Terverifikasi Dewan Pers
 
Sabtu, 3 November 2018 | 11:06:47
Internasional

Bus Terguling ke Sungai Akibat Sopir dan Penumpang Adu Jotos, 13 Orang Tewas & 2 Hilang

Sebarkan:
Okezone.com
Kecelakaan maut di China terjadi lantaran sopir dan penumpang bus terlibat adu jotos

SOPIR dan penumpang bus terlibat adu jotos, akibatnya kendaraan pun tak dapat terkendali dengan baik dan jatuh ke sungai di China. Hal itu terungkap lantaran terekam video keamanan bus.

Bus itu jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter dari jembatan di atas Sungai Yangtze di Chongqing pada hari Minggu pekan lalu, menyebabkan paling tidak 13 orang meninggal dan dua masih hilang.

Awalnya, laporan kecelakaan menyebutkan bus itu berbelok mendadak untuk menghindari kendaraan dari arah lain. Tetapi rekaman yang baru terungkap itu menunjukkan pengemudi bus dipukul oleh seorang penumpang lalu sopir itu balas memukul.

Bus yang melaju dengan kecepatan tinggi itu, kemudian oleng dan melaju ke jalur berlawanan, menabrak dan menghancurkan tembok pengaman jembatan itu. Rekaman kemudian putus di sana. Dan bus itu jatuh ke sungai.

Menurut harian People's Daily, polisi mengatakan perkelahian itu adalah penyebab kecelakaan tersebut. Di rekaman yang dimuat berbagai media China itu terdengar penumpang berteriak-teriak.

Polisi mengatakan, penumpang yang diidentifikasi sebagai perempuan berusia 48 tahun dengan nama keluarga Liu, marah karena bus itu tak berhenti di halte perhentian yang dia mau di distrik Wanzhou itu.

Disebutkan, dia memukul pengemudi bernama Ran dengan ponselnya karena sang sopir menolak untuk berhenti dan menurunkannya.

Para saksi mengatakan bus itu lalu melaju ke seberang lalu menabrak pagar pengaman dan jatuh ke sungai.

Operasi penyelamatan besar-besaran dilancarkan melibatkan tim penyelam dan lusinan kapal dan mesin derek. Tetapi belum ada laporan tentang korban yang selamat.

Bangkai bus ditarik keluar dari sungai dari kedalaman 71 meter pada Rabu (31/10) malam. Sejumlah jasad penumpang hanya bisa diangkut keluar oleh penyelam.

Kecelakaan di jembatan yang terawat baik dan relatif sepi itu mengguncangkan Cina.

Media sosial di Cina pada hari Jumat 2 November ini dipenuhi kecaman pada penumpang yang memukul sopir, meskipun ada juga yang mengkritik pengemudi karena balas memukul.

Sebuah poster di Weibo, Wanten888, mengatakan, "Jika melihat ada penumpang yang bertengkar dengan sopir bus, kita tidak boleh hanya diam saja!"

Yang lain mengatakan, 'sangat memilukan' mendengar penumpang yang ketakutan, sementara seorang pengguna Weibo bernama Liza mengatakan harus ada hukum yang melarang penumpang mengganggu pengemudi bus.


(okezone.com)

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 18:51:23

Polres Tanjungpinang Gelar Konfrensi Pers Tindak Pidana KARHUTLA

Tanjungpinang-Bertempat di lobi Mapolres Tanjungpinang digelar Konferensi Pers tindak pidana *Karhutla* yang dipimpin Kapolsek Bukit Bestari KOMPOL Marna, SE dan Kasat Reskrim AKP Efendri Ali, S.IP, MH, Sabtu (
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 18:38:08

Polres Tanjungpinang Gelar Konferensi Pers Tindak Pidana Pemerkosaan

Tanjungpinang-Bertempat di lobi Mapolres Tanjungpinang digelar Konferensi Pers tindak pidana *Pemerkosaan* yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Efendri Ali, S.IP, MH, Sabtu (24/8/2019).Korban adalah SW (36 tahun), p
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:47:14

Tim 2 Satgas Koramil 02/Tanah Putih Melaksanakan Sosialisasi Karhutla

ROKAN HILIR - Tim 2 Satgas Karhutla  Koramil 02/ Tanah Putih dalam 2 minggu belakangan ini disibukkan dengan pemadaman untuk Wilayah terjadinya Karhutla. Kegiatan ini pun Babinsa lakukan untuk sosialisasi
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:19:26

Ngaku Bisa Ambil Uang Ghoib, Dukun Ini Gauli Seorang Ibu dan Anaknya

ROKANHULU - Dengan berkedokkan seorang dukun yang bisa menggandakan uang, D (45) warga Desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir ini berhasil menyetubuhi dua korbannya. Parahnya kedua korban adalah ibu dan anak y
 
Berita Lainnya
Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:53:43

Panas Dingin Hubungan China-Australia karena Demo Hong Kong

Duta Besar China untuk Australia Cheng Jingye memperingatkan pemerintah Australia untuk tidak ikut campur urusan negaranya, dengan mendukung "kekerasan radikal" di Hong Kong. Peringatan ini dikemukakan seiring
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:15:41

Kecam Ulama Zakir Naik, Putri Mahathir: Memangnya Siapa Anda?

Kuala Lumpur - Seruan pengusiran ulama kontroversial Zakir Naik tengah ramai di Malaysia terkait pernyataannya yang menuai hujatan. Marina Mahathir, putri sulung Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Moh
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:36:17

Menpora Malaysia Dukung Pengusiran Ulama Kontroversial Zakir Naik

Kuala Lumpur - Bertambah lagi menteri Malaysia yang mendukung pengusiran ulama kontroversial Zakir Naik dari negeri Jiran itu. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahma
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:20:51

Kendaraan Tempur China Dikerahkan ke Perbatasan Hong Kong, AS Prihatin

Washington DC - Otoritas Amerika Serikat (AS) sangat prihatin atas pergerakan militer China di dekat perbatasan Hong Kong. AS mendorong China untuk menghormati otonomi wilayah Hong Kong yang terus d
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:44:07

Soal Kashmir, Pakistan: PBB Harus Tanggung Jawab Jika Perang dengan India

Islamabad - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menyatakan bahwa jika sampai pecah perang dengan India terkait dengan wilayah Kashmir yang diperebutkan, maka PBB harus bertanggung jawab karena gagal men
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:20:02

Di Jepang Ada Pendeta Buddha dari Robot Bisa Berkhotbah dan Berdoa

Tokyo - Sebuah kuil berusia 400 tahun di Jepang berusaha menarik minat masyarakat terhadap Buddhisme dengan menempatkan sebuah pendeta robot. Langkah ini diyakini dapat mengubah persepsi terhadap ajaran Bud
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:48:58

2 Polisi Disandera dalam Penembakan di Philadelphia

JAKARTA - Enam orang polisi Philadelphia terluka dalam baku tembak saat melakukan penggerebekan narkoba di sebuah rumah. Selain itu, dua orang polisi dilaporkan masih tersandera di dalam rumah
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:10:10

Rumah di Chile Ambruk, 6 Orang Tewas

Santiago - Sedikitnya enam orang tewas setelah dua rumah ambruk di kota bersejarah Valparaiso, Chile, Selasa malam waktu setempat. Seorang pejabat regional mengatakan jumlah korban tewas bisa be
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:03:31

270 Orang Tewas Akibat Banjir di India

MUMBAI - Banjir dan tanah longsor telah menewaskan lebih dari 270 orang di India. Selain itu, satu juta orang mengungsi dan ribuan rumah di enam negara bagian terendam.Dilansir Reuters, Kamis
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 16:47:16

Pakistan Desak DK PBB Gelar Pertemuan, Bahas Tindakan India di Kashmir

ISLAMABAD - Pakitsan telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menangani "aksi agresif" India setelah New Delhi mencabut status otonomi khusus di Kashmir dan memberlakukan sejumlah pembatasan di wilayah itu.
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:13:47

Korban Tewas Tanah Longsor Myanmar Bertambah Jadi 59 Orang

Myanmar - Korban jiwa akibat bencana tanah longsor di Myanmar bertambah menjadi 59 orang. Sementara itu, upaya pencarian terhadap korban hilang masih terus dilakukan.Dikutip dari BBC, Rabu (14
 
Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:10:11

Ratusan Demonstran Kembali Datangi Bandara Internasional Hong Kong

Hong Kong - Ratusan demonstran kembali membanjiri Bandara Internasional Hong Kong hari ini. Ini merupakan aksi demo terbaru setelah ribuan demonstran menduduki bandara tersebut pada Senin (12/8) kemarin,
 
Selasa, 13 Agustus 2019 | 09:23:29

Demonstran Duduki Bandara Hong Kong, PM Kanada Serukan Perdamaian

KANADA - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendesak China agar berhati-hati dalam merespons demonstran yang menduduki Bandara Internasional Hong Kong. Trudeau menyerukan perdamaian agar tidak terjadi kekera
 
Selasa, 13 Agustus 2019 | 09:17:08

KJRI Sisir Bandara Hong Kong, 40 WNI Dipastikan Aman

JAKARTA - Tim Satgas Perlindungan WNI dari KJRI Hong Kong menyisir Bandara Internasional Hong Kong. Mereka menemukan lebih dari 40 WNI di dalam area bandara."Ada, kami temui lebih dari 40 orang di dalam w
 
Senin, 12 Agustus 2019 | 16:07:01

Longsor di Myanmar Renggut 51 Jiwa

YANGON Longsor yang dipicu oleh hujan lebat di Myanmar telah merenggut 51 jiwa. Laporan Bangkok Post yang mengutip Departemen Layanan Kebakaran negara longsor terjadi di Mon State. Saat itu proses pencaria
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top