Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Selasa, 21 Mei 2019 | 11:46:42
Internasional

Ketegangan AS dan Iran Meningkat, PBB Prihatin

Sebarkan:
Detik.com
New York - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas meningkatnya retorika perang antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara itu pun diserukan untuk menahan pernyataan-pernyataan mereka.

Hal tersebut disampaikan PBB setelah Presiden AS Donald Trump mengingatkan bahwa serangan dari Iran akan dihadapi dengan respons AS yang menghancurkan, yang akan menandai "akhir resmi Iran."

"Kami prihatin akan meningkatnya retorika," ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (21/5/2019).

"Kami akan meminta semua pihak untuk menurunkan retorika dan juga menurunkan ambang batas tindakan," imbuhnya.

Dujarric mengatakan bahwa pejabat-pejabat PBB saat ini tengah melakukan kontak dengan AS dan Iran di berbagai level untuk mencoba meredakan situasi. Namun dia tidak menjelaskan lebih detail mengenai pembicaraan tersebut.

Sebelumnya, Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran pada hari Minggu (19/5) di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

"Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir resmi Iran," kata Trump. "Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi!"

Cuitan itu tampaknya menjadi salah satu ancaman Trump yang paling terbuka terhadap Iran sejak ia menjabat sebagai presiden AS. Selama sebulan terakhir, AS telah mengambil posisi yang semakin agresif terhadap Teheran.

Washington pekan lalu mengerahkan kapal induk, pesawat-pesawat pengebom, kapal serbu dan baterai rudal Patriot ke Teluk Persia untuk memerangi apa yang disebutnya sebagai "ancaman" Iran, yang memicu kekhawatiran akan adanya pertarungan militer.

Namun Iran mengesampingkan ancaman konflik terbuka dengan AS. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pada hari Sabtu (18/5) bahwa Teheran tidak mencari masalah dengan AS atau sekutu regionalnya.

"Kami yakin," kata Zarif. "Tidak akan ada perang karena kami tidak ingin perang, juga tidak ada yang memiliki ilusi bahwa mereka dapat menghadapi Iran di wilayah (Timur Tengah)."

Namun, seorang komandan organisasi paramiliter elit Iran, Garda Revolusi, menawarkan pesan berbeda pada hari Minggu (19/5). Tentara AS akan "mudah dikalahkan," tutur Komandan Hossein Salami dalam sebuah pernyataan.



Sumber: detik.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 21 September 2019 | 22:24:08

MTQ ke 49, Ini Himbauan Bupati Yopi untuk Masyarakat Inhu yang Diperantauan

INHU - Persiapan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke 49 tahun 2019 tingkat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dilokasi di objek wisata Danau raja Rengat, ditunjau langsung oleh Bupati Inhu H Yopi Arian
Sabtu, 21 September 2019 | 21:23:11

Diskominfo Inhu Dirikan Stand Media Center di MTQ ke-49, ini Harapan Kabid LKI

INHU - Persiapan Stand Media Center Diskominfo sudah bisa di guanakan dalam Rangka Musabaqah tilawatil Quran (MTQ) ke-49 tingkat Kabupaten akan dimulai secara serentak Minggu (22/09/2019) persiapan demi pe
Sabtu, 21 September 2019 | 18:45:47

Terpilih Jadi Anggota DPRD Rohul, Sik Fikal Lumban Gaol Gelar Syukuran

ROKAN HULU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Rokan Hulu beberapa waktu lalu, Politisi dari PDIP Sik Fikal Lumban Gaol menggelar syukuran, Sabtu (21/9) di rumahnya di Mahato Kecamatan Tambusa
Sabtu, 21 September 2019 | 18:40:16

PUK SP3 Batang Kumu Sebut Pilih Kasih, Ini Kata Manager PT. KPN

ROKAN HULU - Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan (SP3) Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau minta manajemen Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. Kencan
 
Berita Lainnya
Sabtu, 21 September 2019 | 12:35:38

AS Akhirnya Keluarkan Visa untuk Presiden Iran Hadiri Sidang Tahunan PBB

 Amerika Serikat akhirnya memutuskan mengeluarkan visa yang memungkinkan Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif untuk melakukan perjalanan ke New York setelah sebelu
 
Sabtu, 21 September 2019 | 09:15:23

Korban Tewas Bom Taliban di Dekat Rumah Sakit Afghanistan Jadi 39 Orang

Kabul - Korban tewas akibat serangan bom Taliban di rumah sakit di Afghanistan Selatan awal pekan lalu terus bertambah. Pejabat setempat menyatakan korban tewas akibat serangan bom itu menjadi 39 orang.Dik
 
Jumat, 20 September 2019 | 10:32:04

Hari-hari Kelam di Kampus Pakistan Usai Seorang Profesor Dituduh Menghina Islam

Profesor Khalid Hameed, mengabdikan dirinya sebagai dosen sastra Inggris di Government Sadiq Egerton College, Kota Bahawalpur, Pakistan. Baginya, bukan masalah untuk datang lebih awal setiap harinya. Termasuk,
 
Kamis, 19 September 2019 | 14:28:20

Pria AS Tembak Mati 3 Remaja yang Hendak Merampoknya

Georgia - Seorang pria di Georgia, Amerika Serikat (AS), menembak mati tiga remaja yang hendak merampok dirinya. Dalam kasus penembakan maut ini, pria tersebut bisa bebas dari jeratan h
 
Kamis, 19 September 2019 | 08:51:05

Bangga! Kayu Asal Indonesia Bersaing di Pasar Internasional

Jakarta -Sebagai salah satu negara dengan iklim tropis terbaik di dunia, Indonesia memiliki karunia hasil sumber daya alam yang berlimpah dan potensi ekspor yang sangat besar. Melihat keadaan ini, PT Sumbe
 
Rabu, 18 September 2019 | 15:07:01

Dua Warga Malaysia Tertangkap Selundupkan 1 Ton Bahan Narkoba ke Australia ABC Australia - detikNews

Canberra -Usaha menyeludupkan bahan-bahan kimia ke Australia yang bisa digunakan untuk memproduksi obat terlarang semakin bervariasi.Pada 10 September lalu, dua warga Malaysia ditahan di Sydney oleh petuga
 
Rabu, 18 September 2019 | 09:58:12

Kereta Tiba-tiba Tergelincir di Hong Kong, 8 Orang Luka-luka

Hong Kong - Sebuah kereta api tiba-tiba tergelincir di Hong Kong hari Selasa (17/9) ini. Insiden ini mengancam terjadinya kekacauan komuter saat jam sibuk di jantung pusat finansial Asia tersebut
 
Rabu, 18 September 2019 | 09:54:34

Korban Tewas Bom Bunuh Diri Jelang Pemilu di Afghanistan Jadi 48 Orang

Kabul - Korban ledakan bom bunuh diri jelang pemilu di Afghanistan menjadi 48 orang. Selain itu ada puluhan orang terluka akibat dua ledakan yang terjadi hari ini.Seperti dilansir 
 
Rabu, 18 September 2019 | 09:50:50

Bocah 4 Tahun di Texas AS Tewas Ditembak Kakak Kandung

Texas - Bocah 4 tahun tewas ditembak kakak kandungnya yang berumur 5 tahun. Polisi menyebut peristiwa ini terjadi saat ibu kandung kedua bocah tidur di kamar lainnya.Seperti dilansir ABC News, Selasa
 
Selasa, 17 September 2019 | 16:26:27

Belajar dari Cara Australia Atasi Kebakaran Hutan Tanpa Air

Canberra -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI hari Senin (16/9/2019) menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Australia kemungkinan ikut memicu kejadian serupa di Kalimantan saat ini. Bagaimana Au
 
Selasa, 17 September 2019 | 09:17:54

Jerman Siapkan 75 M Euro Untuk Penanggulangan Perubahan Iklim

Berlin -Partai-partai koalisi pemerintahan Jerman, CDU, CSU dan SPD sejak Jumat lalu (14/9) mulai membahas paket kebijakan untuk penanggulangan perubahan iklim. Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya men
 
Senin, 16 September 2019 | 13:32:30

Kapal Wisata Terbalik, India Gelar Operasi Pencarian 39 Orang yang Hilang

New Delhi - Otoritas India melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan 39 orang yang hilang setelah kapal wisata mereka terbalik di sungai yang arusnya deras.Kepolisian lokal men
 
Senin, 16 September 2019 | 10:07:49

Saat Mahasiswa di Amerika Ikut Lomba Lari Pakai Aksesoris Batik

Washington DC - Ratusan warga Indonesia dan mahasiswa negara lain terlibat dalam Batik 5K Fun Run and Walk di Lake Fairfax Park, Virginia, Amerika Serikat. Mereka mengenakan aksesoris khas Indonesia dalam
 
Senin, 16 September 2019 | 08:58:17

Makanan-Makanan Ekstrem Dunia Ini Malah Jadi Favorit Warga

Biasanya makanan disajikan dalam kondisi matang dan menggugah selera. Tentu dibumbui dengan berbagai macam rempah hingga tercium aroma yang menambah nafsu makan. Namun di beberapa negara, justru menyajikan maka
 
Jumat, 13 September 2019 | 14:43:05

Pengusaha Ditahan, Taiwan Imbau Warganya Tak Pergi ke Hong Kong dan China

Taipei - Seorang pengusaha Taiwan ditahan setelah menyeberang dari Hong Kong ke Shenzhen, China. Otoritas Taiwan pun kini melarang setiap warganya untuk bepergian ke Hong Kong atau Chin
 
 
 
Terpopuler

1

17 Sep 2019 16:26 | 167 views
internasional

Belajar dari Cara Australia Atasi Kebakaran Hutan Tanpa Air

2

19 Sep 2019 14:28 | 118 views
internasional

Pria AS Tembak Mati 3 Remaja yang Hendak Merampoknya

4

18 Sep 2019 09:50 | 101 views
internasional

Bocah 4 Tahun di Texas AS Tewas Ditembak Kakak Kandung

 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top