Iklan Sosial
 
Jumat, 14 September 2018 | 10:19:00
Internasional

PBB: Akibat Blokade Israel, Gaza Tak Layak Dihuni Manusia pada 2020

Sebarkan:
Dok: Reuters

JENEWA - Laporan Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) mendapati blokade sepuluh tahun oleh Israel terhadap jalur Gaza membuat tidak mungkin bagi penduduk Palestina di sana membangun ekonomi mereka. Organisasi PBB itu mengingatkan, wilayah kecil itu dalam waktu tidak lama bisa menjadi tidak layak dihuni manusia tahun 2020 jika keadaan sekarang tidak diatasi.

Laporan tersebut menyebutkan pengangguran di wilayah Palestina yang diduduki itu mencapai 27% atau tetinggi di dunia. Yang paling terdampak, demikian laporan, adalah kelompok perempuan dan orang muda.

Kordinator UNCTAD untuk bantuan kepada bangsa Palestina, Mahmoud Elkhafif mengatakan yang paling terpukul oleh situasi ekonomi yang memburuk itu adalah sektor pertanian.

"Ada studi yang menunjukkan sektor pertanian di Gaza merosot antara 35 dan 45%. Sebagaimana diketahui, sektor pertanian merupakan bantal perekonomian yang pada dasarnya menyerap pengangguran. Bayangkan dampaknya," tukas Elkhafif.

Pudarnya harapan akan pertumbuhan di Gaza dan Tepi Barat, menurut laporan, sebagian besar akibat larangan perjalanan yang diberlakukan Israel, yang membuat luarbiasa sulit bagi warga Palestina bekerja di Israel sementara bantuan dari negara donor sangat berkurang.

Laporan mengingatkan, kondisi kehidupan di Gaza terus memburuk. Krisis tenaga listrik di sana semakin parah, dengan rumahtangga hanya mendapat aliran listrik dua jam sehari. Hanya 10% penduduk yang punya akses ke air bersih yang cukup.

Deputi Sekretaris Jenderal UNCTAD, Isabelle Durant menyebut situasi itu tidak dapat dipertahankan.

"Tidak dapat dipertahankan karena listrik, karena air, karena kemiskinan, orang muda dan perempuan sepenuhnya dilupakan dalam proses pembangunan sosial bahkan dalam proses perkembangan budaya. Jadi saya tidak optimistis meskipun saya tahu ini bukan baru. Memang bukan baru, dan tiap tahun bertambah sulit," kata Isabelle.

Untuk menjamin dicapai kebangkitan yang bersinambung, para penyusun laporan mengatakan Israel mesti mencabut blokade sepenuhnya dan perekonomian Gaza serta Tepi Barat mesti disatukan kembali. UNCTAD mengatakan, perekonomian wilayah itu bisa tumbuh sampai 10% hanya dengan menyingkirkan semua bentuk larangan yang dikenakan Israel terhadap perdagangan dan investasi di Palestina.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 16 November 2018 | 10:45:37

Twit SBY Dianggap Jawab Kegalauan Pendukung Prabowo

JAKARTA - Dua mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti visi misi Prabowo Subianto. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satri
Jumat, 16 November 2018 | 10:40:07

Belum Bisa Dievakuasi, Harimau Terjebak di Kolong Ruko Diberi Ayam

Indragiri Hilir - Sudah dua hari harimau Sumatera terjebak di kolong ruko di Pasar Pulau Burung, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Harimau diberi makan daging ayam."Harimau tersebut belum bisa kita e
Jumat, 16 November 2018 | 10:36:44

Thailand Dipastikan Tanpa Bek Andalannya di Laga Kontra Indonesia

BANGKOK - Tim Nasional (Timnas) Thailand mendapat pukulan berat jelang laga kontra Indonesia di matchday ketiga Piala AFF 2018. Andalan di lini belakang mereka, Manuel Bihr, dipastikan absen pada laga terse
Jumat, 16 November 2018 | 10:34:22

Sandiaga Ungkap Kampanyenya Selama 3 Bulan Habiskan Rp 30 M

Sleman - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengungkapkan besaran biaya kampanye Pilpres 2019 yang sudah dikeluarkan paslon Prabowo-Sandi. Sandi menyebut dalam 2-3 bulan ini tim kampanyenya sudah mengel
 
Berita Lainnya
Kamis, 15 November 2018 | 15:58:27

Hamas : Pengunduran Diri Menhan Israel Adalah Kemenangan Bagi Palestina

GAZA - Hamas menyambut gembira mundurnya Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Tel Aviv dengan kelompok bersejata di Gaza yang di mediasi ol
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:55:42

Jokowi Yakini Two State Solution Jadi Jalan Perdamaian Israel-Palestina

JAKARTA - Indonesia meyakini bahwa two state solution atau solusi dua negara menjadi satu-satunya cara untuk merealisasikan perdamaian sekaligus meredam konflik yang terjadi di Palestina dan Israel. Pres
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:39:47

Lewatkan Pertemuan KTT ASEAN Demi Tidur Siang, Duterte Membela Diri

Singapura - Presiden Filipina Rodrigo Duterte lebih memilih tidur siang dan melewatkan sejumlah pertemuan penting dalam KTT ASEAN di Singapura. Saat ditanya soal hal ini, Duterte membela diri."Apa
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:56:41

Sindir Balik Trump, Macron: Sekutu Bukan Berarti Negara Pengikut

Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah pidato sempat menyinggung dibentuknya militer bersama Uni Eropa untuk salah satunya mengantisipasi serangan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald T
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:53:09

Cerita Lie Terbang dari China untuk Menolong Korban Gempa Donggala

Palu - Bencana di Sulawesi Tengah mengundang empati tak berhingga. Tak cuma dari Indonesia, bahkan mancanegara. Gempa, tsunami dan lukuifaksi yang menghantam Palu, Sigi dan Donggala pada 28 Sept
 
Rabu, 14 November 2018 | 15:56:49

Mesir Serukan Israel Hentikan Aksi Militer di Gaza

Kairo - Pemerintah Mesir menyerukan Israel untuk menghentikan aksi militernya di wilayah Jalur Gaza. Seruan ini disampaikan setelah para milisi Palestina di Gaza menyetujui gencatan senjata yang d
 
Rabu, 14 November 2018 | 15:14:06

China: Australia Tiupkan Mentalitas Perang Dingin Untuk Perkuat Pengaruh di Pasifik

Beijing -Beberapa hari menjelang penyelenggaraan KTT APEC, China telah memperingatkan "mentalitas perang dingin" sedang bertiup ke arah Pasifik sebagai respon dari janji Australia untuk meningkatkan penga
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:57:55

Bantah Tuduhan Penculikan, PM Ceko Sebut Putranya Sakit Jiwa

PRAHA - Perdana Menteri (PM) Ceko, Andrej Babis menghadapi ancaman krisis politik setelah putranya mengatakan telah diculik dan ditahan di Krimea agar berhenti memberikan bukti-bukti kasus penipuan yang m
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:51:49

Indonesia Ajak Australia Berkontribusi dalam Perdamaian Palestina-Israel

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berharap hubungan ASEAN-Australia akan semakin baik di bawah kepemimpinan PM Australia Scott Morrison. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Me
 
Rabu, 14 November 2018 | 10:48:48

Kesalahan Teknis, Buruh Pabrik Dapat Bonus Dadakan Rp 500 Juta

Brussels - Para buruh di sebuah pabrik baja di Belgia mendapat kejutan luar biasa saat rekening mereka mendadak bertambah 30 ribueuro atau setara Rp500 juta.Meskipun demikian, sebagian dari mere
 
Rabu, 14 November 2018 | 10:34:12

Komisi I Desak Kemlu Ajukan Resolusi ke PBB Setop Agresi Israel di Gaza

Jakarta - Israel kembali melakukan serangan udara di Jalur Gaza hingga menewaskan warga Palestina. Komisi I DPR RI mengutuk keras agresi Israel tersebut. "Kebiadaban dan apalagi kata yang tepat
 
Selasa, 13 November 2018 | 16:17:00

Konflik Israel-Palestina Memanas, Saling Ancam dan Saling Serang

Gaza - Serangan udara Israel ke Jalur Gaza menewaskan empat warga Palestina dan menghancurkan gedung TV Hamas. Rentetan tembakan roket dari Palestina menewaskan satu warga di Israel Selatan.Mili
 
Selasa, 13 November 2018 | 16:07:07

Tiba di Singapura, Jokowi Siap Hadiri KTT ke-33 ASEAN

Singapura - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana tiba di Bandara Internasional Changi, Singapura. Kehadiran Jokowi disambut oleh Menko Polhukam Wiranto dan Kapolri Jenderal Tito
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:07:19

Turki dan Prancis Bertikai Soal Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Ankara - Turki bertikai dengan Prancis terkait rekaman pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi. Turki menyebut komentar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian 'tak bisa diter
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:00:03

Percakapan Telepon Pembunuh Khashoggi, Kuatkan Dugaan Keterlibatan Putra Mahkota Saudi

ANKARA ? Rekaman pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi memuat sebuah percakapan yang dapat menguatkan dugaan keterlibatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam kasus tersebut. Laporan New York
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top