Iklan Sosial
 
Kamis, 8 November 2018 | 16:50:37
Internasional

Kemlu RI Bantah Beri Jaminan Pembebasan Habib Rizieq di Arab Saudi

Sebarkan:
okezone.com

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri membantah laporan yang menyatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi telah memberikan jaminan untuk membebaskan Pimpinan FPI, Muhammad Rizieq Shihab dari pemeriksaan pihak berwenang Arab Saudi.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pembebasan WNI yang terkena kasus hukum bukanlah bagian dari tugas perwakilan RI di luar negeri.

"Tugas Perwakilan RI bukan membebaskan seseorang, apalagi memberikan jaminan. Setiap orang harus bertanggungjawab sendiri atas tindakannya. Tugas Perwakilan adalah memberikan pendampingan kekonsuleran, untuk memastikan hak-hak hukumnya terpenuhi. Itulah yang dilakukan oleh KJRI Jeddah dalam kasus ini," kata Iqbal kepada media, Kamis (8/11/2018).

Pernyataan itu disampaikan untuk mengklarifikasi laporan yang menyebutkan Habib Rizieq dibebaskan dari tahanan pihak berwenang Arab Saudi dengan jaminan dari Kedutaan Besar RI di Riyadh.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pada 5 November, Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan oleh otoritas Arab Saudi yang mendapat laporan bahwa ada diduga bendera ISIS yang terpasang di kediamannya.

Keterangan dari Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menyatakan bahwa Rizieq telah dibebaskan dengan jaminan pada 6 November malam. Keterangan dari Dubes Agus Maftuh tidak menyebutkan siapa yang memberikan jaminan tersebut hanya menjelaskan bahwa proses pembebasan Habib Rizieq dilakukan dengan pendampingan tim dari KJRI Jeddah.

Sementara itu Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir kembali meminta WNI di luar negeri untuk menaati aturan dan hukum negara yang mereka tinggali.

"Kita harus sadar bahwa semua WNI yang ada di luar negeri tanpa kecuali tentunya harus mengormati aturan dan hukum setempat," ujarnya.

"Dalam konteks ini, pemerintah akan selalu hadir untuk WNI baik di dalam dan di luar negeri dan apabila WNI terkena masalah hukum, perwakilan akan memberikan pendampingan dan kekonsuleran sesuai dengan hukum yang berlaku untuk memastikan hak-hak hukum WNI terlindungi."


(okezone.comm)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 19 November 2018 | 16:57:13

Gedung Granadi Disita, Nilainya Masih Ditaksir

Jakarta - Gedung Granadi disita negara. Gedung yang masuk dalam aset yayasan Supersemar ini masih ditaksir nilainya untuk dilelang. "Sudah lama (disita)," kata pejabat Humas PN Jaksel Achmad Guntu
Senin, 19 November 2018 | 16:53:31

Selang Beberapa Menit, Gempa 4 SR Kembali Guncang Mamasa

TANA TORAJA - Gempa bumi berkekuatan 4,0 skala richter (SR) kembali mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Senin (19/11/2018) pukul 15.23 Wita selang gempa 3,0 SR mengguncang beberapa menit lalu
Senin, 19 November 2018 | 16:47:14

Petani di Ngawi Tewas Setelah Dibacok Kerabat Sendiri

Ngawi - Seorang petani warga Dusun Sepreh Desa Selopuro Kecamatan Pitu, Ngawi, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Korban Sutarno (40) kondisinya penuh luka bacokan pada leher belakang.
Senin, 19 November 2018 | 16:44:04

Kabur dari Sirkus, Tujuh Unta Datangi Supermarket di Jerman

BERGEN  Sebuah foto aneh yang memperlihatkan beberapa unta berkeliaran di bawah terang bulan di dekat sebuah supermarket di Bergen, Jerman. Kejadian membuat warga yang kebingungan menghubungi polisi.
 
Berita Lainnya
Senin, 19 November 2018 | 16:44:04

Kabur dari Sirkus, Tujuh Unta Datangi Supermarket di Jerman

BERGEN  Sebuah foto aneh yang memperlihatkan beberapa unta berkeliaran di bawah terang bulan di dekat sebuah supermarket di Bergen, Jerman. Kejadian membuat warga yang kebingungan menghubungi polisi.
 
Senin, 19 November 2018 | 16:41:24

Hiu Putih 4,6 Meter Ditemukan Mati di Pantai Sydney

Sydney -Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia, mengonfirmasi adanya seekor hiu putih berukuran 4,6 meter yang telah ditemukan tewas di jala atau jaring laut yang berada di Pantai Maroubr
 
Sabtu, 17 November 2018 | 15:35:08

Lebih dari 1.000 Orang Hilang dalam Kebakaran Parah di California

California - Jumlah orang yang hilang dalam kebakaran hutan parah di California, Amerika Serikat telah bertambah menjadi lebih dari 1.000 orang. Sementara itu, delapan jasad korban kembali ditem
 
Sabtu, 17 November 2018 | 15:30:48

Hakim AS Minta Pemerintah Kembalikan Kartu Pers Jurnalis CNN yang Berdebat dengan Trump

GEDUNG Putih telah diperintahkan untuk mengembalikan kredensial pers Jim Acosta, koresponden CNN, yang dicabut setelah terjadi pertukaran sengit antara Jim Acosta dan Presiden Trump ketika berlangsung kon
 
Sabtu, 17 November 2018 | 14:53:31

Dubes Saudi Untuk AS Bantah Pernah Suruh Khashoggi Pergi ke Turki

Washington - Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di
 
Sabtu, 17 November 2018 | 11:39:38

CIA: Putra Mahkota Arab Saudi Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Washington - Badan Intelijan Pusat Amerika Serikat atau CIA menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Is
 
Jumat, 16 November 2018 | 16:48:01

Australia dan Malaysia Saling Serang Terkait Pemindahan Kedutaan di Israel

SYDNEY - Australia dan Malaysia terlibat saling serang kata-kata terkait kemungkinan pemindahan kedutaan besar Negeri Kanguru di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pernyataan Perdana Menteri Australia, Sc
 
Jumat, 16 November 2018 | 16:45:17

Myanmar Tahan 106 Warga Rohingya yang Hendak Kabur dengan Kapal

Naypyitaw - Otoritas Imigrasi Myanmar menahan lebih dari 100 orang diduga warga etnis minoritas muslim Rohingya yang hendak melarikan diri. Orang-orang yang diduga Rohingya itu ditangkap dari sebuah kapal
 
Jumat, 16 November 2018 | 16:18:41

Sepakati Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Dituntut Mundur

TEL AVIV - Lebih dari seribu warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok bersenjata Palestina
 
Kamis, 15 November 2018 | 15:58:27

Hamas : Pengunduran Diri Menhan Israel Adalah Kemenangan Bagi Palestina

GAZA - Hamas menyambut gembira mundurnya Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Tel Aviv dengan kelompok bersejata di Gaza yang di mediasi ol
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:55:42

Jokowi Yakini Two State Solution Jadi Jalan Perdamaian Israel-Palestina

JAKARTA - Indonesia meyakini bahwa two state solution atau solusi dua negara menjadi satu-satunya cara untuk merealisasikan perdamaian sekaligus meredam konflik yang terjadi di Palestina dan Israel. Pres
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:39:47

Lewatkan Pertemuan KTT ASEAN Demi Tidur Siang, Duterte Membela Diri

Singapura - Presiden Filipina Rodrigo Duterte lebih memilih tidur siang dan melewatkan sejumlah pertemuan penting dalam KTT ASEAN di Singapura. Saat ditanya soal hal ini, Duterte membela diri."Apa
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:56:41

Sindir Balik Trump, Macron: Sekutu Bukan Berarti Negara Pengikut

Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah pidato sempat menyinggung dibentuknya militer bersama Uni Eropa untuk salah satunya mengantisipasi serangan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald T
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:53:09

Cerita Lie Terbang dari China untuk Menolong Korban Gempa Donggala

Palu - Bencana di Sulawesi Tengah mengundang empati tak berhingga. Tak cuma dari Indonesia, bahkan mancanegara. Gempa, tsunami dan lukuifaksi yang menghantam Palu, Sigi dan Donggala pada 28 Sept
 
Rabu, 14 November 2018 | 15:56:49

Mesir Serukan Israel Hentikan Aksi Militer di Gaza

Kairo - Pemerintah Mesir menyerukan Israel untuk menghentikan aksi militernya di wilayah Jalur Gaza. Seruan ini disampaikan setelah para milisi Palestina di Gaza menyetujui gencatan senjata yang d
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top