Terverifikasi Dewan Pers
 
Sabtu, 11 Mei 2019 | 15:33:52
Internasional

Wanita India Diperkosa Bergiliran di Hadapan Suaminya

Sebarkan:
Detik.com
New Delhi - Kasus pemerkosaan brutal kembali terjadi di India. Seorang wanita diperkosa secara bergiliran oleh sekelompok pria, di hadapan suaminya yang disekap.

Seperti dilaporkan The Times of India dan dilansir The Sun, Sabtu (11/5/2019), tindak pemerkosaan ini terjadi pada 26 April lalu di Alwar, Rajasthan. Namun laporan kasus ini baru dicatat secara resmi oleh polisi setempat pada Selasa (7/5) lalu.

Laporan NDTV menyebut korban melaporkan kasus pemerkosaan ini ke polisi pada 30 April, namun laporan resminya baru dicatat pada 7 Mei. Korban menyebut polisi saat itu menyatakan kasus ini tidak bisa segera ditangani karena ada persoalan staf terkait pelaksanaan pemilu daerah di wilayah Rajasthan. Diketahui Rajasthan menggelar pemilu dua tahap untuk parlemen India pada 29 April dan 6 Mei lalu.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Inspektur Jenderal Polisi Jaipur Range S Sengathir, yang menyangkal bahwa polisi berupaya mengabaikan kasus ini.

Identitas korban yang berasal dari kasta Dalit ini dirahasiakan dan hanya disebut berusia 20 tahun. Dituturkan korban yang merasa trauma namun bersedia diwawancarai The Times of India, bahwa kasus ini berawal saat dirinya dan sang suami bepergian menggunakan sepeda motor dan dicegat sekelompok pria.

Setidaknya ada lima pria yang mencegat korban dan suaminya lalu menggiring mereka ke sebuah ngarai. Kelima pria itu kemudian memaksa korban dan suaminya melucuti pakaian mereka. Saat korban dan suaminya melakukan perlawanan, para pelaku secara paksa melucuti pakaian keduanya.

Sang suami dipukuli dan diikat dalam keadaan bugil, kemudian dipaksa menyaksikan momen menyakitkan saat istrinya diperkosa secara bergiliran oleh kelima pelaku selama tiga jam. Aksi bejat ini direkam dengan telepon genggam pelaku.

Suami korban yang tidak disebut namanya, menyebut momen itu sebagai 'tiga jam di neraka'. "Mereka membawa kami ke sebuah ngarai dan meminta kami untuk melucuti pakaian kami. Ketika kami melawan, mereka mulai merobek pakaian kami hingga kami terpaksa melepaskannya. Apa yang terjadi selanjutnya adalah tiga jam di neraka. Awalnya kami berteriak minta tolong, tapi kami menyerah setelah menyadari itu sia-sia," tutur sang suami kepada The Times of India.

Korban dan suaminya awalnya tidak langsung melaporkan pemerkosaan ini, karena takut para pelaku membahayakan orangtua dan keluarga mereka. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk melapor ke polisi karena tidak ingin orang lain mengalami hal serupa.

Setelah korban melapor ke polisi, para pelaku masih nekat meminta uang kepadanya sebagai jaminan untuk tidak menyebarluaskan video pemerkosaan itu. Namun pelaku akhirnya mengunggah video pemerkosaan itu ke media sosial pada 4 Mei lalu.

Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir NDTV, National Commission for Scheduled Castes -- badan konstitusional India yang bertugas mengawasi perlindungan terhadap eksploitasi kasta terendah di negara tersebut -- meminta jajaran kepolisian setempat ditindak secara hukum karena tidak secara cepat menangani kasus ini.

Pada Selasa (7/5) lalu, pemerintahan Rajasthan mencopot Kepala Kepolisian Alwar Rajiv Pachar dan menonaktifkan seorang polisi bernama Sardar Singh yang bertugas saat korban dan suaminya pertama melapor. Empat polisi lainnya juga dinonaktifkan dari tugasnya.

Wakil Ketua komisi tersebut, L Murgan, menuturkan kepada Press Trust of India (PTI) bahwa korban telah mendapatkan kompensasi sebesar 4 lakh Rupee atau 400 ribu Rupee (Rp 81,4 juta), terlepas dari kompensasi sebesar 50 ribu Rupee dari Departemen Urusan Wanita dan Anak. Kasus ini memicu protes di sebagian wilayah Rajasthan dengan para demonstran meminta hukum ditegakkan untuk korban.



Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 25 Agustus 2019 | 02:03:24

Alfedri Gendong Balita Korban Kebakaran di Pasar Sungai Apit, Siak

Siak - Usai meninjau kelokasi kebakaran  pasar pagi Sungai Apit, Bupati Siak Alfedri langsung  mengendong anak Bayi di Bawah Lima Tahun ( Balita), salahsatu  anak korban dari kebakaran, Sabtu (24
Minggu, 25 Agustus 2019 | 01:32:12

Alfedri Tinjau ke Lokasi Kebakaran di Pasar Sungai Apit, Siak

SIAK - Pasca terjadinya kebakaran di pasar  pagi Sungai Apit, Bupati Siak Alfedri beserta rombongan meninjau langsung ke lokasi kejadian kebakaran, sabtu (24/08/2019).Kejadian tersebut sekitar pukul 09.00
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 18:51:23

Polres Tanjungpinang Gelar Konfrensi Pers Tindak Pidana KARHUTLA

Tanjungpinang-Bertempat di lobi Mapolres Tanjungpinang digelar Konferensi Pers tindak pidana *Karhutla* yang dipimpin Kapolsek Bukit Bestari KOMPOL Marna, SE dan Kasat Reskrim AKP Efendri Ali, S.IP, MH, Sabtu (
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 18:38:08

Polres Tanjungpinang Gelar Konferensi Pers Tindak Pidana Pemerkosaan

Tanjungpinang-Bertempat di lobi Mapolres Tanjungpinang digelar Konferensi Pers tindak pidana *Pemerkosaan* yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Efendri Ali, S.IP, MH, Sabtu (24/8/2019).Korban adalah SW (36 tahun), p
 
Berita Lainnya
Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:53:43

Panas Dingin Hubungan China-Australia karena Demo Hong Kong

Duta Besar China untuk Australia Cheng Jingye memperingatkan pemerintah Australia untuk tidak ikut campur urusan negaranya, dengan mendukung "kekerasan radikal" di Hong Kong. Peringatan ini dikemukakan seiring
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:15:41

Kecam Ulama Zakir Naik, Putri Mahathir: Memangnya Siapa Anda?

Kuala Lumpur - Seruan pengusiran ulama kontroversial Zakir Naik tengah ramai di Malaysia terkait pernyataannya yang menuai hujatan. Marina Mahathir, putri sulung Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Moh
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:36:17

Menpora Malaysia Dukung Pengusiran Ulama Kontroversial Zakir Naik

Kuala Lumpur - Bertambah lagi menteri Malaysia yang mendukung pengusiran ulama kontroversial Zakir Naik dari negeri Jiran itu. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahma
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:20:51

Kendaraan Tempur China Dikerahkan ke Perbatasan Hong Kong, AS Prihatin

Washington DC - Otoritas Amerika Serikat (AS) sangat prihatin atas pergerakan militer China di dekat perbatasan Hong Kong. AS mendorong China untuk menghormati otonomi wilayah Hong Kong yang terus d
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:44:07

Soal Kashmir, Pakistan: PBB Harus Tanggung Jawab Jika Perang dengan India

Islamabad - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menyatakan bahwa jika sampai pecah perang dengan India terkait dengan wilayah Kashmir yang diperebutkan, maka PBB harus bertanggung jawab karena gagal men
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:20:02

Di Jepang Ada Pendeta Buddha dari Robot Bisa Berkhotbah dan Berdoa

Tokyo - Sebuah kuil berusia 400 tahun di Jepang berusaha menarik minat masyarakat terhadap Buddhisme dengan menempatkan sebuah pendeta robot. Langkah ini diyakini dapat mengubah persepsi terhadap ajaran Bud
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:48:58

2 Polisi Disandera dalam Penembakan di Philadelphia

JAKARTA - Enam orang polisi Philadelphia terluka dalam baku tembak saat melakukan penggerebekan narkoba di sebuah rumah. Selain itu, dua orang polisi dilaporkan masih tersandera di dalam rumah
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:10:10

Rumah di Chile Ambruk, 6 Orang Tewas

Santiago - Sedikitnya enam orang tewas setelah dua rumah ambruk di kota bersejarah Valparaiso, Chile, Selasa malam waktu setempat. Seorang pejabat regional mengatakan jumlah korban tewas bisa be
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:03:31

270 Orang Tewas Akibat Banjir di India

MUMBAI - Banjir dan tanah longsor telah menewaskan lebih dari 270 orang di India. Selain itu, satu juta orang mengungsi dan ribuan rumah di enam negara bagian terendam.Dilansir Reuters, Kamis
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 16:47:16

Pakistan Desak DK PBB Gelar Pertemuan, Bahas Tindakan India di Kashmir

ISLAMABAD - Pakitsan telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menangani "aksi agresif" India setelah New Delhi mencabut status otonomi khusus di Kashmir dan memberlakukan sejumlah pembatasan di wilayah itu.
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:13:47

Korban Tewas Tanah Longsor Myanmar Bertambah Jadi 59 Orang

Myanmar - Korban jiwa akibat bencana tanah longsor di Myanmar bertambah menjadi 59 orang. Sementara itu, upaya pencarian terhadap korban hilang masih terus dilakukan.Dikutip dari BBC, Rabu (14
 
Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:10:11

Ratusan Demonstran Kembali Datangi Bandara Internasional Hong Kong

Hong Kong - Ratusan demonstran kembali membanjiri Bandara Internasional Hong Kong hari ini. Ini merupakan aksi demo terbaru setelah ribuan demonstran menduduki bandara tersebut pada Senin (12/8) kemarin,
 
Selasa, 13 Agustus 2019 | 09:23:29

Demonstran Duduki Bandara Hong Kong, PM Kanada Serukan Perdamaian

KANADA - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendesak China agar berhati-hati dalam merespons demonstran yang menduduki Bandara Internasional Hong Kong. Trudeau menyerukan perdamaian agar tidak terjadi kekera
 
Selasa, 13 Agustus 2019 | 09:17:08

KJRI Sisir Bandara Hong Kong, 40 WNI Dipastikan Aman

JAKARTA - Tim Satgas Perlindungan WNI dari KJRI Hong Kong menyisir Bandara Internasional Hong Kong. Mereka menemukan lebih dari 40 WNI di dalam area bandara."Ada, kami temui lebih dari 40 orang di dalam w
 
Senin, 12 Agustus 2019 | 16:07:01

Longsor di Myanmar Renggut 51 Jiwa

YANGON Longsor yang dipicu oleh hujan lebat di Myanmar telah merenggut 51 jiwa. Laporan Bangkok Post yang mengutip Departemen Layanan Kebakaran negara longsor terjadi di Mon State. Saat itu proses pencaria
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top