Terverifikasi Dewan Pers
 
Rabu, 12 Juni 2019 | 12:00:54
Internasional

Mahkamah Agung Australia Akan Putuskan Kasus Sunat Perempuan

Sebarkan:
Detik.com
Sydney - Pihak jaksa penuntut umum dalam kasus sunat perempuan yang pertama dibawa ke pengadilan di Australia, bersikeras untuk menghukum para terdakwa. Dakwaan jaksa sebelumnya dibatalkan oleh pengadilan banding karena tidak ditemukan bukti terjadinya mutilasi.

Jaksa kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (High Court of Australia) yang menyidangkan perkara ini hari Rabu (12/6/2019).

Di pengadilan tingkat pertama pada November 2015, mantan perawat Kubra Magennis dan Shabbir Mohammedbhai Vaziri, pemuka komunitas Dawoodi Bohra, serta ibu dari dua anak perempuan, telah divonis bersalah.

Vonis menyebutkan Magennis dan ibu kedua anak itu bersalah memotong bagian alat kelamin anak perempuan berusia enam dan tujuh tahun di rumah mereka di Kota Wollongong dan di pinggiran Sydney.

Sedangkan terdakwa Vaziri dinyatakan bersalah menganjurkan warga komunitasnya berbohong mengenai penyunatan itu.

Kasus ini menandai untuk pertama kalinya ada pelaku sunat perempuan diseret ke meja hijau di Australia.

Namun putusan tersebut kemudian dibatalkan di pengadilan tingkat banding pada tahun 2018, karena tidak ditemukan bukti-bukti telah terjadinya mutilasi.

Sunat perempuan umumnya dipahami sebagai praktek merobek atau memotong bagian klitoris dari alat kelamin perempuan yang disaksikan pihak orangtua.

Sejak ketiga terdakwa dijatuhi vonis oleh pengadilan tingkat pertama, telah dilakukan pemeriksaan medis terhadap kedua anak tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa bagian kepala klitoris mereka tetap utuh, sehingga tidak terbukti bahwa bagian itu telah dipotong dalam proses penyunatan.Namun di MA pihak jaksa berargumen bahwa ketiga terdakwa tetap melanggar hukum yang melarang sunat perempuan di New South Wales (NSW), sehingga harus disidangkan ulang.

Anak perempuan tertua dalam persidangan pertama memberikan kesaksian bahwa, "mereka memotong sedikit di bagian intim saya".

Anak ini saat itu menyebutkan dia tidak terbiasa menceritakan apa yang dialaminya karena ibunya melarangnya.

Dia juga mengaku melihat terdakwa Magennis memegang suatu alat yang tampaknya berupa gunting.

Magennis sendiri bersikukuh alat itu bukan gunting melainkan alat penjepit (forceps) yang biasa digunakan di rumahsakit.

Menurut Magennis, sunat perempuan atau khitan, melibatkan "prosesi menyentuh ujung alat kelamin sehingga memungkinkan kulit menyentuh alat logam itu."

Dalam persidangan tahun 2015 silam, pihak terdakwa telah membantah bahwa dalam proses sunat itu hanya menggunakan forceps dan tidak memotong bagian alat kelamin.

Undang-undang di New South Wales melarang tindakan "memotong, menginfibulasi, atau memutilasi" bagian eksternal alat kelamin wanita atau gadis tanpa alasan kesehatan yang sah.

Isu utama dalam gugatan jaksa ke MA menyangkut tafsir dari terminologi "atau mutilasi", dengan pertimbangkan bahwa kedua anak tersebut sama sekali tidak mengalami kerusakan fisik.

Jaksa berdalih bahwa terminologi ini telah mencakup perbuatan ketiga terdakwa sehingga mereka harus disidangkan kembali.


Sumber: detik.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 17 Juni 2019 | 14:38:04

Ditanya soal Kondisi Agung Hercules, Istri Belum Mau Komentar

JAKARTA - Agung Hercules diketahui tengah menjalani perawatan karena kanker yang diidapnya. Dirinya dirawat di sebuah rumah sakit di kawasan Tangerang, Banten. detikHOT mencoba meminta keterangan keluarga
Senin, 17 Juni 2019 | 14:32:12

Irfan dan Irma Darmawangsa Kabur Dilabrak Elly Sugigi

JAKARTA - Konflik Irma Darwangsa dan Irfan Bastian dengan Elly Sugigi makin panas. Dipertemukan di 'Pagi-pagi Pasti Happy', Trans TV, Senin (17/6/2019), Elly meluapkan kemarahan kepada Irfan dan I
Senin, 17 Juni 2019 | 14:23:18

Sudah Setahun Agung Hercules Idap Kanker Otak

JAKARTA - Agung Hercules ternyata sudah lama mengidap kanker otak. Sakitnya itu sudah berjalan selama kurang lebih setahun. Hal tersebut diungkapkan oleh sahabatnya, Jeremy Teti usai menjenguk Agung Hercu
Senin, 17 Juni 2019 | 14:17:14

PDIP Tepis Isu Megawati akan Mundur dari Kursi Ketua Umum

JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) menepis isu akan mundurnya Megawati Soekarnoputri dari kursi ketua umum menyusul rencana Kongres ke-V yang dipercepat. PDIP menegaskan Megawati masih dibutuhkan hingg
 
Berita Lainnya
Senin, 17 Juni 2019 | 13:38:31

Istri PM Israel Menyalahgunakan Uang Negara: Dana Dipakai untuk Jasa Katering

TEL AVIV - Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengaku telah menyalahgunakan uang negara. Dia diperintahkan pengadilan untuk membayar USD15.000 atau setara Rp215 juta. Sara N
 
Senin, 17 Juni 2019 | 10:44:46

Houthi Kembali Lancarkan Serangan Drone ke Bandara Abha di Arab Saudi

Riyadh - Kelompok pemberontak Houthi di Yaman kembali melancarkan serangan drone ke bandara di Abha, Arab Saudi selatan. Belum ada laporan mengenai jatuhnya korban dalam serangan tersebut.Media yang dikel
 
Senin, 17 Juni 2019 | 08:58:00

Dituntut Mundur Terkait RUU Ekstradisi, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

HONGKONG - Demonstran menuntut pemimpin Hong Kong Carrie Lam mundur. Demonstran menilai Carrie Lam harus mundur meski pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi ditunda.Carrie Lam dinil
 
Sabtu, 15 Juni 2019 | 11:14:09

Inggris Salahkan Iran Atas Serangan ke 2 Kapal Minyak di Teluk Oman

LONDON - Pemerintah Inggris menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman. Inggris pun menyerukan Iran untuk menghentikan semua bentuk kegiatan destabilisasi.Ment
 
Sabtu, 15 Juni 2019 | 10:13:10

Jawatan Hiburan Bantah Berikan Izin Diskotik Halal di Jeddah Arab Saudi

JEDDAH - Pembukaan White, sebuah klub malam di kota Jeddah, Arab Saudi cukup mengejutkan banyak orang dan mengundang berbagai reaksi, terutama di media sosial. Beberapa pengguna Twitter memuji itu sebagai
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 14:15:27

Bandaranya Diserang Rudal Houthi, Arab Saudi Peringatkan Iran

RIYADH - Pemerintah Arab Saudi menuding musuh lamanya, Iran telah memerintahkan serangan rudal kelompok pemberontak Houthi ke sebuah bandara Saudi. Saudi pun mengingatkan Iran akan adanya konsekuens
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 11:22:35

Syekh Sudais: Serangan ke Bandara Abha Aksi Teror yang Tidak Dapat Ditoleransi

JAKARTA Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Dr Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al Sudais mengecam keras serangan teroris yang dilakukan kelompok Al Houthi yang menyasar Bandara Internasional A
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 10:58:43

Pengamat Asing Protes Dikutip Prabowo Soal Jokowi Neo-Orde Baru

JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyatakan pemerintahan Jokowi bergaya otoritarian Orde Baru. Untuk membenarkannya, tim hukum Prabowo m
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 10:49:23

Putri Raja Salman Akan Diadili di Paris Atas Kasus Pemukulan Pekerja

Riyadh - Putri Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, Putri Hassa binti Salman, akan diadili di Paris, Prancis bulan depan atas tuduhan memerintahkan pengawalnya untuk memukuli seorang
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 10:28:14

Meksiko Jual Pesawat Kepresidenan untuk Atasi Migrasi Ilegal

Mexico City - Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, berjanji akan menggunakan keuntungan dari penjualan pesawat kepresidenannya untuk mendanai upaya-upaya mengatasi migrasi ilegal.Langk
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 09:46:34

Meski Ditentang AS, Turki Datangkan Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia

ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan dirinya berharap menerima senjata penangkal pesawat buatan Rusia pada Juli mendatang, di tengah seruan kekhawatiran Amerika Serikat.AS
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 09:03:43

Polisi Rusia Tangkap 400 Pendemo di Aksi Solidaritas untuk Ivan Golunov

Moskow - Polisi Rusia menahan lebih dari 400 orang yang berunjuk rasa di Moskow. Salah satu di antara para pendemo yang menyerukan hukuman bagi polisi yang terlibat dalam dugaan kriminalisasi te
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 08:56:22

5 Paramiliter Tewas dalam Serangan Kelompok Militan di India

Srinagar - Kelompok militan menyerang polisi paramiliter India dan menewaskan lima orang. Kelima polisi paramiiter itu tewas dalam serangan terhadap pasukan keamanan yang dikerahkan di kota Kash
 
Rabu, 12 Juni 2019 | 12:00:54

Mahkamah Agung Australia Akan Putuskan Kasus Sunat Perempuan

Sydney - Pihak jaksa penuntut umum dalam kasus sunat perempuan yang pertama dibawa ke pengadilan di Australia, bersikeras untuk menghukum para terdakwa. Dakwaan jaksa sebelumnya dibatalkan oleh pengadilan
 
Rabu, 12 Juni 2019 | 11:30:50

Demonstrasi RUU Ekstradisi Berlanjut, Puluhan Ribu Orang Kepung Gedung Pemerintah Hong Kong

HONG KONG Puluhan ribu demonstran memenuhi jalan-jalan penting di sekitar kantor pemerintahan Hong Kong pada Rabu untuk memprotes rancangan undangan-undangan (RUU) ekstradisi yang akan mengizinkan warga
 
 
 
Terpopuler

2

13 Jun 2019 14:15 | 121 views
Internasional

Bandaranya Diserang Rudal Houthi, Arab Saudi Peringatkan Iran

3

11 Jun 2019 11:32 | 111 views
Internasional

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone yang Diluncurkan Houthi dari Yaman

4

12 Jun 2019 11:09 | 107 views
Internasional

Di London, Indonesia Galang Dukungan Jadi Anggota Dewan IMO

 
 
 
 
Top