Iklan Sosial
 
Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:19:03
Internasional

Erdogan: Kita Tak Boleh Diam Atas Hilangnya Wartawan Arab Saudi

Sebarkan:
Detik.com
Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan Turki tidak boleh tinggal diam atas hilangnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Ditegaskan Erdogan bahwa Turki tengah menyelidiki segala aspek dalam kasus ini.

Khashoggi (59) masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu, untuk mengurus dokumen bagi pernikahan dengan tunangannya asal Turki, Hatice Cengiz. Otoritas Saudi menyebut Khashoggi telah keluar dari gedung konsulat, tapi otoritas Turki dan tunangannya -- yang menunggu di luar -- menegaskan dia belum keluar.

Dilaporkan surat kabar Turki, Hurriyet Daily News dan dilansir Reuters, Kamis (11/10/2018), Erdogan menyatakan kekhawatirannya atas hilangnya Khashoggi.

"Kita tengah menyelidiki semua aspek peristiwa ini. Tidak mungkin bagi kita untuk tetap diam terhadap peristiwa seperti ini, karena ini bukan peristiwa yang biasa terjadi," ucap Erdogan dalam penerbangan pulang dari Hungaria.

Lebih lanjut, Erdogan mempertanyakan pernyataan otoritas Saudi yang menyebut pihaknya tidak memiliki rekaman CCTV yang menunjukkan Khashoggi meninggalkan gedung Konsulat Saudi, karena CCTV hanya memberi tayangan langsung dan tidak melakukan perekaman.

"Apakah mungkin tidak ada sistem kamera di Konsulat Arab Saudi, yang menjadi lokasi peristiwa ini terjadi? tanya Erdogan.

Kasus hilangnya Khashoggi berpotensi makin memperburuk hubungan antara Turki dan Saudi. Diketahui bahwa hubungan kedua negara memburuk setelah Turki mengerahkan tentara ke Qatar tahun lalu untuk menunjukkan dukungan, usai Saudi dan sekutu-sekutunya memutuskan hubungan diplomatik dan memberlakukan embargo terhadap Qatar.

Erdogan bersama partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), juga pernah mendukung pemerintahan Mesir saat dipimpin oleh Presiden Mohamed Morsi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Saudi.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:39:47

Sering Dimarahi, Pemuda di Samosir Bacok Ayah dan Ibunya

SAMOSIR - Joni Rumahorbo (28), penduduk Dusun Parondang, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, tega membacok ayah dan ibunya. Alasannya, hanya karena sering dimarahi
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:36:50

PDIP Seret Nama Amien Rais Terkait Isu Lahan Prabowo

JAKARTA - PDIP menyeret nama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais terkait polemik isu lahan milik capres Prabowo Subianto yang bergulir sejak debat kedua kemarin. Menurut PDIP, Prabowo dan Amien serta ja
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:24:07

Bobotoh Persib Dalam Pusaran Politik Pilpres 2019

BANDUNG - Terseretnya bobotoh ke dalam dunia politik bukanlah hal baru. Dalam pesta demokrasi bobotoh sebagai pendukung Persib Bandung kerap didekati oleh para elite politik untuk meraih dukunga
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:04:40

Bupati Inhil Prihatin Atas Musibah Kebakaran Yang Menimpa Warga Sungai Guntung

GUNTUNG - Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengungkapkan keprihatinannya saat meninjau musibah kebakaran yang menimpa 13 unit rumah warga di Sungai Guntung, Kecamatan Kateman pada minggu 17 Februari 2019
 
Berita Lainnya
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:19:17

Pimpin Demo Lawan Presiden Ortega, Petani Nikaragua Divonis 216 Tahun Bui

MANAGUA - Seorang petani di Nikaragua yang membantu memimpin unjuk rasa besar-besaran melawan Presiden Daniel Ortega tahun lalu, dijatuhi vonis 216 tahun penjara. Vonis dijatuhkan setelah para pemimpin bi
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 14:31:36

Israel Tahan Uang Pajak Palestina Rp 1,9 T, Aktivis: Perampokan Siang Bolong

RAMALLAH - Warga Palestina mengecam pemerintah Israel yang menahan uang pajak sebesar US$ 138 juta (Rp 1,9 triliun) yang seharusnya dibayarkan kepada Otoritas Palestina (PA). pemerintahan Perd
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 11:20:28

Universitas Monash Australia Bahas Fenomena Ustaz Abdul Somad

MELBOURNE - Fenomena munculnya para dai populer seperti Ustadz Abdul Somad menandai pergeseran media dakwah di Indonesia dengan memanfaatkan media sosial. Adanya pasar untuk pesan-pesan konservatif semakin
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 09:34:51

Banjir di Tambang Emas Zimbabwe, 24 Mayat Ditemukan

ZIMBABWE - Sebanyak 24 mayat penambang emas berhasil ditemukan di lubang tambang emas tradisional di Zimbabwe yang kebanjiran. Delapan di antaranya telah berhasil dikeluarkan dari lubang tambang
 
Senin, 18 Februari 2019 | 20:12:45

Warga Ex-Combatan Serahkan Senjata Pada Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO di Republik Demokratik Kongo

KONGO-Tiga warga ex-combatan menyerahkan senjata kepada Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga)  XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de l'Organisation des Nations Unies pour
 
Senin, 18 Februari 2019 | 15:48:14

1.000 Militan ISIS Kabur dari Suriah Bawa Uang Tunai Rp 2,7 T

DAMASKUS - Lebih dari 1.000 militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan kabur dari Suriah ke Irak dalam enam bulan terakhir. Militan-militan ISIS itu diduga membawa uang tunai seba
 
Senin, 18 Februari 2019 | 13:09:35

Menlu Iran: Israel Mengharapkan Terjadinya Perang di Timur Tengah

MUNICH Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menuduh Israel sedang berusaha mengobarkan perang dan memperingatkan bahwa tindakan negara Zionis itu dan sekutunya, Amerika Serikat (AS) semakin me
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 15:44:09

Tetapkan Kondisi Darurat Nasional Demi Tembok Meksiko, Trump Digugat

NEWYORK  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan wewenang eksekutifnya untuk menetapkan kondisi darurat nasional demi membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko, yang ditolak
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 11:32:22

Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi ke Indonesia Ditunda

JAKARTA - Kunjungan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia ditunda pelaksanaannya. Mengutip laman resmi Kementarian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Sabtu (16/2/2019), k
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 11:26:38

Gunung Everest Menjelma Jadi Tempat Sampah Tertinggi di Dunia

TIBET Pemerintah China menutup base camp Gunung Everest melalui Tibet sampai waktu yang belum ditentukan. Keputusan diambil untuk membersihkan sampah yang menumpuk di puncak Gunung Everest. Saking ba
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 09:54:51

Polisi Nigeria Temukan 66 Mayat Korban Pembunuhan di Kaduna

JAKARTA - Pihak Kepolisian Nigeria menemukan 66 mayat korban pembunuhan di daerah yang dikenal dengan bentrokan etnis dan agama. 22 diantaranya merupakan mayat anak-anak dan 12 wanita.Gubernur n
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 09:37:55

Indonesia-Rusia Tingkatkan Kerja Sama Dalam Pemberantasan Terorisme

JAKARTA - Indonesia dan Rusia sepakat memperkuat kerja sama di bidang keamanan, khususnya pemberantasan terorisme, kejahatan siber dan penanggulangan bencana. Kesepakatan itu merupakan salah s
 
Jumat, 15 Februari 2019 | 10:08:22

Bom Kashmir Tewaskan 40 Polisi, India Salahkan Milisi di Pakistan

INDIA  - Pemerintah India menyerukan penjatuhan sanksi internasional terhadap pemimpin kelompok milisi di Pakistan yang dituduh berada di balik serangan bunuh diri di Kashmir yang menewaska
 
Kamis, 14 Februari 2019 | 16:06:31

Pemimpin Oposisi Venezuela Nyatakan Akan Pulihkan Hubungan dengan Israel

CARACAS Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mengatakan bahwa dirinya tengah berusaha untuk memulihkan hubungan diplomatik negara Amerika Latin itu dengan Israel, salah satu negara pendukungnya. Cara
 
Kamis, 14 Februari 2019 | 15:54:09

Erdogan Ibaratkan Kenaikan Harga Bahan Makanan Sama dengan Serangan Teroris

TURKI - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengibaratkan kenaikan harga bahan makanan sama dengan serangan teroris. Kenaikan harga bahan makanan ini menurutnya dilakukan oleh kekuataan yang tak terjamah
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top