Kedatangan Islam di Israel

YERUSALAM - Arkeolog di Israel mengaku telah menemukan reruntuhan dari salah satu masjid pedesaan tertua yang dibangun pada masa kedatangan Islam di tanah tersebut. Otoritas Peninggalan Antik Is
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 15:18:06

Studio Animasi di Jepang Sengaja Dibakar, 13 Orang Tewas

TOKYO - Sedikitnya 13 orang diyakini tewas dalam aksi pembakaran di sebuah studio animasi di Kyoto, Jepang. Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka, dengan beberapa orang di antaranya dalam kondisi serius d
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 14:42:41

Heboh Komentar Rasis, Trump: Jika Mereka Tidak Suka, Biarkan Mereka Pergi

North Carolina - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah menuai kontroversi terkait komentarnya yang dianggap rasis terhadap empat perempuan anggota Kongres AS. Namun dalam event kampanye
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 14:19:10

Dewan Hubungan Amerika-Islam Kecam Keras Komentar Rasis Trump

Washington DC - Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) turut mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang bernada rasis terhadap empat wanita anggota Kongres AS. CAIR menggarisba
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 08:49:40

Diplomat Turki Tewas Tertembak di Restoran Irak

ERBIL - Seorang diplomat Turki tewas dalam aksi penembakan di sebuah restoran mewah di Erbil, ibukota wilayah otonomi Kurdi di Irak. Aksi penembakan itu juga melukai beberapa orang lainnya.Setel
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 09:03:32

Bangunan di Mumbai Runtuh, 10 Orang Tewas

MUMBAI - Korban tewas akibat runtuhnya gedung empat lantai yang berusia puluhan tahun di ibu kota komersial India, Mumbai, bertambah menjadi 10 orang pada Selasa (16/7) malam waktu setempat. Set
 
 
 
Terpopuler

2

18 Jul 2019 15:18 | 208 views
Internasional

Studio Animasi di Jepang Sengaja Dibakar, 13 Orang Tewas

3

15 Jul 2019 09:18 | 134 views
Internasional

Petakan Strategi Ekspor, Dubes RI Blusukan di Pakistan

4

18 Jul 2019 08:49 | 128 views
Internasional

Diplomat Turki Tewas Tertembak di Restoran Irak

5

18 Jul 2019 14:19 | 124 views
Internasional

Dewan Hubungan Amerika-Islam Kecam Keras Komentar Rasis Trump

 
 
 
 
Top