Terverifikasi Dewan Pers
 
Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:29:17
Internasional

Air Kotor Menyebabkan Anak-Anak Lebih Banyak Meninggal Dibanding Kekerasan di Zona Perang

Sebarkan:
Dok: Reuters
Anak korban perang di Palestina membawa air.

NEW YORK Anak-anak di bawah usia 15 tahun tiga kali beresiko meninggal karena penyakit yang dibawa air kotor dan sanitasi buruk daripada dari kekerasan di negara-negara yang sedang berperang.

Laporan Badan Internasional PBB tentang Dana Darurat untuk Anak-Anak atau UNICEF yang paling rentan adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun. Mereka 20 kali beresiko meninggal karena penyakit daripada kekerasan.

Secara khusus, anak-anak meninggal karena penyakit diare dan kolera. Konflik mebuat semakin berkurangnya air bersih.

Penelitian ini melihat konsekuensi kesehatan dari air dan sanitasi yang tidak aman untuk anak-anak di 16 negara yang mengalami konflik, termasuk Myanmar, Afghanistan dan Yaman.

"Dalam konflik ini menyediakan air dan sanitasi yang cepat, komprehensif dan aman adalah masalah hidup dan mati," kata laporan itu.

UNICEF melaporkan ada 85.000 kasus kematian akibat diare karena air kotor, sanitasi buruk dan kebersihan pada anak-anak dari 2014 hingga 2016.

Sementara mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada rentang waktu yang sama, ada 31.000 kematian anak-anak akibat kekerasan.

"Ini tidak mengejutkan," kata Tomas Jensen, penasihat untuk pengobatan tropis di badan amal medis Medecins Sans Frontieres kepada Thomson Reuters Foundation.

"Mereka sering menjadi yang paling berisiko, terutama anak-anak muda yang sistem kekebalan tubuhnya belum bisa menangkal bakteri yang dapat menyebabkan penyakit diare," katanya.

Penyakit terkait diare adalah penyebab utama kematian kedua untuk semua anak di bawah 5 tahun, menipisnya cairan tubuh dan menyebabkan dehidrasi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebutkan anak-anak dan bayi rentan terhadap dehidrasi, yang kehilangan cairan lebih cepat daripada orang dewasa dan kurang mampu mengkomunikasikan kebutuhan mereka.

Dalam konflik, perjalanan ke sumber air dapat membawa risiko ditembak atau dilecehkan secara seksual.

Air mungkin terkontaminasi, sumber-sumbernya dihancurkan atau penghuninya mungkin ditolak aksesnya.

Di Yaman, yang memiliki salah satu epidemi kolera terburuk dalam sejarah baru-baru ini, sepertiga kasus adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Laporan UNICEF mencatat beberapa pengecualian, mengatakan anak-anak di bawah 15 di Irak dan Suriah lebih mungkin meninggal karena kekerasan, seperti juga anak-anak di bawah usia 5 di Suriah dan Libya.

Metode perang di negara-negara itu, seperti pemboman udara di daerah perkotaan, ranjau darat dan persenjataan yang tidak meledak membuat anak-anak berisiko tinggi meninggal.


Sumber: detik.com

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 20 April 2019 | 16:55:13

BPN Tepis soal Utusan, Jokowi: Tanya Langsung ke Prabowo

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menepis apabila capres Joko Widodo (Jokowi) sudah mengirim utusan untuk bertemu capres nomor urut 02 tersebut. Apa respons Jokowi?"Tanyakan la
Sabtu, 20 April 2019 | 16:53:17

Apa Bedanya Soal UTBK dengan SBMPTN 2018?

JAKARTA Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) telah dimulai sejak 13 April 2019. Tes masuk berbasis komputer yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini, dinilai mampu memperkecil potensi kecurangan ka
Sabtu, 20 April 2019 | 16:51:19

Sindir Bantuan Karpet Masjid karena Kecewa, Caleg Ini Nyaris Diamuk Warga

TIDORE - Calon Anggota DPR RI dari Partai NasDem asal Maluku Utara, Ahmad Hattari, nyaris diamuk massa usai salat Jumat. Pasalnya, dia menyindir pemberian bantuan karpet untuk masjid karena suara yang dia
Sabtu, 20 April 2019 | 16:38:48

Trik Mengerjakan Soal Matematika saat UTBK

JAKARTA Soal Matematika, Kimia dan Fisika menjadi sebuah momok bagi peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun ini. UTBK sendiri adalah salah satu syarat siswa untuk mengikuti Seleksi Bersama M
 
Berita Lainnya
Sabtu, 20 April 2019 | 15:41:32

Serangan ISIS Tewaskan 27 Petempur Pro-Rezim Suriah

DAMASKUS - Kelompok radikal ISIS dilaporkan telah menewaskan 27 petempur pro-rezim Suriah di kawasan gurun pasir Suriah. Ini disebut sebagai serangan ISIS paling mematikan sejak tumbangnya "kekhal
 
Sabtu, 20 April 2019 | 13:33:03

Penembakan Brutal di Pesta Meksiko, 13 Orang Tewas Termasuk 1 Bocah

Mexico City - Sekelompok pria bersenjata tiba-tiba melancarkan aksi penembakan di sebuah acara pesta di Meksiko. Sebanyak 13 orang, termasuk seorang bocah, tewas dalam aksi penembakan brutal tersebu
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:07:07

Jokowi-Maruf Ungguli Prabowo-Sandiaga di Houston Texas

JAKARTA - Penghitungan suara Pemilu 2019 di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) selesai. Hasilnya, pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul dengan perolehan 2.752 su
 
Kamis, 18 April 2019 | 14:23:15

Bus Turis Jerman Terjun di Madeira Portugal, 29 Orang Meninggal

LISBON Sedikitnya 29 orang, kebanyakan dari mereka turis asal Jerman, meninggal dunia saat bus yang ditumpangi terjun dari jalan sempit yang curam di Pulau Madeira, Portugal, pada Rabu 17 April 2019. Se
 
Kamis, 18 April 2019 | 11:56:53

Perusahaan Israel Ubah Masjid Bersejarah Palestina Jadi Klab Malam

KHAN AL AHMAR - Banyak warga Palestina sangat geram karena sebuah masjid bersejarah dari abad ke-13 di Distrik Safad kini beralih fungsi dan digunakan sebagai "sebuah klab malam". Perusahaan Israel yang m
 
Kamis, 18 April 2019 | 10:39:51

Mantan Presiden Peru Bunuh Diri Saat Akan Ditangkap Polisi

LIMA - Mantan Presiden Peru, Alan Garcia, tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya ketika polisi datang untuk menangkapnya.Ia sempat dirawat di rumah sakit di ibukota Peru, Lima, dengan "luka tembak di kep
 
Kamis, 18 April 2019 | 10:26:44

Jokowi-Maruf Menang dalam Pemungutan Suara di Serbia

JAKARTA - KBRI Beograd, Serbia merampungkan hitung suara Pilpres 2019. Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menang atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.Penghitungan suara itu dilakukan di Sport Hall
 
Kamis, 18 April 2019 | 09:50:57

Jokowi-Maruf Unggul Telak di Tehran dan Berlin

JAKARTA - Pasangan capres dan cawapres Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin menang di penghitungan suara Pilpres 2019 yang digelar untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di Tehran, Iran. Jokowi-KH Ma
 
Kamis, 18 April 2019 | 09:00:57

Media Internasional Sebut RI Gelar Pilpres Langsung Terbesar di Dunia

JAKARTA - Laporan media internasional tentang pemilihan umum di Indonesia 2019 antara lain menyebutkan sebagai pemilihan presiden terbesar di dunia.Harian New York Times yang menyebut pemilu di Indonesia se
 
Selasa, 16 April 2019 | 11:21:22

Serangan saat Pesta Pernikahan di Afghanistan, 5 Tewas dan 15 Terluka

KHOST - Para pejabat Afghanistan Timur mengatakan seorang pria bersenjata melepaskan tembakan saat pesta pernikahan berlangsung. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya lima orang tewas dan melukai 15 lainny
 
Selasa, 16 April 2019 | 10:27:26

Kebakaran Melanda Kompleks Al-Aqsa Saat Katedral Notre-Dame Dilalap Api

YERUSALEM - Sebuah kebakaran terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Senin (15/4) waktu setempat. Kebakaran di kompleks Masjid Al-Aqsa ini terjadi pada momen yang sama saat Katedral Not
 
Selasa, 16 April 2019 | 09:37:41

Bos Gucci Sumbang 100 Juta Euro untuk Bangun Gereja Notre Dame

PARIS - Miliuner Prancis, Francois-Henri Pinault berjanji akan menyumbangkan 100 juta Euro untuk pembangunan Gereja Katedral Notre Dame, Paris. Senin (15/4) sore waktu sete
 
Selasa, 16 April 2019 | 09:22:33

Terbakar, Atap Gereja Katedral Notre Dame Runtuh

JAKARTA - Kebakaran melanda Gereja Katedral Notre Dame, Paris, Prancis. Kebakaran itu mengakibatkan atap gereja yang dibangun pada abad ke-12 itu runtuh."Semuanya runtuh," kata salah seorang petugas polisi
 
Selasa, 16 April 2019 | 09:19:32

Kebakaran Landa Gereja Notre Dame Paris

PARIS - Kebakaran melanda Gereja Katedral Notre Dame, Paris, Prancis Senin (15/4) waktu setempat. Kobaran api yang melalap salah satu landmark yang paling banyak dikunjungi di Prancis itu meni
 
Senin, 15 April 2019 | 15:38:35

Badai Terjang Wilayah Selatan AS, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

TEXAS - Badai menerjang wilayah selatan Amerika Serikat pada Minggu (14/4/2019) menewaskan setidaknya delapan orang, tiga di antaranya anak-anak, dan puluhan lainnya terluka. Badai juga membuat 90 ribu warga T
 
 
 
Terpopuler

1

18 Apr 2019 14:23 | 149 views
Internasional

Bus Turis Jerman Terjun di Madeira Portugal, 29 Orang Meninggal

2

18 Apr 2019 11:56 | 111 views
Internasional

Perusahaan Israel Ubah Masjid Bersejarah Palestina Jadi Klab Malam

3

15 Apr 2019 15:38 | 91 views
Internasional

Badai Terjang Wilayah Selatan AS, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

4

18 Apr 2019 10:26 | 91 views
Internasional

Jokowi-Maruf Menang dalam Pemungutan Suara di Serbia

5

16 Apr 2019 09:22 | 88 views
Internasional

Terbakar, Atap Gereja Katedral Notre Dame Runtuh

 
 
 
 
 
 
Top