Terverifikasi Dewan Pers
 
Rabu, 15 Mei 2019 | 11:43:25
Internasional

Pemimpin Tertinggi Iran Tegaskan Tak Akan Ada Perang dengan AS

Sebarkan:
Dok: Reuters
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Teheran - Di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa tak akan ada perang dengan negara tersebut.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidatonya di depan para pejabat negara pada Selasa (14/5) waktu setempat. Khamenei mengatakan bahwa ketegangan antara negara republik Islam itu dengan AS lebih sebagai ujian tekad, bukannya pertarungan militer.

"Pertarungan ini bukan militer karena tidak akan ada perang. Baik kita maupun mereka (AS) tidak mencari perang. Mereka tahu itu bukan untuk kepentingan mereka," ujar Khamenei seperti dikutip dari situs Khamenei.ir seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (15/5/2019).

"Keputusan pasti bangsa Iran adalah untuk melawan Amerika," kata Khamenei, seraya menambahkan bahwa "dalam pertarungan ini Amerika akan dipaksa mundur ... karena tekad kita lebih kuat."

Pemimpin tertinggi Iran itu juga menyatakan bahwa bernegosiasi dengan AS adalah "racun" karena AS ingin menyingkirkan titik-titik kuat Iran seperti rudal-rudalnya.

"Bernegosiasi dengan pemerintah Amerika saat ini adalah dua kali lipat beracun ... mereka bukan manusia yang layak, mereka tidak bertahan dengan apa pun," cetusnya merujuk pada keputusan AS untuk menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia.

Pemerintahan Trump belakangan ini meningkatkan ketegangan dengan Iran yang telah menjadi musuh lama AS dan sekutu-sekutu penting AS, yakni Israel dan Arab Saudi. Ketegangan meningkat setelah Trump secara sepihak memutuskan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran yang dikenal dengan nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2018. Juga setelah Amerika menerapkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran dan secara praktis memaksa negara-negara lain turut mengembargo Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah mengerahkan sebuah kapal induk dan pesawat-pesawat pengebom berkemampuan nuklir ke wilayah Timur Tengah.


Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 18 Juli 2019 | 03:17:05

"PARTAI Nasdem Kecewa (OPD) Hilang, Pasca Penangkapan Nurdin Basirun"

Tanjungpinang-Salah satu kader Partai NasDem Kota Tanjungpinang sekaligus menjabat sebagi Ketua DPC NasDem Tanjungpinang Timur Mulkanur kecewa terhadap 32 OPD dari 33 OPD yang ada di Pemerintah Provinsi (kepri)
Rabu, 17 Juli 2019 | 22:06:32

Bupati Inhil Resmikan Rumah Sakit 3 M Plus

TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan meresmikan pengoperasian Rumah Sakit 3 M Plus yang terletak di jalan Lingkar, Tembilahan, Rabu (17/7/2019). Peresmian Rumah Sakit 3 M Plus ditandai dengan pe
Rabu, 17 Juli 2019 | 20:18:36

Besok Tiga Desa Aksi Jilid II Tuntut PT. Hutahaean

ROKAN HULU - Diperkirakan seribuan lebih, gabungan Pemuda dan Masyarakat Desa Tingkok, Lubuk Soting dan Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai akan melaksanakan aksi damai Kamis, Kamis tanggal 18 Juli 2019.Aks
Rabu, 17 Juli 2019 | 20:15:22

TNI Gelar Komsos dengan Organisasi Masyarakat di Koarmada I

JAKARTA-Dalam rangka menjalin hubungan silaturahmi dan memperkokoh persatuan dengan komponen masyarakat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Staf Teritorial (Ster) TNI bekerjasama dengan Dinas Potens
 
Berita Lainnya
Rabu, 17 Juli 2019 | 09:03:32

Bangunan di Mumbai Runtuh, 10 Orang Tewas

MUMBAI - Korban tewas akibat runtuhnya gedung empat lantai yang berusia puluhan tahun di ibu kota komersial India, Mumbai, bertambah menjadi 10 orang pada Selasa (16/7) malam waktu setempat. Set
 
Selasa, 16 Juli 2019 | 14:58:49

Polisi Italia Razia Kelompok Neo-Nazi, Sita Rudal Pesawat Siap Tempur

ROMA - Polisi detasemen anti-teror Italia telah menyita sebuah rudal pesawat dan beragam senjata canggih lainnya dalam kondisi siap tempur saat melakoni razia di bagian utara negara tersebut.Pen
 
Selasa, 16 Juli 2019 | 10:18:19

Kereta Tabrak Van di Bangladesh, 10 Orang Tewas Termasuk Pengantin Baru

Dhaka - Sedikitnya 10 orang tewas di Bangladesh saat sebuah rangkaian kereta api menabrak sebuah van yang membawa rombongan yang baru saja menghadiri pesta pernikahan. Nahas, pasangan pengantin baru ikut
 
Senin, 15 Juli 2019 | 11:35:42

5 Ribu Gubuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh Hancur Akibat Longsor

Dhaka - Musim penghujan yang mematikan telah menghancurkan ribuan gubuk yang menjadi tempat tinggal pengungsi Rohingya di kompleks kamp pengungsian di Bangladesh. Sedikitnya 10 orang tewas akibat be
 
Senin, 15 Juli 2019 | 10:36:07

Pesawat yang Mengangkut Turis Jatuh di Swedia, 9 Orang Tewas

Stockholm - Sebuah pesawat kecil yang ditumpangi para turis terjatuh di wilayah Swedia bagian barat laut. Sedikitnya sembilan orang tewas dalam kecelakaan ini. Seperti dilansir AFP, Senin (5/7/2019)
 
Senin, 15 Juli 2019 | 09:29:58

Menteri Pendidikan Israel Dikecam karena Dukung Terapi Penyembuhan Gay

Tel Aviv - Menteri Pendidikan Israel Rafi Peretz mengatakan dia meyakini apa yang disebut "terapi penyembuhan gay" dapat berhasil. Sikap Rafi Peretz memicu kecaman luas."Saya pikir mungkin saja," kata Per
 
Senin, 15 Juli 2019 | 09:18:48

Petakan Strategi Ekspor, Dubes RI Blusukan di Pakistan

Islamabad - Diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesai (KBRI) Islamabad blusukan dalam rangka memetakan strategi ekspor Indonesia ke Pakistan. Dua daerah yang menjadi tempat blusukan ini dikenal
 
Sabtu, 13 Juli 2019 | 16:56:01

Berlangsung Nyaris 12 Jam, Serangan di Hotel Somalia Tewaskan 26 Orang

Mogadishu - Jumlah korban tewas akibat serangan bom bunuh diri dan penembakan di sebuah hotel populer di Somalia telah bertambah menjadi 26 orang. Sejumlah warga asing termasuk di antara korban tewas. Seb
 
Sabtu, 13 Juli 2019 | 16:06:20

Bersitegang dengan Iran, Inggris Kerahkan Kapal Perang Kedua ke Teluk

LONDON - Militer Inggris kembali mengirimkan sebuah kapal perang ke kawasan Teluk dan meningkatkan level siaga di wilayah kaya minyak itu. Pengerahan kapal perang kedua ini dilakukan setelah kapal-kapal b
 
Sabtu, 13 Juli 2019 | 14:31:03

Bom Bunuh Diri dan Penembakan Al-Shabaab di Hotel Somalia, 7 Orang Tewas

Mogadishu - Setidaknya tujuh orang tewas dalam serangan bom bunuh diri dan aksi penembakan di sebuah hotel di Somalia. Kelompok militan Al-Shabaab mengklaim mendalangi serangan itu.Otoritas Somali
 
Jumat, 12 Juli 2019 | 16:45:55

Rampok Toko demi Operasi Anak, Bapak Ini Berubah Pikiran Kembalikan Uang Curian

PHILADELPHIA - Seorang pria merampok sebuah toko dengan senjata mengklaim bahwa dia membutuhkan uang tunai untuk operasi transplantasi ginjal putrinya tapi berubah pikiran dan mengembalikan uang curian it
 
Jumat, 12 Juli 2019 | 16:19:25

Perkelahian Pecah Saat Kunjungan Presiden Taiwan ke New York

New York - Kepolisian New York di Amerika Serikat (AS), harus melerai perkelahian yang pecah antara pendukung dan penentang Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Perkelahian ini terjadi saat Presiden Tsa
 
Kamis, 11 Juli 2019 | 16:54:42

Ribut dengan Trump, Dubes Inggris untuk AS Mengundurkan Diri

LONDON - Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Amerika Serikat mengundurkan diri setelah ribut-ribut dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait bocornya kawat diplomatik yang sangat sensiti
 
Kamis, 11 Juli 2019 | 15:08:07

Kapal-kapal Bersenjata Iran Coba Halangi Tanker Minyak Inggris

Teheran - Kapal-kapal bersenjata Iran dilaporkan berusaha menghalangi kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz, sebelum akhirnya berhasil diusir oleh kapal perang Inggris.Sejumlah laporan med
 
Kamis, 11 Juli 2019 | 11:45:02

Ngerinya Pembantaian di PNG, Korban Ditembak, Ditikam Lalu Dimutilasi

Port Moresby - Seorang pejabat lokal di Provinsi Hela, Papua Nugini, menceritakan detik-detik pembantaian etnis yang menewaskan 23 orang, termasuk wanita hamil dan anak-anak. Pejabat itu menyebut para kor
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top