Terverifikasi Dewan Pers
 
Selasa, 25 Juni 2019 | 13:23:29
Internasional

Ayatollah Khamenei Dijatuhi Sanksi, Iran Sebut AS Haus Perang

Sebarkan:
Dok: Reuters
Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN - Pemerintahan Iran memberikan reaksi keras terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan sanksi terhadap pemimpin tertinggi dan para pejabat tinggi negara itu. Iran menyebut sanksi-sanksi itu secara permanen menutup jalur diplomasi antara pihaknya dengan AS.

Pada Senin (24/6) waktu setempat, pemerintahan Presiden Donald Trump menargetkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan para pejabat senior Iran dengan sanksi-sanksi baru AS. Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin, menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Javad Zarif, juga akan dijatuhi sanksi pekan ini. Sanksi-sanksi baru itu bertujuan untuk memberikan pukulan terbaru terhadap perekonomian Iran, setelah negara itu menembak jatuh drone militer AS.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/6/2019), Zarif dalam komentarnya via Twitter terang-terangan menyebut para politikus radikal yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump, haus akan perang, bukannya diplomasi. Komentar ini disampaikan usai penjatuhan sanksi oleh AS.

"@realDonaldTrump benar 100 persen bahwa militer AS tidak memiliki urusan di Teluk Persia. Penarikan pasukan AS sepenuhnya sejalan dengan kepentingan AS dan dunia. Tapi sekarang jelas bahwa #B_team tidak peduli dengan kepentingan AS -- mereka membenci diplomasi, dan haus akan perang," demikian postingan Zarif di Twitter.

Diketahui bahwa sebelumnya Zarif menyebut 'B-team' atau tim B termasuk penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, yang keras terhadap Iran dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang bisa mendorong Trump untuk berperang dengan Iran.

Pernyataan Zarif soal militer AS tak punya urusan di Teluk Persia tampaknya merujuk pada kicauan Trump sebelumnya, yang menyebut negara-negara lain harus melindungi pengiriman minyak mereka di kawasan Timur Tengah, dan bukannya bergantung pada AS untuk melindungi mereka.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, menegaskan bahwa penjatuhan sanksi terhadap Khamenei sama saja menutup jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS.

"Memberlakukan sanksi-sanksi tak berguna terhadap Pemimpin Tertinggi Iran (Ayatollah Ali Khamenei) dan komandan diplomasi Iran (Menlu Zarif) menjadi penutupan permanen jalur diplomasi," cetus Mousavi dalam pernyataan via Twitter.

"Pemerintahan Trump yang putus asa telah menghancurkan mekanisme internasional yang dibangun untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia," imbuhnya.

Awal pekan ini, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS menyebut AS sedang membangun koalisi dengan sekutu-sekutunya untuk melindungi jalur pelayaran di kawasan Teluk. Hal ini menindaklanjuti serangan-serangan terhadap kapal-kapal tanker minyak yang diduga dilakukan Iran.

Otoritas Iran sendiri telah menyangkal keterlibatan dalam serangan-serangan terhadap enam kapal tanker minyak, termasuk dua kapal tanker Arab Saudi di dekat Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran minyak global.


Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 24 Juli 2019 | 09:43:18

Babinsa Koramil 02/Tanah Putih Laksanakan Pendampingan dan Penyuluhan Ternak Ayam Kampung

TANAH PUTIH-  Sepertinya kebutuhan akan ayam kampung  yang terus semakin meningkat  tidak diimbangi dengan produksi yang besar, sehingga terjadi kekurangan persediaan ayam  yang mengakibatka
Rabu, 24 Juli 2019 | 09:39:41

Ini Alasan Kulit Tampak Kusam

Terdapat sejumlah alasan mengapa kulit Anda terlihat kusam. Padahal Anda sudah sering kali mandi dan memakai pelembab kulit agar kulit tampak cerah. Rupanya memang terdapat sejumlah alasan mengapa kulit seri
Rabu, 24 Juli 2019 | 09:36:18

PD ke Rian Ernest soal Parpol Cari Duit dari APBD DKI: Masih Aja Ngomong Rumor!

JAKARTA - Ketua Fraksi Demokrat-PAN DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman merespons pernyataan politikus PSI Rian Ernest soal rumor parpol tingkat nasional menjadikan APBD DKI sebagai 'lahan' mencari dui
Rabu, 24 Juli 2019 | 09:30:53

PAN Nilai Inti Pertemuan Prabowo-Megawati Bukan soal Bagi-bagi Jatah

JAKARTA - Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut akan bertemu dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. PAN berharap tokoh yang sempat bersebrangan di Pemilu 2019 bertemu kembali."Semoga bis
 
Berita Lainnya
Selasa, 23 Juli 2019 | 11:13:38

Rumahnya Dihancurkan Israel, Warga Palestina Terpaksa Menggelandang di Jalan

Tepi Barat - Israel memulai menghancurkan rumah-rumah di permukiman Palestina yang mereka sebutkan dibangun secara ilegal dan terlalu dekat dengan tembok pemisah di daerah yang diduduki di Tepi
 
Senin, 22 Juli 2019 | 16:52:55

Buldoser Israel Hancurkan Rumah-rumah Warga Palestina di Yerusalem

Tepi Barat - Israel mulai menghancurkan sejumlah rumah warga Palestina yang dianggapnya ilegal di wilayah selatan Yerusalem. Penghancuran rumah-rumah di dekat tembok pemisah Israel pada Senin (22/7) pagi wa
 
Senin, 22 Juli 2019 | 13:19:01

Pesawat Buatan Australia Dilarang Terbang Sementara Usai Kecelakaan di Swedia

Canberra - Otoritas penerbangan sipil Australia (CASA) telah melarang terbang pesawat buatan Australia yang terlibat dalam kecelakaan di Swedia yang menewaskan sembilan orang.CASA menangguhkan pengoperasi
 
Senin, 22 Juli 2019 | 09:59:59

Kyoto Animation Dibakar, Polisi Jepang Tetapkan Tersangka Pembakaran

TOKYO - Kepolisian Jepang menetapkan seorang pria sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembakaran sebuah studio animasi di Kyoto.Pria bernama Shinji Aoba kini dalam pengamanan polisi saat dirinya menjalani pera
 
Senin, 22 Juli 2019 | 09:05:32

Serangan Udara Tewaskan 11 Orang di Suriah

JAKARTA - Serangan udara menewaskan sedikitnya 11 orang di barat laut Suriah. Tentara memukul mundur serangan dari gerilyawan itu.Dilansir Reuters, Senin (22/7/2019), media pemerintah melaporkan
 
Senin, 22 Juli 2019 | 09:01:18

8 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri Wanita di Pakistan

Peshawar - Seorang wanita meledakkan bom bunuh diri di barat laut Pakistan. Bom bunuh diri itu menyebabkan delapan orang tewas dan 26 lainnya terluka.Serangan terjadi di Dera Ismail Khan, Minggu
 
Senin, 22 Juli 2019 | 08:53:01

Demo di Hong Kong Kaos, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Peluru Karet

JAKARTA - Demonstrasi di Hong Kong pada Minggu malam ini kaos. Polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata dan peluru karet ke pengunjuk rasa setelah kantor China di kota itu dipulas dengan t
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 14:23:12

Raja Salman Izinkan Arab Saudi Kembali Jadi Tuan Rumah Tentara AS

Riyadh - Arab Saudi memutuskan untuk kembali menjadi tuan rumah tentara-tentara Amerika Serikat (AS) dalam langkah gabungan dengan AS untuk meningkatkan keamanan kawasan. Langkah yang mendapat perse
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 13:18:15

Perdana Menteri Kosovo Mundur Setelah Dipanggil ke Mahkamah Kejahatan Perang

PRISTINA Perdana Menteri Kosovo mengumumkan pengunduran dirinya karena dipanggil ke mahkamah kejahatan perang di Den Haag untuk menjawab pertanyaan dari jaksa penuntut terkait perjuangan kemerdekaan Kos
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 10:08:23

Ledakan Dahsyat Pabrik Gas di China, 2 Orang Tewas dan 18 Luka

Beijing - Sebuah ledakan dahsyat mengguncang sebuah pabrik gas di China bagian tengah. Sedikitnya dua orang tewas dan 18 orang lainnya mengalami luka-luka.Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/7/2019), le
 
Sabtu, 20 Juli 2019 | 09:33:14

Kapal Tanker Disita Iran, Menlu Inggris Peringatkan Konsekuensi Serius

LONDON - Akan ada "konsekuensi-konsekuensi" serius jika Iran tidak melepaskan kapal tanker berbendera Inggris yang disita di kawasan Teluk, tegas Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt."Kami benar-benar jelas ba
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 15:01:18

Masjid Berusia 1200 Tahun Ditemukan di Israel, Temuan Langka di Dunia

Tel Aviv - Ini adalah salah satu masjid tertua yang pernah ditemukan di Israel. Para arkeolog juga menemukan jejak bekas pertanian dan pemukiman di dekatnya.Para arkeolog mengumumkan telah menemukan masji
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 14:31:16

Kyoto Animation Dibakar, Jasad Korban Ditemukan Menumpuk di Tangga

TOKYO - Detail mengerikan terkait aksi pembakaran studio Kyoto Animation di Jepang mulai bermunculan. Jenazah para korban dilaporkan ditemukan menumpuk di bagian tangga menuju pintu keluar yang
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 13:53:49

Kebakaran Mengerikan di Studio Kyoto Animation, Saksi Mata: Seperti Neraka

Kyoto - Kebakaran mengerikan di studio milik perusahaan produksi animasi Kyoto Animation di kota Kyoto, Jepang menewaskan 33 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Saksi mata menyebut kobaran
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 09:24:59

Korban Tewas Kebakaran Studio Animasi Jepang Jadi 33 Orang

Kyoto - Korban tewas akibat kebakaran di sebuah studio animasi di Kyoto, Jepang bertambah menjadi 33 orang. Motif di balik aksi pembakaran yang disengaja ini masih diselidiki otoritas setempat. Sepe
 
 
 
Terpopuler

1

22 Jul 2019 16:52 | 250 views
Internasional

Buldoser Israel Hancurkan Rumah-rumah Warga Palestina di Yerusalem

2

18 Jul 2019 15:18 | 215 views
Internasional

Studio Animasi di Jepang Sengaja Dibakar, 13 Orang Tewas

3

20 Jul 2019 14:23 | 182 views
Internasional

Raja Salman Izinkan Arab Saudi Kembali Jadi Tuan Rumah Tentara AS

4

18 Jul 2019 08:49 | 134 views
Internasional

Diplomat Turki Tewas Tertembak di Restoran Irak

5

18 Jul 2019 14:19 | 131 views
Internasional

Dewan Hubungan Amerika-Islam Kecam Keras Komentar Rasis Trump

 
 
 
 
Top