Iklan Sosial
 
Senin, 5 November 2018 | 10:35:13
Internasional

Perebutan Ikan Disebut Bisa Memicu Perang di Masa Depan

Sebarkan:
Okezone.com
peledakan kapal pelaku illegal fishing.

BADAN Pangan Dunia FAO menyebutkan satu dari lima ekor ikan yang dikonsumsi saat ini berasal dari kegiatan illegal fishing. Sementara negara-negara penghasil ikan mulai menggunakan kekuatan militernya untuk melindungi aset nasional tersebut.

Sama seperti cadangan minyak, stok ikan juga terkonsentrasi di wilayah tertentu saja. "Minyak merupakan sektor yang sangat dilanda konflik," ujar Johan Bergenas, analis kebijakan publik Washington DC.

Setidaknya 25 hingga 50 persen dari seluruh konflik di dunia, katanya, terkait dengan akses cadangan minyak tersebut. Bergenas mengidentifikasi kesamaan antara sumber daya minyak dan stok ikan.

"Pasokannya terkonsentrasi. Timur-Tengah memiliki hampir separuh pasokan minyak mentah dunia," kata Bergenas kepada ABC.

Sementara untuk stok ikan dunia, katanya, kawasan Pasifik tengah menguasai 60 persen cadangan tuna, komoditas yang kini sangat diincar. "Satu miliar manusia hari ini mengandalkan makanan laut sebagai sumber protein utama," ujarnya.

Dia menguraikan bahwa di masa lalu satu sumber konflik paling umum lebih pada akses ke sumber daya alam. "Kita telah berperang memperebutkan lahan pertanian, rempah-rempah, gula dan berbagai sumber daya alam lainnya. Jadi ikan, mengapa tidak?" kata Bergenas.

Menurut dia, penegakan hukum atas batas-batas wilayah perairan bukanlah perkara mudah bagi negara kecil. Namun bagi negara besar, hal itu tak begitu sulit dilakukan.

Bergenas menyebut China "menyempurnakan strategi" mereka dengan mengirim kapal penangkap ikan ke perairan yang dipersengketakan.

"Ketika negara lain menyerang kapal-kapal penangkap ikan ini, China lalu mengirim Pasukan Penjaga Pantai dan Angkatan Lautnya.

Negara besar seperti China, katanya, akan terus menggunakan kekuatan militer, diplomatik dan ekonominya untuk mendapatkan akses ke perairan yang penuh stok ikan.

Penegakan Hukum

Bergenas menjelaskan, saat ini ada 70 lebih perjanjian, hukum dan peraturan yang tentang lautan di  dunia. Jadi secara teori, tampaknya mudah mengatur negara-negara besar agar patuh pada hukum yang ada.

"Masalahnya bukan karena kurangnya aturan, melainkan bagaimana penegakan hukumnya," katanya.

Setiap negara, katanya, memiliki zona ekonomi eksklusif (ZEE) atau hak atas sumber daya alamnya di perairan laut mereka. Tetapi negara-negara kecil mengalami kesulitan logistik, misalnya peralatan untuk memantau wilayah ZEE tersebut.

"Sebuah radar dapat menjangkau sekitar 12 mil laut dari darat, kalau negara itu mampu mengelola radarnya," katanya.

Sementara kapal penangkap ikan mungkin berkecepatan 12-15 knot sehingga perlu beberapa hari untuk bisa menjelajahi ZEE mereka yang sudah didahului kapal-kapal illegal fishing.

Australian National Centre for Ocean Resources and Security menyebutkan, konsumsi ikan di negara-negara berkembang diperkirakan akan meningkat 21 persen pada 2022.

Secara global, sengketa sudah terjadi karena sumber daya ikan laut.

"Ada sengketa di Selat Inggris pada musim panas antara nelayan Prancis dan Inggris. Mereka saling menjegal untuk menangkap kerang di Selat Inggris," ujar Bergenas.

Sengketa ini dsebut sebagai "perang kerang", dan baru pada September lalu dicapai kesepakatan antara kedua pihak.

"Di Laut China Selatan, Indonesia telah meledakkan 300 kapal penangkap ikan dalam beberapa tahun terakhir," katanya.

Contoh lain pelibatan pihak militer, katanya, juga terjadi di perairan Afrika dan Amerika Selatan.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:57:00

2 Hari Berturut-turut, Puluhan Pelajar SMP di Sumbar Kesurupan

BATUSANGKAR - Puluhan pelajar SMP Negeri 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kesurupan, Rabu (16/1) pagi. Aktivitas belajar-mengajar di sekolah terpaksa dihentikan karena selur
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:53:53

Google Hapus Aplikasi yang Minta Izin Akses SMS

JAKARTA - Ketika Anda meng-install sebuah aplikasi, maka aplikasi Android itu bisa saja meminta izin kepada Anda. Misalnya, meminta izin untuk mengakses pesan atau foto di ponsel Anda. Hal yang mencuri
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:45:30

Mayat Pria Ditemukan Tergantung di Dalam Mobil di Banyumas

BANYUMAS - Warga Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jateng, dikagetkan dengan penemuan mayat di dalam mobil. Leher mayat tersebut terikat dan tergantung di dalam mobil.Menurut K
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:39:59

Berulangkali Tertunda, Thailand Batal Gelar Pemilu pada Februari 2019

BANGKOK - Pemilihan umum untuk mengakhiri pemerintahan militer di Thailand yang telah lama tertunda akan kembali mundur dari jadwal pelaksanaan semula. Pejabat Komisi Pemilihan Umum Thailand mengatakan, p
 
Berita Lainnya
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:39:59

Berulangkali Tertunda, Thailand Batal Gelar Pemilu pada Februari 2019

BANGKOK - Pemilihan umum untuk mengakhiri pemerintahan militer di Thailand yang telah lama tertunda akan kembali mundur dari jadwal pelaksanaan semula. Pejabat Komisi Pemilihan Umum Thailand mengatakan, p
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 11:18:43

Mantan Presiden Meksiko Disebut Terima Suap Rp1,4 Triliun dari Raja Narkoba El Chapo

MANTAN Presiden Meksiko, Enrique Peņa Nieto, disebut telah menerima suap sebesar US$100 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun dari gembong narkotika Joaquin 'El Chapo' Guzman. Klaim itu diungka
 
Rabu, 16 Januari 2019 | 10:43:00

Hotel di Kenya Diserbu Pria-Pria Bersenjata, Sejumlah Orang Tewas

BEBERAPA pria yang diduga anggota kelompok milisi menyerang sebuah hotel mewah di Nairobi, Kenya, sehingga menewaskan sedikitnya enam orang. Suara tembakan dan letusan terdengar dari kompleks yang menampun
 
Selasa, 15 Januari 2019 | 14:48:50

Pasangan di Argentina Terekam Indehoi di Atap Gedung di Siang Hari

BUENOS AIRES - Sepasang pasangan muda terekam melakukan hubungan seksual di atas atap sebuah bangunan di tengah kota Buenos Aires, Argentina pada siang hari bolong. Aktivitas tak senonoh itu mengejutkan p
 
Senin, 14 Januari 2019 | 14:20:00

Wali Kota Polandia Ditikam di Depan Ratusan Orang Saat Galang Dana

POLANDIA - Seorang pria bersenjata pisau tiba-tiba menikam seorang wali kota di Polandia di depan ratusan orang saat acara penggalangan dana. Wali kota tersebut saat ini dalam kondisi kritis usa
 
Senin, 14 Januari 2019 | 12:11:00

PM Israel Netanyahu Akui Lancarkan Serangan Udara di Suriah

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan udara Israel baru-baru ini di Suriah menarget senjata-senjata Iran. Berbicara dalam rapat kabinet hari Minggu (13/1), Netanyahu mengatakan "dalam
 
Senin, 14 Januari 2019 | 11:53:09

Kunjungi Arab Saudi, Menlu AS Akan Minta Pertanggungjawaban Pembunuhan Khashoggi

RIYADH - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada Minggu, 13 Januari mengatakan Amerika Serikat (AS) akan meminta Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk memastikan agar mereka yang membunuh wartaw
 
Senin, 14 Januari 2019 | 10:41:59

Peluk Teman Pria, Mahasiswi Dikeluarkan dari Universitas Al-Azhar

KAIRO - Universitas Al-Azhar di Mesir mengeluarkan seorang mahasiswinya setelah mahasiswi itu terlihat memeluk seorang teman laki-lakinya dalam sebuah video yang viral. Mahasiswi itu dituduh merusak rep
 
Senin, 14 Januari 2019 | 09:59:10

Pangeran Arab Saudi Kritik Keputusan AS Tarik Tentara dari Suriah

RIYADH - Seorang pangeran senior kerajaan Arab Saudi Pangeran Turki al-Faisal mengatakan bahwa penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah akan memperburuk situasi di negara yang masih dilanda perang ters
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 15:23:40

Sudan Bergolak, Imam Masjid Dilarikan dari Amuk Massa Antipemerintah

KHARTOUM - Pemuka agama terkemuka Sudan,Abdul HaiYousuf, dilarikan keluar masjid setelah ibadah salat Jumat (11/01), waktu setempat, berakhir ricuh.Pada kejadian di ibu kota Sudan, Khartoum, jemaah masjid
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 11:53:58

Pertahanan Udara Suriah Tembak Sejumlah Rudal Israel

SEJUMLAH peluru kendali Israel ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Suriah, Jumat 11 Januari malam. Kebanyakan rudal yang ditembakkan oleh pesawat-pesawat tempur Israel itu dicegat sekitar jam 11
 
Sabtu, 12 Januari 2019 | 10:50:33

Israel Temukan Mineral Langka yang Sebelumnya Cuma Ada di Luar Angkasa

TEL AVIV - Sebuah perusahaan pertambangan Israel telah menemukan mineral langka yang sebelumnya diketahui hanya ada di luar angkasa, lapor surat kabar Israel, Haaretz.Jenis mineral langka yang diberi nama
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 15:17:13

Serangga Serbu Masjidil Haram, Warga Mekah: Ini Belum Pernah Terjadi!

MEKAH - Serbuan serangga dalam jumlah besar di kompleks Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi membuat warga setempat heran. Fenomena semacam ini disebut belum pernah terjadi sebelumnya. Seperti dilansir Gulf Bu
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 14:45:18

Kemendikbud RI-Malaysia Buka Kerja Sama Populerkan Islam Moderat

JAKARTA - Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik mengunjungi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Maszlee bertemu dengan Mendikbud Muhadjir Effendy membahas pendidikan Isla
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 13:49:37

Israel Resmikan Tol dengan Tembok Pemisah Pengendara Israel-Palestina

YERUSALEM - Ruas jalan tol yang baru dibuka di Yerusalem memisahkan para pengendara Israel dan Palestina dengan sebuah tembok. Warga Palestina menjuluki ruas jalanan itu sebagai 'jalan apartheid'.Se
 
 
 
Terpopuler

2

12 Jan 2019 11:53 | 299 views
Internasional
Pertahanan Udara Suriah Tembak Sejumlah Rudal Israel

5

10 Jan 2019 16:08 | 191 views
Internasional
Jepang Bantu Indonesia Pulihkan Palu Pasca Tsunami
 
 
 
 
 
 
Top