Iklan Sosial
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:26:02
Internasional

7 Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel di Perbatasan Gaza

Sebarkan:
Detik.com
Gaza City - Bentrokan kembali pecah di perbatasan Gaza dan Israel. Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas terkena tembakan tentara Israel dalam bentrokan itu.

Dalam pernyataan tertulis, seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Sabtu (13/10/2018), Kementerian Kesehatan Gaza menyebut tujuh warga Palestina itu tewas terkena peluru tentara Israel. Penembakan terjadi dalam unjuk rasa yang digelar warga Palestina setiap pekan.

Sebagian besar warga Palestina yang tewas berusia 20-an tahun. Namun terdapat seorang remaja berusia 17 tahun di antara korban tewas.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, menyebut identitas para korban tewas. Mereka terdiri atas Mohammad Isam Abbas (21), Ahmed Ibrahim al-Tawil (27), Mohamed Abdel Hafiz Ismael (29), Ahmed Ahmed Abu Naim (17), Abdullah Berham ad-Da'ame (25), Tamir Eyyad Abu Arman (22) dan Afifi Mohammad Ata Afifi (18).

Secara terpisah, seperti dilansir AFP, militer Israel mengakui ada lima demonstran Palestina yang ditembak mati setelah menyusup pagar perbatasan dan menyerang pos militer.

Juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus, dalam pernyataan via Twitter menyebut sebuah 'serangan terencana' melibatkan 20 warga Palestina yang menyeberangi perbatasan, setelah sebuah peledak menghancurkan sebagian pagar perbatasan. Menurut Conricus, ada lima orang yang berusaha menyerang pangkalan militer Israel dan mereka ditembak.

Ditambahkan militer Israel, tercatat ada 14 ribu 'perusuh dan demonstran' yang ikut serta dalam unjuk rasa pada Jumat (12/10) waktu setempat.

Unjuk rasa warga Palestina di sepanjang perbatasan Gaza-Israel itu digelar setiap pekan, sejak 30 Maret lalu. Aksi ini bertujuan untuk menuntut dikembalikannya hak-hak warga Palestina yang diusir dari rumah-rumah mereka oleh pendudukan Israel sejak tahun 1948 lalu. Para demonstran juga menuntut diakhirnya blokade Gaza yang sudah berlangsung selama 12 tahun terakhir.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 204 warga Palestina tewas dalam bentrokan yang pecah dalam setiap unjuk rasa yang digelar di perbatasan Gaza-Israel sejak Maret lalu.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:58:48

Jokowi Lantik Syamsuar-Edy Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melantik Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpilih dari Pilkada serentak 2018. Kali ini, Jokowi melantik Syamsuar-Edy Natar Nasution menjadi Gubernur dan Wakil Gu
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:53:30

Jajaran Pengurus KAHMI Diimbau Waspadai Manuver KAHMI Preneur

JAKARTA - Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menerbitkan instruksi kepada presidium majelis wilayah dan presididum majelis daerah KAHMI untuk mewaspadai manuver politik ya
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:46:12

Satu Keluarga Hangus Terbakar di Sukabumi, Ada Dugaan Bunuh Diri

SUKABUMI - Kebakaran hebat hanguskan rumah semi permanen di Kampung Sukasirna, RT 003 RW 13 Desa/Kecamatan Cikembar Sukabumi sekitar pukul 01.00 dinihari tadi. Tiga penghuni yang merupakan satu keluarga itu tew
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:39:47

Sering Dimarahi, Pemuda di Samosir Bacok Ayah dan Ibunya

SAMOSIR - Joni Rumahorbo (28), penduduk Dusun Parondang, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, tega membacok ayah dan ibunya. Alasannya, hanya karena sering dimarahi
 
Berita Lainnya
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:19:17

Pimpin Demo Lawan Presiden Ortega, Petani Nikaragua Divonis 216 Tahun Bui

MANAGUA - Seorang petani di Nikaragua yang membantu memimpin unjuk rasa besar-besaran melawan Presiden Daniel Ortega tahun lalu, dijatuhi vonis 216 tahun penjara. Vonis dijatuhkan setelah para pemimpin bi
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 14:31:36

Israel Tahan Uang Pajak Palestina Rp 1,9 T, Aktivis: Perampokan Siang Bolong

RAMALLAH - Warga Palestina mengecam pemerintah Israel yang menahan uang pajak sebesar US$ 138 juta (Rp 1,9 triliun) yang seharusnya dibayarkan kepada Otoritas Palestina (PA). pemerintahan Perd
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 11:20:28

Universitas Monash Australia Bahas Fenomena Ustaz Abdul Somad

MELBOURNE - Fenomena munculnya para dai populer seperti Ustadz Abdul Somad menandai pergeseran media dakwah di Indonesia dengan memanfaatkan media sosial. Adanya pasar untuk pesan-pesan konservatif semakin
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 09:34:51

Banjir di Tambang Emas Zimbabwe, 24 Mayat Ditemukan

ZIMBABWE - Sebanyak 24 mayat penambang emas berhasil ditemukan di lubang tambang emas tradisional di Zimbabwe yang kebanjiran. Delapan di antaranya telah berhasil dikeluarkan dari lubang tambang
 
Senin, 18 Februari 2019 | 20:12:45

Warga Ex-Combatan Serahkan Senjata Pada Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO di Republik Demokratik Kongo

KONGO-Tiga warga ex-combatan menyerahkan senjata kepada Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga)  XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de l'Organisation des Nations Unies pour
 
Senin, 18 Februari 2019 | 15:48:14

1.000 Militan ISIS Kabur dari Suriah Bawa Uang Tunai Rp 2,7 T

DAMASKUS - Lebih dari 1.000 militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan kabur dari Suriah ke Irak dalam enam bulan terakhir. Militan-militan ISIS itu diduga membawa uang tunai seba
 
Senin, 18 Februari 2019 | 13:09:35

Menlu Iran: Israel Mengharapkan Terjadinya Perang di Timur Tengah

MUNICH Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menuduh Israel sedang berusaha mengobarkan perang dan memperingatkan bahwa tindakan negara Zionis itu dan sekutunya, Amerika Serikat (AS) semakin me
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 15:44:09

Tetapkan Kondisi Darurat Nasional Demi Tembok Meksiko, Trump Digugat

NEWYORK  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan wewenang eksekutifnya untuk menetapkan kondisi darurat nasional demi membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko, yang ditolak
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 11:32:22

Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi ke Indonesia Ditunda

JAKARTA - Kunjungan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia ditunda pelaksanaannya. Mengutip laman resmi Kementarian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Sabtu (16/2/2019), k
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 11:26:38

Gunung Everest Menjelma Jadi Tempat Sampah Tertinggi di Dunia

TIBET Pemerintah China menutup base camp Gunung Everest melalui Tibet sampai waktu yang belum ditentukan. Keputusan diambil untuk membersihkan sampah yang menumpuk di puncak Gunung Everest. Saking ba
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 09:54:51

Polisi Nigeria Temukan 66 Mayat Korban Pembunuhan di Kaduna

JAKARTA - Pihak Kepolisian Nigeria menemukan 66 mayat korban pembunuhan di daerah yang dikenal dengan bentrokan etnis dan agama. 22 diantaranya merupakan mayat anak-anak dan 12 wanita.Gubernur n
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 09:37:55

Indonesia-Rusia Tingkatkan Kerja Sama Dalam Pemberantasan Terorisme

JAKARTA - Indonesia dan Rusia sepakat memperkuat kerja sama di bidang keamanan, khususnya pemberantasan terorisme, kejahatan siber dan penanggulangan bencana. Kesepakatan itu merupakan salah s
 
Jumat, 15 Februari 2019 | 10:08:22

Bom Kashmir Tewaskan 40 Polisi, India Salahkan Milisi di Pakistan

INDIA  - Pemerintah India menyerukan penjatuhan sanksi internasional terhadap pemimpin kelompok milisi di Pakistan yang dituduh berada di balik serangan bunuh diri di Kashmir yang menewaska
 
Kamis, 14 Februari 2019 | 16:06:31

Pemimpin Oposisi Venezuela Nyatakan Akan Pulihkan Hubungan dengan Israel

CARACAS Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mengatakan bahwa dirinya tengah berusaha untuk memulihkan hubungan diplomatik negara Amerika Latin itu dengan Israel, salah satu negara pendukungnya. Cara
 
Kamis, 14 Februari 2019 | 15:54:09

Erdogan Ibaratkan Kenaikan Harga Bahan Makanan Sama dengan Serangan Teroris

TURKI - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengibaratkan kenaikan harga bahan makanan sama dengan serangan teroris. Kenaikan harga bahan makanan ini menurutnya dilakukan oleh kekuataan yang tak terjamah
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top